Kategori: Wisata

Program dan mata pelajaran Wisata dari Rumah Belajar Bersama

  • Prestasi Karate Bulukumba Menuju Nasional

    Prestasi Karate Bulukumba Menuju Nasional

    “Kita telah belajar bagaimana unggas terbang.
    Bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan.
    Maka yang perlu kita sekarang adalah ….
    Bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”.

    Prof. Dr. Ivan Yulivan—Ketua Umum INKAI Pusat, 1998-2022

    Tanda-tanda kemajuan karate di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sul-Sel ) semakin terlihat jelas. Pada O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) 2022 ini, seorang pelajar SMPN 1 Bulukumba bernama Andi Khofifah (Ifa) lolos ke panggung bergengsi tingkat Nasional mewakili Sul-Sel setelah berhasil melewati seleksi ketat pada Kata (jurus) tingkat Daerah Bulukumba dan Provinsi Sulawesi Selatan.

    Capaiannya ini bukan tanpa cucuran keringat. Ifa telah membangun kepercayaan dirinya melalui latihan intesif disertai bekal pengalaman bertanding di berbagai turnamen baik di INKAI (Institut Karate Do Indonesia) Sul-Sel ataupun FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sul Sel. Berkat pendampingan orang tuanya dan support sekolah, Ifa pun mengikuti seluruh turnamen karate di Sul-Sel dalam 2 tahun terakhir.

    Pertemuan antara Kepala Sekolah SMPN 1 Bulukumba, Ansar Langnge, S.Pd., M.M., dan siswinya Andi Khofifah bersama pelatih INKAI Bulukumba. Di bawah kepemimpinan Pak Ansar, INKAI SMPN 1 Bulukumba akan tetap berjalan. 3 (Tiga bulan lalu), INKAI telah melaksanakan latihan di sekolah tersebut. INKAI Bulukumba mempercayakan pelatihan di sekolah tersebut kepada Senpai Riri (paling kiri bercelana levis). Pada tahun 90-an, selain Kodim, SMPN 1 juga merupakan tempat latihan INKAI yang populer. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bulukumba Ansar Langnge, S.Pd., M.M., sangat mendukung siswa-siswinya mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Pak Ansar melalui guru olahraga bernama Pak Awal juga memberikan pendampingan ekstra kepada Ifa mulai dari seleksi O2SN tingkat Kecamatan hingga Kabupaten.  “Kita ingin siswa-siswi SMPN 1 yang meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat juga punya prestasi tingkat nasional.”

    Pak Ansar melanjutkan, “Ini prestasi yang luar biasa bagi SMPN 1 Bulukumba. O2SN adalah kegiatan rutin Kementrian Pendidikan untuk mencari bibit dan bakat siswa. Saya sangat mengharapkan Ifa dapat menyambut kesempatan ini dengan berprestasi tingkat nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Bulukumba.

    Andi Khofifah (tanda panah) bersama Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba setelah audensi dengan puluhan atlet berprestasi INKAI Bulukumba yang telah meraih juara tingkat Sulawesi Selatan di Kantor Bupati. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 9 Maret 2022

    Selain itu, Bagi Pak Ansar, bela diri merupakan bagian perjalanan hidupnya. Semasa mahasiswa ia juga pernah aktif di bela diri Jet Kun Do—cabang bela diri yang didirikan Bruce Lee, the great legent of martial art (legenda besar bela diri)—mengerti cara membangkitkan spirit anak didiknya.  “Pihak sekolah memberi dukungan penuh kepada siswa yang berprestasi untuk pembinaan sehingga semangatnya semakin bertambah untuk berjuang di tingkat nasional”, jelasnya.

    Lebih jauh lagi Pak Ansar menerangkan bahwa anak-anak didiknya yang baru pemula nantinya dapat berprestasi juga di karate sebagaimana dengan Ifa karena INKAI telah membuka dojo (tempat latihan) di SMPN 1 Bulukumba. Latihan karate dapat dilaksanakan di sekolah pada sore hari dan hal itu sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak. “Olaharaga dan pendidikan saling terkait. Dengan olahraga, siswa-siswi kita lebih sehat dan dapat menambah daya fokusnya dalam menerima pelajaran.

    Selain di INKAI Kodim, Andi Khofifah pun terlibat aktif latihan di INKAI SMPN 1 Bulukumba. Ia suka berada di garis terdepan agar dapat lebih bersungguh-sungguh dan lebih mudah melihat dan mengerti penjelasan gerakan pelatih. Foto pada pemahiran Kihon (Gerakan Dasar), Kata (Jurus) dan teknik dasar-dasar kumite. Latihan di halaman sekolah SMPN 1 Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 9 Mei 2022.

    Sebagai seorang Kepsek kreatif, Pak Ansar berinisiasi untuk berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Bulukumba dan Bupati Bulukumba agar kesempatan emas pengembangan prestasi Ifa lebih maksimal. Dukungan internal Bulukumba sangat berpengaruh kuat pada mental anak didik yang kini mengemban tugas mengharumkan nama baik Sul Sel di kancah nasional. Tentunya, Bupati Bulukumba akan merespon secara positif karena dalam beberapa forum olahraga, ia menyatakan bahwa dirinya siap mendampingi altet Bulukumba secara langsung yang lolos tingkat nasional.

    Beberapa Atlet Karate Bulukumba di Panggung Nasional

    Pada 2022, karate ka Bulukumba telah lulus kejuaraan tingkat nasional. Ifa yang berasal dari INKAI Kodim Bulukumba adalah satu-satunya atlet karate di Bulukumba yang akan bertanding pada 4-9 September secara virtual tingkat nasional. Sementara 6 orang lainnya memperoleh tiket Kejurnas (Kejuaraaan Nasional) INKAI yaitu:

      1. Tri Reski Adi Akbar—Mahasiswa. Alumni SMA 1 Bulukumba
      2. Raihan Athallah B.—Pesantren Babul Khaer.
      3. Muhammad Ariel Qushai—SMAN 1 Bulukumba.
      4. Arraya Aulia—SMA 8 Bulukumba
      5. Siti Nurfatiha Azzahrini Sarif S. —SDN 322 Ela-Ela, Bulukumba
      6. Nabila Alamanda—Alumni SDN 10 Ela-Ela, Bulukumba. Saat ini di Pesantren DDI Bantaeng.

    Hal ini berdasarkan prestasinya yang terus menanjak pada kejuaraan INKAI Provinsi Sul-Sel dan FORKI Sul-Sel dan akan berlaga di Cibubur Jawa Barat pada 24 Agustus ini.

    Senpai Sarif saat memberikan contoh pukulan Cudang Tsuki (Pukulan sasaran ulu hati) yang tepat sasaran kepada para karate ka INKAI Kodim Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    Desain pelatih dalam memajukan kwalitas atlet tentu bukanlah perkara sederhana. Senpai Sarifudin, pelatih INKAI Kodim mengatakan, “Selama hampir dua bulan ini, kita telah menggalakkan latihan tambahan dengan materi yang ekstra; Penguatan fisik, Kata, Kumite, kedisiplinan dan penguatan mental atlet agar tidak kenal menyerah”, terangnya. Ia pun menjelaskan, “Kita punya perhatian serius pada atlet yang akan tampil di nasional dan mengharapkan meraih juara. Target INKAI Pusat pada kepemimpinan Prof. Dr. Ivan Julivan, SE., M.M., CHRMP., M.Tr (Han) saat ini adalah INKAI goes to the world class (INKAI menuju kelas dunia). Untuk itu, segala potensi yang ada kita maksimalkan agar atlet dapat mengikuti senior-senior INKAI yang pernah meraih juara tingkat internasional. Intinya, rajin latihan dan bersungguh-sungguh”, tutupnya.

    Andi Khofifah (yang berdiri di tengah bagian belakang) bersama pelatih INKAI Bulukumba dan rekan rekan berlatihnya yang mengikuti pelatihan khusus untuk persiapan kejuaraan tingkat tingi.

    Sementara itu, untuk keberlanjutan generasi yang sejalan dengan Sumpah Karate INKAI yaitu sanggup mempertinggi prestasi, Senpai Riri yang namanya telah dikenal luas oleh karate ka Bulukumba mengatakan, “Kita juga sangat peduli pada pembentukan altet yang sedang berkembang yaitu pada atlet pemula dan atlet yang masih minim mengikuti kejuaraan. Kita bentuk mereka dari sekarang agar mereka punya kepercayaan diri mengikuti kejuaraan dimana pun. ”, jelasnya. “Sedangkan atlet yang akan bertarung sengit di tingkat nasional sedang kita terus benahi dari segala aspek; speed (kecepatan), power (tenaga), bentuk, kuda-kuda dan lainnya”, lanjutnya.  “INKAI dengan sejarahnya yang panjang tentu sudah sangat matang dalam mencetak atlet yang punya daya saing tinggi”, kata Riri dengan nada meyakinkan.

    Andi Khofifah (sabuk coklat) saaat latihan di INKAI Kodim Bulukumba. Pelatih Senpai Sarifuddin (sabuk hitam) berdiri di belakang memperhatikan tiap gerakan kohai (anggota karate) yang sesuai standar karate shotokan. Hal ini sangat penting karena meskipun gereakan terlihat indah, seringkali atlet dirugikan hanya karena alasan tidak sesuai dengan standar penilaian juri. Beruntung, Senpai Sarif sudah berpengalaman menjadi wasit juri INKAI Sul Sel dan FORKI Sul Sel. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama, 21 Juli 2022

    Semua kerja maksimal di atas tak lepas dari peran besar Ketua INKAI Bulukumba, Muhammad Iqbal Zabir SH. Pada masa kememimpinannya ini, Iqbal memberikan keluasan penuh kepada para pelatih untuk melakukan kreasi dalam memajukan atlet. Ia pun mengucapkan selamat atas prestasi Ifa, dukungan pada Dinas Pendidikan Bulukumba pada seleksi O2SN pada tingkat Kecamatan, support Ketua FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) Bulukumba yaitu Juandi Tendean yang turut berperan mengangkat reputasi karate. Last but not the least,  Iqbal yakin bahwa pada kepemimpinan Pak Asdar sebagai Kepsek SMPN 1 Bulukumba yang mempunyai latar belakang bela diri tentu tahu dan  mampu lebih banyak lagi memunculkan siswa-siswinya berprestasi di bidang olahraga bela diri.

