Kanal: Uncategorized

Kreativitas dan Inovasi Pendidikan dari RBB Tanete

Perpaduan speaking and grammar (bicara dan tata bahasa) dikemas dalam bentuk game dan percakapan diolah dengan baik oleh Miss Fathy. Game penuh dengan kalimat acak simple present pada nominal tense di mana pelajar yang telah dibekali teori dilatih berpikir mandiri mengatur kalimat menjadi terstruktur. Tiap kalimat diucapkan dengan suara lantang, diperdengarkan ke seluruh pelajar.

Penguatan pada penggunaan beam, is, are—bukan lagi sebatas kebenaran karena sering mengucapkan dengan benar tetapi berdasarkan pemahaman. Konsekuensi yang mengikuti adalah kesesuaian subjek dalam hal ini pronoun (kata ganti) dengan kata kerja “be” tidak bisa ditawar-tawar. Ini memang sedikit rumit. Miss Fathy tidak kehabisan akal. Ia menguatkan penjelasannya menggunakan gambar. Pandangan mata sangat membantu memahamkan apa yang didengar dan kemudian diucapkan baik secara perorangan ataupun bersama-sama.

Kreativitas tidak hanya berhenti sampai di situ. Para pelajar pun memperoleh soal esai. Segera setelah menyelesaikan soal “Peradaban tulis” ini, pembahasannya dibarengi dengan “peradaban lisan.” Target utamanya pada grammar adalah pemahaman seluruh struktur perubahan tenses di luar kepala.

Kemudahan dalam meruntuhkan materi simple ini akan terus berkembang dan diuji pada materi progressive, perfect, dan perfect progressive, pelajaran sekolah tingkat SMP dan SMA. Bercermin dari metode pengajaran yang fun di atas, para pelajar sekolah dari segala tingkatan menikmati proses belajar ini. Terlebih, Rumah Belajar Bersama (RBB) baik di kota Bulukumba dan RBB di Tanete yang dipelopori oleh Miss Fathy sama-sama berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan bahwa tenses bisa dipahamkan kepada mayoritas para pelajar SD. Namun, sebelum melangkah jangkauan yang lebih luas itu, pembuktiannya terlebih dahulu diterapkan kepada pelajar RBB sendiri.

Kreativitas dan inovasi yang terbukti efektif di lapangan—bukan di atas lembaran kertas laporan—diterima sebagai solusi dari kebuntuan pelajar kita mempelajari bahasa Inggris. Berbagai kesulitan belajar yang dihadapi pada pelajar kita selama ini sudah saatnya diberikan jawaban dalam bentuk tindakan yang konkret dengan mencontoh hal-hal positif yang kita temukan di lingkungan sekitar.

Bukankah mengambil manfaat kebaikan dari hal yang baik itu baik?

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, 31 Juli 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Penulusuran Ruang Belajar Terbaik

Sebuah kalimat seakan menghilangkan rasa lelah guru dalam berjuang. "Mauka (baca: saya mau) juga kuasai…

10 jam ago

Catatan Dua Jendela

Semasa mahasiswa, Catatan Pinggir (Caping) pernah saya beli mulai dari jilid 1 sampai 7. Saya…

2 hari ago

Standar Juara Olimpiade Inggris di RBB

Ketika guru sedang asyik duduk santai menyaksikan seorang pelajar bernama Nabila menyetor pemahaman tenses di…

2 hari ago

Seni Mengajar dan Belajar Bahasa Inggris

Anak-anak baru saja mendapatkan pelajaran serius berupa simple present pada verbal tense dengan menggunakan subjek…

3 hari ago

Melampaui Kurikulum Sekolah Lewat “Kotak Kosong”

Passive di luar kepala adalah konsekuensi logis bagi pelajar yang telah mengerti tenses di luar…

4 hari ago

Spirit “Kampung Inggris” di Jalan Sunyi Bulukumba

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar istilah Kampung Inggris untuk menarik perhatian publik. Berbagai lembaga pendidikan…

5 hari ago