Kategori: News

Berita terbaru dari Rumah Belajar Bersama

  • Peresmian Dojo INKAI Darfa Cakti Yudha

    Peresmian Dojo INKAI Darfa Cakti Yudha

    Setelah Kejuaraan Piala Panglima Kostrad di Gowa, terdapat peresmian Dojo (tempat latihan karate) Darpa Cakti Yudha untuk latihan karate TNI (Tentara Nasional Indonesia) di Kostrad.

    Pada foto terdiri dari:

    1. Mayjend TNI Bangun Nawoko, Panglima Devisi 3 Kostrad.

    2. Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sulawesi Selatan

    3. Viktor Shondak, SE., Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) INKAI Sulawesi Selatan.

    Foto pada Minggu, 23 Februari 2025 di markas Kostrad di Gowa, Sulawesi Selatan.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan

  • Sekilas pada Perjalananku di Karate

    Sekilas pada Perjalananku di Karate

    Kehidupan masa kecil saya memang banyak diisi dengan latihan karate dan saya pun suka mengajak rekan rekanku untuk bergabung karate. Saya latihan di Kodim 1411/Bulukumba, Sulawesi Selatan dan banyak bergaul dengan anak tentara karena SD saya di dekat Kodim. Di lingkungan tersebut, berkelahi dan perang-perangan dengan senjata rakitan yang bisa menembak ala anak anak adalah permainan kami.

    Setelah beranjak dewasa, saya berusaha mencari dunia baru. Saya memilih menjadi aktivitas mahasiswa karena ingin mengasah kecerdasan intelektual dan mencoba untuk tidak bersentuhan lagi dengan dunia karate. Saya tidak ingin diketahui pernah belajar bela diri. Saya sudah capek berantem. Bagiku, itu menyakiti diri sendiri dan orang lain. Dan alhamdulillah, apa yang kuniatkan tersebut sukses. Sejak saya kuliah hingga lulus dan bahkan sampai sekarang saya tidak pernah lagi berkelahi.

    Kadang kadang sesekali saya memang masih latihan karate dengan rekan kuliah tapi tidak mendekatkan diri dengan perguruan. Itu secara personal saja karena saling kenal sesama karate ka. Ya, semacam silaturahmi lah. Pendeknya, saya tidak pakai dogi (baju karate), terlebih lagi dengan bergabung latihan serius dengan rekan rekan tentara.

    Ada kalanya juga, saya latihan sparring dengan rekan rekanku yang pesilat. Tapi itu pun seadanya saja, tidak untuk kebutuhan latihan serius. Ini untuk mengenang saja bahwa diriku pernah sedikit tahu cara bertarung dan mengenali lebih dekat keunggulan cabang bela diri lainnya.

    Saat kembali ke kampung halaman, saya mencoba lagi untuk olahraga. Beragam olahraga yang pernah kutekuni kuikuti lagi. Basket , lari, renang, bulutangkis, macam macamlah. Dan ternyata yang paling lengket adalah karate. Dan karena perguruanku INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) punya sejarah yang panjang tentang bela diri tentara, saya pun kembali bergaul dengan tentara.

    Baru baru ini, terdapat kejuaraan Piala Panglima Devisi 3 Kostrad. Terdapat kesempatan untuk bertemu dan berbincang bincang dengan Pak Meyjen TNI Bangun Nawoko, Panglima TNI Devisi Infanteri 3 Kostrad karena saya mendampingi Shihan Viktor Shondak, Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam INKAI Sulawesi Selatan).

    Pada intinya, bela diri karate akan lebih dipertajam di kalangan tentara dan tentara akan didorong juga meningkatkan prestasi dalam hal olahraga dengan melibatkan diri dalam kejuaraan karate. Dan langkah awal yang sangat bagus baru saja terlaksana dengan sukses melalui Kejuaraan Piala Panglima khusus bagi para tentara, 21 sampai 23 Februari 2025 di Gowa.

