Kategori: News

Berita terbaru dari Rumah Belajar Bersama

  • Lolipop Kembar Berbahasa Inggris

    Lolipop Kembar Berbahasa Inggris

    Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pergunakanlah
    ketika ia nampak di hadapanmu.
    — Imam Ali bin Abi Thalib 

    Membimbing dua pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) menuntaskan buku Basic English Grammar karya Betty Schramper Azar dan Stacey A. Hagen berwarna merah adalah pengalaman pertama penulis menjadi pengajar. Yazdi dan Viqi, biasanya dipanggil Kembar. Mereka berhasil menuntaskan buku merah dalam kurun waktu 3 bulan. Ini memang hanya keberhasilan kecil, tetapi itu menjadi fondasi yang baik untuk menguasai keterampilan Bahasa Inggris yang lain, yakni listening, speaking, writing, dan reading.

    Seperti kebanyakan proses, proses ini pun juga sama dimana perjalanan tidak selalu mulus. Starting point Kembar berangkat dari orang-orang yang minat belajarnya masih rendah dan lebih senang bermain game. Imbasnya, mereka akan belajar hanya pada saat di kelas. Hal ini sangat berpengaruh pada daya ingat yang cenderung lemah terhadap pelajaran karena tidak membiasakan diri melakukan pengulangan.

    Ketika Kembar ditargetkan menamatkan buku Basic English yang tebal dalam tiga bulan. Hati mereka bergejolak apakah lanjut belajar atau tidak. Dan pilihannya adalah lanjut.

    Kembar membawa karakter yang berbeda. Yazdi yang terstruktur, rapih, tekun, dan serius. Sayang, saat dorongan belajarnya menurun, dia kesulitan konsentrasi dan berimbas terhadap daya serap pelajaran yang melambat. Adapun Viqi orang yang fleksibel dan santai namun cenderung cepat berpuas diri saat mengerti pelajaran. Alhasil dia sering bermalas-malasan dan meremehkan tanggungjawab serta mengulur-ulur waktu. Meskipun demikian, munculnya persaingan mendorong mereka lebih giat mengerjakan latihan-latihan di buku merah karena ingin menjadi yang terdepan. Potensi persaingan inilah yang penulis kelola untuk meubah cara pandangnya terhadap belajar.

    Dengan dibekali pengetahuan grammar dari buku merah dan penguasaan 16 tenses di luar kepala, itu sangat menguntungkan Kembar. Dari segi materi standar kurikulum pelajaran sekolah saat ini, penulis sebagai pengajarnya yakin bahwa Kembar sudah dapat menyelesaikannya. Bahkan untuk materi lanjutan intermediate dan advance sekali pun, mereka bisa masuk kategori teratas karena telah mempunyai pondasi yang kokoh.

    Jangan pernah berpikir instant. Kerjakanlah tugas selembar demi selembar dengan tabah hingga akhirnya tamat juga.

    Walaupun demikian, pengetahuan grammar tidak akan pernah cukup untuk memenuhi syarat agar lancar berbahasa Inggris. Yang namanya berbahasa tentu tidak lepas dari berbicara. Oleh karena itu, kami mengkombinasikan pengetahuan grammar dengan membiasakan membaca English textbook. Nah, ada salah satu buku yang cukup bisa menyeimbangkan kedua skill itu dalam konteks daily conversation yaitu Question and Answer karya L. G. Alexander.

    Sejauh ini, Kembar tidak mengalami kerepotan menentukan jawaban yang tepat sesuai grammar. Selain itu, kemajuan paling signifikan nampak dari pengucapan English-nya yang sudah meningkat. Intonasi bicaranya juga perlahan membaik dan perbendaharaan kata pun bertambah. Penguatan pemahaman lisannya terolah berkat berbagai pola pertanyaan yang terdapat di buku itu.

    Kembar berlatih membaca dan melafalkan (pronuncing) buku cerita berbahasa Inggris dan menjawab soal soal sebagai bukti pemahaman terhadap cerita. Agar lebih komprehensif, penulisan jawaban mesti sesuai dengan aturan grammar (tata bahasa).

