Penulis: Zulkarnain Patwa

  • Pak Rusli, Tokoh Pelayaran Pinisi ke Vancouver, Kanada

    Pak Rusli, Tokoh Pelayaran Pinisi ke Vancouver, Kanada

    Bersama sang legend, Pak Rusli. Ia adalah senior yang masih hidup pada pelayaran Pinisi Nusantara dari Indonesia menuju Vancouver di Kanada pada 1986. Dari pelayaran tersebut yang dinakhodai oleh Laksamana Gita, Pinisi makin dikenal di dunia internasional.

    Salah satu alasan mengapa Pak Rusli dipilih ialah karena dirinya ingin melihat ombak yang tingginya mencapai tujuh sampai delapan meter. Cerita ini dicatat oleh Pius Caro, wartawan Kompas yang juga turut berlayar dan menuliskan catatan perjalanan dalam bentuk buku.

    Saat ini, Pak Rusli aktif menerima pesanan pembuatan layar Pinisi. Pada foto, anda bisa melihat kain putih di lapangan. Itu adalah pesanan orang asing. Karena ia sudah cukup lama menekuni layar, tentulah keahliannya semakin terasah. Wajar antrian pembuatan layar selalu menanti.

    Saya sendiri sempat berlayar bersama Pak Rusli dari Tanah Beru ke Makassar dengan Pinisi Anugerah Ilahi, perahu layar tanpa mesin. Sang Nahkoda, Pak Horst Liebner sering kali mempercayakan kemudi kepada Pak Rusli ketika Pak Horst ada urusan atau perlu istirahat. Dan Pak Rusli tahu betul bagaimana cara mengarahkan perahu dengan tepat untuk menghadapi ombak dan angin kencang yang kadang arahnya sangat cepat berubah.

    Sebagai seorang senior, Pak Rusli terlihat tenang saja dan sesekali tertawa melihat anak anak muda yang sedikit gugup bila keadaan lagi bergoyang kencang dimana air laut naik sampai ke dek perahu. Ia cukup memutar mutar arah kemudi untuk kembali menyeimbangkan perahu yang diikuti oleh yang lainnya menggeser layar sesuai arahan.

    Betapa pun umur terus bertambah tinggi, Pak Rusli seolah masih muda. Jiwa muda sang pelaut masih terus menyala di dalam dadanya. Kadang saya bertanya, ‘Kalau ada pelayaran jauh ke negeri para bule, Pak Rusli masih bisa?’. Ia menjawab dengan spontan, ‘Bisa’. Tidak ada rasa khawatir pun yang terlintas terbaca dari raut wajahnya.

    Spirit yang seperti Pak Rusli inilah yang patut kita jadikan contoh. Ia sudah melewati rintangan ganasnya laut. Ia adalah pelaut ulung yang sering diterpa oleh ombak yang tinggi. Toh, tiada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tenang, kata orang. Dan memang begitulah kenyataannya. Dan Pak Rusli telah melewati semua itu. Karenanya, kita yang muda mudi ini sangat perlu banyak belajar darinya.

    Zulkarnain Patwa
    * Foto di Desa Darubia dekat Desa Bira pada 25 Februari 2025.

  • Berprestasi di Olahraga dan Pendidikan

    Berprestasi di Olahraga dan Pendidikan

    Faika Qinara Putri Ridwan adalah contoh anak yang tidak hanya punya banyak prestasi di karate tetapi juga punya perhatian yang tinggi dalam dunia pendidikan. Hobinya membaca buku berbahasa Inggris berkembang dengan sangat baik dibuktikan dengan menamatkan buku berbahasa Inggris. Tidak hanya berhenti sampai di situ, ia juga mampu menjawab soal soal cerita sebagaimana yang ia lakukan pada foto ini.