    Pada foto
    * Meyjen TNI Bangun Nawoko, Panglima TNI Devisi Infanteri 3 Kostrad (Tengah)
    * Shihan Viktor Shondak, Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) INKAI Sulawesi Selatan (Kanan)
    * Penulis (Kiri)

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba

    Tulisan ini pertama kali terbit pada 4 Maret 2025

  • Rencana Tulisan untuk Panrita Lopi

    Rencana Tulisan untuk Panrita Lopi

    Saya bukan seorang pelaut ulung tapi saya suka laut. Sejak kecil saya bersama almarhum ayahku sering berenang di pantai Bira. Dan karena ayahku bisa bahasa Arab dan Inggris, saya sering memperhatikan ayahku ngobrol dengan orang asing. Kebanyakan dari orang asing itu bicara Inggris sehingga saya tertarik memperhatikan pembicaraannya dalam Bahasa Inggris. Sedangkan wisatawan Arab tidak pernah kutemui di sana.

    Dari Bira, saya pun berkenalan dengan para pelaut seperti Wahyu Pemandu Snorkling, Birsal di Pinisi Diving Club dan lainnya. Seiring dengan waktu, saya pun akrab dengan Pak Rusli, sang ahli pembuat layar Pinisi yang juga pernah melayarkan Pinisi ke Vancouver, Canada, 1986.

    Pertemuan kali ini tidak lepas dari peran Kak Nurul yang mengajak saya untuk bergabung menulis buku semacam bunga rampai tentang para Panrita Lopi (ahli pembuat perahu). Karena saya juga pemerhati pelestarian Pinisi, saya memutuskan untuk bergabung betapa pun hampir tidak punya waktu yang cukup luang untuk bersama sama berkeliling di daerah Bira, dan Tanah Beru.

    Tugas saya mengumpulkan data dari Panitia Lopi di Desa Ara. Desa itu dekat tanah kelahiranku di Kalumpang, Bonto Tiro. Kami orang Kalumpang biasanya belanja di Ara sehingga kampung Ara tentulah dikenali dengan akrab. Terlebih lagi ada rekan orang Ara yang bisa
    dihubungi yang tidak perlu disebutkan namanya di sini.

    Bila ini berhasil, saya tertarik untuk menulis tentang Pinisi dalam Bahasa Inggris, bukan Bahasa Arab. Soalnya, itu susah 😀

    Zulkarnain Patwa
    * 4 Maret 2025

  • Panglima Kostrad Aktifkan Karate

    Panglima Kostrad Aktifkan Karate

    Pada kejuaraan Piala Panglima Kostrad di Pakkatto, Gowa, Panglima Kostrad berjalan-jalan santai bersama Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) INKAI Sulawesi Selatan dan Penulis sebagai Humas INKAI Sulawesi Selatan menuju ruang pembukaan.

    Dalam pembicaraan tersebut, Panglima mendorong para atlet karate INKAI di Kostrad untuk lebih aktif terlibat dalam kejuaraan karate. Do Jo INKAI di Kostrad telah dibuka dan latihan super intensif akan dijalankan untuk meningkatkan prestasi.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan

    Foto pada Februari 2024 di Markas Kostrad, Gowa.

  • Ketua Panutan

    Ketua Panutan

    Ketertarikan penulis kepada Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sulawesi Selatan terletak pada gagasan yang sama yaitu keinginan yang kuat untuk mencetak generasi yang berprestasi. Dia adalah sosok tokoh yang benar-benar mengeluarkan seluruh energi terbaiknya untuk mencetak karate ka terbaik di Sulawesi Selatan.

    Hasilnya, di berbagai kejuaraan besar, INKAI Sulawesi sudah sangat lazim meraih juara Umum 1 (Satu). Pernah juga sih juara Umum 2 (dua) tapi itu cuma sekali kali saja.

    Apa rahasianya? Ir. Djalil selalu mengedepankan ketekunan. ‘Meskipun atlet juara 1 tapi tidak rajin latihan, juara 2 yang saya pilih’, katanya di suatu pertemuan setelah kejuaraan Intern INKAI di Kostrad Julu Siri. ‘Saya tidak pikir biaya. Yang saya pikir adalah prestasi’, lanjutnya tegas. ‘Ini yang benar’, kataku dalam hati yang juga hadir di rapat tersebut. ‘Ada harapan yang besar untuk mencetak atlet atlet terbaik dari tiap tiap do jo (tempat latihan karate. Sebut saja ranting) daerah’, pikirku sedikit lebih dalam.

