Kategori: News

Berita terbaru dari Rumah Belajar Bersama

  • Gashuku

    Gashuku

    Bagi para praktisi karate, Gashuku bukanlah hal yang asing dilaksanakan sebelum ujian kenaikan sabuk. Itu adalah latihan bersama memantapkan semua hal yang akan dihadapi saat ujian baik secara mental, teknik dan fisik yang mendorong para peserta percaya diri menghadapi ujian yang tantangannya berat.

    Gashuku INKAI Kodim Bulukumba kali ini agak istimewa karena dihadiri langsung oleh Penguji Kenaikan Sabuk yang juga yang punya segudang pengalaman menghadapi ujian kenaikan sabuk karena telah mencapai DAN VI pada sabuk hitam.

    Secara struktural, posisinya Wakil Ketua II INKAI Sulawesi Selatan. Namanya adalah Sensei Achmad Sairodji dengan panggilan akrab Sensei Odji. Setelah memperhatikan keadaan Gashuku, Sensei Odji memilih menekankan pemahaman akan pentingnya kuda kuda (stances) mengingat kuda kuda punya konsekuensi gerakan tersendiri. Kuda kuda yang tepat memaksimalkan posisi tubuh baik dalam hal menangkis ataupun menyerang.

    Para peserta Gashuku bersama para pelatih. Sensei Odji, Penguji INKAI Sul Sel dan Sensei Sarif dan Senpai Rauf, pelatih INKAI Kodim Bulukumba.

    Sensei Odji menjelaskan beberapa ilmu terpenting untuk kepentingan kumite (Pertarungan) dan Kata (Jurus) yaitu Kibadachi standardnya 50 : 50. Senkutsu Dachi standarnya 30 di kaki belakang, 70 di kaki depan. Kokutsu Dachi standardnya 60 di kaki depan, 40 di kaki belakang dan masih banyak lagi. Ini memang agak sulit dipahami di atas kertas namun bila anda atau anak anak anda terlibat langsung bergabung karate, hal tersebut akan lebih gampang dipahami karena terdapat keselarasan antara teori dan praktek sebagai atlet yang kebanyakan anak anak dan remaja pada Gashuku ini.

    Pilihan tempat Gashuku kali ini di Pantai Taman Cekkeng Bulukumba (14/02/2026) Pelatih INKAI Kodim Bulukumba Sensei Sarifuddin alias Pasele Mattaro Mattaro , DAN IV dan Senpai Rauf sengaja membawa atletnya ke suasana pantai karena hembusan angin membuat para atletnya merasa tidak terlalu kelelahan dimana angin pantai dengan mudah menyapu keringat, nafas mudah mendapatkan oksigen. Ruang terbuka yang sangat luas membuat pandangan tidak terbatas hingga ke langit. Gashuku yang serius tersebut seolah terbingkai dalam suasana rekriasi sehingga betapapun latihan ketat, lingkungan pantai menjadikannya terlihat lebih rileks.

    Gashuku dengan segala kompleksitas teori dan praktek yang berjalan lancar dan selesai dalam latihan sehari. Semua ini dapat jadi lebih mudah karena latihan secara teratur diterapkan dengan baik di Dojo INKAI Kodim Bulukumba. Saatnya semua atlet melangkah maju dengan percaya diri menghadapi ujian kenaikan sabuk. Semoga sukses.

    Zulkarnain Patwa 
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar RumahBelajar Bersama

  • Emas Olimpiade Bahasa Inggris 

    Emas Olimpiade Bahasa Inggris 

    Selama buat Faika Qinara Putri Ridwan, anak dari Ibu Nurlaelah meraih Emas pada Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh NSMAO (National Science and Mathematics Academic Olympiad) 2026.

