Kategori: News

Berita terbaru dari Rumah Belajar Bersama

  • Dunia Baca Anak

    Dunia Baca Anak

    Pastikan tiap pelajar mendapatkan pendidikan yang layak dan berkwalitas.

  • Pengukuhan Bunda Literasi Bulukumba

    Pengukuhan Bunda Literasi Bulukumba

    Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya selaku Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba

    Tentu kepercayaan dan amanah sebagai Bunda Literasi ini akan menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan pengabdian serta sumbangsih dalam rangka pembangunan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Bulukumba, melalui Gerakan Literasi.

    Membangun Gerakan Literasi sama halnya dengan membangun karakter pendidikan manusia.

    Alquran sebagai pedoman hidup mengawali segala ajarannya dengan perintah untuk membaca (Iqra= Bacalah)

    Dengan membaca kita dapat meningkatkan kemampuan kita tidak  hanya  secara  kognitif  namun  juga  afektif.

    Membaca  tidak  hanya  meningkatkan  intelektualitas kita,  namun  juga  meningkatkan  kualitas  emosional kita  agar  dapat menjadi  pribadi  yang  matang, terutama dalam  menghadapi  tantangan  era  globalisasi  dan keterbukaan  saat  ini.

    Meningkatkan minat baca juga menjadi bagian dari meningkatkan  kualitas pendidikan  dan  sumber  daya  manusia. Lewat bacaan, ilmu dan pengetahuan akan terserap dalam diri kita.

    Namun saat ini, kita diperhadapkan pada sebuah masalah, yaitu rendahnya  minat baca pada anak-anak dan  masyarakat kita pada umumnya.

    Dalam masyarakat kita, budaya membaca merupakan budaya yang masih asing dan belum dianggap sebagai suatu kebutuhan.

    Padahal melalui bacaan,  kita  dapat menjelajahi dunia yang tak terbatas, melihat segala sesuatunya  dari  sudut  pandang  yang  berbeda, karena  pengetahuan,  pengalaman,  dan  pendidikan kitalah  yang  menentukan  sudut  pandang  kita.

    Pemberian karangan bunga oleh Muchtar Ali Yusuf Bupati Bulukumba kepada Ir. Hj. Andi Herfida Herfida Attas Muchtar Ali Yusuf sebagai Bunda Literasi.

    Semakin luas pengetahuan kita,  semakin luas pulalah sudut pandang kita. Semakin bertambah pengetahuan kita, semakin dewasa dan semakin bijak kita memahami dan menghadapi sebuah persoalan.

    Alhamdulillah saat ini kita memiliki Gedung perpustakaan yang baru. Kita berharap keberadaan perpustakaan yang baru ini dapat meningkatkan minat siswa dan masyarakat untuk berkunjung di perpustakaan.

    Ke depannya, kita juga akan mendorong lahirnya taman-taman baca di berbagai tempat, misalnya di ruang-ruang publik, seperti Pantai Merpati.

    Kehadiran taman baca dan perpustakaan  dapat  memberikan akses dan ketersediaan  bahan  bacaan  yang  murah, lengkap, dan  berkualitas  kepada  anak-anak generasi muda.

    Hadirin yang saya hormati

    Meningkatkan minat kunjungan ke perpustakaan atau taman baca juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua.

    Tentu diperlukan   inovasi   baru   yang disesuaikan   dengan   kemajuan   dan   kondisi masyarakat  saat  ini  untuk  menjadikan perpustakaan   lebih   dekat   dan   menarik   bagi pelajar dan masyarakat pada umumnya.

    Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan  perpustakaan  menjadi  lebih menarik adalah dengan  selalu  menyediakan  bahan bacaan    yang    terkini    dan    melengkapi keanekaragaman  koleksi  perpustakaan sehingga kebutuhan  masyarakat  akan  buku  bacaan  dapat tersalurkan   melalui   perpustakaan.

    Selain itu, sudah saatnya perpustakaan kita berkembang menjadi perpustakaan digital, sehingga bahan bacaan tidak hanya melalui buku kertas tapi juga sudah menyiapkan buku digital.

    Saya ingin menegaskan bahwa Gerakan Literasi ini merupakan program jangka panjang yang menjadi tanggungjawab kita bersama dalam mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Bulukumba yang lebih unggul di masa-masa mendatang.

    Penyerahan kartu anggota perpustakan Bulukumba oleh Sri Arianti, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bulukumba kepada Andi Herfida Attas Muchtar Ali Yusuf, Bunda Pustaka. Rabu, 10 Mei 2023.

    Mungkin upaya kita dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada anak-anak dampaknya belum dirasakan secara langsung pada saat ini.

    Namun 20 tahun sampai 30 tahun ke depan, upaya pembinaan ini akan dirasakan dampaknya dengan lahirnya generasi emas Kabupaten Bulukumba yang memiliki SDM yang lebih kompetitif, baik secara intelektual maupun moralitas akhlak yang tinggi.

    Olehnya itu, pada momentum ini saya mengajak kita semua untuk  berkolaborasi dan meneguhkan komitmen untuk meningkatkan gerakan literasi di Kabupaten Bulukumba.

    Hadirin yang saya hormati

    Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan, semoga menjadi motivasi bagi kita semua dalam rangka meningkatkan gerakan literasi di Kabupaten Bulukumba

    Sekali lagi terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemampuan untuk membawa Kabupaten Bulukumba yang lebih unggul dan berdaya saing melalui peningkatan budaya literasi

    Terima Kasih.

    Wabillahitaufiq Walhidayah
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • Sambutan Ir. Hj. Andi Herfida Attas Muchtar Ali Yusuf pada pengukuhan Bunda Literasi Kab. Bulukumba di Dinas Perpustakaan Bulukumba. Rabu, 10 Mei 2023.
  • Literasi Masyarakat Sul-Sel Urutan Ketiga di Indonesia

    Literasi Masyarakat Sul-Sel Urutan Ketiga di Indonesia

    Sambutan Ir. H. ANDI PARENRENGI, M.P, Kepala Dinas Perputakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada Workshop Peningkatan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat di Perpustaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Rabu, 10 Mei 2023.

    Bapak Bupati dan Hadirin yang Saya Muliakan

    Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan apresiasi dan salam hormat dari Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bulukumba yang selama ini memiliki perhatian dan kepedulian yang sangat besar terhadap pengembangan literasi dan peningkatan budaya baca masyarakat. Terbukti pada hari ini Pemerintah Kabupaten Bulukumba menginisiasi dilaksanakannya Workshop Peningkatan Indeks Literasi dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat.

    Ini sungguh luar biasa, karena dari 24 Kabupaten/Kota di Sul Sel, Kabupaten Bulukumba-lah yang pertama memprakarsai dilaksanakannya kegiatan Workshop Peningkatan Indeks Literasi dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat pada tahun 2023 ini. Oleh karena itu, kami berharap, mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga bisa dilaksanakan oleh kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.

    Hal ini sangat penting, mengingat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) mengamanahkan bahwa Indikator Kinerja Kunci adalah indikator kinerja yang menggambarkan keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan.

    Indikator Kinerja Kunci urusan Pemerintahan Bidang Perpustakaan ada dua yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat (TGM). Jadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan bidang Perpustakaan di suatu daerah, baik provinsi maupun di kabupaten/kota dapat dilihat dari capaian IPLM dan TGM-nya. dan Capaian IPLM provinsi merupakan akumulasi dari capaian IPLM kabupaten/kota.

    Bapak Bupati dan hadirin yang saya hormati,

    Kita patut bersyukur, karena berdasarkan hasil Kajian Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2022, nilai IPLM Provinsi Sulawesi Selatan berada pada urutan tertinggi ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Nilai IPLM kita berada pada angka 78,49, sedangkan DKI Jakarta 80,87 dan Yogyakarta 83,63.

    Atas capaian tersebut Pemerintah Pusat melalui Perpustakaan Nasional RI telah memberikan Penghargaan Kepada Gubernur Sulawesi Selatan pada rangkaian kegiatan Rakornas Bidang Perpustakaan di Jakarta pada tanggal 6 Maret 2023 lalu.

    Sedangkan untuk Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Sulawesi Selatan pada tahun 2022 ini juga masuk kategori tinggi, berada pada urutan ke enam tingkat nasional dengan nilai 67,62.