    Anak umur 4 (empat) tahun pun telah dapat bergabung karate di INKAI Kodim Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    Sekilas Filosofi Karate

    Karate sebagai olahraga memang telah banyak menginspirasi yang membuat karate menjadi olahraga populer dunia. Itu tidak salah. Namun ada yang lebih penting lagi. Master karate ka Jepang, Hirokazu Kanazawa mengingatkan, “Anda tidak boleh lupa bahwa tujuan latihan adalah mengusai seni karate. Untuk melakukannya, Anda harus , Anda harus mengembangkan ketekunan dan kesabaran.

    Nabila Alamanda (Ayla) yang merupakan Atlet INKAI Bulukumba yang lolos Kerjurnas (Kejuaraan Nasional) pada Kumite berlatih mempermantap tendangan Ura Mawashi Geri. Setelah Senpai Sarif membentuk model tendangan Ayla, kini Senpai Riri  mempermantap kecepatan tendangan Ayla. Tempat latihan, INKAI SDN 24 Salemba, Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama.

    Sejalan dengan hal itu, Prof. Ivan Yulivan mengajarkan bahwa karate adalah jalan untuk menuju manusia yang seutuhnya. Pada buku The Way of  Karate-Do (Jalan Hidup Master Karate) yang ia tulis mengatakan, “Kita telah belajar bagaimana unggas terbang, bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan. Maka yang perlu kita sekarang adalah bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”, tulis Ketua Umum INKAI Pusat Indonesia ini.

    Cara untuk mengembangkan diri di karate adalah dengan mengikuti ujian kenaikan sabuk. Setiap kohai telah mempersiapkan diri baik dari segi fisik dan mental untuk menampilkan gerakan terbaiknya agar dapat lulus agar dapat naik tingkat secara memuaskan. Ujian di karate diadakan tiap 6 (enam) bulan sekali. Ujian di Aula Kodim Bulukumba, Mei 2022. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama.

    Kesibukan Ivan sebagai petinggi TNI AL (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut) tidaklah membuatnya lupa untuk untuk tetap melatih karate di kalangan TNI dan Sipil. Overall, Muzino Kokoru yang artinya mengalir seperti air yang bersyukur pada Tuhan dan hidup bermanfaat bagi orang banyak.

    Salah satu tendangan karate yang sangat berbahaya adalah Mae Geri (font kick/tendangan depan) karena terdapat dorongan kekuatan yang besar dari pinggul disertai kecepatan yang tinggi dimana telapak kaki bagian depan yang menargetkan ulu hati. Pada latihan intesif, kita melatih atlet untuk mengatasi tendangan ini seperti yang tampak pada foto.

    Zulkarnain Patwa
    * Pelatih dan Pengurus INKAI Bulukumba
    * Direktur Rumah Belajar Bersama

     

     

     

     

     

  • Masa Depan INKAI Bulukumba

    Masa Depan INKAI Bulukumba

    INKAI (Institut Karate Do Indonesia) sebagai perguruan karate pertama di Indonesia telah menyebar ke seluruh Indonesia termasuk Bulukumba. Dalam 2 tahun terakhir, INKAI Bulukumba yang berpusat di Kodim 1411/Bulukumba telah menorehkan prestasi yang gemilang. Pada 8 kejuaraan terhitung dari Agustus 2011 sampai Maret 2022, 6 turmanen intern INKAI Sul Sel dan 2 turnamen FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia), puluhan atet INKAI Bulukumba merebut medali. Prestasi terbesarnya yang diperoleh adalah saat kejuaraan Open Tourmanent (Kejuaran Terbuka) INKAI Sul Sel dimana INKAI Bulukumba meraih Juara Umum III. Dan pada level lokal seperti seleksi POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) pada Mei ini, mayoritas atlet INKAI Bulukumba mewakili yang daerahnya untuk berkompetisi tingkat Sul Sel pada Juni mendatang.

    Hal yang saya potret dari kesuksesan ini yaitu para Senpai (pelatih) punya kesungguh-sungguhan dalam membina atlet dan para atlet pun telah mulai matang dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan sehingga selain punya pengalaman tanding yang lebih banyak, mentalnya pun telah terasah dengan baik. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kekompakan dan dukungan penuh dari orang tua atlet yang turut serta mendampingi karate ka dalam setiap pertandingan.

    dasar dasar teknik kumite yang disampaikan oleh Senpai Sarifuddin. Sumber Fotu: Rumah Belajar Bersama

    Untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan prestasi yaitu menembus level nasional dan internasional, spesifikasi latihan dengan jadwal yang super padat yang dikenal dengan TC/Traning Center (Pemusatan Latihan) perlu lebih massif (terus menerus dan berkelanjutan). Jika sebelumnya TC dirancang untuk menghapi kejuraan, kini TC dapat dibentuk dalam agenda yang berkepanjangan mengingat kepengurusan INKAI Sul Sel sekarang ini memiliki kejuaraan yang super padat agar atlet INKAI Sul Sel dapat menembus level nasional. Ketua INKAI Sul Sel yaitu Ir. H. Abdul Jalil Razak pernah memberi pernyataan bahwa dia tidak memikirkan masalah biaya. Jika yang juara 1 di INKAI malas latihan, yang juara 2 yang akan saya bawa ke Jakarta. Menurutnya, berbagai kejuaraan INKAI Sul Sel berguna untuk memantau potensi perkembangan atlet INKAI di daerah.

    INKAI Bulukumba telah memiliki lebih dari 100 orang anggota. Untuk menangani lonjakan anggota baru yang dapat menyebabkan kekurangan pelatih, para anggota INKAI yang telah agak mempunyai kematangan dalam hal gerakan karate dan bersabuk cukup tinggi, saatnya punya kesadaran berbagi ilmu kepada yuniornya. Contoh yang sangat baik yang baru baru ini ialah sikap dari Senpaai Raihan yang meskipun masih pelajar SMA (tepatnya Aliyah di Pesantren Babul Khaer), ia dengan suka rela memberikan pelatihan dasar pada anak anak sabuk putih dan kuning. Senpai Raihan telah membangun mental kepemimpinan yang baik dalam karate yang layak diikuti dan dijadikan contoh pada atlet yang berprestasi lainnya. Kesuksesan pada pada dirinya dapat diturunkan pada adik adiknya di INKAI.

    Potensi lainnya yaitu INKAI Bulukumba merupakan perguruan karate pertama di Bulukumba yang memiliki penyebaran anggota yang terbanyak baik yang aktif ataupun yang tidak aktif. Beberapa senior atau pelatih baik yang menetap di kota maupun di desa yang saat ini tidak aktif lagi dapat diajak kembali bergabung dimana Cabang INKAI Bulukumba membantu membuka ranting Dojo (tempat latihan) di berbagai di tempat tinggalnya masing masing sehingga mempermudah akses bagi orang-orang yang ingin bergabung di karate. Perseteruan perbedaan pendapat yang dapat menurunkan citra perguruan perlu dihindari agar tercipta ‘energi positif’—meminjam istilah B. J. Habibie—dapat diandalkan dimana 1 ranting INKAI dapat menjadi 10 dan bahkan 100 ranting INKAI Bulukumba.

    Koperasi Sebagai Solusi Pengembangan Olahraga

    Kisah pilu tentang olahragawan yang ‘terlantar’ yang bukan hanya dialami oleh atlet lokal tetapi juga PON (Pekan Olahraga Nasional)telah akrab diberikan oleh media. Alasan klasik pemerint.ah adalah keterbatasan dana, banyak cabang olahraga lain yang juga butuh biaya, covid dan lainnya. tahun lalu Bulukumba menganggarkan 5 juta rupiah kepada INKAI. Ini tentu jumlah yang tidak sepadan dengan semaraknya generasi bergabung di karate dan banyaknya kejuaraan karate yang dipertandingkan di Sul Sel dan lainnya.

    Hal ini sebenarnya tidak perlu menjadi tumpuan utama bila kreatifitas dari tiap cabang olahraga ditingkatkan. Bung Hatta, soko guru perekonomian Indonesia, telah menyelidiki mengapa masyarakat negara negara Scandinavia (Eropa Utara) menciptakan kemandirian ekonomi rakyat dan menghalau monopoli perdagangan. Jawabannya adalah koperasi. Dengan adanya koperasi, tiap kebutuhan anggota dapat disediakan dan dibeli para anggota dimana keuntungannya dibelanjakan untuk memenuhi peralatan cabang olahraga, kesejahteraan pelatih dan pembiayaan turnamen di masa akan datang. Ya, pada awalnya langkah ini minimal mengurangi beban biaya untuk menyelesaikan persoalan internal. Pada tingkat lebih lanjut, koperasi ini mensejehterakan seluruh anggota asalkan dikelola dengan baik dan benar sebagaimana yang diyakini oleh Bung Hatta.

    Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba untuk Kemajuan Olahraga

    Pada Rabu, 9 Maret 2022, puluhan atlet berprestasi INKAI Bulukumba disertai para pelatih dan orang tua atlet mengadakan silaturahmi dalam bentuk audensi dengan Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf di kantor Bupati. Ketua INKAI Bulukumba, Muhammad Zabir Iqbal menyampaikan atletnya yang telah menorehkan prestasi baik skala lokal maupun regional. Oleh karena itu, perlu lebih merasakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

    Audensi INKAI Bulukumba dengan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba di Kantor Bupati Bulukumba. Sumber foto: Fatmawati Patwa

    Bupati Bulukumba merespon bahwa jika ada atlet kita (Bulukumba), dia akan bawa sendiri. Selain itu, potensi olahraga Bulukumba dipadukan dengan sektor wisata atau sport tourism. Pemerintah Daerah mengupayakan ada arena olahraga yang representasif di bangun di Bira sehingga event olahraga banyak dilaksanakan di kawasan wisata.
    Wakil Bupati, Andi Edy Manaf, menjelaskan cabang olahraga penting mencari orang tua angkat dengan membangun kolaborasi dengan pihak Perbankan atau BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang berguna sebagai sponsor agar pembinaan olahraga berkelanjutan.

    Sebagai bentuk penghargaan, Bupati dan Wakil Bupati ini bersepakat akan memberikan beasiswa yang berprestasi minimal tingkat provinsi pada tiap cabang olahraga. Kita menanti Dinas Pariwisata dan Olahraga Bulukumba menindaklanjuti konsep ini agar penyemangat atlet memajukan olahraga dan mengharumkan nama Bulukumba di pangung yang lebih besar sebagaimana harapan masyarakat dan pemerintah dapat tercapai.

    Peran Rumah Belajar Bersama dengan Beasiswa Belajar pada Atlet Berprestasi

    Rumah Belajar Bersama (RBB) pada awalnya memberikan beasiswa belajar pada ekonomi lemah dan dan yatim piatu. Seiring dengan perkembangan waktu, sejak tahun 2021, RBB turut mendukung kemajuan pendidikan atlet berpestasi dengan membiayai biaya belajar Matematika, Bahasa Inggris dan Arab dan Baca Tulis bagi anak anak. program ini berjalan selama 3 bulan dan dievalusi kembali apakah beasiswa tersebut berhak dilanjutkan atau tidak.

    Para atlet INKAI yang berprestasi yang memperoleh beasiswa belajar Matematika dan Bahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama.

    Lebih 10 orang atlet INKAI Bulukumba memanfaatkan fasilitas ini. salah satu atletnya bernama Prayudha Azzikra Asdar yang bersekolah di SD 24 Salemba Bulukumba yang pernah juara Kata (jurus) Open Tournament INKAI Se Indonesia, 2021. Pada awalnya ia hanya mendapat beasisiwa penuh pada Matematika tetapi karena mengalami kemajuan yang sangat berarti, RBB memberikan penghargaan lebih lanjut berupa beasiswa Bahasa Inggris. Prayudha pun mengharumkan nama sekolahnya dengan meraih juara 2 Cerdas Cermat Se Bulukumba, 2022.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Cabang Bulukumba

  • Karate Ka Bulukumba Tetap Raih Juara di FORKI Sul-Sel

    Karate Ka Bulukumba Tetap Raih Juara di FORKI Sul-Sel

    Bulukumba, RBB (26/03/2022)–Kejuaraan karate FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan dan Barat (Sul-Sel dan Bar) pada 17 sampai 20 Maret 2022 di Sudiang, Makassar telah berhasil menyedot perhatian karate ka Sul-Sel. Betapa tidak, dari sekitar lebih dari 1.200 peserta, bukan hanya atlet-atlet juara berbagai macam perguruan yang turun gunung tetapi juga atlet nasional dan atlet yang pernah tanding di luar negeri pun turun tatami (Baca: matras tanding) untuk level provinsi ini. Ini yang membuat pertandingan terlihat mengagumkan dan perolehan medali pun semakin ketat.

    Sengitnya perdanginan ini sama sekali tidak membuat atlet karate ka yang berasal dari Bulukumba tidak ciut nyali. Mereka malah menjadikan ajang ini sebagai peluang yang bagus karena pada dasarnya mereka adalah atlet yang sedang berkembang level Sul Sel Bar tapi telah dapat bertemu dan bertanding karate ka terbaik.  Dan beberapa diantaranya mampu memperoleh medali. Mereka adalah:

    PERAK

    1. Siti Nurfatiha Azzahrini Sarif S.

    Atlet INKAI  (Institut Karate Do Indonesia) Kodim Bulukumba yang meraih Juara 2 pada Kata Usia Dini Putri yang merupakan pelajar SDN 322 Ela-Ela, Bulukumba. Fatiha mewakili INKAI Bulukumba.

    Sesaat setelah Siti Nurfatiha Azzahrini Sarif S. yang baru saja meraih juara 2 pada Kata Usia Dini Putri. Sebelumnya, Fatiha juga telah meraih Juara 1 Kumite pada Open Turnamen Intern INKAI di Kostrad Julu Siri, Maros, Januari 2022. Ia juga merupakan anak dari Senpai Sarifuddin (sabuk hitam, DAN 3) yang merupakan pelatih INKAI Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    PERUNGGU

    1. Afika Lutfia Shiddiq

    Atlet INKANAS SDN 171 Loka Bulukumba yang merupakan pelajar SDN 223 Garanta, Desa Balong, Bulukumba yang meraih juara 3 pada Kata Pra Pemula Putri. Afika mewakili INKANAS (Institut Karate Do Nasional) Makassar. Sebelumnya, Afika juga telah meraih juara Tingkat Sul Sel Bar.

    Afika Lutfia Shiddiq. Atlet INKANAS Makassar berasal dari Dojo SDN 171 Loka Bulukumba yang meraih juara 2 pada Kata Pra Pemula Putri. ia juga merupakan anak dari Senpai Ammar (Sabuk Hitam, DAN 3), pelatih INKANAS Bulukumba. Sumber Foto: Senpai Ammar.
    1. Arraya Aulia

    Atlet INKAI Kodim Bulukumba yang merupakan pelajar SMA 8 Bulukumba yang meraih Juara 3 pada Kata Junior Putri. Arraya mewakili INKAI Makassar.

    Arraya Aulia. Atlet INKAI Bulukumba yang karena telah meraih banyak prestasi terbaik di Provinsi Sul Sel dan juara 1 pada Kata pada Kejuaraan Terbuka Se Indonesia di Sulawesi Tengah, 2021. Ia dipercaya mewakili INKAI Makassar. Pada Kejuraan ini, ia meraih juara 3 pada Kata Junior Putri. Sumber foto: Rumah Belajar Bersama
    1. Tri Rezki Adiakbar Rauf.
    2. Muh. Raihan Atallah B.
    3. Muh. Ariel Qushai.

    Juara Kata Beregu Putra Junior. Tri adalah mahasiswa Raihan adalah pelajar Pesantren Babul Khaer, Kalumeme, Bulukumba. Ariel adalah pelajar SMA 1 Bulukumba.

    Raihan, Tri dan Ariel sesaat setelah bertanding dan meraih juara 3 pada Kata Beregu Junior Putra. Mereka adalah team kata terbaik INKAI Sul Sel yang selalu meraih juara. pda foto ini, mereka didampingi langsung oleh Senpai Rauf (Sabuk hitam, DAN 3), pelatih INKAI Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama.

    7. Nabila Alamanda

    Atlet INKAI Kodim Bulukumba yang merupakan pelajar SDN 10 Ela-Ela Bulukumba yang meraih Juara 3 pada Kumite Pemula Putri +45 Kg. Nabila mewakili INKAI Makassar.

    Nabila Alamanda meraih juara 3 pada Kumite Pemula Putri. Ia satu-satunya atlet karate asal Bulukumba yang meraih juara di kumite. Pada kejuaraan INKADO FORKI di Bone (Februari 2022), ia juga telah meraih juara 1 Kata Beregu Putri Senior dan juara 2 Kumite Usia Pemula Putri . Dalam 8 bulan, ia telah meraih 7 kali juara.

    Kesuksesan ini bukan hanya karena perjuangan atlet sendiri tetapi juga berkat dukungan berbagai macam pihak. Terima kasih banyak kepada :

    1. Letkol Czi Dendi Rahmat Subekti, S.I.P, sebagai Komandan Kodim Bulukumba yang selalu memberikan fasilitas terbaik di Kodim kepada INKAI Bulukumba. Dengan izin ini berkelanjutan dari generasi ke generasi ini, keluarga TNI dan masyarakat umum dapat dengan mudah bergabung karate.
    2. Muhammad Anshar, S. Pd., MM., Kepala Sekolah SDN 171 Loka Bulukumba yang menyediakan ruang latihan karate di halaman sekolah kepada INKANAS.
    3. Abbas, S.Pd., sebagai Kepala Sekolah SDN 322 Ela-Ela Bulukumba yang mengizinkan Siti Nurfatiha bertanding saat menghadapi ujian sekolah.
    4. Kepala Sekolah SDN 223 Garanta, Desa Balong yang mengizinkan Fika untuk latihan TC (Training Center) di Makassar.
    5. Kepala Sekolah SMA 8 Bulukumba yang memberi keluasan kepada Arraya Aulia untuk selalu dapat mengikuti kejuaraan.
    6. Nurbaeda, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 10 Ela-Ela Bulukumba yang juga selalu mensupport Nabila untuk aktif di berbagai kejuaraan.
    7. Kepala Sekolah Pesantren Babul Khaer yang selalu mendukung Raihan aktif karate.
    8. Kepala Sekolah SMAN 1 Bulukumba yang mengizinkan Ariel untuk hadir di berbagai kejuaraan karate.
    9. Pihak X SMA PGRI yang memberikan fasilitas TC (Training Center) buat karate ka Bulukumba.

    Dan tentunya perjuangan para pelatih yang tidak pernah bosan dalam membina atlet. Di INKAI, terdapat Senpai Sarifuddin dan Senpai Rauf dan di INKANAS, terdapat Senpai Ammar Shiddiq. Tidak terbayangkan bahwa tanpa  kehadiran mereka yang meskipun dengan segala keterbatasan, tidaklah mungkin Bulukumba mampu mengukir prestasi di tengah kompetisi yang super ketat ini.

    Sebagai  saran, Pemerintah Daerah (PEMDA) Bulukumba perlu memberikan perhatian terhadap karate karena karate telah terbukti mengharumkan nama baik Bulukumba. Dalam 8 bulan terakhir, Atlet Bulukumba telah 7 kali mengikuti kejuaraan dan selalu meraih medali. Dan hanya pada kejuaraan FORKI Sul Sel kali ini, inilah medali yang paling sedikit dicapai. Sebelumnya, panen medali.

    Kendala klasik fasilitas peralatan karate yang harus segera diselesaikan. Pengorbanan orang tua atlet dalam mendukung karate ka mengikuti padatnya kegiatan turnamen karate tentu juga terbatas. Kehadiran PEMDA Bulukumba tentu akan membuat karate ka kita akan lebih berprestasi. Bulukumba bukan hanya dapat dikenal karena wisata tetapi juga karena prestasi olahraga.

    Dukungan RBB pada Atlet Berprestasi
    Apa gunanya sertifikat juara? Rumah Belajar Bersama (RBB) berpendapat bahwa atlet berprestasi selayaknya dapat mengakses pendidikan ektrakurikuler dengan mudah dan berkwalitas. Untuk itu RBB memberikan pilihan beasisiswa belajar Matematika, Bahasa Inggris, Baca Tulis dan Mengaji kepada tiap pelajar berprestasi minimal tingkat Sul Sel Bar selama 3 bulan. Ini adalah wujud penghargaan dan sekaligus juga sebagai strategi agar atlet berprestasi tersebut dapat tetap mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. RBB percaya bahwa bahwa prestasi dalam bidang olahraga dan pendidikan mampu berjalan salaras sehingga cita cita masa depan dari atlet lebih mudah tercapai.

    Zulkarnain Patwa
    * Direktur Rumah Belajar Bersama

  • Punya Ide Kreatif Wisata Bulukumba? Program Lintas Negara

    Punya Ide Kreatif Wisata Bulukumba? Program Lintas Negara

    Andi Junila Aulia

    “Mempersiapkan Masyarakat Basis Pariwisata di Kawasan Pesisir Kabupaten Bulukumba untuk Mengembalikan Sektor Wisata yang Lebih Regeneratif”

    Perkenalkan saya Junila, Putri Daerah dari Kabupaten Bulukumba. Sejak lahir sampai SMA tinggal dan berproses di kota Butta Panrita Lopi ini. Saya merupakan lulusan Sarjana Pertanian di Universitas Hasanuddin, Makasssar.

    Saya berhasil mendapatkan kesempatan beasiswa untuk belajar ke Amerika Serikat melalui program YSEALI Academic Fellowship Program 2020 dalam bidang Environmental Issues and Natural Resources Management. Program ini merupakan inisiasi dari Barrack Obama untuk pemuda-pemudi se-Asia Tenggara agar memperoleh pengalaman belajar dengan para ahli di Amerika Serikat.

    Pada pertengahan tahun 2020, saya memperoleh kesempatan untuk bekerja di salah satu NGO Jepang yang berlokasi di Ubud, Bali. Earth Company, merupakan NGO yang berfokus pada isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Earth Company memiliki satu inisiatif dalam bidang pariwisata yang berkelanjutan dengan mendirikan sebuah eco-villa bernama Mana Earthly Paradise. Melalui beberapa pengalaman tadi, ini mengantarkan saya untuk menginisiasi sebuah program lingkungan yang fokusannya kepariwisata dan masyarakat desa wisata di kota kelahiran yaitu Kabupaten Bulukumba.

    Sosialisasi dalam bahasa Inggris terhadap orang orang yang berminat pada pengembangan pariwisata di Bulukumba di komunitas English Practice Club pada Rabu, 11 Agustus 2021.
    Sumber foto: Rumah Belajar Bersama

    Re-tour Academy atau Regenerative Tourism Academi adalah sebuah program yang dirancang untuk membantu pemuda pemudi di lokal dalam membangun kembali sektor pariwisata di desa melalui konsep pariwisata yang regeneratif. Program ini dibentuk oleh tim Panrita dari Sulawesi Selatan yang berhasil mendapatkan pendanaan dari YSEALI Small Grant Competition 2021 yang diselenggarakan oleh East West Center Hawai’i bekerja sama dengan The Maureen and Mike Mansfield Center University of Montana, Missoula, Amerika Serikat.

    Ide program
    Ini berangkat dari kepedulian terhadap masalah lingkungan dalam kawasan pariwisata khususnya pesisir Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan pengalaman pribadi, cukup banyak tempat wisata yang rusak akibat ulah warga dan wisatawan yang tidak bertanggungjawab. Selain itu, tidak hanya wilayah pesisir yang banyak tercemar sampah dari para wisatawan dan penduduk setempat, tetapi juga sampah yang terbawa arus.

    Untuk mengkonfirmasi hipotesis tersebut, saya dan tim memutuskan untuk mengadakan diskusi terbuka dengan beberapa komunitas berbasis pariwisata, para pakar dan aktivis di bidang pariwisata, jugadari pemerintahan.

    Setelah melakukan riset, kami akhirnya bisa mengambil kesimpulan dan fakta bahwa apa yang mereka alami sebelumnya juga dirasakan secara luas oleh semua pihak. Selain itu, tim juga menemukan banyak komunitas berbasi pariwisata yang ternyata bergelut dalam menjaga dan mengelola situs untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. Belum lagi, pandemic juga berdampak pada pendapatan masyarakat yang menjadikannya semakin tidak stabil dan tidak tahu bagaimana cara untuk pulih. Melihat isu-isu yang melingkupi komunitas berbasis pariwisata di Bulukumba ini, kami sebagai tim termotivasi untuk mendorong pemuda setempat dalam membuat perubahan di komunitas mereka dengan membuat program Re-Tour Academy.

    Program ini memiliki dua agenda utama. Yang pertama adalah Innovation Challenge Day dimana 5 tim terpilih akan mengikuti proses pelatihan melalui workshop dengan para ahli dalam bidang pariwisata, mengembangkan ide-ide yang mereka usulkan, dan melakukan presentasi di hari terakhir. Hanya 3 tim yang akan didanai dan dipilih untuk lolos ke tahap selanjutnya yaitu Program Akselerator. Dalam program lanjutan ini, 3 tim akan memiliki waktu 3 bulan untuk mengimplementasikan proyek mereka dengan pendampingan dari para mentor. Di akhir program, 3 tim ini akan diberikan kesempatan untukmempresentasikan hasil proyek mereka kepada calon sponsor dan mitra di masa mendatang. Pendaftaran program ini akan dibuka dari tanggal 17 sampai tanggal 24 Agustus 2021 dengan mengambil tema besar, “Mempersiapkan Masyarakat Basis Pariwisata di Kawasan Pesisir Kabupaten Bulukumba untuk Mengembalikan Sektor Wisata yang Lebih Regeneratif”. Berikut beberapa pilihan sub tema dalam program ini:

    • Pendidikan
    • EkonomiKreatif
    • PemberdayaanMasyarakat

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek ke media sosial kami di IG (@retour_academy) dan halaman FB (retouracademy). Program ini diharapkan dapat mengatasi masalah lingkungan dan pariwisatadi Kabupaten Bulukumba dan juga untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin nomor 8 (Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan 13 (Aksi Iklim).

    Semoga inisiatif ini mampu memicu pemuda-pemu di Bulukumba untuk lebih peka terhadap permasalahan sekitar serta lebih berani berinovasi untuk pengembangan daerah. Seperti kata Bung Hatta, “Indonesia tidak akan nyala terang hanya karena obor di ibu kota, justru karena lilin-lilin kecil yang tersebar di seluruh desa”.

  • Re-Tour Academy

    Re-Tour Academy

    Preparing Community-based Tourism in the Coastal Area of Bulukumba to Build Back Tourism in Regenerative Ways

    By Andi Junila Aulia

    Re-tour Academy or Regenerative Tourism Academy is a program that aims to help the youth rebuild their tourism-based community in Bulukumba through a regenerative concept of tourism. This program is established by Team PANRITA from South Sulawesi, Indonesia who successfully secured funds from the YSEALI Small Grant Competition 2021 held by East West Center Hawai’I collaborated with The Maureen and Mike Mansfield Center University of Montana, Missoula, USA.

    The idea of the program itself was first designed out of the team’s own concern for the unsettling tourism in some coastal areas in Bulukumba. Based on their personal experiences, there are quite a number of damaged tourism sites that come as a result of the irresponsible activities of both the locals and the tourists. Also, many coastal areas are polluted with waste, not only from the ones left by the locals and the tourists but also waste brought by the currents. To confirm their hypothesis, the team decided to hold an open discussion with some tourism-based communities as well as expertise and activists in the tourism field.

    At the end of the forum, the team was finally able to draw a conclusion and that was the fact that what they have experienced before is also broadly felt by every parties. In addition, the team also found out that many tourism-based communities turn out to be struggling in maintaining and managing sites to create sustainable tourism. Not to mention, the pandemic has also impacted their irregular income to be even more unstable and they happened to not know how to recover from this situation. Looking at these issues surrounding the tourism-based communities in Bulukumba, the team is motivated to encourage the local youth to make a change among their community by creating Re-Tour Academy program.