    Serunya belajar bersama mereka adalah mereka tidak sungkan beradu argumentasi dengan penulis. Jika penulis tanpa atau sengaja (often disengaja, heheh..) membelokkan jawaban yang tepat, baik saat momen mereka bertanya maupun saat review materi. Bagi penulis, ini merupakan poin plus dimana tindakan ini akan memperkuat long-term memory mereka karena otak terlatih untuk mengingat kembali informasi yang baru saja tersimpan dan yang sudah lama.

    Tentunya, suasana kegembiraan belajar demikian tidak serta merta terbentuk. Seperti saat awal mereka mengerjakan buku merah, cara belajarnya cenderung pasif. Kembar menerima mentah-mentah penjelasan tanpa disaring terlebih dahulu. Ini bukan karena penulis mencitrakan diri sebagai sosok pengajar yang ditakuti alias “killer” melainkan sebagai teman yang dapat buat mereka lebih terbuka untuk bertukar pikiran. Sehingga, kelas menjadi hidup dengan komunikasi interaktif.

    Upayakan untuk saling mendukung dalam belajar. Bukankah kemudahan itu tercipta bagi orang yang mau bekerjasama? Keep studying hard.

    Kecerdasan memang advantage (Keuntungan) bagi yang dianugerahkan tetapi rasa suka akan belajar adalah privileged (keistimewaan). Advantage Kembar karena mereka terus melangkah yang berawal dari kesabaran menyelesaikan Basic English Grammar dan kemudian ke pre-intermediate. Kembar sedang menuju privileged dengan kesediaan diri untuk menghadapi tiap tantangan hingga tertanam rasa suka belajar atau bahkan candu terhadap belajar.

    Mernissi
    Pengajar Bahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama

  • Suka Membaca dan Bermain

    Suka Membaca dan Bermain

    Anak anak ini kini menikmati bacaan ringan buku dalam Bahasa Inggris. Ini memang perjuangan panjang untuk membuat mereka suka membaca. Mereka telah mengerti untuk tidak bergosip saat sedang belajar.

    Kini anak anak menjaga kekompakan dalam berbicara Inggris dan berusaha bicara Inggris dengan benar. Alhamdulillah!

    Tapi jangan lupa, saat waktu keluar main, anak anak ini seolah tidak mau berhenti. Dianggapnya kelas belajar telah selesai.

    Foto pada kelas Bahasa Inggris
    Kamis, 25 Mei 2023

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama

    Silahkan tonton di youtube


    Facebook
    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0ym5WzJtErazqzxdGQ2XFXwdxAuqa3C3XuWDbTAbzgMyQaXR75zt9YNcvD3ntPWMvl&id=100023984421500&mibextid=Nif5oz

  • Tidak Ada Perjuangan yang Mudah.

    Tidak Ada Perjuangan yang Mudah.

    Nikmatnya air putih itu setelah kita berpuasa sepanjang hari dan kemudian berbuka puasa. Air putih benar benar-benar sangat berharga untuk melepas dahaga kehausan.

    Para penuntut ilmu pun mengalami banyak tantangan. Sering kali mereka terjatuh. Mereka tidak boleh meratapi pada kejatuhannya dan malas untuk berdiri tegak. Mereka harus segera bangkit dan berjalan berlari ke depan.

    Apa menariknya hidup bila tidak ada tantangan? Apa menariknya buka puasa bila tidak menahan lapar dan haus? kesuksesan itu punya makna mendalam baik dalam hal hal mengharukan dan menggembirakan ketika ia punya cerita yang penuh dengan tantangan.

     

    Para pelajar perlu tekuni saja minat dan bakatnya dari sekarang agar dapat menentukan arah yang tepat untuk meraih cita cita masa depan. Kalau perlu, anggap saja semua cobaan yang menghadang itu adalah puasa dimana waktu berbuka puasa pasti akan tiba. Kesuksesan menuntut ilmu juga demikian adanya.

    Zulkarnain Patwa
    Rumah Belajar Bersama

  • Energi Positif pada Kerja

    Energi Positif pada Kerja

    Kwalitas sumber daya manusia teruji ketika ketika kita mampu mensinergikan segala potensi untuk mencapai suatu hal yang dicita-citakan. Setiap orang atau kelompok tertentu punya keahlian sesuai dengan bidangnya sehingga membangun komunikasi dan kerjasama menjadi mutlak perlunya agar target kemajuan lebih mudah tercapai.