    Hubungan antara olahraga dan pendidikan ini mampu terjalin dengan baik dalam diri Faika karena orang tuanya sadar bahwa prestasi itu sangat baik menunjang masa depan anak. Dan bila ingin lebih punya keyakinan yang kuat, pendidikan yang berkwalitas mestilah melekat dalam diri anak. Maka tidak mengherankan, jadwal Faika cukup padat: mengaji, karate dan Bahasa Inggris. Awalnya terlihat melelahkan namun karena telah terbiasa dan menikmati, semuanya dapat berjalan lancar.

    Faika sudah masuk lesson 22 dari 48 lesson yang mesti diselesaikan. Karena ia punya niat menjawab soal soal, ia saat ini satu satunya menjadi anak kelas 2 SD yang mampu menjawab cerita cerita bacaan hingga tuntas. Ini membuktikan bahwa pelajaran yang agak tinggi pun mampu dimengerti oleh anak berumur delapan tahun. Dan bila ia berhasil meluluskan diri pada buku kedua ini, kemustahilan pun terbongkar karena terbukti mampu menyelesaikan buku setuntas-tuntasnya.

    Zulkarnain Patwa
    *
    Tulisan ini pertama kali terbit pada 29 Mei 2025

  • Masa Depan INKAI Sulawesi Sel

    Masa Depan INKAI Sulawesi Sel

    Atlet berbakat INKAI Sulawesi Selatan sangat melimpah. Kumpulan anak anak yang meraih Juara Piala Menteri Pertahanan RI ini sangat berpengaruh mengokohkan INKAI sebagai Juara Umum 1.

    Lagi pula, umur yang masih belia tersebut merupakan peluang besar bagi anak anak untuk berproses lebih panjang untuk meniti karir yang cemerlang di karate. Harapan masa depan INKAI Sulawesi Selatan pada sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan akan sangat dipengaruhi dan berada pada pundak mereka. Karena itulah, mereka tak bosan bosannya selalu digembleng secara maksimal baik dari segi fisik dan mental agar mereka nantinya benar benar dapat diandalkan pada kejuaraan tingkat nasional hingga internasional, harapannya.

    Pada foto adalah Ir. Abdul Djalil Razak (tengah), Ketua INKAI Sulawesi Selatan, dan Senpai Saiful Patwa (bertopi), Manager INKAI Sulawesi Selatan, yang keduanya hadir sejak pembukaan hingga penutupan untuk memberikan dukungan penuh kepada para atlet INKAI yang sedang berlaga.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba

    Note:
    Foto di Auditorium JK Universitas Hasanuddin di Makassar pada 23 Mei 2025.

  • Kamus Pinisi

    Kamus Pinisi

    Pak Rusli adalah orang yang turut punya peranan besar hingga Pinisi dikenal lebih luas dengan keterlibatannya pada pelayaran Pinisi 11.000 mil laut dinakhodai Kapten Gita Ardjakusuma ke Vancouver, Kanada pada 1986. Wajahnya masih terlihat segar bugar, tetap aktif dalam pembuatan layar Pinisi dan sesekali aktif berlayar dengan angin di Pinisi Perla Anugerah Ilahi.

    Kehadiran Prof. Antonia Soriente sebagai seorang dosen senior di Universitas Orientale di Neplas, Italia yang saat ini konsentrasi menulis kamus Bahasa Konjo terkhusus pada segala macam penyebutan istilah di Pinisi menjadi berharga dalam menguak kekayaan pengetahuan Pinisi. Ini adalah bagian dari penyelamatan Bahasa Konjo klasik yang hampir punah karena istilah-istilah tersebut jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh penutur orang Konjo sekali pun. Di samping itu, buku ini menembus batas karena orang orang dari berbagai macam latar belakang dapat mempelajarinya dimana mereka berada.

    Dalam beberapa pelatihan pelayaran Pinisi, orang luar yang ikut pelatihan cenderung kelimpungan mengenal kosa kata tersebut. Betapa tidak, ketika kita berada di tengah laut, Pak Horst Liebner, sang kapten di Pinisi Perla Anugerah Ilahi, tidak pernah memerintahkan pergeseran layar dalam Bahasa Inggris, Jerman atau Indonesia. Semua kembali ke asalnya, bahasa Konjo. Kalau para crew tidak mengerti, pastilah pening kepala untuk bertindak. Ini bukan karena tidak mau bekerja tapi tidak tahu mau berbuat apa.