    TGM tertinggi Nasional pertama diraih Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai 72,29 menyusul kedua Jawa Tengah dengan nilai 70, 96, ketiga Jawa barat dengan nilai 70,10, keempat DKI Jakarta dengan nilai 68,71 dan kelima Jawa Timur dengan nilai 68,54. (semua dari Jawa setelah itu baru Sulawesi Selatan)

    Capaian TGM dan IPLM Sulsel ini tentu saja tidak lepas dari kontribusi pengembangan gerakan literasi masyarakat di Kabupaten Bulukumba. Apalagi Bulukumba ini di kenal sebagai daerah yang memiliki banyak Komunitas Pegiat Literasi yang sangat aktif melakukan berbagai kegiatan pengembangan literasi dan gerakan pembudayaan kegemaran membaca. Termasuk ada sekitar 30 komunitas pegiat literasi di Bulukumba yang telah diberi bantuan berupa buku, rak buku dan komputer dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 dan 2021 lalu.

    Suatu hal yang menggembirakan bagi kita Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan hasil kajian dari Perpustakaan Nasional RI, pada tahun 2022 ini nilai capaian IPLM Kabupaten Bulukumba berhasil menembus angka 78,82. Berarti Nilai capaian IPLM Kabupaten Bulukumba ini masih lebih tinggi dari capaian IPLM Provinsi Sul Sel.

    Hadirin yang Saya Cintai dan Banggakan,

    Di satu sisi kita patut berbangga dengan capaian dan prestasi tersebut. Namun di sisi lain, kita memiliki kewajiban dan tanggungjawab moral untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian nilai IPLM dan TGM ini di masa-masa yang akan datang.

    Oleh karena itu, berbagai upaya untuk mengembangkan gerakan literasi dan pembudayaan kegemaran membaca harus terus kita lakukan, dengan memainkan seluruh instrumen dan melibatkan seluruh komponen yang ada baik di tingkat provinsi, kabupaten sampai ke desa-desa. Sebab gerakan pengembangan literasi ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah, menjadi tugas dinas perpustakaan semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder yang ada termasuk peran dari Bunda Literasi, tokoh masyarakat, para pendidik, penulis, seniman, budayawan dan para pegiat literasi.

    Untuk itu kami juga mengapresiasi dilaksanakannya pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba pada hari ini. Semoga kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba dapat menginspirasi dan menjadi role model bagi bangkitnya gerakan literasi dan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat khususnya di lingkungan keluarga.

    Demikian juga dengan pelaksanaan Workshop Peningkatan Indeks Literasi dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat, semoga menjadi momentum bagi kita untuk menguatkan komitmen dan kebersamaan dari seluruh stakeholder yang ada untuk membangun dan mengembangkan gerakan literasi dan peningkatan budaya baca masyarakat di Kabupaten Bulukumba dalam rangka mewujudkan masyarakat yang produktif, berkarakter kearifan lokal menuju Bulukumba Maju dan Sejahtera.

    Hadirin yang sama berbahagia,

    Akhirnya saya berharap, semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, khususnya dalam upaya meningkatkan nilai IPLM dan TGM kita di Sulawesi Selatan.

    Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan, sekian dan terima kasih.

    Wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh.

    Zulkarnain Patwa
    * Peserta dari Rumah Belajar Bersama yang turut hadir pada Workshop dan mendengarkan sambutan di atas

  • Pesatnya Kemajuan Karate INKAI Bulukumba dan Pendidikan

    Pesatnya Kemajuan Karate INKAI Bulukumba dan Pendidikan

    Setelah sekitar 2 tahun Rumah Belajar Bersama (RBB) turut serta berjuang membumikan karate, Alhamdulillah Melalui usaha maksimal pelatih, atlet dan orang tua atlet dan lain lainnya, 5 orang atlet INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Bulukumba terpilih pada Kejurnas (Kejuaraan Nasional) INKAI yang akan berlaga di Cibubur, Jawa Barat pada 26-28 Agustus 2022 (seharusnya 6 orang yaitu Fatiha. Cuma karena kelas umurnya tidak dipertandingkan, ia tidak ikut).
    Senpai Sarifuddin dan 5 orang atlet INKAI Bulukumba yaitu Raihan, Tri, Ariel, Arraya dan Ayla yang terpilih untuk mengikuti Kejurnas INKAI.
    Sumber Foto: Fatmawati Patwa
    Di sisi lain, karate juga dipertandingkan di sekolah. Melalui O2SN (Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional), seorang atlet INKAI Bulukumba bernama Andi Khofifah dari SMP 1 Bulukumba juga lolos pada tingkat nasional.
    Pada kejuaraan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia. Ini semacam perkumpulan semua aliran perguruan karate. 25 perguruan karate di Indonesia telah diakui FORKI)) pertandingan antar perguruan karate di Bone dan Makassar, INKAI Bulukumba juga merebut juara.

    Mengenai capaian kejuaraan pada tingkat Provinsi Sul-Sel (Sulawesi Selatan), hampir 30 orang atlet INKAI Bulukumba yang terdiri dari pelajar TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa  yang pernah meraih juara. Ini adalah energi positif yang mesti dikelola secara berkelanjutan.

    silaturahmi atlet berprestasi INKAI Bulukumba dengan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba di Kantor Bupati, 2022
    Secara lebih luas, kemajuan INKAI ini sangat dipengaruhi padatnya kejuaraan yang dilaksanakan oleh INKAI Sul Sel di bawah kepemimpinan Ketua INKAI Sul Sel Ir. H. Abdul Jalil dkk.  INKAI Sul Sel juga yang mendukung secara penuh atlet berbakat dan berprestasi untuk mengikuti kejuaraan di luar Sul Sel dan lainnya. INKAI Sul Sel malahan turut membiayai dan memberikan bonus kepada para atlet sebagai motivasi.
    Para petinggi INKAi Sul Sel yaitu, Ir. H. Abdul Jalil, Sensei Ahmad Saerodji, Sekretaris INKAI Sul Sel, Sensei Viktor Sondak, Ketua Majelis Sabuk Hitam, Sensei Hartono, Bimbingan Prestasi Sul Sel, yang secara khusus memilih datang untuk menguji Ujian Kenaikan Sabuk INKAI Bulukumba pada Mei 2022.

     