    Mensinergikan energi positif tersebut secara otomatis mempengaruhi dan menggerakkan sektor sektor yang lainnya sehingga mampu menekan laju pengangguran yang menjadi salah satu sumber masalah yang dihadapi rakyat Indonesia.

    Zulkarnain Patwa
    Direktur Rumah Belajar Bersama

  • Menghayalkan yang Logis

    Menghayalkan yang Logis

    Pada conditional sentence (terjemahan bebas: Kalimat menghayal) ukuran pelajar SMA, dengan mudah Andi Widya Maulidyah memahami materi tersebut. Ia terkesima karena pelajaran basic English yang selama ini ia pelajari ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerti sub materi adverbial clause, pelajaran tahapan intermediate.

    Pikiran Widya mulai sedikit “terputar putar” saat memasuki variasi pada conditional sentence yang biasanya

    Di sini lah penulis mengingatkan bahwa inilah pentingnya mengerti 16 tenses (bukan 12 tenses sebagaimana buku literatur berbahasa inggris). Dan Widya langsung merasa lega dan siap membahasnya secara detail tanpa butuh papan tulis (Sebenarnya sih butuh. Cuma spidol pergi entah kemana karena anak anak kecil yang SD suka memainkan spidol dan mengembalikan ke tempat semula).

    Sebagai solusi, kita berdiskusi menggunakan pikiran logic sembari membayangkan dimana kalimat fakta dan kalimat menghayal diletakkan berdasarkan struktur tenses. Dan pada akhirnya Widya pun bergembira karena conditional pada progressive dapat ia selesaikan tepat pada jam kelas belajar selesai.

    Foto pada kelas Bahasa Inggris.
    Jum’at 26 Mei 2023

    Zulkarnain Patwa

    Direktur Rumah Belajar Bersama

  • Ketekunan dan Kecerdasan Anak Kembali Terbukti

    Ketekunan dan Kecerdasan Anak Kembali Terbukti

    Tubuh dibersihkan dengan air
    Jiwa dibersihkan dengan air mata
    Akal dibersihkan dengan pengetahuan
    Dan jiwa dibersihkan dengan cinta

    — Imam Ali bin Abi Thalib

    Godwin, pelajar kelas 5 di SDN 2 Terang-Terang Bulukumba dinyatakan tamat buku latihan Basic English Grammar (tata bahasa Inggris) yang tebalnya lebih 550 halaman. Menurut Miss Azhmy Ahdar , guru kelas di Rumah Belajar Bersama, perjuangan ini Godwin lalui sekitar empat bulan.

    Godwin dengan Campbell dari Amerika Serikat setelah acara diskusi berbahasa Inggris dengan para pelajar Rumah Belajar Bersama pada Mei 2023.

    Kemampuan praktek bicara Godwin juga lumayan bagus. Hal ini terlihat dari kebiasaannya berbicara Inggris di kelas. Dan baru baru ini, kita mendatangkan tamu bernama Campbell dari Amerika Serikat. Sebagaimana lainnya, Godwin termasuk anak yang rajin angkat tangan untuk menanyakan berbagai hal yang terlintas dalam pikirannya.

    Dengan perasaan bangga, hari ini Jum’at 26 Mei 2023 Godwin menerima kabar bahwa ia berhak masuk ke tahapan pre intermediate dan menerima materi lanjutan pada grammar, speaking dan pronunciation.

    Selelah mendapatkan motivasi belajar English, sebagian pelajar foto bareng bersama Campbell termasuk Godwin yang berhasil tampil di depan dengan mengacungkan dua tangan.

    Sebagai penyemangat, para guru pun telah menjanjikan bahwa bila Godwin lebih tekun lagi dan berhasil menamatkan buku buku tingkatan Pre intermediate, ia akan mendapatkan pelajaran TOEFL (Test of English as A Foreign Language) preparation.

