Tanpa teks di papan tulis dan buku bacaan, percakapan sederhana yang berhubungan dengan dunia anak dimulai. Karena ini hari pertama sekolah setelah liburan semester genap, sebuah pertanyaan yang menyangkut hal itu mengikuti. What time did you go to school this morning? (Jam berapa kamu pergi ke sekolah tadi pagi?) Jawaban, I went to school at 7 this morning (Saya pergi ke sekolah jam 7 tadi pagi).

Tanya jawab singkat itu dipraktikkan secara bersama dan kemudian, setiap anak bertanya kepada anak lainnya secara bergiliran. Setelah cukup menikmati dan mengerti, pertanyaan berikutnya pun hadir. What time did you go home? (Jam berapa kamu pulang ke rumah?). Jawaban, I went home at 12 o’clock. (Saya pulang ke rumah pada jam 12). Metode pengulangan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya kembali dilakukan.

Setelah itu, semua anak bebas memilih pasangan dan diberikan waktu lima menit untuk menguasai percakapan tersebut. “Percakapan kalian akan direkam secara live (langsung) di Facebook,” kata guru. Semua pun bergegas berlatih, tidak ingin tampil terlihat tolol (fear of looking foolish). Mereka tahu bahwa siaran langsung tidak bisa diedit. Sesuai yang diharapkan, sepuluh orang pelajar yang membentuk lima pasangan bicara tanpa teks, mengandalkan hapalannya. Yang lancar bicara meminta lebih dahulu direkam, sedangkan yang belum terlalu lancar meminta agar diperkenankan dapat dibantu oleh rekannya mengingat bahan pembicaraan. Karena ini bukan ujian, guru pun memperbolehkan.

Pada sesi pelajaran kedua, jumlah pertanyaan bertambah. Tiga pertanyaan disertai jawaban. Diantaranya:

+ What time did you go to eat dinner?
(Jam berapa kamu makan malam?)
I went to eat dinner at 7 in the evening.
(Saya pergi makan malam pada jam 7 malam.)

+ What time did you go to play games?
(Jam berapa kamu pergi bermain games?)
I went to play games at 8 in the evening.
(Saya pergi bermain games pada jam 8 malam.)

+ What time did you go to sleep?
(Jam berapa kamu pergi tidur?)
I went to sleep at 10 in the evening.
(Saya pergi tidur pada jam 10 malam).

Total lima kali bertanya ini tidaklah memberatkan pikiran anak anak. Semua pertanyaan diawali “What time did you go …?” serta jawaban “I went…” sengaja dibuat demikian agar otak anak-anak tidak lelah berpikir, merasa mudah. Beban hapalan pun dianggap tidak terlalu banyak, tidak merasa tersiksa di kelas untuk segera mendapatkan jam keluar main. Mereka bahagia.

Kalimat What time did you go to eat dinner? atau What time did you go to sleep? mungkin terasa kurang natural atau alami betapapun itu mempunyai alasan pembenaran di grammar (tata bahasa). Terus terang, ini memang masalah tapi setidaknya ada satu pola yang sama baik dalam bertanya dan menjawab yang memudahkan otak mencerna dibandingkan membuat jawaban yang kata kerjanya berubah ke verb 2 seperti eat menjadi ate, sleep menjadi slept, atau play menjadi played.

Untuk lebih lanjut, persoalan tersebut nanti diperkenalkan di materi khusus di simple past. Karena ini percakapan, grammar untuk sementara disimpan dan akan bahan percakapan ini nantinya bisa jadi contoh untuk membenarkan atau menyalahkan suatu struktur dalam kalimat.

Menjelang akhir pelajaran, teks percakapan tersebut ditulis di papan dengan maksud anak-anak bisa mengingat dan merujuk pada hal-hal yang mereka lupakan sekaligus memastikan mereka tidak hanya pandai berbicara alias buta huruf, tetapi juga menguasai kemampuan literasi (membaca dan menulis)Tingkat kesalahan membaca teks pun lebih rendah karena mereka sebelumnya sudah tahu cara mengucapkan sebelum teks masuk dalam pikiran mereka. Lagi pula ada anak-anak yang suka menulis. Dengan menulis, ia lebih cepat paham.

Tanpa teks dan teks pada akhirnya saling mendukung dalam upaya memahamkan. Penggabungan ini memperkaya cara belajar anak berbahasa Inggris.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Senin 13 Juli 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Tulisan Gadis Cilik Mengejutkan Para Intelektual

Mengejutkan! Seorang anak dua belas tahun bernama Fathiyah Syabila Nur Faisyal telah menulis sebuah buku…

2 hari ago

Rahasia Kelas Bahasa Inggris Seru dan Interaktif

Far, far, far and near, near, near (jauh, jauh ,jauh dan dekat, dekat, dekat) adalah…

2 hari ago

RBB: Membumikan Bahasa Inggris di Tanete

Jangan mengandalkan sumber daya alam (SDA). Andalkanlah sumber daya manusia (SDM) yang terbarukan. Itulah pengingat…

3 hari ago

Taman Kebebasan di Kampung Belajar

Siapa yang datang lebih dahulu, dialah yang mendapatkan pelayanan. Seperti itulah gambaran sederhana bagi Aul…

4 hari ago

Pengetahuan Inggris dan Keadilan dalam Belajar

Kelas pagi langsung dibuka dengan Irregular Verbs (kata kerja tidak beraturan) lagi, sebuah usulan dari…

5 hari ago

Pemimpin Kecil, Belajar Serasa Bermain

Keseruan anak-anak yang bermain tidak kalah menarik dengan belajar sebaya. Enam orang pelajar dipasangkan: tiga…

6 hari ago