    Untuk masa berkembang yang baik saat ini adalah kita perlu terus memupuk semangat berlatih atlet dan menguatkan mental berjuang dengan sungguh sungguh. Insya Allah atlet kita bisa raih juara nasional hingga sampai pada tingkatan “INKAI goes to the world class” (INKAI ke kelas dunia. Gagasan pada kepemimpinan Prof. Dr. Ivan Yulivan, Ketua Umum INKAI Pusat saat ini). Bila jatuh di tengah jalan, jangan menyerah. Paling utama segera bangkit dan berdiri tegak, benahi diri dan kembali berjuang sampai sukses. Never give up.
    Senpai Riri yang merupakan salah satu tokoh karate ka Bulukumba yang telah banyak mencetak atlet karate berprestasi khususnya dalam kumite kini kembali aktif melatih. Ia sangat pandai dalam membuat atlet senang berlatih sehingga para atletnya selalu bersungguh-sungguh dalam sesi latihan. ia banyak mengajarkan teknik tangkisan dan serangan disertai kecepatan dan tinggi. Namun menurutnya, yang paling penting adalah kemampuan membaca gerak lawan. Saat ini, Riri membuka Dojo (ranting/tempat latihan) di SDN 24 Salemba, SMP 2 Bulukumba dan SMP 1 Bulukumba dan turut serta membantu melatih atlet INKAI Bulukumba yang mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan. Sumber Foto: Hermayanto Daeng Malaja
    Mengapa RBB mendukung Bela Diri (Karate)?
    RBB telah lama berfokus pada gerakan literasi melalui kelas Baca Tulis (baca, baca dan baca dan menulis, menulis dan menulis 🙂), Bahasa Inggris dan Matematika. Kemudian berlanjut pada Bahasa Jepang, Mengaji dan Bahasa Arab. Kita ingin terlibat mencetak manusia yang mampu bersaing di era modern, berakhlaq, dan dapat terlibat dalam pergaulan dunia.
    Kombinasi ilmu pengetahuan tersebut akan terasa lengkap bila dilengkapi dengan bela diri. Minimal orang jadi nga penakut, nga pengecut dll.
    3 orang atlet karate berprestasi INKAI Bulukumba yaitu Abi, Ayla dan Yudha (dari kanan) yang memperoleh beasiswa belajar di Rumah Belajar Bersama. Foto diambil sesaat setelah mengikuti kelas belajar Bahasa Inggri dan Matematika.
    Sebenarnya sih, kepercayaan diri itu dapat diraih melalui ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Tapi kan tidak semua orang bisa meraihnya dengan mudah. Butuh proses yang panjang dan pemahaman ilmu yang mendalam. di sini lah bela diri sangat berperan untuk menumbuhkan mental yang baik karena bela diri itu juga mempunyai ajaran filosofis. Sebagai contoh, Sumpah Karate INKAI menekankan “Sanggup menguasai diri”. Setiap karate ka (ahli karate) tidak boleh dengan ceroboh menggunakan keahliannya untuk merusak orang lain.
    Dan yang lebih heroiknya lagi yang membuat karate diminati khlayak ialah adanya jalan peningkatan prestasi. Ini yang membuat karate semakin diminati. terlebih, sertifikat bela diri sangat berfungsi mendukung cita cita masuk di sekolah, kampus atau mendapatkan pekerjaan yang layak saat ini.
    Kita tentu ingin atlet yang baru pun bisa berprestasi yang tinggi. Karenanya, kita terus menambah jadwal tambahan latihan untuk mempersiapkan generasi baru yang dapat tampil di depan nantinya. Ya, kaderisasi (manusia manusia yang berkualitas) jadi inti terhadap tumbuhnya sebuah pergerakan.
    Selamat buat INKAI yang telah berperan aktif merubah wajah generasi ke arah yang lebih baik. Keeps on training hard (Teruslah berlatih dengan tekun).
    RBB pada Atlet Berprestasi
    Telah sering kali kita sampaikan bahwa siapa pun yang pernah meraih juara dalam bidang olahraga atau pendidikan minimal tingkat provinsi maka orang tersebut berhak mendapatkan beasiswa belajar di RBB.
    Zulkarnain Patwa
    * Direktur Rumah Belajar Bersama
    * Pelatih INKAI Bulukumba
  • Prestasi Karate Bulukumba Menuju Nasional

    Prestasi Karate Bulukumba Menuju Nasional

    “Kita telah belajar bagaimana unggas terbang.
    Bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan.
    Maka yang perlu kita sekarang adalah ….
    Bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”.

    Prof. Dr. Ivan Yulivan—Ketua Umum INKAI Pusat, 1998-2022

    Tanda-tanda kemajuan karate di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sul-Sel ) semakin terlihat jelas. Pada O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) 2022 ini, seorang pelajar SMPN 1 Bulukumba bernama Andi Khofifah (Ifa) lolos ke panggung bergengsi tingkat Nasional mewakili Sul-Sel setelah berhasil melewati seleksi ketat pada Kata (jurus) tingkat Daerah Bulukumba dan Provinsi Sulawesi Selatan.

    Capaiannya ini bukan tanpa cucuran keringat. Ifa telah membangun kepercayaan dirinya melalui latihan intesif disertai bekal pengalaman bertanding di berbagai turnamen baik di INKAI (Institut Karate Do Indonesia) Sul-Sel ataupun FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sul Sel. Berkat pendampingan orang tuanya dan support sekolah, Ifa pun mengikuti seluruh turnamen karate di Sul-Sel dalam 2 tahun terakhir.

    Pertemuan antara Kepala Sekolah SMPN 1 Bulukumba, Ansar Langnge, S.Pd., M.M., dan siswinya Andi Khofifah bersama pelatih INKAI Bulukumba. Di bawah kepemimpinan Pak Ansar, INKAI SMPN 1 Bulukumba akan tetap berjalan. 3 (Tiga bulan lalu), INKAI telah melaksanakan latihan di sekolah tersebut. INKAI Bulukumba mempercayakan pelatihan di sekolah tersebut kepada Senpai Riri (paling kiri bercelana levis). Pada tahun 90-an, selain Kodim, SMPN 1 juga merupakan tempat latihan INKAI yang populer. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bulukumba Ansar Langnge, S.Pd., M.M., sangat mendukung siswa-siswinya mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Pak Ansar melalui guru olahraga bernama Pak Awal juga memberikan pendampingan ekstra kepada Ifa mulai dari seleksi O2SN tingkat Kecamatan hingga Kabupaten.  “Kita ingin siswa-siswi SMPN 1 yang meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat juga punya prestasi tingkat nasional.”

    Pak Ansar melanjutkan, “Ini prestasi yang luar biasa bagi SMPN 1 Bulukumba. O2SN adalah kegiatan rutin Kementrian Pendidikan untuk mencari bibit dan bakat siswa. Saya sangat mengharapkan Ifa dapat menyambut kesempatan ini dengan berprestasi tingkat nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Bulukumba.

    Andi Khofifah (tanda panah) bersama Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba setelah audensi dengan puluhan atlet berprestasi INKAI Bulukumba yang telah meraih juara tingkat Sulawesi Selatan di Kantor Bupati. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 9 Maret 2022

    Selain itu, Bagi Pak Ansar, bela diri merupakan bagian perjalanan hidupnya. Semasa mahasiswa ia juga pernah aktif di bela diri Jet Kun Do—cabang bela diri yang didirikan Bruce Lee, the great legent of martial art (legenda besar bela diri)—mengerti cara membangkitkan spirit anak didiknya.  “Pihak sekolah memberi dukungan penuh kepada siswa yang berprestasi untuk pembinaan sehingga semangatnya semakin bertambah untuk berjuang di tingkat nasional”, jelasnya.

    Lebih jauh lagi Pak Ansar menerangkan bahwa anak-anak didiknya yang baru pemula nantinya dapat berprestasi juga di karate sebagaimana dengan Ifa karena INKAI telah membuka dojo (tempat latihan) di SMPN 1 Bulukumba. Latihan karate dapat dilaksanakan di sekolah pada sore hari dan hal itu sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak. “Olaharaga dan pendidikan saling terkait. Dengan olahraga, siswa-siswi kita lebih sehat dan dapat menambah daya fokusnya dalam menerima pelajaran.

    Selain di INKAI Kodim, Andi Khofifah pun terlibat aktif latihan di INKAI SMPN 1 Bulukumba. Ia suka berada di garis terdepan agar dapat lebih bersungguh-sungguh dan lebih mudah melihat dan mengerti penjelasan gerakan pelatih. Foto pada pemahiran Kihon (Gerakan Dasar), Kata (Jurus) dan teknik dasar-dasar kumite. Latihan di halaman sekolah SMPN 1 Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 9 Mei 2022.

    Sebagai seorang Kepsek kreatif, Pak Ansar berinisiasi untuk berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Bulukumba dan Bupati Bulukumba agar kesempatan emas pengembangan prestasi Ifa lebih maksimal. Dukungan internal Bulukumba sangat berpengaruh kuat pada mental anak didik yang kini mengemban tugas mengharumkan nama baik Sul Sel di kancah nasional. Tentunya, Bupati Bulukumba akan merespon secara positif karena dalam beberapa forum olahraga, ia menyatakan bahwa dirinya siap mendampingi altet Bulukumba secara langsung yang lolos tingkat nasional.

    Beberapa Atlet Karate Bulukumba di Panggung Nasional

    Pada 2022, karate ka Bulukumba telah lulus kejuaraan tingkat nasional. Ifa yang berasal dari INKAI Kodim Bulukumba adalah satu-satunya atlet karate di Bulukumba yang akan bertanding pada 4-9 September secara virtual tingkat nasional. Sementara 6 orang lainnya memperoleh tiket Kejurnas (Kejuaraaan Nasional) INKAI yaitu:

      1. Tri Reski Adi Akbar—Mahasiswa. Alumni SMA 1 Bulukumba
      2. Raihan Athallah B.—Pesantren Babul Khaer.
      3. Muhammad Ariel Qushai—SMAN 1 Bulukumba.
      4. Arraya Aulia—SMA 8 Bulukumba
      5. Siti Nurfatiha Azzahrini Sarif S. —SDN 322 Ela-Ela, Bulukumba
      6. Nabila Alamanda—Alumni SDN 10 Ela-Ela, Bulukumba. Saat ini di Pesantren DDI Bantaeng.