    Capaian Faika didikan Mr. Ancha ini bukanlah hal yang mengangetkan namun merupakan target yang telah kita prediksi dengan baik karena ia mengikuti aturan yang diterapkan oleh RumahBelajar Bersama untuk terbiasa membaca buku, menamatkan bacaan dan menjawab soal-soal cerita berbahasa Inggris. Selain itu ia juga telah mendalami dasar dasar basic grammar (tata bahasa dasar) utamanya Tenses luar kepala. Berbekal pengetahuan tersebut, kami percaya ia punya kemampuan untuk berpikir kreatif menghadapi soal-soal yang tingkat kesulitannya di atas rata rata seumurannya. Dan boom, ia pun berhasil membuktikan dirinya sebagai bagian dari pelajar terbaik.

    Saat ini Faika kelas 3 di SDN Terang Terang, salah satu sekolah terbaik di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia juga atlet karate INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Bulukumba yang seringkali mewakili INKAI Sulawesi Selatan karena berprestasi. Beberapa kejuaraan karate tingkat nasional dimana ia turut meraih medali adalah Piala Presiden RI, Piala Kementrian Pertahanan RI dan Piala Menpora RI.

    Faika dapat menjadi contoh bahwa prestasi dalam bidang olahraga dan pelajaran sekolah dapat seiring. Memang itu tidak mudah. Ada baiknya Bu Nurlaela berkenan memberikan saran bagaimana itu bisa dapat terjadi.

    At last but not the least buat Faika, teruslah rajin membaca. Banyak keajaiban baru yang akan kamu temukan. You are the best and keep doing the best wherever you are. Selamat!

    Zulkarnain Patwa

  • Emas untuk Faika pada Academic Olympiad

    Emas untuk Faika pada Academic Olympiad

    Sebuah pesan WhatsApp orang tua pelajar masuk mengatakan, ‘Medali emas ki tawwa Faika, Mr. Nain.’ Pesan ini terkirim enam hari yang lalu dan baru saya baca pada hari ini (21/02/2026). Ah, ‘Sungguh terlalu’, kata Raja Dangdut kita, Bang Roma. Saya langsung cek data lebih lanjut. Faika Qinara Putri Ridwan ternyata ikut Olimpiade Bahasa Inggris dan namanya terpampang sebagai peraih medali emas pada NSMAO (National Science and Mathematics Academic Olympiad) 2026.

    Hatiku senang juga mendapatkan kabar juara dari murid Mr. Ancha dimana saya juga turut mendidiknya di RumahBelajar Bersama ini. Murid-murid kami di Bulukumba Sulawesi Selatan ini memang jauh dari hiruk pikuk pusat kemajuan pendidikan yang serba lengkap fasilitasnya dan kumpulan guru guru intelektual handal namun betapapun serba terbatas, Faika mampu membuktikan diri sebagai bagian dari yang terbaik juga diantara pelajar se-Indonesia.

    Tapi sebenarnya saya tidak kaget karena desain seperti ini sudah biasa saya lakukan bersama rekan rekan aktivitas HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) semasa kuliah. Para mahasiswa yang suka kejuaraan kami ajak dan wajibkan banyak baca buku, diskusi, dan debat. Kami tanamkan dalam pikiran adalah juara 1. Orang berilmu tidak boleh minder berhadapan dengan siapapun. Bagaimana kalau jadinya juara 2? Itu akibat saja. Yang terpenting ialah selalu berpikir dan bertindak menjadi nomer satu. Dan ya, mereka membuktikan bagian dari terbaik di berbagai macam kompetisi.

    Hal menarik dari Faika adalah ia masih kelas 3 SD dan telah terbiasa dengan beragam bacaan buku berbahasa Inggris. Soal-soal cerita berbahasa Inggris pun telah banyak ia tuntaskan. Ia memang belum terbiasa debat tapi pemahamannya telah berkembang dengan baik dan mampu menceritakan banyak hal dalam Bahasa Inggris selama beberapa menit. Terlebih lagi kemampuan grammar-nya (tata bahasa) telah terasah diajarkan bukan melalui hapalan tapi pendekatan pemikiran logis sehingga kami yakin ia mempunyai kreativitas berpikir sendiri dalam menyelesaikan masalah yang ia hadapi.