    This program has two main agendas. The first one is the Innovation Challenge Day where 5 selected teams will spend 5 days in training and developing their proposed ideas. Only 3 teams will be funded and selected to get to the next phase that is the Accelerator Program. In this specific step, the 3 teams will have 3 months to implement their projects while still receiving intensive training and monthly mentoring. At the end of the program, the 3 teams will be given the opportunity to present the result of their projects to the future potential sponsors and partners. The application will be opened on 17th – 24th August 2021. It will take a big theme, “Preparing Community-based Tourism in the Coastal Area of Bulukumba to Build Back Tourism in Regenerative Ways” with the following sub theme:

    • Creative Economy
    • Educational Programs
    • Social Experiences

    For more information, please kindly check to our social media on IG (@retour_academy) and FB page (retouracademy).

    The program is expected to address the environmental and tourism issues among the tourism sites in Bulukumba and also to support the Sustainable Development Goals (SDGs) particularly SDG point number 8 (Decent Work and Economic Growth), 11 (Sustainable Cities and Communities), 12 (Responsible Consumption and Production), and 13 (Climate Action).

  • My Experience Studying English at Rumah Belajar Bersama

    My Experience Studying English at Rumah Belajar Bersama

    Nama saya Nuraila Islamiyah yang biasa dipanggil Lalla. Saya adalah seorang pelajar kelas 3 SMA (Sekolah Menengah Atas) 1 Bulukumba, Sulawesi-Selatan. Saya akan menceritakan pengalaman belajar di Rumah Belajar Bersama (RBB) yang menurutku sangat luar biasa. Saya sangat senang belajar di sana karena saya mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang belum pernah saya dapatkan ditempat lain sebelumnya.

    Saya bertemu dengan pelajar lain yang usianya jauh di bawah saya yaitu Fadel yang masih SMP (Sekolah Menengah Pertama) kelas 1 dan Alo yang masih kelas 6 SD (Sekolah Dasar). Mereka berdua adalah belajar pertama yang saya temui ketika baru masuk di kelas malam Bahasa Inggris bersama dengan teman saya, Zelika.

    Materi awal pembelajaran kami adalah reading dimana kami diharuskan untuk menamatkan buku Question and Answer karya L. G. Alexander beserta latihan soal-soal di dalamnya. Dari sana, saya akhirnya paham bahwa ternyata pelafalan Bahasa Inggris tidak sama seperti apa yang tertulis. Saya tidak  tidak hanya membaca tetapi juga saya berinisiatif dengan mencoba untuk mencari tahu arti dari kisah-kisah dalam buku tersebut untuk menambah pemahaman kosa kata baru.

    Pelajaran tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah kami menamatkan buku pertama, buku kedua pun menanti yaitu buku Practice and Progress yang masih karya L. G. Alexander. Ini tentunya lebih rumit dari buku yang pertama. berkat materi reading  ini, perlahan-lahan pronounciation (pengucapan) saya mulai terasah dan makin membaik dari hari demi hari. Buku ini pun berhasil saya tamatkan. Saat ini kami telah memasuki buku ketiga yaitu Developing skills, karya L. G. Alexander. Di cover buku itu tertulis “An Integrated Course. For Intermediate Students”. Artinya kurang lebih adalah sebuah rangkaian yang utuh. Untuk para pelajar tingkat menengah. Luar biasa!

    Tentu saja tidak hanya sekedar membaca, saya juga mengerjakan buku Basic English Grammar karya Betty Schrampfer Azar.  Seperti judulnya buku tersebut berisi dasar-dasar tata Bahasa Inggris yang sangat perlu dipahami. Saya pribadi sangat terbantu dengan buku ini. Saya yang dulunya sekedar asal nulis caption Bahasa Inggris di media sosial atau terkadang modal google translate dan tidak paham strukturnya sama sekali kini akhirnya mengerti dengan baik. ya, berkat buku ini. Tidak terasa, saya berhasil menyelesaikannya dan lanjut ke buku kedua yang berjudul Fundamentals of English Grammar karya Bety Scrampfer Azar yang saat ini masih saya sedang kerjakan.

    Tidak lengkap jika membahas grammar (tata bahasa) tanpa menyinggung pemahaman total pada Tenses. Kami telah mempelajari  verbal tense, nominal tense dan yang terbaru adalah passive voice menggunakan Metode 40 yang dulunya hanya saya lihat di spanduk RBB.

    Menurutku, Metode 40 yang digunakan untuk mempelajari kerumitan tenses ini sangat efektif dan memudahkan pelajar yang tidak hanya menghapal tapi juga perlu benar- benar memahami dasar dasar pembentukan tenses.

    Semakin jauh materi yang kami pelajari, semakin bertambah pula jumlah pelajar kelas malam di RBB. Ada Kak Ulfa, Kak ita, Kak Winie dan Kak Eman yang jauh usianya di atasku. Mereka adalah orang-orang yang berbagi kesulitan bersama dalam menyederhanakan Bahasa Inggris.

    Untuk menguji pemahaman kami, tak tanggung -tanggung Mr. Zulkarnain Patwa (Baca; Mr. Nain), pengajar kami, mendatangkan temannya yang merupakan Ex pengajar SMART International Language Collage, dan pendiri Bamboo Academy di Blitar Jawa Timur. Namanya Miss Tina atau Agustina Dewi untuk menguji kami secara oral (lisan) melalui via zoom/google meet. Itu adalah satu dari pengalaman yang menegangkan yang saya alami di RBB. Usaha belajar saya ternyata tidak sia-sia. Meskipun soalnya berisi jebakan nonprogressive dan certain adjective, Saya berhasil meraih angka 100 dengan tanpa membuat kesalahan. Alhamdulillah!

    Nuraila Islamiyah di Rumah Belajar Bersama yang sedang menghadapi ujian oral (lisan) terhadap perubahan struktur tense dari Agustina Dewi di Blitar, Jawa Timur. Soal-soal dari Kak Tina sangat menantang dan mengasah kecerdasan berpikir.

    Selain diuji secara oral, Di RBB kami juga mendapat tes tertulis yang jumlah soalnya sangat banyak dangan waktu mengerjakan yang singkat. Ini benar -benar menguras otak. Oleh karena itu kami sering mengadakan study club untuk memperdalam pemahaman kami sekaligus latihan untuk persiapan test oral maupun ujian tertulis. Tempatnya pun disesuaikan agar kami nyaman dan tidak mudah bosan. Tempat yang sering kami jadikan markas adalah Amany Café milik temannya Kak Ita. Dan Kak Ita selalu mentraktir teman-teman. Terima kasih ya Kak.

    Perjalanan belajar tidak terhenti sampai di situ. yang menjadi pengalaman paling menyenangkan selama saya di belajar di RBB ini adalah inisiatif RBB yang mempertemukan kami dengan orang -orang hebat lainnya. Kami melakukan pertemuan via online melalui zoom/google meet dengan Miss Cita Denni yang pernah menempuh pendidikan di Jerman. Kami berdiskusi tentang pendidikan, wisata dan budaya di Jerman. Ada juga Miss Nurlaeli Hidayanti yang menempuh pendidikan di Indiana University di Amerika Serikat. Kak Leli juga sekarang ini mengajar pelajar asing untuk bisa berbahasa Indonesia . Kami banyak berdiskusi dengannya tentang pendidikan, pengalaman dan tips belajar Bahasa inggris darinya.

    Nuraila Islamiyah bersama teman-teman kelasnya di kelas Bahasa Inggris.

    Kedepannya,  kami akan terus bertemu dengan orang -orang hebat di luar sana yang penuh inspirasi. Dan saya berharap, kami akan menjadi seperti orang -orang hebat tersebut di masa depan. Terima kasih Rumah Belajar Bersama, Mr. Nain  dan teman -teman atas ilmu dan pengalamannya yang sangat berharga.

    Bersambung . . . 

    Nuraila Islamiyah
    Pelajar Rumah Belajar Bersama

  • Pertanian Alami (2). Ruang Berbagi Ilmu Pertanian

    Pertanian Alami (2). Ruang Berbagi Ilmu Pertanian

    Untuk masa yang akan datang yang entah sampai kapan, saya berharap bisa berbagi, bercerita tentang Pertanian Alami. Sudah banyak informasi, foto dan lain-lainnya tentang Pertanian Alami. Beberapa orang kawan berkesempatan untuk berkunjung dan bertemu dengan kawan petani alami di Salassae dan di tempat lain dan sebahagian besar hanya berkesempatan bertemu di media sosial.

    Bagi yang belum pernah ke Salassae, bertemu dan berdiskusi bersama dengan Petani Alami, melalui diskusi melalui dinding Facebook ini, kita bisa berbagi terutama tentang tujuan, mimpi dan cita-cita serta sedikit hal teknis penerapan Pertanian Alami.

    Tentu informasi yang akan muncul di posting-an Facebook ini sangat sedikit dibandingkan dengan informasi yang sudah pernah beredar sebelumnya di laman-laman lain, group publik maupun group rahasia.

    Tujuan dari penggunaan dinding ini untuk pembahasan Pertanian Alami antara lain ;
    1. Kawan-kawan yang punya minat untuk menyebarluaskan pertanian alami dapat bertambah semangatnya.
    2). Bagi yang memiliki pengetahuan dan pengalaman berbeda juga dapat menyumbangkan pengetahuan dan pengalamannya di sini.
    3). Bagi yang ingin ke Salassae dan memiliki tambahan hasrat … ..
    4). Yang belum bertani alami dan masih mengandalkan pertanian kimia, bisa terbuka pikirannya bahwa pertanian kimia adalah bentuk penghancuran kehidupan.
    5). Saya berharap kita bisa menyatukan pemahaman, menyatukan langkah untuk membangun komunitas pertanian alami di lingkungan kita masing-masing.