    Hal ini berdasarkan prestasinya yang terus menanjak pada kejuaraan INKAI Provinsi Sul-Sel dan FORKI Sul-Sel dan akan berlaga di Cibubur Jawa Barat pada 24 Agustus ini.

    Senpai Sarif saat memberikan contoh pukulan Cudang Tsuki (Pukulan sasaran ulu hati) yang tepat sasaran kepada para karate ka INKAI Kodim Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    Desain pelatih dalam memajukan kwalitas atlet tentu bukanlah perkara sederhana. Senpai Sarifudin, pelatih INKAI Kodim mengatakan, “Selama hampir dua bulan ini, kita telah menggalakkan latihan tambahan dengan materi yang ekstra; Penguatan fisik, Kata, Kumite, kedisiplinan dan penguatan mental atlet agar tidak kenal menyerah”, terangnya. Ia pun menjelaskan, “Kita punya perhatian serius pada atlet yang akan tampil di nasional dan mengharapkan meraih juara. Target INKAI Pusat pada kepemimpinan Prof. Dr. Ivan Julivan, SE., M.M., CHRMP., M.Tr (Han) saat ini adalah INKAI goes to the world class (INKAI menuju kelas dunia). Untuk itu, segala potensi yang ada kita maksimalkan agar atlet dapat mengikuti senior-senior INKAI yang pernah meraih juara tingkat internasional. Intinya, rajin latihan dan bersungguh-sungguh”, tutupnya.

    Andi Khofifah (yang berdiri di tengah bagian belakang) bersama pelatih INKAI Bulukumba dan rekan rekan berlatihnya yang mengikuti pelatihan khusus untuk persiapan kejuaraan tingkat tingi.

    Sementara itu, untuk keberlanjutan generasi yang sejalan dengan Sumpah Karate INKAI yaitu sanggup mempertinggi prestasi, Senpai Riri yang namanya telah dikenal luas oleh karate ka Bulukumba mengatakan, “Kita juga sangat peduli pada pembentukan altet yang sedang berkembang yaitu pada atlet pemula dan atlet yang masih minim mengikuti kejuaraan. Kita bentuk mereka dari sekarang agar mereka punya kepercayaan diri mengikuti kejuaraan dimana pun. ”, jelasnya. “Sedangkan atlet yang akan bertarung sengit di tingkat nasional sedang kita terus benahi dari segala aspek; speed (kecepatan), power (tenaga), bentuk, kuda-kuda dan lainnya”, lanjutnya.  “INKAI dengan sejarahnya yang panjang tentu sudah sangat matang dalam mencetak atlet yang punya daya saing tinggi”, kata Riri dengan nada meyakinkan.

    Andi Khofifah (sabuk coklat) saaat latihan di INKAI Kodim Bulukumba. Pelatih Senpai Sarifuddin (sabuk hitam) berdiri di belakang memperhatikan tiap gerakan kohai (anggota karate) yang sesuai standar karate shotokan. Hal ini sangat penting karena meskipun gereakan terlihat indah, seringkali atlet dirugikan hanya karena alasan tidak sesuai dengan standar penilaian juri. Beruntung, Senpai Sarif sudah berpengalaman menjadi wasit juri INKAI Sul Sel dan FORKI Sul Sel. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 21 Juli 2022

    Semua kerja maksimal di atas tak lepas dari peran besar Ketua INKAI Bulukumba, Muhammad Iqbal Zabir SH. Pada masa kememimpinannya ini, Iqbal memberikan keluasan penuh kepada para pelatih untuk melakukan kreasi dalam memajukan atlet. Ia pun mengucapkan selamat atas prestasi Ifa, dukungan pada Dinas Pendidikan Bulukumba pada seleksi O2SN pada tingkat Kecamatan, support Ketua FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) Bulukumba yaitu Juandi Tendean yang turut berperan mengangkat reputasi karate. Last but not the least,  Iqbal yakin bahwa pada kepemimpinan Pak Asdar sebagai Kepsek SMPN 1 Bulukumba yang mempunyai latar belakang bela diri tentu tahu dan  mampu lebih banyak lagi memunculkan siswa-siswinya berprestasi di bidang olahraga bela diri.

    Anak umur 4 (empat) tahun pun telah dapat bergabung karate di INKAI Kodim Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    Sekilas Filosofi Karate

    Karate sebagai olahraga memang telah banyak menginspirasi yang membuat karate menjadi olahraga populer dunia. Itu tidak salah. Namun ada yang lebih penting lagi. Master karate ka Jepang, Hirokazu Kanazawa mengingatkan, “Anda tidak boleh lupa bahwa tujuan latihan adalah mengusai seni karate. Untuk melakukannya, Anda harus , Anda harus mengembangkan ketekunan dan kesabaran.

    Nabila Alamanda (Ayla) yang merupakan Atlet INKAI Bulukumba yang lolos Kerjurnas (Kejuaraan Nasional) pada Kumite berlatih mempermantap tendangan Ura Mawashi Geri. Setelah Senpai Sarif membentuk model tendangan Ayla, kini Senpai Riri  mempermantap kecepatan tendangan Ayla. Tempat latihan, INKAI SDN 24 Salemba, Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama.

    Sejalan dengan hal itu, Prof. Ivan Yulivan mengajarkan bahwa karate adalah jalan untuk menuju manusia yang seutuhnya. Pada buku The Way of  Karate-Do (Jalan Hidup Master Karate) yang ia tulis mengatakan, “Kita telah belajar bagaimana unggas terbang, bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan. Maka yang perlu kita sekarang adalah bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”, tulis Ketua Umum INKAI Pusat Indonesia ini.

    Cara untuk mengembangkan diri di karate adalah dengan mengikuti ujian kenaikan sabuk. Setiap kohai telah mempersiapkan diri baik dari segi fisik dan mental untuk menampilkan gerakan terbaiknya agar dapat lulus agar dapat naik tingkat secara memuaskan. Ujian di karate diadakan tiap 6 (enam) bulan sekali. Ujian di Aula Kodim Bulukumba, Mei 2022. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama.

    Kesibukan Ivan sebagai petinggi TNI AL (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut) tidaklah membuatnya lupa untuk untuk tetap melatih karate di kalangan TNI dan Sipil. Overall, Muzino Kokoru yang artinya mengalir seperti air yang bersyukur pada Tuhan dan hidup bermanfaat bagi orang banyak.

    Salah satu tendangan karate yang sangat berbahaya adalah Mae Geri (font kick/tendangan depan) karena terdapat dorongan kekuatan yang besar dari pinggul disertai kecepatan yang tinggi dimana telapak kaki bagian depan yang menargetkan ulu hati. Pada latihan intesif, kita melatih atlet untuk mengatasi tendangan ini seperti yang tampak pada foto.

    Zulkarnain Patwa
    * Pelatih dan Pengurus INKAI Bulukumba
    * Direktur Rumah Belajar Bersama

     

     

     

     

     

  • Hari Anak Nasional pada Karate Bulukumba

    Hari Anak Nasional pada Karate Bulukumba

    Tanpa sengaja kami mendapatkan foto ini di group karate. Terdapat wajah wajah karate ka yang bergembira yang telah berprestasi tingkat Sulawesi Selatan bersama dengan Bupati Bulukumba. Kami sangat berterma kasih atas yang menampilkan wajah karate sebagai background (latar belakang) dalam menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada Sabtu, 23 Juli. Ini adalah sebuah potret bahwa Pemerintah Daerah (PEMDA) Bulukumba mulai melirik bela diri. Karate telah turut mengharumkan nama baik Bulukumba di Sul Sel.

    Para juara karate dari anak-anak ini terlihat sangat senang bertemu Pak Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Pak Wakil Bupati Andi Edy Manaf pada 9 Maret 2022 di Ruang Kerja Kantor Bupati Bulukumba dan punya harapan yang sangat besar kepada perhatian Pemerintah Daerah Bulukumba agar punya kepedulian lebih baik untuk memajukan prestasi olahraga Bulukumba yang saat ini sedang melejit.