    Beruntung, ibu Antonia telah beberapa kali mengadakan kunjungan ke Tanah Beru di Kab. Bulukumba Sulawesi Selatan untuk menghimpun data terpenting guna menuntaskan kamus Konjo tersebut dan Pak Rusli adalah salah satu rujukan penting yang ia temui. Pak Rusli pun selalu menyambut dengan hangat karena kehidupannya memang erat kaitannya dengan Pinisi, tidak kehabisan bahan menerangkan tentang tali temali, layar yang merupakan pekerjaannya membuat dan memasang dan dan segala hal istilah Pinisi. Betapapun ia kini lebih sering bertemu dengan Pinisi bermesin, ia tidak lupa tentang Pinisi klasik karena dirinya masih bagian dari crew Pinisi Perla Anugerah Ilahi, satu satunya perahu layar Pinisi tanpa mesin. Wajar bila otaknya masih segar menjelaskan.

    Kita berharap kamus pertama Pinisi tersebut dapat segera selesai dan dinikmati oleh generasi penerus sehingga pewarisan dan kekayaan pengetahuan yang tersembunyi di balik Pinisi itu dapat dikenal dan dicintai oleh generasi penerus kita. Dengan demikian, pelayaran ke Vancouver di Kanada yang pernah dilakukan oleh Pak Rusli dkk dapat ditindaklanjuti oleh anak muda mudi sekarang mengarungi samudra luas, negeri negeri terjauh. Siapa yang tahu tapi semoga!

    Sekian dulu. Nanti dilanjutkan lagi tulisannya karena saat ini saya ada tugas mengajar 😉

    Zulkarnain Patwa
    * Penulis Bebas

  • Karate Segala Tingkatan

    Karate Segala Tingkatan

    Karate untuk segala tingkatan umur dimana tingkat kesederhanaan dan kerumitan latihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta karate.

    Hari : Tiap Senin dan Kamis.
    Jam : 15.30 – 17.30 Wita.
    Tempat : Aula Pongdam XIV Hasanuddin, Jln. Mongisidi No. 19 A, Maricaya Baru, Kec. Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

    Pelatih :
    * Letda Cpm Ahmad Radjab
    * Sensei Achmad Sairodji (Sabuk Hitam / DAN V)

    Biaya
    * Pendaftaran Rp. 50.000,- Lima Puluh Ribu)
    * Bulanan Rp. 50.000,- Lima Puluh Ribu)

    Contact Person
    0851 – 3799 – 5867
    0852 – 5538 – 8885

    Note:
    Perguruan karate ini bernama INKAI (Institut Karate Do Indonesia). Para atlet INKAI Sulawesi Selatan paling sering Juara Umum pada berbagai kejuaraan lokal dan nasional di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini.

    Terima kasih.
     

     

  • Challenge to  Conquer

    Challenge to Conquer

    The life of this young boy is English class. Delon has been studying English for years and he has understood his English. But why doesn’t he want to stop eventhough we always give him hard exercises? For him, it is a big challenge to conquer and because of it, he thinks that English at school becomes easier.

    Picture at English Class.
    August 18, 2025.

  • True Smile

    True Smile

    Children have true smile. We will always be happy to teach them.

    Picture at Kelas Baca Tulis dan Hitung.
    August 18, 2025.

  • Love to Study

    Love to Study

    We love what we teach and our students love to study.

    Picture at Baca Tulis dan Hitung Class.
    August 18, 2025.

  • Curiosity

    Curiosity

    Curiosity influences you to be smarter and clever than before. And because of that, long life education is in your hand.

    Picture taken at English Class.
    August 15, 2025.

  • More

    More

    If you can’t explain the lesson you teach, you don’t understand it enough. We are sure that you can. That’s the reason we are listening you in order to understand you more.

    Micro Teaching at English Class by Raihana.