    Saya membicarakan pertanian alami, bukan karena saya ahli pertanian. Secara formal saya keluaran Universitas Tadulako Palu-Sulawesi Tengah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Saya juga pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Keguruan dan Universitas Muhammadiyah Palu, Fakultas Hukum. Kuliah di 3 (tiga) Universitas yang tidak ada kaitannya dengan Pertanian. Tapi pada Universitas tersebut, terutama saat kuliah di Palu, di kampus dan di luar kampus bertemu dan belajar pada guru bernama Anto Sangadji dan Almarhum Haedar Laudjeng tentang pengorganisasian rakyat yang mendidik kami untuk peduli dan menerjemahkan kepedulian dalam bentuk gerakan. Pesan utamanya, “Jangan simpan kepedulian dalam hati!”

    Kembali pada Pertanian Alami, saya mengenal Pertanian Alami di Yayasan Bina Desa, diajar oleh LNB, Ika Krishnayanti, John Erryson, Nanang Hari, Dwi Astuti, Tsanil Anwar Yasfin
    dan Nining Erlina Fitri dan lain-lainnya. Sejak pertama kali mengenalnya, saya meyakini bahwa ini benih perubahan yang apabila dipelihara dan ditumbuhkan dia akan menjadi Pohon Besar yang rindang memberi kesejukan pada kehidupan, alam, lingkungan sosial dan hubungan antar sesama makhluk.

    Sekali lagi saya akan berbagi dan membuka ruang diskusi tentang Pertanian Alami bukan karena memiliki pengetahuan yang memadai melainkan karena harapan padanya. Harapan bahwa kehidupan akan lebih baik apabila lebih banyak orang bergerak pada Pertanian Alami. Saya ingin berbagi dalam keadaan berkekurangan.

    Apa yang akan kita bahas ? Sebenarnya pembahasan kita kurang lebih akan mencakup;
    1). Ragam Cara Pandang Terhadap Dunia Pertanian.
    2). Pengorganisasian Komunitas Petani. Termasuk pengorganisasian Konsumen Produk Pertanian Alami
    3). Teknis Pertanian Alami .
    4). Kerja sama perluasan praktik Pertanian Alami.
    5). Tema Khusus tentang Perubahan Iklim dan Pertanian Alami.
    6). Reform Agraria dan Pertanian Alami .
    7). Pendidikan Publik Pertanian Alami .
    8). Pendidikan Pertanian Alami untuk Anak.
    9). Revolusi Hijau (sambil tunggu gurunya, mudah-mudahan muncul).
    10). SARI BAMBU—Sumber Energi Siang dan Malam.
    11). Petani Alami Salassae.

    Mungkin materi di atas sangat sedikit. Tapi apa boleh buat, isi kepalaku memang sedikit. Sehingga berharap kawan-kawan lain akan membantu berbagi dan memberinya tambahan kualitas. Saya tahu banyak orang memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang pertanian dan strategi penyebaran maupun bisnis produknya. Saya berharap bisa terhubung dan berguru pada mereka.

    Dan satu lagi materi yang akan saya sampaikan nanti adalah tentang Solusi Penjaga Sungai . Proyek ini dirancang untuk menjangkau jutaan orang tentang Pertanian Alami. Insya Allah.

    Armin Salassa
    * Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di media sosial pada 17 Januari 2021.

  • Pertanian Alami (1)

    Pertanian Alami (1)

    Kita harus bersyukur bahwa tanaman “sebagai mahluk” tidak dilengkapi dengan kemampuan marah dan kemampuan berteriak ketika disakiti oleh mahluk lain. Tanaman adalah mahluk yang paling pasrah yang diciptakan Ilahi Rabbi.

    Bayangkan betapa gaduhnya dapur kita apabila kangkung berteriak karena dipotong-potong , dicincang saat hendak ditumis. Atau bisakah kita bayangkan kemarahan rumput saat dia diinjak atau diracuni?

    Tanaman adalah mahluk yang paling pasrah yang diciptakan Tuhan. Pasrahnya 100 %.

    Armin Salassa
    * Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di media sosial pada 16 Januari 2021.

  • Pengembangan Bahasa Inggris kepada Pemuda untuk Kemajuan Pariwisata Bulukumba

    Pengembangan Bahasa Inggris kepada Pemuda untuk Kemajuan Pariwisata Bulukumba

    Petikan Diskusi di Radio Suara Panrita Lopi, 4 Desember 2020

    Pembicara
    1. Andi Ayu Cahyani, SH., MH. (Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Bulukumba)
    2. Zulkarnain Patwa (Direktur Rumah Belajar Bersama)

    Host/Pesenter
    1. Whyna (Pegawai Suara Panrita Lopi FM Bulukumba)

    Berikut Diskusinya.

    Whyna: Bulukumba dikenal dengan pariwisata, bukan saja di Sulawesi Selatan tapi juga di dunia. Apa yang mendasari mengambil tema pengembangan bahasa dan apa kelebihan Bulukumba itu sendiri?

    Jawaban Andi Ayu Cahyani:
    Kabupaten Bulukumba kaya dengan potensi wisata mulai dari gunung, budaya, laut dan bawah laut sehingga kita punya  tagline Pesona Tanpa Batas. Kami ingin potensi tersebut terkelola dengan baik. siapa lagi yang yang akan mengelola kalau bukan kita? Tentunya SDM (Sumber Daya Manusia) kepariwisataan yang perlu kita tingkatkan sehingga mampu mengelola potensi tersebut.

    Kita memilih tema tersebut karena kita harap ini bisa didengarkan oleh adik-adik pemuda supaya mempunyai keinginan untuk belajar Bahasa Inggris agar dapat membantu pemerintah Bulukumba dalam melakukan pembangunan, khususnya di sektor pariwisata.

    Berangkat dari adanya potensi tersebut, maka sejak 3 (Tiga) tahun terakhir ini, Dinas Pariwisata (Dispar) fokus melakukan pengembangan SDM melalui pelatihan terhadap komunitas dan lembaga yang bergerak di bidang pariwisata. Ada Genpi, Duta Wisata, HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang ada di desa-desa dan karyawan hotel yang berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Nah, itulah semua mendorong kita agar mereka mampu memberikan pelayanan prima.

    Sekaitan dengan tema, sudah cukup banyak wisatawan yang berkunjung ke Bulukumba. Sesuai data, khusus di Bira hampir setiap tahun itu 2.000 orang lebih wisatawan mancanegara. Karena pandemi, wisatawan mancanegara kita hanya sekitar 200 orang lebih.

    Menghadapi banyaknya pengunjung mancanegara ke Bira, kami berupaya melakukan pelatihan Bahasa Inggris selama 3 tahun terakhir ini Dinas Pariwisata bekerjasama dengan RBB (Rumah Belajar Bersama) pada 2018 dan 2019 di Bira. Di 2020, RBB tetap membuka kegiatan belajar bagi anak muda yang ingin mengembangkan skill  (keahlian) bahasa inggrisnya di kota.

    Whyna: Kegiatan apa saja yang telah dilakukan sampai saat ini untuk memperkenalkan pariwisata di Indonesia?

    Jawaban Andi Ayu Cahyani:
    Mereka bergerak di sektor kelembagaannya dimana mereka berada. Misalnya Genpi (Gerakan Pesona Wisata Indonesia) Bulukumba melakukan promosi wisata digital di seluruh indonesia. Sedangkan Pokdarwis di desa-desa yang mempunyai potensi wisata cukup besar membentuk sadar wisata. Demikian halnya juga karyawan dan karyawati hotel tentu tidak bisa kita lepas dari bagaimana mereka berinteraksi langsung dengan pengunjung.

    Bahkan tahun ini kita ada WTD (World Tourism Day) kita melibatkan 16 komunitas pariwisata yang tergabung melakukan kegiatan. Mereka membuat suatu destinasi di bawah laut. Terlaksana pada september 2020

    Whyna: Apa yang menjadi keinginan sehingga ada RBB? Apakah memang perlu ada terobosan di Bulukumba?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Awalnya dimulai di tahun 2012 bernama Masse’di. Akhir 2014 bernama RBB. Penggeraknya alumni SMA 1 Bulukumba yang gelisah melihat keadaan pendidikan. Di daerah, orang-orang agak sulit berbahasa asing; mulai dari SD sampai sarjana bahasa inggris sekalipun. Sarjana bahasa inggris juga bisa sedikit berbicara inggris tapi untuk menulis kewalahan. Di sisi lain , potensi wisata kita luar biasa.

    Pada 2012 itulah, kami membuat sebuah gerakan pendidikan kerakyatan seharga 40 ribu rupiah. Awalnya, kami menarget kelas unggulan SMA 1 ataupun mahasiswa. Kami uji kemampuannya. Alhamdulillah responnya bagus. Kemudian, inilah yang  terus berkembang  sehingga ada Matematika, Baca Tulis, insya Allah masuk ke Bahasa Arab dan Jerman.

    Whyna: Sampai saat ini, apakah pelajarnya melibatkan sekolah dalam kota saja saja atau atau melibatkan di luar kota juga?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Sederhananya begini. Saat ini, pelajar kita ada dari Tanete, Palampang, Menyampa, Bonto Tiro dan ada pernah kita kita yang bina pada 2019 di Bira datang yang secara rutin ke kota Bulukumba untuk belajar di RBB. Mereka menempuh perjalanan sekitar 30 sampai 60 menit.

    Whyna: Bagaimana pelibatan masyarakat?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Menurut saya, Dispar Bulukumba mampu membaca hal tersebut sehingga bekerjasama dengan RBB membuka kelas belajar yang melibatkan seluruh masyarakat di kawasan wisata di Bira. Pada 2018, program belajarnya selama 6 bulan. Pada 2019, belajarnya selama 3 bulan.  Rata-rata yang belajar lebih dari 100 orang dan yang lulus sekitar 70 orang tiap tahunnya.