    Bupati Bulukumba, Wakil Bupati Bulukumba, karate ka berprestasi INKAI Bulukumba, Pelatih Karate INKAI dan Pejabat Dinas Pariwisata dan Olahraga saat audiensi di Kantor Bupati tentang strategi memajukan olahraga Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 19 Maret 2022.

    Saat ini, INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sul Sel (Sulawesi Selatan) dikenal padat mengadakan berbagai kejuaraan. Dan Januari 2022, Atlet INKAI Bulukumba telah naik di podium terhormat dengan meraih juara Umum 3 tingkat Sul Sel yang pada Open Tournament Intern INKAI di Kostrad Julusiri, Maros. Dari seluruh kejuaraan pada 2021 dan 2022, sekitar 30 orang karate ka kita telah sanggup juara tingkat Sul Sel.

    Ketua INKAI dan Tink Tank INKAI Sul Sel yang secara khusus beriniasif datang menguji dan menyaksikan secara langsung perkembangan INKAI Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama pada Ujian Kenaikan Sabuk di Kodim Bulukumba, 2022

    Dan 2 (dua) kejuaraan yang lebih besar yaitu INKADO-FORKI (Fedarasi Karate-Do Indonesia) di Bone pada 2022 dan Kejurda FORKI Sul Sel di Sudiang, Makassar, atlet Bulukumba pun tetap beberapa raih medali. Kita harus maklum dengan raihan medali yang lebih sedikit karena Kabupaten lain lebih siap. Selain itu, atletnya yang sudah level nasional juga turun gunung. Kita di Bulukumba masih dalam tahapan sedang berkembang.

    Semua itu adalah sebuah tanda-tanda bahwa minat dan prestasi anak anak Bulukumba pada olahraga karate sedang menunjukkan grafik yang menanjak naik. Teruslah mengukir prestasi.

    Para atlet INKAI Bulukumba di Aula Kodim Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 2022.

    Atas dasar usaha maksimal tersebut di atas, 6 orang atlet INKAI Bulukumba terpilih mewakili Sul Sel untuk mengikuti Kejurnas (Kejuaraan Nasional) INKAI pada Agustus 2022 di Bandung. Kabupaten lain yang tepilih tentunya juga ada. Perjuangan itu tidak ada yang sia sia. Semua atlet terbaik Bulukumba tersebut sedang sibuk memfokuskan diri dengan memperdalam ilmunya masing-masing untuk bisa tampil maksimal. Berlatih di dojo (tempat latihan) dan di rumah terus mereka galakkan. Mereka sadar bahwa perjuangan untuk menjadi atlet nasional itu membutuhkan energi super ekstra. Terus berusaha melakukan yang terbaik.. Tidak ada perjuagan yang sia-sia.

    Senpai Sarifuddin, pelatih INKAI Kodim Bulukumba saat memberikan pengarahan pada para atlet agar selalu tekun berlatih. Semangat. Osss!

    Persoalannya, orang tua yang selalu punya dukungan penuh untuk kemajuan anak-anaknya. Hampir semua kejuaraan dibiayai oleh orang tuanya masing-masing. Mereka tidak mengeluh tapi tahu bahwa mereka punya beban dan biaya yang tidak sedikit untuk masa depan anak yang lebih baik.

    Senpai Riri, pelatih INKAI Bulukumba yang saat ini membuka ranting INKAI di SDN 24 Salemba dan SMPN 1 Bulukumba.
    Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama saat latihan di INKAI Kodim Bulukumba, 2022.

    Untunglah, pada pertemuan 9 Maret di Ruang Rapat Bupati, Bupati dan Wakil Bupati telah berjanji untuk memperhatikan atlet. Kedua tokoh utama Bulukumba ini bersepakat untuk memberikan BEASISWA bagi para atlet berprestasi tingkat Sul Sel. Pak Bupati juga pernah menjelaskan bahwa ia akan mengantar sendiri atlet Bulukumba bila ada yang lolos kejuaraan nasional dan internasional. Tambahan, ia juga punya rancangan bagus berupa adanya gedung serba guna di Bira yang dapat dipakai untuk sarana olahraga dan lainnya. Dan itu semua tentu bukan hanya akan berdampak baik pada karate tapi juga pada semua cabang olahraga yang untuk lebih mempertinggi prestasi. Efek pariwisata berupa kunjugan orang ke Bira semakin meningkat.

    Para atlet pemula (sabuk putih) di SDN 24 Salemba Bulukumba yang juga punya harapan besar untuk menjadi atlet yang berprestasi di masa akan datang. Ketekunanan berlatih dalam 2 bulan membuat mereka telah mengenal baik kihon (gerakan dasar) dan Kata (jurus). Mereka juga dipersiapkan untuk kejuaraan karate tingkat sekolah dan kejuaraan nasional nantinya.
    Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama,2022

    Hari Anak Nasional ini menjadi pengingat bahwa PEMDA Bulukumba pada pemerintahan Andi Utta dan Andi Edy Manaf ini akan membuktikan bahwa kepemimpinannya punya kepedulian yang tinggi pada pengembangan olahraga.

    Kita menanti gebrakan mantap beliau yang didukung oleh Dinas yang terkait yaitu:

    1. Dinas Pariwisata dan Olahraga.
    2. Dinas Pendidikan Bulukumba.

    Insya Allah kita sambut rencananya di atas dengan tepuk tangan yang meriah. Last but not the least, never stop trainig hard (terakhir, tapi tidak kalah penting, jangan pernah berhenti berlatih dengan giat).

    Zulkarnain Patwa
    * Pelatih Karate Ka INKAI Kodim dan SDN 24 Salemba Bulukumba
    Bulukumba, 23 Juli 2022

     

     

  • Memajukan Karate di SMPN 1 Bulukumba

    Memajukan Karate di SMPN 1 Bulukumba

    Suasana hening nan sejuk di SMPN 1 Bulukumba pada Sabtu sore tiba-tiba sedikit diramaikan dengan sekelompok remaja sebagian besar hadir dengan pakaian putih ala Jepang disertai sabuk di pinggang masing masing. Sebagian kecilnya hadir dengan pakaian olahraga. Semuanya menyatu untuk sebuah kegiatan yang tidak lazim diadakan di sekolah. Apa itu? Karate. Mengapa karate hadir di sekolah unggulan ini?

    Posisi siap dalam karate saat awal hendak melakukan latihan karate dan saat selesai latihan. Sumber Foto: Vhia Dayak, Sabtu, 21 Mei 2023 di SMPN 1 Bulukumba

    Muhammad Asdar, S. Pd., M,Pd., Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bulukumba menyadari betapa pentingnya pembinaan pada pelajarnya terhadap bela diri karate karena karate adalah olahraga yang resmi dipertandingkan antar sekolah di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Pada tahun 2022, 2 orang pelajarnya lolos seleksi KOSN ditingkat kabupaten dan maju pada seleksi KOSN tingkat Provinsi tahapan provinsi Sulawesi Selatan (Sul Sel). Perjuangan untuk memajukan pelajar untuk sampai pada tingkat nasional pada tahun tahun berikutnya akan menjadi nilai tambah tersendiri di cabang olah raga dari segudang prestasi—baik dalam hal olahraga dan pendidikan—yang telah diraih oleh SMP 1 Bulukumba.

    Selain itu, untuk menambah pengalaman tanding, Kepsek pun sering memberi izin pada para pelajarnya mengikuti kejuaraan karate tingkat Provinsi Sul Sel yang diadakan di Kostrad Julu Siri Maros, Kostrad Kariago Maros, FORKI Bone dan FORKI Makassar. Ya, Meraih juara adalah hal biasa buat para pelajarnya.

    Latihan hari pertama di halaman SMPN 1 Bulukumba oleh Senpai Riri. Pelajar terlihat sungguh sungguh dan disiplin dalam melakukan perpindahan gerakan.
    Sumber Foto: Vhia Dayak. Sabtu, 21 Mei, 2023.

    Pada tahun 2023 ini, Faisal Ali Ashar, guru olahraga SMPN 1 Bulukumba yang dipercaya mendampingi pelajarnya  pada kejuaraan seleksi POPDA pada Mei 2023 di GOR Bulukumba, mengatakan bawah 5 pelajarnya berhasil meraih 5 piala. Hal yang mengokohkannya sebagai sekolah yang paling banyak merebut piala pada cabang olahraga karate tingkat sekolah di Bulukumba. Hal yang membanggakan karate menjadi perhatian penting karena Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba, meliangkan banyak waktu menyaksikan secara langsung kejuaraan karate tersebut dan turun langsung menyerahkan piala kepada para pemenang.