    Itu berarti Faika punya peluang untuk sukses lebih besar dari apa yang kami kerjakan semasa mahasiswa. Start-nya jauh lebih awal dibandingkan kami. Tapi kami sadar juga bahwa tantangan yang ia hadapi sekarang juga tidak mudah. Faika yang sudah aktif baca buku masih sangat senang main game di Android. Itulah persoalan ‘kids zaman now’. Tapi sedikitnya apa yang telah sukses dilakukan Faika ini dapat dicontoh dengan memberikan jadwal main game di Android secara teratur dan kemudian membuat anak anak kita itu lebih banyak mengikuti kelas belajar sesuai minatnya agar hidupnya senang. Permainan games di Android tetap harus bisa dikontrol.

    Buat Bu Nurlaelah, ibunya Faika, maaf ya tidak sempat membalas pesan atas kemajuan belajar dan kesuksesannya Faika. Biarlah tulisan ini sebagai balasannya. Semoga Faika terus rajin membaca, menjaga semangat belajar dan berprestasi hingga ke kejuaraan tingkat internasional.

    Sekian dulu. Waktunya sahur jelang puasa lagi. Terima kasih banyak.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

  • Persiapan Atlet Dunia

    Persiapan Atlet Dunia

    Selamat buat Nur Azizah Patwa dan team yang meraih Perak pada Kejuaraan Dayung SEA GAMES di Thailand, 2025. Azizah adalah atlet keturunan Bulukumba yang pernah mewakili Kab. Banteng dan Sulawesi Selatan pada olahraga yang ditekuninya.

    Nur Azizah Patwa bersama sepupunya Dewi Fortuna Patwa di Rumah Belajar Bersama

    Azizah Sebelumnya meraih dua emas pada kejuaraan Provinsi Sulawesi Selatan yang kemudian mengantarkannya tergabung dalam Pelatnas (Pelatihan Nasional), atlet Indonesia.

    Keluarga terdekatnya Andi Adi Syam Palaguna berharap agar prestasi yang lebih tinggi dengan memberikan motivasi kesiapan menghadapi tantangan baru. ‘Semoga dapat menembus Olimpiade Dunia dan meraih juara’, ungkapnya. Ketekunan berlatih sudah bagus dan jadikan juara dua ini sebagai cambuk untuk lebih meningkatkan prestasi dengan berlatih lebih giat. Dan keinginan dan tekad harus lebih kuat lagi dari segala latihan yang serba keras tersebut. Begitulah cara berpikir Muhammad Ali, sang legenda tinju dunia, yang dapat kamu ikuti untuk membuat dirimu jauh lebih baik dari prestasi yang baik sebelumnya yang telah kamu raih.

    Zulkarnain Patwa

  • Merancang Perubahan Dunia

    Merancang Perubahan Dunia

    Dengan mengedepankan ilmu pengetahuan, anda punya daya saing untuk turut terlibat aktif merancang dan menghadapi perubahan dunia.

    Foto: Kampung Belajar, 2025.

  • Literasi

    Literasi

    Bicara literasi itu harus selalu diikuti dengan tindakan dengan mengajak para generasi penerus kita terbiasa dengan bacaan buku atau bacaan apapun juga yang bermanfaat.

  • Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Ini penghormatan atlet INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) saat meraih Juara Umum 1 Kemenpora (Kejuaraan Kementerian Pemuda dan Olahraga) Republik Indonesia, 16 Nopember 2025 kepada Ketua INKAI Sul Sel, Ir. Abdul Djalil Razak yang selama dalam kepemimpinannya INKAI menjadi perguruan terbaik dalam berbagai kejuaraan besar dengan capaian sebagai perguruan paling sering Juara Umum–Kejuaraan terhitung sejak serangan pandemi covid 19.