    Sebagaimana anak kecil kebanyakan, Godwin heran dan langsung bertanya, “Apa itu?” Kita terangkan bahwa itu adalah soal soal latihan buat mahasiswa yang mau lanjut S 2 atau sekolah ke luar negeri. Namun ia hanya mengerti bahwa TOEFL itu untuk sekolah ke luar negeri dan berharap bisa masuk kelas tersebut karena ia ternyata ia baru bilang bahwa dirinya bercita-cita sekolah di luar negeri.

    Sebelum pulang Godwin menerangkan bahwa setelah ia selesai latihan jawab soal tulis, ia ingin membaca sambil bicara agar kemampuan speaking dan pronunciation-nya berjalan dengan seiring. Itu inisiatif yang bagus.

    Anak anak yang lain di Rumah Belajar Bersama juga sedang berjuang dan sebagai bahan inspirasi, kita akan kabarkan kemajuan belajarnya agar energi positif belajar tersebar lebih luas.

    Zulkarnain Patwa
    Direktur Rumah Belajar Bersama

  • Nabila Alamanda Double Juara Olimpiade Karate Bantaeng

    Nabila Alamanda Double Juara Olimpiade Karate Bantaeng

    Selamat buat Ayla alias Nabila Alamanda meraih juara 1 (satu) pada Kata (jurus) dan juara 2 (dua) pada umite (pertarungan) pada O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) di Kab. Bantaeng, Sul Sel (Sulawesi Selatan), Kamis, 25 Mei 2023. Prestasi tersebut mengantarkan Ayla mewakili Bantaeng untuk kompetesi tingkat Provinsi Sul Sel.

    Ayla mewakili sekolahnya Pesantren Mts (Tsanawiyah) DDI Mattoanging, Bantaeng. Sebelumnya, Ayla adalah tamatan pelajar SDN (Sekolah Dasar Negeri) 10 Ela-Ela Bulukumba. Bakat karate terus berkembang karena tempat dimana ia sekolah selalu mendukung.

    Dari arah paling kiri: Drs. H. Sirajuddin Kepsek (Kepala Sekolah) Mts DDI Mattoanging Bantaeng, Najamuddin., S. Pd., guru olahraga sekolah, Nabila Alamanda (Ayla)atlet karate sekolah, Fatmawati Patwa ibu Ayla dan Zulkarnain Patwa penulis.

    Drs. H. Sirajuddin, Kepsek (Kepala Sekolah) Mts DDI Mattoanging Bantaeng mengungkapkan rasa syukur. “Terima kasih nak, mudah mudahan lebih bagus lagi di Provinsi Sul Sel”, kata Kepsek di ruangannya saat menyambut kepulangan Ayla di sekolah. “Mudah mudahan Allah SWT memberkati lagi lolos ke Senayan”, lanjutnya memberi motivasi.

    Foto bersama di tempat tanding setelah Nabila Alamanda meraih dua gelar juara karate di Bantaeng. Sumber foto: Rumah Belajar Bersama, Kamis, 25 Mei 2025.

    Sementara itu, guru olahraga sekolah Ust. Najamuddin, Spd., yang mengurus segala kelengkapan administrasi dan mendampingi Ayla akan mengatur cara agar pelajaran sekolah Ayla tetap berjalan lancar meskipun Ayla harus mengikuti TC (Traning Center–Pemusatan latihan) yang menjadi suatu kewajiban yang ditetapkan oleh para pelatih karate Bantaeng agar atlet lebih siap menghadapi kompetisi karate Provinsi Sul Sel yang kemungkinan diadakan pada Juli atau Agustus 2023 mendatangkan.

    Overall, generasi kita tentu akan terus berkembang pesat melalui dukungan dan kerjasama segala pihak. Dan semua ini tidak lepas dari orang orang penting seperti, rekan rekan pelatih, orang tua, wasiat dan juri, pemerintah daerah dan semua rekan rekan pemerhati kemajuan karate.

    Zulkarnain Patwa
    Direktur Rumah Belajar Bersama

  • Dalam Menuntut Ilmu, Jadilah yang Terbaik

    Dalam Menuntut Ilmu, Jadilah yang Terbaik

    Selama bertahun tahun, Lois terbiasa menjawab soal tanpa cakaran. Karena sekolah masih menerapkan soal essay yang membutuhkan cara kerja, kita pun beradaptasi agar semua berjalan normal.

