Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi sekali atau dua kali saja tidak cukup untuk membuat pelajar fasih mengucapkan. Di sinilah kesabaran pelajar dan guru dipuji. Pelajar harus rajin mengulang dan guru yang bijak perlu mendampingi untuk mengoreksi kesalahan dan memberikan contoh yang benar.
Setelah guru melakukan pendampingan, penggunaan kaset atau rekaman MP3 akan sangat membantu. Kemampuan mendengarkan juga terasah lebih tajam: perspektif guru kelas dan suara native speaker dari MP3. Para pelajar cukup mendengarkan ulang dan kemudian bertanya kepada guru pada kosakata yang sulit diucapkan.
Setelah merasa cukup baik dalam berbicara, setiap pelajar divideo. Meskipun ini telah menjadi kebiasaan pada lembaga pendidikan yang mewajibkan kegiatan ini, tentu saja hal mempunyai daya kejut; tidak ada yang mau tampil buruk karena mereka tahu bahwa video itu akan disebarkan di media soal sehingga mereka melakukan persiapan lebih baik sebelum tampil. Oleh karena itu, wajar bila keseriusan dalam belajar lebih tinggi. Mereka yang ‘ketakutan’ biasanya bertanya pada pelajar yang telah melewati tahapan tersebut.
Agar strategi ini benar-benar efektif, tiap pelajar yang tingkat kemahirannya di bawah 90 persen diminta untuk mengulangi bacaan pada pertemuan berikutnya. Materi selanjutnya tidak dipercepat karena waktu digunakan untuk review. Selain itu, mereka pasti lebih kewalahan bila melanjutkan materi karena pada bacaan lanjutan itu, terdapat banyak kosakata yang berhubungan dengan materi sebelumnya dihadirkan kembali. Mempermantap bacaan pada tiap lembaran pada buku adalah terbaik. Apakah ini tergolong lambat? Hal itu sangat tergantung dari keaktifan para pelajar itu sendiri. Bila mereka rajin, satu buku dapat segera tuntas. Bila malas mengulang, pasti terlambat. Dibalik itu, mereka diajak untuk mau lebih aktif belajar agar mampu melewati standar 90 persen.
Untuk memperkaya kemampuan pronunciation, para pelajar sebaiknya juga membaca buku yang di luar dari bacaan wajib seperti percakapan atau teks bacaan. Ini sangat berguna untuk menguji sejauh mana kemampuan mereka telah mengerti teori yang telah dipelajari. Bagi yang masih kewalahan, mereka akan bertanya dan bagi yang sudah mengerti, mereka akan langsung merasakan manfaat mengikuti kelas pronunciation. Selain itu, mereka pun dipertemukan dengan pelajar lainnya yang tidak mengikuti kelas pronunciation agar dapat mengetahui kelebihan dari belajar pronunciation.
Terdapat satu hal yang lebih penting lagi. Waktu belajar di tempat bimbingan belajar itu beberapa jam saja. MP3 sangat memungkinkan untuk lebih banyak dipelajari di rumah. Belajar dengan berselancar di internet dengan mengecek menghubungkan dengan materi yang sedang dipelajari akan sangat membantu. Peluang untuk mendapatkan hal-hal baru yang belum diajarkan sangat besar. Kelemahannya, terkadang pengetahuan yang diperoleh di dunia maya itu seringkali acak, namun hal itu bisa diatasi diatasi dengan cara berkonsultasi dengan guru saat berada di kelas belajar.
Para pelajar yang mempunyai inisiatif seperti ini dapat lebih aktif dalam dunia nyata dengan jalan mengajak rekan-rekannya lebih banyak berkomunikasi dalam bahasa Inggris saja saat bertemu: menciptakan lingkungan belajar. Terkhusus daerah yang wilayahnya berada kawasan wisata yang seringkali dikunjungi oleh turis mancanegara seperti Bulukumba itu adalah kekayaan, bukan dalam bentuk uang, melainkan sumber daya manusia yang dapat diakses dengan menghubungi guide lokal yang aktif di kawasan wisata. Sebagian para turis itu tentu ingin mendapatkan mengetahui informasi dari masyarakat lokal tentang daerah yang mereka kunjungi. Inilah yang dimanfaatkan sebagai pembuka untuk menjalin komunikasi dengan orang luar.
Keterasingan terhadap bahasa asing itu terjadi karena tidak terjadi pembiasaan saja. Belajar lewat guru, buku, dunia maya, dan dunia nyata adalah alat pengetahuan untuk mengatasi keterasingan. Kesalahan dalam berbicara itu adalah hal biasa. Selama itu diniatkan untuk mengembangkan diri, kesalahan tersebut akan menjadi pengingat untuk menjadikan diri lebih baik; lancar berbahasa Inggris dengan fasih.
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Kamis, 1 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan