Kanal: Uncategorized

Penulusuran Ruang Belajar Terbaik

Sebuah kalimat seakan menghilangkan rasa lelah guru dalam berjuang. “Mauka (baca: saya mau) juga kuasai tenses,” kata Izzatunnisa. Ide ini tiba-tiba saja terucap dari mulutnya setelah ia memimpin lomba penjumlahan berbahasa Inggris.

Sebelum terjadi kesepakatan berhitung, Nisa sudah mengatakan bahwa ia tidak mau membaca, diskusi, ataupun latihan irregular verbs (kata kerja yang tidak beraturan). Itulah mengapa kelas dimulai dengan game, bermain kartu. Beruntung, Nisa paling pintar di antara teman-temannya yang hadir sehingga ia tidak diperkenankan menjadi peserta melainkan menjadi juri sekaligus pengendali kartu untuk penjumlahan. Ia bangga dengan posisi itu.

Beberapa waktu setelah game itu usai, Nisa meminta untuk divideo secara live (siaran langsung) pada Future Progressive and Past Future Progressive dengan segala perubahan kalimat disertai pergantian subjek. “Kalimat tenses itu cuma dibolak-balik saja,” ungkapnya dengan penuh percaya diri. Ia melewati tahapan ini dengan mulus.

Anak kelas 4 SD ini telah menyelesaikan delapan tenses dari enam belas tenses yang wajib ia kuasai. Untuk menyelesaikan delapan tenses berikutnya di perfect dan perfect progressive tinggal menunggu waktu. Nisa sudah punya niat yang kuat, bacaan berbahasa Inggrisnya pun sudah banyak dan kemampuannya menemukan alur yang tepat pada perubahan kalimat yang baru saja ia praktikkan.

Dalam waktu dekat, ia diprediksi akan melakukan loncatan belajar yang sangat pesat mengingat rekan-rekannya yang pintar menjawab soal-soal di sekolah dan sebagian dari pelajar yang menguasai tenses telah meraih emas Olimpiade Bahasa Inggris SD tingkat nasional yang titik beranjaknya dari penguasaan tenses. Guru juga telah berjanji bahwa apabila Nisa berhasil menuntaskan seluruh tenses, ia akan memperoleh pelatihan dasar-dasar soal olimpiade.

Untuk memaksimalkan potensi anak seperti Nisa perlu kesabaran ekstra. Asse Icha, keponakan penulis, pernah berguru ke Ust. Saefuddin, guru Math Master dan penemu sempoa 99 di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur. Waktu itu, penulis melihat Icha tidak menuliskan apa pun di buku catatannya pada pelajaran cara hitung cepat yang baru saja diajarkan padanya. “Icha, catat itu. Nanti kamu lupa,” kata penulis. Icha hanya terdiam, menunjukkan wajah kurang simpatik atas teguran itu.

Melihat kondisi itu, Saefuddin langsung menengahi. “Tidak usah diganggu. Biarkan saja. Saat Icha berada di dalam kelas, itu sudah menjadi tanggung jawab saya. Kalau dia tidak paham, saya ikutkan dengan doa.” Kata “doa” langsung menyadarkan penulis bahwa guru tersebut menggunakan dimensi spiritual dalam mengamalkan ilmunya. Ia menciptakan kondisi senyaman mungkin buat pelajarnya. Dan Icha merasa betah.

Kelancaran Nisa dalam membolak-balikkan kalimat Future Progressive tersebut tentu tidak terjadi begitu saja. Memotret pengalaman berharga dari Pare, penulis sebelumnya telah mengantisipasi kendala belajar anak-anak dengan membuatkan kotak tenses berisi perubahan kalimat dalam bentuk kertas tebal di-laminating plastik agar tidak mudah rusak–sebelumnya hanya kotak kosong–guna memudahkan pelajar yang catatannya berhamburan. Cara ini efektif. Malahan, hampir semua anak meminta agar kotak tersebut bisa dibawa untuk dipelajari di rumah masing-masing.

Usaha itu memang tidak mengkhianati hasil. Manusia kadang kala lupa sehingga berhenti pada saat selangkah lagi menuju sukses. Karena umumnya tidak tahu “selangkah menuju sukses” itu, berjuang itu tidak boleh berhenti. Urusan lainnya, kita serahkan kepada Allah SWT. Siapa yang dapat memprediksi Nisa tiba-tiba saja berniat menguasai tenses yang merupakan pelajaran tingkat SMP dan SMA?

Sejatinya, tugas kita sebagai pendidik hanyalah terus bergerak tanpa henti—menyediakan kotak-kotak tenses baru atau alat peraga yang sesuai materi pelajaran, menciptakan kenyamanan, dan merawat niat belajar anak—hingga langkah kecil mereka tiba-tiba menjelma menjadi loncatan sukses yang tak terduga.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Jum’at 31 Juli 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Kreativitas dan Inovasi Pendidikan dari RBB Tanete

Perpaduan speaking and grammar (bicara dan tata bahasa) dikemas dalam bentuk game dan percakapan diolah…

6 jam ago

Catatan Dua Jendela

Semasa mahasiswa, Catatan Pinggir (Caping) pernah saya beli mulai dari jilid 1 sampai 7. Saya…

2 hari ago

Standar Juara Olimpiade Inggris di RBB

Ketika guru sedang asyik duduk santai menyaksikan seorang pelajar bernama Nabila menyetor pemahaman tenses di…

2 hari ago

Seni Mengajar dan Belajar Bahasa Inggris

Anak-anak baru saja mendapatkan pelajaran serius berupa simple present pada verbal tense dengan menggunakan subjek…

3 hari ago

Melampaui Kurikulum Sekolah Lewat “Kotak Kosong”

Passive di luar kepala adalah konsekuensi logis bagi pelajar yang telah mengerti tenses di luar…

4 hari ago

Spirit “Kampung Inggris” di Jalan Sunyi Bulukumba

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar istilah Kampung Inggris untuk menarik perhatian publik. Berbagai lembaga pendidikan…

5 hari ago