    Bagaimana dengan kemajuannya? Dandi adalah seorang penjaga hotel di Bira. Sekarang ia sudah berada di Bali. Pada 2018, Dandi dan bersama 5 orang rekan-rekanya praktek pidato berbahasa Inggris pada HUT RI di Desa Bira, Darubia dan Tanah Beru. Fajar dan Melia orang merupakan orang warga setempat diberi kesempatan berpidato pada Festival Pinisi.

    dan pada 2019, secara beramai-ramai para pelajar tersebut membawakan teater berbahasa inggris di Festival Pinisi. Kami sebagai pengajar sangat berterima kasih pada Dispar yang memberikan kepercataan sehingga para pelajar mendapatkan panggung besar.

    Whyna: Apa yang menjadi program tahun 2021?

    Jawaban Andi Ayu Cahyani:
    Iya. Untuk pengembangan pariwisata memang membutuhkan strategi khusus. Untuk 2021, walaupun kita masih prioritaskan Bira karena telah menjadi andalan di Sulawesi Selatan tapi kita juga tidak melupakan potensi lain khusususnya di desa-desa. Kita mendorong desa aktif di kegiatan pariwisatanya dengan membentuk kelompok sadar wisata, membentuk Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) dengan melibatkan pemuda di desa tersebut.

    Whyna: Selain melibatkan adik-adik, apakah tidak ada keinginan melibatkan masyarakat pesisir?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Kehadiran kita di di Suara Panrita Lopi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat Bulukumba dan sekitarnya bahwa Dispar sudah melakukan terobosan yang sangat bagus sekali. Saya berhubungan dengan teman-teman saya di Jawa. Di beberapa tempat semisal di Blitar, tempat dimana Bung Karno dikebumikan, ternyata Disparnya belum mengadakan kegiatan bahasa inggris sementara di sini Dispar telah menjalankannya. Itu luar biasa karena Dispar dan RBB mendidik masyarakat pesisir tersebut tidak jarang disentuh. Terlebih lagi, itu kan kawasan wisata.

    Kalau di kota Bulukumba, kebanyakan pelajarnya adalah anak sekolah.  RBB telah sampai pada tahapan untuk menyatakan bahwa bila Bahasa Inggris pelajar nilainya 8, berhenti saja di RBB. Mengutip inspirasi Pak Habibie bahwa kita menciptakan manusia-manusia yang mempunyai daya saing sehingga Indonesia itu sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya. Sumber saya manusia yang paling utama.

    Whyna: Sudah berapa persen dihasilkan dari generasi muda di Bulukumba?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Kami tidak tahu jumlah pemuda Bulukumba tapi sepertinya sekitar 0 sekian persen karena jumlah pelajar kami lebih seratus orang saja sekarang ini. Mari kita lirik hal lainnya.

    Agum Wahyudha Jur adalah pelajar yang kami didik selama 2 tahun yaitu pada 2015 sampai 2016 pernah menghadiri pertemuan para pemuda se-dunia yang diaadakan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di Thailand pada 2018. Sekarang satu angkatannya Junila yang telah tamat kuliah di Universitas Hasanuddin saat ini mengikuti sebuah mengikuti program di Bali dan sedang mempersiapkan lanjut kuliah ke Amerika Serikat karena mendapatkan beasiswa.

    Mengenai kwalitas, kami tidak merasa khawatir. Selama pelajar itu fokus dan ditambah dorongan orang tua pelajar dan guru target yang ingin dicapai daoat terpenuhi. Tamat satu buku, lanjut lagi lah.

    Misalnya Zaky, anaknya Andi Ayu. Ia tamat buku Basic English Grammar dan kemudian lanjut buku Fundamentals of English Grammar karya Betty Scrampfer Azar. Buku Fundamentals adalah buku rujukan yag dipakai oleh UGM (Universitas Gadjah Mada) pada 2010 untuk pelajar TOEFL (Test of English as a Forreign Language) sebagai persiapan untuk  lanjut S 2. Zaky itu masih pelajar SMP kelas 2 tapi dia telah menamatkan buku tersebut.  Ia pun telah mengikuti latihan persiapan TOEFL. Jadi, untuk pelajaran Bahasa Inggris SMP, kita anggap ia bisa selesaikan sendiri.

    Whyna: oh! ada pelajar SD dan SMP ya?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Ada SD, SMA, mahasiswa dan umum kita layani. Mulai dari tingkat dasar sampai TOEFL, kita fasilitasi. Guru TOEFL kita bernama Leli yang meskipun akan berangkat ke Amerika untuk lanjut kuliah sampai sekarang masih bersedia mendidik TOEFL. Ada beberapa orang master di RBB.

    Whyna: Apakah Anda mengggap Bulukumba  tidak terlalu terkenal pariwisatanya? Dengan pengembangan Bahasa Inggris,  Apakah betul nantinya kemajuan pariwisata itu sendiri?

    Jawaban Andi Zulkarnain Patwa:
    Bulukumba dari generasi ke generasi sudah terkenal. Semenjak kecil saya sudah belajar bahasa inggris bersama ayah saya di Bira. Sekitar 90 sudah terlalu berdialog dengan turis. Itu artinya Bulukumba sudah dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

    Sekarang menjadi persoalan kita adalah bagaimana gerenarasi muda kita mau belajar Bahasa Inggris? Apa yang kita jalankan sekarang ini adalah mendidik para pemuda, termasuk para pegawai Dispar di RBB. Kita fokuskan untuk bisa daily speaking (percakapan sehari hari) agar saat bertemu orang asing, mereka bisa berdialog.

    Kita pun sedang memikirkan bagaimana bahasa yang lain bisa tampil. Saya baru bertemu dengan kawan yang alamnus sastra Jerman dan mau mengajar di RBB. Kami mau menginformasikan pada siapa pun juga yang punya ilmu dan ingin turut menyebarkan ilmunya, silahkan bergabung di RBB.

    Gerakan Bahasa Inggris untuk Wisata yang dilakukan Dispar perlu dikloning oleh desa-desa yang berkenan mengeluarkan sedikit saja dana desanya yang milyaran teharsebut dengan membuka rumah belajar dan memanfaatkan guru-guru dari desanya sendiri. Tentunya  potensi wisata dan sumber daya manusia desa akan dapat lebih cepat berkembang.

    Teman-teman yang semasa saya sekolah yang melihat informasi yang kami sebar di medsos, mereka berminat bergabung. Pemuda pemudi sudah mulai tertarik belajar. Mungkin bahasa inggris itu sudah seperti ‘hantu’ karena sudah terlalu lama kita dibelenggu oleh sebuah sistem. Belajar bahasa inggris itu seperti penjara. Utamanya kelihatannya guru-guru yang  masih muda melakukan kreasi agar bahasa inggris itu lebih ringanlah, tidak terlalu banyak mengurusi grammar (tata bahasa). Bicara saja lah. Senang senang saja lah

    Komentar Andi Ayu Cahyani
    Iya. Saya perlu tambahkan. Saya berbicara sebagai orang tua pelajar juga. Bahwa salah satu alasan kita bekerja sama dengan RBB ini di samping dimotori oleh pemuda yang semangatnya tinggi sekali dalam mengembangkan dan share ilmunya, metode yang dipakai bisa diterima oleh anak yang tidak serius seperti pelajaran di sekolah. Ada permainan, lagu lagu dan lainnya. Itu menarik.

    Memang saat ini kita bekerjasama dengan RBB. Harapannya ke depan, banyak lembaga-lembaga lain yang selama ini sudah bergerak duluan dalam pelatihan bahasa inggris di Bulukumba ini, kita bisa bekerja sama juga khususnya dalam pengembangan  kompetensi SDM para pelaku wisata di Bulukumba ini. Jadi kita tidak menutup pintu bahwa kerjasama hanya untuk RBB tapi semua bisa merapat ke Dispar.

    Whyna: Apakah Dinas pariwisata membantu memperkenalkan RBB?

    Jawaban Andi Ayu Cahyani:
    Selama ini, kalau dibilang membantu, sebetulnya kami yang terbantu dengan adanya RBB. Saling bantu lah. Karena dengan adanya lembaga yang fokus bekerjasama memajukan kepariwisataan, ini sangat bermanfaat bagi Dispar dalam pengembangan SDM dalam menghadapi wisatawan. Jadi selain program yang sudah paten, kegiatan bahasa inggris tiap tahun di Bira.

    Kita juga, misalnya ada mahasiswa magang di Dispar, kita pasti hubungkan juga dengan RBB sehingga bisa sharing (berbagi) ilmu dan pengalaman bagaimana memberikan pelajaran bagi anak anak. Bahkan saat ini ada beasiswa dari RBB untuk teman-teman pemuda yang giat di pariwisata. Mereka telah belajar selama 2 bulan lebih di RBB.

    Whyna: Bagaimana responnya?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Mereka masih dalam tahap belajar. Mereka belajar untuk mencintai bahasa. Kalau mengenai ilmunya, saya masih sulit untuk menjelaskan jangka panjangnya tapi mereka sudah lebih baik karena mereka mencoba. Memang bila kita mendidik anak-anak, itu akan lebih lama menjadikan promosi wisata meskipun mereka aman di tingkatan sekolah. Tetapi alangkah lebih cepat jika para pemuda pemudi yang terlibat, terutama yang aktif di dunia pariwisata sehingga mereka membantu memberi informasi pada orang asing. Sedikit-sedikit menulis dalam Bahasa Inggris di medsos sehigga informasi yang mereka sebar bisa dikenal dan ketahui di seluruh dunia. Harapan saya seperti itu.