    Faisal Ali Ashar, guru olahraga SMPN 1 Bulukumba (Kanan, baju biru) bersama 3 orang pelajarnya yang aktif karate di INKAI Kodim Bulukumba dan Senpai Riri (Kiri, baju coklat) yang menemui para pelajar guna menjelaskan tentang pentingnya latihan karate. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama.

    Sebagai wujud pengembangan, kini pelajar SMPN 1  Bulukumba dapat berlatih 2 x seminggu di sekolah pada tiap Selasa dan Sabtu, pukul 16.00 – 17.30 Wita. Pelatihnya adalah Senpai Riri yang juga bersekolah di SMPN 1 Bulukumba. Jejak rekam perhatian Senpai Riri pada sekolahnya ini dapat kita temukan dari keterangan dari Pak Yusuf, guru PPKN, yang menyatakan bahwa sekitar tahun 1993 sampai 1995, terdapat latihan karate di sekolah. Adapun yang menaunginya adalah INKAI Bulukumba. Dan pada masa itu, Senpai Riri melatih di INKAI SMPN 1 dan INKAI Kodim.

    Orang tua pelajar pun tidak perlu khawatir mendorong anaknya masuk karate karena pada era modern ini, karate telah dirancang sedemikian rupa menjadi olahraga yang lebih aman. Dalam setiap kejuaraan, perlengkapan karate untuk menghindari cedera wajib dipakai dan serangan yang berbahaya tidak diperbolehkan lagi digunakan.

    Selamat buat SMPN 1 yang lebih mudah mengakses karate di sekolahnya. Dan selamat buat INKAI yang sebagai perguruan pertama di Bulukumba yang memiliki sebaran atlet terbanyak dalam melatih pelajar. Semoga lebih berprestasi.

    Zulkarnain Patwa
    * Bidang Hubungan Masyarakat (Humas)  INKAI Bulukumba
    * Direktur Rumah Belajar Bersama

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Pelajar SDN 24 Salemba Bulukumba Latihan Karate Naungan INKAI

    Pelajar SDN 24 Salemba Bulukumba Latihan Karate Naungan INKAI

    INKAI (Institut Karate-Do) Bulukumba yang sangat ini mengalami kemajuan yang pesat baik dalam hal baik dalam hal jumlah anggota yang kini lebih dari 100 orang dan prestasi atlet tingkat lokal dan provinsi melakukan terobosan pengembangan dengan membuka Dojo (tempat latihan) baru.

    Ahmad Faqiyh Dzakwan Khayri Rais, pelajar SDN 24 Salemba Bulukumba yang meraih Juara 3 Kumite INKAI Sul Sel di Kostrad Julu Siri, Maros, 2022 berfoto bersama dengan Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba, pada audensi INKAI Bulukumba dengan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba di Kantor Bupati, 2023. Sumber Foto: Risma Aulia Uhdar.

    Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), pilihan utama INKAI Bulukumba adalah SD 24 Salemba, Kel. Loka, Kec. Ujung Bulu, Bulukumba.

    Sekolah ini di bawah kepemimpinan Hj. Hasmiati, S. Pd., M. Pd. sebagai Kepala Sekolah mendukung kegiatan ekstra kurikuler dan berprestasi.  Ini terbukti dengan siswanya aktif karate di Kodim pernah meraih juara.

    Hj. Hasmiati, S. Pd., M. Pd. Kepala Sekolah SDN 24 Salemba Bulukumba saat mendampingi 2 orang pelajarnya pada KSON Kata Virtual Karate. Abi Pesarisay Putra (Alumnus SDN 24 Salemba dan sekarang bersekolah di SMPN 1 Bulukumba) dan Prayudha Azzikra Asdar lolos hingga tahapan Provinsi Sulawesi Selatan. Sumber Foto: Hj. Hasmiati, S. Pd., M. Pd., 2022.

    Para pelajarnya yang pernah meraih juara adalah:

    1. Haikal Faiz; Juara 1 Kata (jurus) se Bulukumba, 2015, Haizal kini di Universitas Muhammadiyah Bulukumba
    2. Prayudha Azzikra Asdar; Juara 1 Kata Perorangan INKAI se Indonesia dan 5 kali juara karate yang meliputi tingkat Kabupaten dan Provinsi Sul Sel.
    3. Abi Perisay Putra; Juara 1 Kata Beregu pada kejuaraan INKAI Sul Sel pada 2021 dan 2 x juara Juara 3 Kata pada 2021. Saat ini Abi bersekolah di SMP 1 Bulukumba.
    4. Ahmad Faqiyh Dzakwan Khayri Rais, Juara 3 Kumite pada Kejuaraan INKAI Sul Sel, Kostrad Julu Siri, Maros, 2022.

      Pembuatan kompetisi video Kata Karate oleh Prayudha Azzikra Asdar. Pelajar SDN 24 Salemba Bulukumba dan atlet karate INKAI Kodim Bulukumba meraih Juara 1 pada Open Tournament (Kejuaraan Terbuka) se Indonesia yang diselenggarakan oleh INKAI. Di Kodim, Prayudha berlatih pada Senpai Sarifuddin dan Senpai Rauf. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 2021

    Sebagai tindak lanjut dari kesuksesan ini, kini pelajar SD 24 Salemba dapat langsung melakukan latihan karate di sekolah tersebut tiap Senin dan Sabtu, jam 16.00 – 17.30 Wita. Pelatihnya adalah Senpai Riri yang anaknya bernama Haikal sebagaimana disebutkan di atas adalah alumnus sekolah ini. Senpai Riri sendiri telah dikenal sebagai senior karate dan ahli dalam pelatihan kumite dan telah banyak melatih mulai dari anak anak hingga orang dewasa di berbagai macam tempat.

    Abi Perisay Putra (kanan) yang merupakan alumnus SDN 24 Salemba yang beberapa kali juara karate tingkat Provinsi Sul Sel berfoto bersama Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba, (Tengah) dan Prayudha Azzikra Asdar (Kanan) yang juara juara karate dari SDN 24 Salemba. Kedua atlet berbakat ini adalah didikan INKAI Kodim Bulukumba didikan Senpai Sarifuddin dan Senpai Rauf. . Kegiatan ini adalah audensi puluhan atlet berprestasi INKAI Bulukumba dengan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba di Kantor Bupati. Sumber Foto: Armawati Andro, 2023.

    Pembukaan ranting INKAI di SD 24 ini lebih memudahkan pelajar SD mengakses karate sehingga sehingga lebih banyak lagi pelajar terlibat pada kejuaraan karate sekolah POPDA (Pekan Pekan Olahraga Pelajar Daerah), KOSN yang merupakan kompetisi olahraga yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi dan kejuaraan yang diadakan oleh INKAI dan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) baik lokal atau pun nasional.

    Adelia Dway Rayhanah. Pelajar kelas 1 di SDN 24 Salemba Bulukumba. Tidak ada masalah bila anak pra usia dini bergabung karate. Kini kejuaraan untuk umur 5 – 6 tahun telah tersedia. Tubuh anak anak seperti ini pun lebih lentur dan lebih mudah terbentuk dengan baik. Selain itu, proses untuk berprestasi di karate pun lebih panjang. Sumber Foto: Risma Aulia Uhdar.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas Karate INKAI Bulukumba
    * Direktur Rumah Belajar Bersama

     

  • Masa Depan INKAI Bulukumba

    Masa Depan INKAI Bulukumba

    INKAI (Institut Karate Do Indonesia) sebagai perguruan karate pertama di Indonesia telah menyebar ke seluruh Indonesia termasuk Bulukumba. Dalam 2 tahun terakhir, INKAI Bulukumba yang berpusat di Kodim 1411/Bulukumba telah menorehkan prestasi yang gemilang. Pada 8 kejuaraan terhitung dari Agustus 2011 sampai Maret 2022, 6 turmanen intern INKAI Sul Sel dan 2 turnamen FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia), puluhan atet INKAI Bulukumba merebut medali. Prestasi terbesarnya yang diperoleh adalah saat kejuaraan Open Tourmanent (Kejuaran Terbuka) INKAI Sul Sel dimana INKAI Bulukumba meraih Juara Umum III. Dan pada level lokal seperti seleksi POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) pada Mei ini, mayoritas atlet INKAI Bulukumba mewakili yang daerahnya untuk berkompetisi tingkat Sul Sel pada Juni mendatang.