    Peraih juara 1 (satu) Olimpiade Matematika Kabupaten pada 2022 dan 2023 dari SDN 2 Terang-Terang ini telah kita perkenankan mempelajari Matematika SMP selama hal itu tidak memberatkan pikirannya.

    Banyak pelajar yang berbakat seperti Lois tapi mereka merasa cukup aman saja dengan nilai yang sangat baik di sekolah. Mereka tidak ambil pusing dengan segala macam kejuaraan yang bertebaran di sekelilingnya. Padahal, potensinya sangat besar. Kita punya peluang karena mereka adalah kumpulan para pelajar yang giat dan mampu. Ukurannya jelas, nilai pelajaran Matematika sekolahnya lazim dapat nilai 9 (sembilan) dan 10 (sepuluh).

    Para orang tua perlu memotivasi anak anaknya juga agar ikut kompetisi seperti Lois sehingga punya semangat belajar untuk lebih cepat maju, cara pandang dan keilmuannya bertambah luas dengan pesat.

    Zulkarnain Patwa
    * Direktur Rumah Belajar Bersama

  • The Power of Karate

    The Power of Karate

    Ada perasaan yang sangat membahagiakan dan membanggakan bagi anggota INKAI Sul Sel (Sulawesi Selatan) berkempatan berlatih secara langsung dengan seorang intelektual, ahli bela diri, petinggi TNI dan sekaligus Ketua Umum INKAI se Indonesia. Beliau adalah Prof. Dr. Ivan Yulivan yang sedang mengadakan seminar karate di markas TNI (Tentara Nasional Indonesia) AL (Angkatan Laut) Lantamal VI, Makassar, Sul Sel, Minggu 21 Mei 2023.

    Ir. H. Abdul Djalil Razak Ketua INKAI Sulawesi Selatan yang turut serta latihan pada seminar karate Prof. Dr. Ivan Yulivan. Sumber foto: INKAI YONZIPUR 8 Makassar.

    Berpuluh puluh tahun lamanya, karena mengarah ke olahraga dengan target Olimpiade, karate seolah ajang pertunjukan dengan trik trik cari poin untuk menang. Tingkat keamanan para atlet agar meminimalkan cedera begitu terjaga agar pertunjukan pada kejuaraan di era modern dapat terus bergulir. Semua itu baik saja sebagai penyemangat untuk berlatih, hiburan dan prestasi.

    Penjelasan teknis menangkis Uchi Uke pada Seminar Karate Prof. Ivan Yulivan di Makassar. Sumber foto: INKAI YONZIPUR 8 Makassar, Sul Sel.

    Tapi jangan lupa bahwa karate itu sesungguhnya bela diri. Inilah yang menjadi inti pesan seminar Sensei Ivan (Sensei dalam bahasa Jepang, guru) kali ini. Mulai dari awal hingga akhir acara, ia banyak menjelaskan dengan sangat apik disertai praktek gerakan super efektif selaras dengan tubuh yang seharusnya dilakukan para karate ka (ahli karate).

    Menenangkan pikiran sebelum dan setelah latihan karate. Sumber foto: INKAI YONZIPUR 8 Makassar, Sul Sel

    Para peserta yang sekitar lebih dari 150 orang bersama sama berlatih mengkombinasikan pikiran, hati, nafas, tangkisan, pukulan dan tendangan dll terwujud dalam satu gerakan super cepat yang meledak. Segera setelah ledakan, relaksasi. Meledak, relaksasi. Begitulah seterusnya. Seni mengatur diri ini sehat bagi tubuh bagi kariate ka namun melumpuhkan bagi lawan dan bahkan dapat mematikan dengan sekali serangan saja.