    Whyna: Seperti apa dampak Pandemi Covid 19 pada kegiatan Dinas Pariwisata?

    Jawaban Andi Ayu Cahyani:
    Sektor Pariwisata dampaknya sangat berat pada program kami. Contohnya di bidang saya. Pada tahun sebelumnya bisa sampai  7 pelatihan tapi tahun ini hanya 3 pelatihan. Itu pun harus memakai protokol covid. Salah satunya yang tidak jadi tahun ini yaitu pelatihan Bahasa Inggris ini karena pelaksanaan Bahasa Inggris itu di luar, mobile. Itu sangat beresiko pada perkembangan covid. Kalau yang lain seperti latihan selam, tetap terlaksana. Katanya, kalau di laut, virus mati.

    Salah satu yang terkena dampak adalah Festival Pinisi yang sudah termasuk 100 wonderful indonesia. Tahun ini kita melakasanakannya di tengah laut. Kita batasi orang-orang yang datang. Bisanya kita mengundang seluruh kabupaten di Sulawesi Selatan, kali ini kita tidak mengundang kabupaten lain. Kita hanya mengundang Dinas Pariwisata Provinsi dan Kementrian Pariwisata.  Penyebarannya kita lakukan melalui video, siaran tunda. Bila live streaming bisa mengundang keramaian.

    Whyna: Apakah ada juga dampak Covid 19 di RBB?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Awal awal Covid pada bulan 3, kita tutup. Cuma ada 1 orang saja, Hanifah. Itupun karena kami bertemu orang tuanya yang mengharapkan ada kelas belajar dengan mengunakan standar protokol covid. Dan alhamdulillah, Hanifah sudah hampir selevel dengan anak Andi Ayu.

    Sebenarnya, Bulukumba itu yang pertama kali membuka kelas belajar tatap muka langsung menggunakan standar protokol covid. Informasi dari teman-teman saya di kampung inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur, mereka tidak buka. Nanti setelah ada tayangan live Metro TV yang meliput Rumah Belajar, lembaga-lembaga yang lain buka. Kita bukan pahlawan tapi kita melihat ada masalah karena ada tuntutan orang tua pelajar bahwa semakin menurun kwalitas pendidikan. Dan kita buka sampai sekarang.

    Whyna: Closing statement. Mewakili Dinas Pariwisata Bulukumba, apakah harapan Andi Ayu ke depan?

    Jawaban Andi Ayu Cahyani:
    Dengan potensi wisata yang cukup besar, kita berharap agar seluruh lapisan masyarakat mau untuk turut serta pengembangan kepariwisataan, minimal di daerah masing-masing.  Ini tidak lepas dari peran generasi muda.  Yang saya tahu semenjak saya bergabung di Dispar, atensi pemuda untuk pengembangkan pariwisata sangat besar. Terbukti dengan adanya komunitas-komunitas yang terbentuk yang bergerak di bidang kepariwisataan. Keinginan mereka untuk bergerak tentunya tidak lepas dari upaya untuk peningkatan skill mereka. Misal di Bahasa Inggris. Mereka harus yakin bahwa ini tidak hanya digunakan dalam kepariwisataan tapi bahkan sangat bermanfaat ke depan bagi masa depan generasi muda Bulukumba.

    Harapannya, mari generasi muda untuk tidak berhenti meningkatkan skill-nya, bukan hanya bahasa inggris tapi semua skill yang bisa bermanfaat untuk memajukan Kabupaten Bulukumba.

    Whyna: Apa yang diberikan dengan wadah RBB. Apa yang bisa disampaikan pada generasi muda?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Kalau harapan saya, sederhana. Banyak intelektual di Bulukumba. Kaum intelektual itu, berkumpullah di desa Anda masing-masing. Kalau misalnya ada bantuan desa, laksanakan. Kalau tidak ada, swadaya saja. Dan kalau pun ada masalah, silahkan berhubungan dengan Rumah Belajar. Anda bisa membuat kegiatan atas nama Rumah Belajar ataupun lembaga yang Anda buat secara mandiri. Atau dibantu oleh rekan rekan Rumah Belajar sampai Anda berpikir mandiri. Saya kira itu bisa.

    Saya memang sangat berharap agar lebih banyak lagi para pemuda yang mau belajar bahasa Inggris. Program di Rumah Belajar ada. Ada yang gratis dan ada yang berbayar. Kalau mau yang gratis, Ada tugas yang harus anda lakukan. Anda harus turut mengiklankan pariwisata Bulukumba. Ini sebagai komitmen kami bekerja sama dengan Dispar yang perlu dicontoh oleh dinas-dinas lain di Indonesia sehingga kemajuan Bahasa Asing lebih cepat berkembang.

    Sekali lagi saya mau bilang, yang berkembang bagus itu, satu di Bali. Masyarakatnya banyak berbahasa Inggris. Kedua di Kampung Inggris di Jatim. Satu desa orang belajar Bahasa Inggris. Ketiga, di Borobudur di Kab. Magelang, Jawa Tengah. Mereka sudah menyediakan berbagai macam bahasa. Keempat, Insya Allah Bulukumba.

    Oh ya. Satu lagi. Kita sangat bersyukur di Bulukumba, anak-anak SD sudah mau belajar bahasa Inggris meskipun di sekolah tidak diajarkan. Memang ada beberapa sekolah tertentu yang mengajarkan bahasa Inggris tapi setelah kami mengecek beberapa sekolah, yang mereka ajarkan baru sekedar pengenalan.

    Pada video-video yang kami sebar, banyak anak-anak sudah praktek bahasa inggris. Bahkan ada seorang anak mampu membuat video sendiri saat liburan. Namanya Afif. Ia menjelaskan bahwa saya ada di makassar, di hotel. Saya berenang dan lainnya. Itu kita kaget menontonnya karena itu bukan PR-nya tapi inisiatifnya. Dan anak itu pernah dibina oleh Dispar Bulukumba pada 2019.

    Satu lagi. Kami membuka ruang bagi rekan-rekan yang mau menulis dalam bahasa asing lainnya. Rumah Belajar telah menyediakan website.

    Whyna: Mungkin alamatnya dimana? Belajarnya tiap hari ya? No teleponnya berapa?

    Jawaban Zulkarnain Patwa:
    Di Jalan Teratai no. 16, Kel. Caile, Kec. Ujung Bulukumba. Kita tidak pasang plang. Cukup lihat saja titik keramain belajar di teratai, itulah dia. Belajar 3 x seminggu; Senin, Rabu, Jum’at atau Selasa, Kamis, Jum’at. Belajar 90 menit. Semisal persiapan komptetisi, kita bisa memberikan kelas tambahan. No telp./Whats Ap:  0821-9632-9864.

    Target kita adalah menjadikan setiap rumah adalah tempat belajar. Terima kasih.

    Zulkarnain Patwa
    Penyadur

  • Dinas Pariwisata Bulukumba Resmi Kerjasama dengan PT. Jasaraharja Putera

    Dinas Pariwisata Bulukumba Resmi Kerjasama dengan PT. Jasaraharja Putera

    Bulukumba – Senin 28 Desember 2020 Dinas Pariwisata resmi melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama dengan PT. Jasaraharja Putera di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, jalan Lanto Dg. Pasewang No. 31 Bulukumba.
    Mengacu pada Undang – Undang No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan terkait untuk memberikan kenyamanan, keramahan, perlindungan keamanan dan keselamatan kepada pengunjung maka Dinas Pariwisata Kab. Bulukumba melakukan perjanjian kerja sama dengan PT. Jasaraharja Putera tentang Asuransi Public Liability dalam Kawasan Wisata Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.

     

    Perjanjian kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut MoU antara Bupati Bulukumba dengan PT. Asuransi Jasaraharja Putera pada tanggal 04 Februari 2020 tentang Penyelenggaraan Asuransi Pelayanan Umum (Public Liability) Destinasi Wisata di Kabupaten Bulukumba serta persetujuan DPRD Kabupaten Bulukumba dalam Keputusan DPRD Kabupaten Bulukumba No.14/KPTS/DPRD-BK/XII/2020 Tentang Persetujuan Kerja Sama dengan PT. Asuransi Jasaraharja Putera Tentang Asuransi Public Liability Dalam Kawasan Wisata Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.

     

    Persetujuan DPRD didasari oleh ketentuan dalam peraturan Pasal 34 (1) Peratutan Menteri Dalam Negeri No. 22 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain dan Kerja Sama dengan Pihak ketiga yang menyebutkan bahwa kerja sama yang membebani masyarakat harus disetujui oleh DPRD.
    Perjanjian Kerja Sama tersebut memuat pokok-pokok perjanjian sebagai berikut :
    1. Lokasi Pertanggungan terletak di Kawasan Wisata Tanjung Bira yang meliputi seluruh area tempat wisata daratan maupun perairan mulai dari pintu masuk, Pantai Pasir Putih Bira, Pantai Bara, Titik Nol, Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe.
    2. Premi asuransi dipungut dari pengunjung kawasan wisata sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) perorang untuk sekali masuk.
    3. Besarnya dana santunan:
    a. Meninggal dunia karena kecelakaan : Rp. 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah)
    b. Cacat Tetap (max): Rp. 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah)
    c. Biaya Perawatan karena kecelakaan (max) : Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)
    Dengan adanya perjanjian ini yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2021 maka bagi wisatawan yang berkunjung diharapkan untuk menyimpan struk pembayaran selama berada di Kawasan Wisata Tanjung Bira, sebagai bukti pertanggungan yang akan diperlihatkan jika akan melakukan klaim asuransi.

    Andi Ayu Cahyani, SH., MH.
    Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Bukukumba