    Hal yang saya potret dari kesuksesan ini yaitu para Senpai (pelatih) punya kesungguh-sungguhan dalam membina atlet dan para atlet pun telah mulai matang dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan sehingga selain punya pengalaman tanding yang lebih banyak, mentalnya pun telah terasah dengan baik. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kekompakan dan dukungan penuh dari orang tua atlet yang turut serta mendampingi karate ka dalam setiap pertandingan.

    dasar dasar teknik kumite yang disampaikan oleh Senpai Sarifuddin. Sumber Fotu: Rumah Belajar Bersama

    Untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan prestasi yaitu menembus level nasional dan internasional, spesifikasi latihan dengan jadwal yang super padat yang dikenal dengan TC/Traning Center (Pemusatan Latihan) perlu lebih massif (terus menerus dan berkelanjutan). Jika sebelumnya TC dirancang untuk menghapi kejuraan, kini TC dapat dibentuk dalam agenda yang berkepanjangan mengingat kepengurusan INKAI Sul Sel sekarang ini memiliki kejuaraan yang super padat agar atlet INKAI Sul Sel dapat menembus level nasional. Ketua INKAI Sul Sel yaitu Ir. H. Abdul Jalil Razak pernah memberi pernyataan bahwa dia tidak memikirkan masalah biaya. Jika yang juara 1 di INKAI malas latihan, yang juara 2 yang akan saya bawa ke Jakarta. Menurutnya, berbagai kejuaraan INKAI Sul Sel berguna untuk memantau potensi perkembangan atlet INKAI di daerah.

    INKAI Bulukumba telah memiliki lebih dari 100 orang anggota. Untuk menangani lonjakan anggota baru yang dapat menyebabkan kekurangan pelatih, para anggota INKAI yang telah agak mempunyai kematangan dalam hal gerakan karate dan bersabuk cukup tinggi, saatnya punya kesadaran berbagi ilmu kepada yuniornya. Contoh yang sangat baik yang baru baru ini ialah sikap dari Senpaai Raihan yang meskipun masih pelajar SMA (tepatnya Aliyah di Pesantren Babul Khaer), ia dengan suka rela memberikan pelatihan dasar pada anak anak sabuk putih dan kuning. Senpai Raihan telah membangun mental kepemimpinan yang baik dalam karate yang layak diikuti dan dijadikan contoh pada atlet yang berprestasi lainnya. Kesuksesan pada pada dirinya dapat diturunkan pada adik adiknya di INKAI.

    Potensi lainnya yaitu INKAI Bulukumba merupakan perguruan karate pertama di Bulukumba yang memiliki penyebaran anggota yang terbanyak baik yang aktif ataupun yang tidak aktif. Beberapa senior atau pelatih baik yang menetap di kota maupun di desa yang saat ini tidak aktif lagi dapat diajak kembali bergabung dimana Cabang INKAI Bulukumba membantu membuka ranting Dojo (tempat latihan) di berbagai di tempat tinggalnya masing masing sehingga mempermudah akses bagi orang-orang yang ingin bergabung di karate. Perseteruan perbedaan pendapat yang dapat menurunkan citra perguruan perlu dihindari agar tercipta ‘energi positif’—meminjam istilah B. J. Habibie—dapat diandalkan dimana 1 ranting INKAI dapat menjadi 10 dan bahkan 100 ranting INKAI Bulukumba.

    Koperasi Sebagai Solusi Pengembangan Olahraga

    Kisah pilu tentang olahragawan yang ‘terlantar’ yang bukan hanya dialami oleh atlet lokal tetapi juga PON (Pekan Olahraga Nasional)telah akrab diberikan oleh media. Alasan klasik pemerint.ah adalah keterbatasan dana, banyak cabang olahraga lain yang juga butuh biaya, covid dan lainnya. tahun lalu Bulukumba menganggarkan 5 juta rupiah kepada INKAI. Ini tentu jumlah yang tidak sepadan dengan semaraknya generasi bergabung di karate dan banyaknya kejuaraan karate yang dipertandingkan di Sul Sel dan lainnya.

    Hal ini sebenarnya tidak perlu menjadi tumpuan utama bila kreatifitas dari tiap cabang olahraga ditingkatkan. Bung Hatta, soko guru perekonomian Indonesia, telah menyelidiki mengapa masyarakat negara negara Scandinavia (Eropa Utara) menciptakan kemandirian ekonomi rakyat dan menghalau monopoli perdagangan. Jawabannya adalah koperasi. Dengan adanya koperasi, tiap kebutuhan anggota dapat disediakan dan dibeli para anggota dimana keuntungannya dibelanjakan untuk memenuhi peralatan cabang olahraga, kesejahteraan pelatih dan pembiayaan turnamen di masa akan datang. Ya, pada awalnya langkah ini minimal mengurangi beban biaya untuk menyelesaikan persoalan internal. Pada tingkat lebih lanjut, koperasi ini mensejehterakan seluruh anggota asalkan dikelola dengan baik dan benar sebagaimana yang diyakini oleh Bung Hatta.

    Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba untuk Kemajuan Olahraga

    Pada Rabu, 9 Maret 2022, puluhan atlet berprestasi INKAI Bulukumba disertai para pelatih dan orang tua atlet mengadakan silaturahmi dalam bentuk audensi dengan Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf di kantor Bupati. Ketua INKAI Bulukumba, Muhammad Zabir Iqbal menyampaikan atletnya yang telah menorehkan prestasi baik skala lokal maupun regional. Oleh karena itu, perlu lebih merasakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

    Audensi INKAI Bulukumba dengan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba di Kantor Bupati Bulukumba. Sumber foto: Fatmawati Patwa

    Bupati Bulukumba merespon bahwa jika ada atlet kita (Bulukumba), dia akan bawa sendiri. Selain itu, potensi olahraga Bulukumba dipadukan dengan sektor wisata atau sport tourism. Pemerintah Daerah mengupayakan ada arena olahraga yang representasif di bangun di Bira sehingga event olahraga banyak dilaksanakan di kawasan wisata.
    Wakil Bupati, Andi Edy Manaf, menjelaskan cabang olahraga penting mencari orang tua angkat dengan membangun kolaborasi dengan pihak Perbankan atau BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang berguna sebagai sponsor agar pembinaan olahraga berkelanjutan.

    Sebagai bentuk penghargaan, Bupati dan Wakil Bupati ini bersepakat akan memberikan beasiswa yang berprestasi minimal tingkat provinsi pada tiap cabang olahraga. Kita menanti Dinas Pariwisata dan Olahraga Bulukumba menindaklanjuti konsep ini agar penyemangat atlet memajukan olahraga dan mengharumkan nama Bulukumba di pangung yang lebih besar sebagaimana harapan masyarakat dan pemerintah dapat tercapai.

    Peran Rumah Belajar Bersama dengan Beasiswa Belajar pada Atlet Berprestasi

    Rumah Belajar Bersama (RBB) pada awalnya memberikan beasiswa belajar pada ekonomi lemah dan dan yatim piatu. Seiring dengan perkembangan waktu, sejak tahun 2021, RBB turut mendukung kemajuan pendidikan atlet berpestasi dengan membiayai biaya belajar Matematika, Bahasa Inggris dan Arab dan Baca Tulis bagi anak anak. program ini berjalan selama 3 bulan dan dievalusi kembali apakah beasiswa tersebut berhak dilanjutkan atau tidak.

    Para atlet INKAI yang berprestasi yang memperoleh beasiswa belajar Matematika dan Bahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama.