    Bagaimana INKAI Sul Sel bisa sehebat itu? Singkatnya, pada masa covid, para atlet INKAI Sul Sel yang menyebar di seluruh daerah tetap aktif melaksanakan latihan–Termasuk Dojo INKAI Kodim Bulukumba–tentunya sesuai standar protokol kesehatan. Ditambah lagi dengan adanya inisiatif beragam kejuaraan internal INKAI seperti INKAI Kostrad Kariango dan Julu Siri di Maros, INKAI Gowa dan seleksi atlet terbaik di Lifiyura, markas utama INKAI Sul Sel. Dan ketika teror covid mereda, berbagai kejuaraan antar perguruan pun mulai dibuka, para atlet INKAI Sul Sel telah punya pengalaman yang matang dan mental kesiapan tanding lebih matang.

    Kita tahu, dalam kejuaraan itu seringkali terdapat masalah yang pelik untuk diselesaikan semisal atlet merasa dirugikan. Untuk itu, Ir. Djalil mempercayakan posisi Manager INKAI Sul Sel kepada Saiful Patwa yang mempunyai rekam jejak sebagai mantan Ketua Himpunan Teknik Perkapalan UNHAS (Universitas Hasanuddin) yang terbiasa mengolah kecerdasannya berargumentasi. Argumentasinya itulah yang sangat dibutuhkan dalam memperjuangkan hak hak atlet INKAI. Selain itu, ia pun dapat bernegosiasi untuk mencari jalan tengah sehingga semua pihak merasa tidak saling dirugikan.

    Dalam urusan coach (pendampingan atlet yang sedang berlaga), semua pelatih yang ditunjuk benar benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka bekerja seolah tanpa lelah mendampingi seluruh atlet mulai awal pertandingan hingga akhir, biasanya pagi hingga sore atau malam. Mereka memberikan arahan agar atletnya mampu meraih kemenangan. Dan yang tidak kalah menariknya adalah orang tua atlet, keluarga dari selalu turun langsung hadir menonton pertandingan untuk memberikan segala dukungan agar anak anaknya mampu meraih juara membuat para atlet benar benar berupaya secara maksimal.

    Kemimpinan Ir. Abdul Djalil Razak yang berhasil menggerakkan keaktifan para atlet dan menempatkan INKAI Sul Sel di posisi yang paling terhormat di tatami (baca: matras tanding karate) sangat layak dicontoh. Ini adalah jalan untuk mampu mencetak atlet nasional yang dapat bertarung di tatami internasional.

    Foto mengangkat Ketua INKAI Sul Sel berkeliling mengitari tatami saat menjuarai Kemenpora RI adalah cermin rasa cinta anak anaknya kepada sang Ketuanya. Ini bukan pertama kali dilakukan tapi telah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ketika INKAI meraih Juara Umum 1.

    Zulkarnain Patwa 
    * Humas INKAI Sul Sel
    * Pelatih INKAI Bulukumba

  • Speaking dan Reading

    Speaking dan Reading

    Banyak orang berpikir bahwa belajar bahasa asing itu urusan komunikasi. Itu benar karena kita akan menggunakannya berbicara dengan orang asing yang tidak menggunakan bahasa kita. Wajar bila kelas speaking (bicara) ramai peminatnya.

    Bagaimana bila pelajar membutuhkan hal lebih selain kemampuan berbicara? Tawaran yang menarik adalah kelas reading (membaca). Reading bagian dari cara pembaca mampu mengenali pemikiran orang lain lewat buku yang ditulisnya tanpa sang penulis perlu hadir di hadapannya. Kisah kisah tempo doeloe terjelaskan yang dapat dijadikan pelajaran untuk membaca dan mewujudkan cita-cita penulis di masa akan datang.

    Kelas Bahasa Inggris di Kampung Belajar mencoba untuk saling menghubungkan antara speaking dan reading. Untuk itu kelas binaan Mr. Ancha alias Pocha Pocha bertujuan untuk:

    1. Mendidik para pelajar memahami pembicaraan Bahasa Inggris lisan.
    2. Mendidik para pelajar membaca dengan suara nyaring dengan penekanan dan intonasi yang benar.
    3. Melatih para pelajar menjawab dan menggunakan segala model pertanyaan dan membangun fondasi kebiasaan berbicara Inggris.
    4. Melatih berekspresi secara lisan dengan bebas dengan berdiskusi mengenai tema tema yang dibahas pada buku bacaan.
    5. Mempersiapkan para pelajar untuk ujian standar internasional.

