Rahasia Anak SD Jago Tenses di Luar Kepala

Tiga orang anak SD belajar praktik lisan tenses di luar kepala. Bagi orang luar, itu terkesan istimewa karena pelajaran ini untuk SMP dan SMA. Tapi di RBB (Rumah Belajar Bersama), ini hal biasa karena banyak anak-anak SD telah lulus ujian tulis dan lisan tenses.

Bagaimana hal ini bisa diterapkan? Guru mendeteksi cara belajar muridnya. Ada yang suka melalui pendekatan contoh kalimat dan ada juga yang melalui pendekatan rumus. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah memberikan pemahaman tentang apa itu tense, makna dan fungsi tenses secara perlahan. Dengan memahami, murid akan lebih mudah menghafal.

Dalam penerapan, satu contoh kalimat sudah cukup untuk merubah satu kalimat menjadi sedikitnya delapan puluh delapan perubahan kalimat secara teratur pada verbal tenses. Setelah lancar, beragam kalimat bisa dipakai hingga murid mampu merubah tenses secara acak.

Latihan dilakukan secara tulis untuk mengikat makna, merujuk catatan bila lupa dan lisan untuk mengasah kesesuaian pikiran dan bicara. Praktek sedikitnya diulang sebanyak 40 kali yang oleh RBB disebut sebagai Metode 40. Dalam artian, 40 kali praktik secara berulang adalah ukuran standar untuk mengerti.

Tapi patut diingat, ada murid yang dapat mengerti tanpa harus mengulang sebanyak 40 kali. Tapi bagi murid yang belum mengerti meskipun telah diulang sebanyak 40 kali, perulangan terus dilakukan hingga mengerti. 40 dipakai sebagai ukuran standar rata-rata perulangan latihan. Dalam istilah akademik, ini dapat juga disebut the law of repetition (hukum perulangan).

Apakah perulangan membosankan? Ini sangat tergantung dari cara mendidik murid. Oleh karena itu, pelajar dilatih menjawab soal-soal cerita, berbicara inggris secara teratur, menunjukkan materi basic grammar (tata bahasa dasar) yang erat kaitannya dengan tenses. Motivasi belajar pun menjadi meningkat karena mereka percaya tenses adalah yang sangat penting dikuasai untuk memudahkannya menghadapi persoalan Bahasa Inggris baik dalam reading, grammar dan speaking sekalipun.

Seiring dengan perkembangan pemahaman, beragam perubahan kata kerja dikenalkan untuk memperkaya kemampuan mengubah kalimat. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan kelas kata (parts of speech) lainnya sehingga murid tahu peletakan kata yang benar dalam suatu kalimat.

Para murid yang mampu mencapai tahapan ini akan lebih cepat mengembangkan diri mempelajari materi lanjutan karena fondasi yang kokoh telah dibangun. Dan itu akan lebih berarti bila dapat diterapkan sejak SD.

Kini sudah saatnya kita melakukan terobosan belajar sehingga persepsi tentang Bahasa Inggris itu susah berubah menjadi mudah. Pemahaman tenses di luar kepala itu dapat diterapkan kepada anak-anak, hal yang tidak difokuskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui kurikulum sekolah di Indonesia.

Zulkarnain Patwa
Kamis, 4 Juni 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Menanam Bibit Literasi Global di RBB Tanete

Orang yang bisa berbahasa Inggris dianggap pintar. Anggapan umum ini berkembang begitu saja tanpa pernah…

16 jam ago

Pintar Bareng di RBB Tanete

Pendapat umum adalah pelajar Indonesia kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Ah! Itu memang kenyataan yang…

2 hari ago

Jangan Ikut Tolol!

Lomba menjawab verbal tenses di luar kepala untuk lima orang anak berumur sembilan dan sepuluh…

3 hari ago

Futri: Langkah Solutif Persiapan S-3

Seorang alumni S-2 ingin lanjut S-3 di Malaysia mengikuti kelas bahasa Inggris. Pilihannya unik. "Saya…

4 hari ago

Memecahkan Kebuntuan Literasi

Rilis terbaru Programme for International Student Assessment (PISA) tentang literasi Indonesia pada 2025 baru saja…

5 hari ago