Pemimpin Kecil, Belajar Serasa Bermain

Keseruan anak-anak yang bermain tidak kalah menarik dengan belajar sebaya. Enam orang pelajar dipasangkan: tiga orang yang paham pelajaran irregular verbs (kata kerja yang tidak beraturan) mengajarkan kepada tiga orang rekannya yang belum paham. Dua orang dalam satu pasang ini ditentukan berdasarkan pilihan mereka masing-masing sehingga keakraban rekan tetap terjaga.

Saat sedang belajar, mereka tertawa, saling memarahi, dan menggurui. Mereka juga bebas untuk tidak saling sepakat, tetapi bagaimanapun, yang berilmu tetap yang memimpin pelajaran hingga target puluhan irregular verbs tersebut tercapai. Anak yang merasa yakin memahami pelajaran menyetor hafalan kepada pemimpinnya.

Kehadiran guru hanya sebatas membuat metode belajar sebaya ini berjalan normal. Kadang-kadang anak-anak berperilaku yang dapat membuat suasana kelas kacau. Guru tidak langsung menegur, tetapi meminta sang pemimpin kecil itu untuk menangani rekannya dan mencari cara agar dapat kembali berkonsentrasi pada pelajaran. Jadi, ada kesan bahwa yang memutuskan kelanjutan pelajaran adalah kelompok mereka sendiri, bukan tekanan guru.

Untuk memacu semangat belajar lebih tinggi, guru memberikan tantangan kepada masing-masing pemimpin itu. “Jangan sampai murid kalian kalah dengan murid lainnya,” kata guru. Mereka pun berlomba-lomba untuk mencerdaskan pelajar yang menjadi tanggung jawabnya.

Mari menciptakan dunia belajar yang menyenangkan.

Pada akhirnya, tiap pemimpin ini menyampaikan bahwa muridnya sudah menguasai puluhan irregular verbs. Belajar ala bermain ini telah memenuhi target pada pertemuan tersebut. Momen ini bertepatan dengan jam pulang. Beberapa orang tua pelajar telah menanti di depan pagar Rumah Belajar Bersama (RBB) untuk menjemput anaknya pulang. Kelas pun selesai.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Rabu, 8 Juli 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Merawat Rasa Ingin Tahu dan Kemerdekaan Berpikir

Rencana yang sudah matang dari guru yang hendak membuat cerita aktivitas keseharian para pelajarnya tiba-tiba…

4 menit ago

Menyemai Emas di Lingkungan Belajar

Afwa Afiza Arsi, gadis kecil berusia tujuh tahun, kini bersekolah di SD Negeri 128 Turungan…

23 jam ago

Dari Olimpiade hingga Kemandirian Berpikir

Dua orang anak mendapatkan kelas tambahan untuk persiapan lomba. Faika Qhinara Putri Ridwan (Faika) hobinya…

2 hari ago

Sakkar Menaklukkan Badai dan Logika

Sakkar adalah the young sailor man (sang pelaut muda) dari Turungan Beru, Herlang, Kab. Bulukumba.…

3 hari ago

Amuk Marxisme dan Jalan Damai Pendidikan Alternatif

Jika dalam satu kelas terdapat 40 orang pelajar, ada dua atau tiga orang anak yang…

3 hari ago

Keajaiban Metode 40

Sebelum jam belajar mulai, satu per satu anak-anak sudah datang dan langsung bertanya, "Dimana kertasku?"…

5 hari ago