    Secara sederhana untuk mewujudkan target di atas, semua bagian bagian pada buku dibaca dan latihannya dikerjakan secara menyeluruh. Dengan demikian speaking dan reading menjadi alat pembelajaran yang sangat efektif membangun komunikasi berbahasa asing.

    Zulkarnain Patwa

  • Membangun Kepercayaan Diri Berbicara 

    Membangun Kepercayaan Diri Berbicara 

    Kelemahan itu dapat dijadikan kekuatan dengan cara membenahi kelemahan. Para pelajar sekolah yang kami temui kebanyakan masih sangat malu untuk mengekspresikan pendapatnya secara resmi di depan kelas Takkala diminta untuk berpendapat, mereka biasanya salin menunjuk orang lain untuk berbicara atau hanya terdiam hingga pertanyaan itu berlalu. Masalah klasik ini sering kita temui dari pelajar SD, SMP dan SMA.

    Di Kampung Belajar, Mr. Ancha (Pocha Pocha) pengajar kelas Reading (Membaca) kewalahan mengajak para pelajarnya untuk berkomunikasi langsung dalam Bahasa Inggris meskipun pelajar tersebut telah membaca buku lumayan banyak. Ia pun mengambil inisiatif dengan meminta agar tiap pelajar mengekspresikan gagasannya dalam bentuk tulisan didahului dengan pengajaran cara cara membuat tulisan sederhana dan berkesan. Suasana pun mejadi semarak. Mereka ternyata masing-masing punya pengalaman berharga yang dituangkan dalam tulisan. Mr. Ancha membantu menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris yang kemudian dibuat dalam bentuk interaksi d dimana dua orang berpasangan saling bercerita. Pada tahap ini, teks tidak dipakai lagi. Tidaklah sulit untuk menghapal teks karena semuanya berdasar.pada pengalamannya.

    Strategi ini cukup sukses. Pada akhir Minggu pertama, empat orang pelajar telah berhasil membuat rekaman obrolan dalam Bahasa Inggris. Dan memasuki minggu kedua ini, tiga orang pun mampu melakukan hal yang sama Setiap pelajar tidak ingin tertinggal. Mereka telah menemukan cara untuk mengekspresikan gagasan dan sekaligus berbahasa Inggris. Suatu tanda bahwa bahasa Inggris itu pelajaran yang dapat dinikmati dan membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

    Capaian ini tentu tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Kita pun telah mendeteksi kelemahan yang paling mendasar yaitu grammar (tata bahasa). Kemampuan membaca teks dan pola komunikasi yang berkelas hingga sesuai standar akademik sangat besar dipengaruhi oleh grammar. Mr. Agung Pratama Salassa masih sedang berjuang membuat para pelajar tersebut mampu menganalisa soal soal latihan. Dari kesanggupan menjawab latihan tersebut, perlahan tapi pasti, kita telah menanamkan kepercayaan bahwa grammar itu tidak sulit.

    Kelemahan pada Basic Grammar tersebut dapat dituntaskan dengan pemahaman tenses luar kepala. 180 jam belajar dengan 120 pertemuan adalah waktu yang cukup luang untuk menuntaskan tenses. Untuk mencapai target tersebut, semua guru di Rumah Belajar Bersama saling bahu membahu melakukan riview materi agar tenses tuntas maksimal tepat program Kampung Belajar ini selesai pada 9 Januari 2025.

    Sebenarnya ada beberapa target lagi yang ingin dijelaskan cuma karena penulis sudah agak mengantuk, lain kali dilanjutkan lagi. Menulis saat mengantuk itu juga tanda kelemahan. Jadi perlu istirahat untuk menghimpun tenaga agar pikiran dan fisik kembali kuat. Semoga nanti berlanjut

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

    Foto pada Senin, 22 Desember 2025.