    Sikap Ketua ini berefek pada lobby pakai ordal (orang dalam) tidak berlaku. Atlet yang tersebar di seluruh Do Jo INKAI Sulawesi Selatan pun jadi bersungguh sungguh latihan dan berlomba lomba berprestasi di berbagai kejuaraan untuk bisa direkrut sebagai INKAI Sulawesi Selatan. Maklum, selain bergensi, biaya kejuaraan sepenuhnya ditanggung INKAI Sulawesi Selatan. Itu semua dilakukan tanpa mencari sponsor. Singkat cerita, atlet atlet berprestasi pun lahir dan bertaburan di berbagai macam do jo INKAI di daerah.

    Setelah terpilih menjadi atlet INKAI Sulawesi Selatan, atlet tidak mengeluarkan biaya apapun. Makan, minum, menginap dan lainnya, semuanya ditanggung. Jangankan kejuaraan di daerah Sulawesi, ke Jakarta pun ditanggung termasuk pesawat pulang pergi. Karena jumlah atlet INKAI Sulawesi Selatan berprestasi tidak sedikit tidak sedikit saat ini, puluhan atlet atlet INKAI Sulawesi Selatan telah diberi kesempatan untuk ke jantungnya Indonesia semisal Kejuaraan Nasional INKAI pada 2024. Emas dan perak diraih. Betapa pun belum sempat jadi Juara Umum, setidaknya ini capaian yan lebih baik dari Kejurnas sebelumnya yang meraih perunggu pada 2022.

    Tetapi untuk kejuaraan yang diadakan di Sulawesi, INKAI Sulawesi Selatan adalah langganannya juara. Yang berkesan di sini adalah hadiah uang Juara Umum pun yang puluhan juta rupiah dibagikan kepada seluruh atlet berprestasi. Itu tidak hanya berhenti sampai di situ. Uang bonus di luar hadiah Juara Umum sering diberikan. Luar biasa, kan?

    Itulah mengapa di setiap ke Makassar untuk urusan karate, penulis selalu berupaya dapat berdialog dengan Ir. Djalil agar dapat menimba ilmu, lebih terinspirasi dan untuk menemukan gagasan kreatif yang bisa saya terapkan dalam dunia pendidikan yang saya geluti.

    Zulkarnain Patwa
    * Foto di Kostrad Pakkato Gowa pada Kejuaraan Karate Piala Panglima Kostrad. 22 Februari 2025.

  • Pak Rusli, Tokoh Pelayaran Pinisi ke Vancouver, Kanada

    Pak Rusli, Tokoh Pelayaran Pinisi ke Vancouver, Kanada

    Bersama sang legend, Pak Rusli. Ia adalah senior yang masih hidup pada pelayaran Pinisi Nusantara dari Indonesia menuju Vancouver di Kanada pada 1986. Dari pelayaran tersebut yang dinakhodai oleh Laksamana Gita, Pinisi makin dikenal di dunia internasional.

    Salah satu alasan mengapa Pak Rusli dipilih ialah karena dirinya ingin melihat ombak yang tingginya mencapai tujuh sampai delapan meter. Cerita ini dicatat oleh Pius Caro, wartawan Kompas yang juga turut berlayar dan menuliskan catatan perjalanan dalam bentuk buku.

    Saat ini, Pak Rusli aktif menerima pesanan pembuatan layar Pinisi. Pada foto, anda bisa melihat kain putih di lapangan. Itu adalah pesanan orang asing. Karena ia sudah cukup lama menekuni layar, tentulah keahliannya semakin terasah. Wajar antrian pembuatan layar selalu menanti.

    Saya sendiri sempat berlayar bersama Pak Rusli dari Tanah Beru ke Makassar dengan Pinisi Anugerah Ilahi, perahu layar tanpa mesin. Sang Nahkoda, Pak Horst Liebner sering kali mempercayakan kemudi kepada Pak Rusli ketika Pak Horst ada urusan atau perlu istirahat. Dan Pak Rusli tahu betul bagaimana cara mengarahkan perahu dengan tepat untuk menghadapi ombak dan angin kencang yang kadang arahnya sangat cepat berubah.