    Latihan teknik serangan melumpuhkan. Sumber foto: INKAI YONZIPUR 8 Makassar, Sul Sel

    Menjelang akhir seminar, Sensei Ivan mengingatkan bahwa tidak ada serangan pertama dalam karate. Semua Kata (baca: jurus jurus pada karate) dimulai dengan tangkisan. Ini menyangkut pengendalian diri yang bermakna bahwa karate ka sejati itu tidak akan pernah memulai perkelahian atau pertempuran. Tetapi bila semua cara untuk menghindar tidak efektif lagi, seni bela diri karate bertindak secepat kilat.

    Latihan kelenturan dan kekuatan otot kaki oleh S. Viktor Shondak Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) INKAI Sulawesi Selatan pada seminar karate INKAI di Makassar.

    Kebahagiaan latihan bersama Sensei Ivan berikut dengan pemikiran tentang ilmu ilmu karate dapat Anda tonton di YouTube Rumah Belajar Bersama . Kami telah berupaya sebisa mungkin merekam semua seminar tersebut agar yang tidak hadir dapat turut serta menikmati dan mempelajarinya.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Bulukumba
    * Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Campbell dan Anak Anak Indonesia di Bulukumba

    Campbell dan Anak Anak Indonesia di Bulukumba

    Hanya dari hati, kamu dapat menyentuh langit.” 
    – Jalaluddin Ar Rumi 

    Perbedaan yang membuat kita ingin saling mengenal. Ketertarikan untuk saling mengenal kemudian terwujud dengan kehadiran Campbell dari Boston, Massachusetts, Amerika Serikat di Rumah Belajar Bersama (RBB) pada Kamis, 18 Mei 2023.

    Kumpulan anak anak yang bergembira dapat bertemu dan berdialo dengan Campbell di halaman Rumah Belajar Bersama

    Campbell menyita perhatian karena selain para pelajar Bahasa Inggris terutama anak anak yang hendak praktek bicara langsung dengan native speakers, warna kulit dan rambut Campbell yang berbeda dari orang Indonesia disertai keramah tamahan dalam bergaul menjadikan Campbell terlihat istimewa.

    Rifa’atul Mahmudah (baju merah) sebagai moderator dan Campbell sebagai tamu pembicara.

    Sesi dialog ini dipandu oleh Rifa’atul Mahmudah, pengajar RBB dan anggota English Practice Club (EPC). pertanyaan anak-anak memang sederhana seperti What is your favourite color? What countries have you visited? What do you think about Indonesia? What is my name? dan sederet pertanyaan lainnya. Berangkat dari kesederhanaan ini penting karena ini adalah tahapan paling mendasar dalam melatih mereka agar punya keberanian dan kepercayaan diri tampil berbicara di depan banyak orang.

    Alesha adalah pelajar kelas 2 di SDN 3 Kasimpureng Bulukumba yang paling rajin bertanya kepada Campbell. Sumber foto: Rumah Belajar Bersama.

    Selain itu, ada kesan yang mendalam yang tidak terucapkan pada pertemuan itu . Menatap wajah wajah peserta yang terlihat penasaran disertai rasa ingin tahu yang tinggi seakan memberikan tanda bahwa sebenarnya mereka punya banyak hal yang ingin mereka sampaikan. Cuma saja karena sebagian besar baru pertama kali bertemu orang asing, mereka masih terkesan malu-malu menyampaikan perdapatnya meskipun mereka telah punya segudang pertanyaan yang tercatat di buku tulisnya tergenggam baik di tangan.

    Campbel yang berada di tengah bersama seluruh rekan rekan pemerhati Bahasa Inggris di Bulukumba.

    Hal lain yang patut kita apresiasi adalah adanya ketenangan anak anak yang duduk di atas bangku belajarnya masing-masing mendengarkan dengan senang hati semua penjelasan Campbell. Mereka nanti bisa jadi pembicara yang ulung sebagaimana Campbell berhasil menarik perhatiannya. Ini sejalan dengan pepatah Yunani kuno yang mengatakan bahwa pembicara yang baik itu dimulai dari keinginan untuk mau mendengarkan.

    Daya tarik untuk saling mengenal pada pertemuan ini berakhir dengan foto bersama. Ada juga yang foto berdua, selfie dengan Campbell dan lain lainnya. Semua itu adalah kenangan yang akan menjadi cerita tentang perjalanan dunia belajar berbahasa Inggris.

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Rumah Belajar Bersama