  • Penguatan Basic Grammar di Kampung Belajar

    Penguatan Basic Grammar di Kampung Belajar

    Grammar (tata bahasa) adalah pembelajaran yang tersistematis dan menguras banyak energi berpikir untuk dapat memahaminya. Grammar bukan hanya ukuran fundamental bagi dunia pendidikan akademik tetapi juga tulisan resmi dan kemampuan berbicara yang tergolong ‘intelek’ itu pastilah punya standar tata bahasa.

    Karena begitu rumitnya memahamkan Basic Grammar, para guru pun bekerja ekstra. Kelas utama grammar ini dipercayakan kepada Mr. Agung Pratama Salassa, seorang pemuda berbakat yang sekitar tujuh tahun tinggal di Kampung Inggris, Jawa Timur, selalu berusaha maksimal membuat seluruh para peserta pemula di Kampung Belajar mengerti materi basic ini. Loncatan berarti terlihat karena dalam seminggu, peserta didik ini telah menyelesaikan latihan soal-soal dalam dua bab dan kini masuk bab ketiga. Isinya mencakup struktur simple present baik nominal.maupun verbal tenses disertai beberapa pola penggunaannya.

    Tapi ini bukan berarti bahwa pelajar telah paham total. Karena itu, kelas lain yang dihandle oleh Mr. Ancha memberikan dukungan pemahaman dengan melatih pelajar menulis dimana terjemahannya dibuat sedemikian rupa berhubungan dengan materi grammar yang sedang dipelajari. Penulis yang juga bertugas mengajar pronunciation (pengucapan) turut me-review materi grammar dengan menghubungkan dengan pronounciation. Para pelajar diajak membaca ulang dengan suara nyaring pada latihan grammar-nya yang berguna untuk mengetahui tingkat kesalahan dan sekaligus pendalaman tata bahasa serta memperbaiki cara pelafalan yang benar dalan tiap kata hingga kalimat.

    Memasuki minggu kedua, materi simple present pada grammar telah lebih utuh dimengerti. Dasar penguatannya terlebih dahulu diletakkan pada teks yang kemudian teks dilepas. Semua materi harus mampu diucapkan secara lisan tanpa melihat lagi buku catatan lagi. Dan karena disiarkan secara live (siaran langsung), semua pelajar berusaha secara maksimal dan yang hadir pagi tadi mampu melakukannya dengan baik, hampir sempurna.

    Pancaran kebahagiaan pun tersebar di dalam kelas. Jelang kelas pagi selesai, tiap orang masing mengeluarkan alasan mengapa Tenses paling dasar seperti simple present itu telat mereka pahami. Inti yang dapat kita sampaikan di sini adalah terdapat sebuah metode yang efektif, jam belajar yang padat dan semua yang terlibat melakukan yang terbaik. Cara pandang para pelajar pun tentang kerumitan pada grammar itu perlahan berubah menjadi lebih sederhana. Ini menjadi motivasi yang kuat untuk berani menghadapi bab bab selanjutnya pada grammar.

    Betapapun Kampung Belajar hanya sekedar pengisi waktu luang bagi orang yang tidak punya kegiatan liburan ke luar kota selama liburan sekolah, kami percaya ini adalah waktu yang terbaik untuk memasukkan materi terpenting dalam bahasa Inggris: Speaking (bicara), Reading (Membaca), Grammar (tata bahasa) dan Pronounciation (pengucapan) dapat dibedah secara mendalam. Itu sangat memungkinkan karena pelajar tidak disibukkan dengan urusan pelajaran sekolah sehingga mereka dapat fokus pada semua materi yang disediakan di Kampung Belajar. Paling sedikit, materi gambaran garis besar basic dapat dimengerti.

    Modal awal tersebut menjadi pembuka jalan lebar untuk menapaki sistematika grammar tingkat menengah dan lanjutan. Para pelajar yang berbicara dengan tata bahasa yang baik pastilah mampu tercipta lagi.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

    Selasa, 23 Desember 2025