    Sebagai seorang senior, Pak Rusli terlihat tenang saja dan sesekali tertawa melihat anak anak muda yang sedikit gugup bila keadaan lagi bergoyang kencang dimana air laut naik sampai ke dek perahu. Ia cukup memutar mutar arah kemudi untuk kembali menyeimbangkan perahu yang diikuti oleh yang lainnya menggeser layar sesuai arahan.

    Betapa pun umur terus bertambah tinggi, Pak Rusli seolah masih muda. Jiwa muda sang pelaut masih terus menyala di dalam dadanya. Kadang saya bertanya, ‘Kalau ada pelayaran jauh ke negeri para bule, Pak Rusli masih bisa?’. Ia menjawab dengan spontan, ‘Bisa’. Tidak ada rasa khawatir pun yang terlintas terbaca dari raut wajahnya.

    Spirit yang seperti Pak Rusli inilah yang patut kita jadikan contoh. Ia sudah melewati rintangan ganasnya laut. Ia adalah pelaut ulung yang sering diterpa oleh ombak yang tinggi. Toh, tiada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tenang, kata orang. Dan memang begitulah kenyataannya. Dan Pak Rusli telah melewati semua itu. Karenanya, kita yang muda mudi ini sangat perlu banyak belajar darinya.

    Zulkarnain Patwa
    * Foto di Desa Darubia dekat Desa Bira pada 25 Februari 2025.

  • Berprestasi di Olahraga dan Pendidikan

    Berprestasi di Olahraga dan Pendidikan

    Faika Qinara Putri Ridwan adalah contoh anak yang tidak hanya punya banyak prestasi di karate tetapi juga punya perhatian yang tinggi dalam dunia pendidikan. Hobinya membaca buku berbahasa Inggris berkembang dengan sangat baik dibuktikan dengan menamatkan buku berbahasa Inggris. Tidak hanya berhenti sampai di situ, ia juga mampu menjawab soal soal cerita sebagaimana yang ia lakukan pada foto ini.

    Hubungan antara olahraga dan pendidikan ini mampu terjalin dengan baik dalam diri Faika karena orang tuanya sadar bahwa prestasi itu sangat baik menunjang masa depan anak. Dan bila ingin lebih punya keyakinan yang kuat, pendidikan yang berkwalitas mestilah melekat dalam diri anak. Maka tidak mengherankan, jadwal Faika cukup padat: mengaji, karate dan Bahasa Inggris. Awalnya terlihat melelahkan namun karena telah terbiasa dan menikmati, semuanya dapat berjalan lancar.

    Faika sudah masuk lesson 22 dari 48 lesson yang mesti diselesaikan. Karena ia punya niat menjawab soal soal, ia saat ini satu satunya menjadi anak kelas 2 SD yang mampu menjawab cerita cerita bacaan hingga tuntas. Ini membuktikan bahwa pelajaran yang agak tinggi pun mampu dimengerti oleh anak berumur delapan tahun. Dan bila ia berhasil meluluskan diri pada buku kedua ini, kemustahilan pun terbongkar karena terbukti mampu menyelesaikan buku setuntas-tuntasnya.

    Zulkarnain Patwa
    *
    Tulisan ini pertama kali terbit pada 29 Mei 2025

  • Kamus Pinisi

    Kamus Pinisi

    Pak Rusli adalah orang yang turut punya peranan besar hingga Pinisi dikenal lebih luas dengan keterlibatannya pada pelayaran Pinisi 11.000 mil laut dinakhodai Kapten Gita Ardjakusuma ke Vancouver, Kanada pada 1986. Wajahnya masih terlihat segar bugar, tetap aktif dalam pembuatan layar Pinisi dan sesekali aktif berlayar dengan angin di Pinisi Perla Anugerah Ilahi.