    Lebih 10 orang atlet INKAI Bulukumba memanfaatkan fasilitas ini. salah satu atletnya bernama Prayudha Azzikra Asdar yang bersekolah di SD 24 Salemba Bulukumba yang pernah juara Kata (jurus) Open Tournament INKAI Se Indonesia, 2021. Pada awalnya ia hanya mendapat beasisiwa penuh pada Matematika tetapi karena mengalami kemajuan yang sangat berarti, RBB memberikan penghargaan lebih lanjut berupa beasiswa Bahasa Inggris. Prayudha pun mengharumkan nama sekolahnya dengan meraih juara 2 Cerdas Cermat Se Bulukumba, 2022.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Cabang Bulukumba

  • Jembatan menuju Keahlian Berbahasa Inggris

    Jembatan menuju Keahlian Berbahasa Inggris

    Namaku Risny Widyandiny, panggilan Diny. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak saya masih duduk di kelas  X SMAN 4 Bantaeng sampai saya lulus sekolah, saya tidak pernah berhasil meyakinkan diri saya bahwa kenapa saya harus kuliah. Dalam pikiran saya akan lebih baik jika saya bekerja setelah lulus nanti maka saya akan lebih cepat menghasilkan uang dan tidak lagi menjadi beban untuk siapapun.

    Pada tahun 2020 adalah tahun kelulusan saya di SMA dan mulai bekerja untuk pertama kalinya. Selang beberapa bulan, saya merasakan fluktuasi pada pekerjaan. Puncaknya, saya mengumpulkan keberanian untuk mengundurkan diri dari tempat bekerja setelah mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya adalah saya melihat ke dalam diri saya dan bertanya,

    “Apa yang saya punya?
    “Mengapa saya harus kuliah?
    “Apakah saya sudah siap menerima segala risiko yang menunggu saya di depan?
    “Mengapa saya berjuang mewujudkan mimpi saya?
    “Bagimana kalau jalan hidup saya bukan di sana?”, ucapku dalam hati.

    “Saya harus kuliah karena saya pikir bahwa dengan ilmu, saya bisa mendapatkan yang hal lebih dari kehidupanku ini. Saya tidak bermaksud angkuh tapi hanya berusaha untuk objektif. Bukankah yang lebih tahu diri kita selain Tuhan adalah diri kita sendiri? Orang tua saya memiliki keterbatasan ekonomi dalam mewujudkan mimpi-mimpi saya untuk menempuh kuliah. Tetapi yang saya tahu, saya punya diri saya sendiri yang mau berjuang dan mengusahakan masa depan yang lebih cerah. Saya sudah tidak peduli bagaimana akhirnya nanti. Yang jelas saya harus berada di jalan impianku. Selebihnya, biarkan Tuhan mengurus”, jawab saya sembari menelan ludah.

    Singkat cerita, saya mengundurkan diri di tempat bekerja dan itu diterima. Kemudian saya daftar SBMPTN 2021 dan mengikuti tesnya. Hasilnya, gagal.

    Setelah itu, saya kembali ke rumahku di Bantaeng dengan membawa diriku yang masih abu-abu. Dengan menggunakan sisa gaji terakhirku, saya memulai perjuangan dengan membeli paket belajar setahun di salah satu platform bimbel online. Dengan harapan, agar saya tidak gagal lagi di UTBK 2022.

    Babak berikutnya, saya mengikuti program beasiswa yang diselenggarakan OSC (Online Scholarship Competition) Medcom. Lalu saya mengikuti online test-nya. Saya ditemani kakak saya waktu itu, Ais. Saya memintanya untuk membantu saya menjawab soal Bahasa Inggris. Dan bahkan setelah mengandalkan Google Translate pun, kami masih tidak yakin dengan jawabannya. Berawal dari situlah kakak saya berinisiatif memasukkan saya ke kursus. Pasalnya setelah pengumuman beasiswa tersebut keluar, score (nilai) yang saya dapatkan tidak cukup untuk lanjut ke tahap berikutnya. Dikarenakan nilai di subtes Bahasa Inggrisku rendah.

    Perjuangan Belajar Bahasa Inggris di RBB

    Di suatu malam, Ais berkata “Diny, mau masuk  kursus Bahasa Inggris?” Tanya Ais ke saya. Tanpa merespon, saya hanya geleng-geleng kepala seraya mengambil napas dan berkata dalam pikirku “Ah kursus, kau dan saya saja pengangguran, mau bayar pakai apa?” Ais tidak berhenti begitu saja, melihat responku yang meragukan tawarannya.

    Sesaat kemudian, ia pun memperlihatkanku percakapannya dengan direktur sebuah lembaga bernama Rumah Belajar Bersama (RBB). Usahanya membuahkan hasil, lembaga itu mau menerimaku bebas biaya atas kerendahan hati kakak saya yang sukarela menawarkan jasa bekerja apapun di sana, sekalipun itu hanya sebagai tukang bersih-bersih.  Itu semua ia lakukan hanya untuk melihatku bisa belajar Bahasa Inggris.

    Pada 15 November 2021 adalah hari pertama dimana babak baru saya mulai belajar Bahasa Inggris. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa saya akan sampai di titik ini. Saya pikir bahwa hanya orang berduit saja bisa sampai ke sini. Tetapi itu dipatahkan oleh tempat yang satu ini yaitu RBB  yang mengedepankan asas Pendidikan Kerakyatan. Bahkan kuantitas tidak jadi masalah, asal kualitas tetap terjaga di tempat ini. Tempat ini terletak di Jl. Teratai No.16, Caile, Kec. Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

    Kami tidak mengira sesampainya di sana direktur dari RBB yang sekaligus menjadi guru kami malah menawarkan kami untuk belajar berdua saja di sini. Padahal niatan awalnya, hanya saya yang akan belajar. Mendengar hal itu, rasanya ucapan terima kasih saja tidak akan cukup untuk membalas budi baiknya. Bahkan, ia menolak tawaran kakak saja untuk menjadi tukang bersih bersih. Setelah mengetahui kelebihan kami, ia menerima kami membantu mengajar pada kelas Matematika yang dibina oleh Rafa’tul Mahmudah atau Kak Ulfa.

    Basic English Grammar Third Edition by Betty Shrampfer Azar yang berstandar edisi internasional menjadi buku pertama dari tiga buku penguasaan tata bahasa Inggris yang harus dituntaskan. Dalam hal ini, kami tidak begitu banyak mengalami kendala karena kami diberi ilmunya langsung oleh dua orang pengajar andal dari RBB yaitu Mr. Nain dengan pembawaan yang santai, penyampaian teori yang lugas, tidak terburu-buru, dan sangat paham apa yang dibutuhkan oleh muridnya dan Kak Ulfa yang dengan sabar menerangkan hal-hal yang kurang kami pahami dengan contoh pengandaian yang logis sehingga pengerjaan buku ini lebih mudah dikerjakan baik saat berada di RBB dan di rumah.

    Suasana belajar RBB yang berbeda dari zona nyaman belajar kami, membuat kamai terpacu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Jujur saja, jarak yang jauh mendorong kami untuk sesegera mungkin menyelesaikan buku itu. Pasalnya, jika semakin lama kami belajar di sana maka uang yang harus kami keluarkan untuk biaya bensin juga akan bertambah. Sementara ini, kami belum berpenghasilan dan tidak ingin membebani orang tua dengan meminta uang. Lagi pula, kami juga tidak ingin mereka tahu kalau anak-anaknya pergi belajar menempuh perjalanan jauh lintas kabupaten; Kabupaten Bantaeng menuju Bulukumba.

    Selama 33 hari kami berhasil menamatkan buku berwarna merah Basic English tersebut yang tebalnya lebih 500 halaman. Para pelajar kebanyakan menyelesaikan buku tersebut dalam waktu 3 bulan, 6 bulan dan bahkan ada yang sampai setahun. Ini karena kami tekun mengerjakannya dan konsisten dengan target yang kami ingin capai.

    Keterbatasan melahirkan kreatifitas. Mungkin itu kalimat yang bisa merepresentasikan cara kami mendapatkan uang. Mulai dari Ais ikut giveaway-giveaway di instragram, mengikuti pertemuan di Puskesmas kota mewakili Posyandu daerahnya demi mendapat uang setelah rapat, hingga Diny menjual pulsa dan voucher listrik dengan menggunakan modal dari bermain Shopee games.

    Semua perjalanan ini tidak akan kami lupa karena terdapat perjuangan di dalamya. Kami merasa senang dan bersyukur sebab kami berhasil tidak membebani orang tua dan target yang kami tetapkan juga tercapai.

    Risny Widyandiny
    * Pelajar di Rumah Belajar Bersama