    Kehadiran Prof. Antonia Soriente sebagai seorang dosen senior di Universitas Orientale di Neplas, Italia yang saat ini konsentrasi menulis kamus Bahasa Konjo terkhusus pada segala macam penyebutan istilah di Pinisi menjadi berharga dalam menguak kekayaan pengetahuan Pinisi. Ini adalah bagian dari penyelamatan Bahasa Konjo klasik yang hampir punah karena istilah-istilah tersebut jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh penutur orang Konjo sekali pun. Di samping itu, buku ini menembus batas karena orang orang dari berbagai macam latar belakang dapat mempelajarinya dimana mereka berada.

    Dalam beberapa pelatihan pelayaran Pinisi, orang luar yang ikut pelatihan cenderung kelimpungan mengenal kosa kata tersebut. Betapa tidak, ketika kita berada di tengah laut, Pak Horst Liebner, sang kapten di Pinisi Perla Anugerah Ilahi, tidak pernah memerintahkan pergeseran layar dalam Bahasa Inggris, Jerman atau Indonesia. Semua kembali ke asalnya, bahasa Konjo. Kalau para crew tidak mengerti, pastilah pening kepala untuk bertindak. Ini bukan karena tidak mau bekerja tapi tidak tahu mau berbuat apa.

    Beruntung, ibu Antonia telah beberapa kali mengadakan kunjungan ke Tanah Beru di Kab. Bulukumba Sulawesi Selatan untuk menghimpun data terpenting guna menuntaskan kamus Konjo tersebut dan Pak Rusli adalah salah satu rujukan penting yang ia temui. Pak Rusli pun selalu menyambut dengan hangat karena kehidupannya memang erat kaitannya dengan Pinisi, tidak kehabisan bahan menerangkan tentang tali temali, layar yang merupakan pekerjaannya membuat dan memasang dan dan segala hal istilah Pinisi. Betapapun ia kini lebih sering bertemu dengan Pinisi bermesin, ia tidak lupa tentang Pinisi klasik karena dirinya masih bagian dari crew Pinisi Perla Anugerah Ilahi, satu satunya perahu layar Pinisi tanpa mesin. Wajar bila otaknya masih segar menjelaskan.

    Kita berharap kamus pertama Pinisi tersebut dapat segera selesai dan dinikmati oleh generasi penerus sehingga pewarisan dan kekayaan pengetahuan yang tersembunyi di balik Pinisi itu dapat dikenal dan dicintai oleh generasi penerus kita. Dengan demikian, pelayaran ke Vancouver di Kanada yang pernah dilakukan oleh Pak Rusli dkk dapat ditindaklanjuti oleh anak muda mudi sekarang mengarungi samudra luas, negeri negeri terjauh. Siapa yang tahu tapi semoga!

    Sekian dulu. Nanti dilanjutkan lagi tulisannya karena saat ini saya ada tugas mengajar 😉

    Zulkarnain Patwa
    * Penulis Bebas

  • Karate Segala Tingkatan

    Karate Segala Tingkatan

    Karate untuk segala tingkatan umur dimana tingkat kesederhanaan dan kerumitan latihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta karate.

    Hari : Tiap Senin dan Kamis.
    Jam : 15.30 – 17.30 Wita.
    Tempat : Aula Pongdam XIV Hasanuddin, Jln. Mongisidi No. 19 A, Maricaya Baru, Kec. Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

    Pelatih :
    * Letda Cpm Ahmad Radjab
    * Sensei Achmad Sairodji (Sabuk Hitam / DAN V)

    Biaya
    * Pendaftaran Rp. 50.000,- Lima Puluh Ribu)
    * Bulanan Rp. 50.000,- Lima Puluh Ribu)

    Contact Person
    0851 – 3799 – 5867
    0852 – 5538 – 8885

    Note:
    Perguruan karate ini bernama INKAI (Institut Karate Do Indonesia). Para atlet INKAI Sulawesi Selatan paling sering Juara Umum pada berbagai kejuaraan lokal dan nasional di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini.

    Terima kasih.
     

     

  • Love to Study

    Love to Study

    We love what we teach and our students love to study.

    Picture at Baca Tulis dan Hitung Class.
    August 18, 2025.