Menyeimbangkan Mengaji dan Calistung

Calistung (Baca Tulis dan Hitung) adalah sama pentingnya dengan mengaji. Kenapa? Karena menuntut ilmu itu adalah sebuah kewajiban, larangan menjadi bodoh. Ketika anak-anak sejak usia dini bisa belajar bacaan Arab dalam artian bahasa yang dipakai Al-Qur’an, mereka tidak boleh terlambat mengenal bahasa ibunya, Bahasa Indonesia.

Kenapa Penting?
Di SD, anak-anak yang terlambat tahu calistung akan merasa tidak percaya diri kepada rekannya yang telah pandai. Mereka terlambat memahami pelajaran. Ini akan memunculkan rasa malas untuk ke sekolah dan terpisah dari pergaulan anak sebayanya. Parahnya, mereka seringkali dicap bodoh, nakal dan stigma negatif lainnya dilekatkan padanya. Padahal, mereka tidak punya kesalahan. Mereka tidak tahu saja cara belajar calistung sederhana yang tepat seperti rekan-rekannya.

Untuk menghindari stigma buruk tersebut, orang tua anak sangat perlu berperan aktif mendidik anaknya di rumah. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah tanggungjawab sekolah. Betul. Cuma saja, seorang guru mengelola sejumlah anak kecil dalam jumlah cukup besar yang isi kepalanya bermain dalam satu kelas bukan persoalan mudah. Waktu belajar anak kelas 1 dan 2 SD pun sangat terbatas.

Pengalaman orang tua anak yang anak-anaknya cepat pintar membaca dan menulis patut dijadikan contoh. Mereka menyiapkan bahan pelajaran seperti gambar alphabet dan angka, buku bergambar dan papan belajar di rumah. Orang tua bermain bersama anaknya sehingga anak merasa akrab, tidak asing dengan dunia belajar.

Ada juga yang berpikir praktis dengan cara memasukkan anaknya ke bimbingan belajar dengan alasan kesulitan mendidik di rumah atau sibuk. Pendekatan ini tidak salah karena ada solusi. Namun menyediakan bahan pelajaran di rumah yang sesuai kebutuhan anak akan membuat anak lebih sering melihat bahan pelajaran yang diajarkan di sekolah. Apa yang ada di sekolah juga ada di rumah.

Di RBB (Rumah Belajar Bersama), beberapa anak yang duduk di kelas 3, 4 dan 5 SD bergabung belajar Baca Tulis dan Hitung. Itu sangat terlambat tapi masih lebih baik karena ada usaha penyelamatan. Selama jam belajar di RBB, mereka memaksimalkan diri berlatih membaca dan menulis dengan tekun melalui panduan guru yang berpengalaman, mengetahui pendekatan yang tepat. Tahap demi tahap dipelajari secara terstruktur. Setelah dididik, bagi anak-anak tanpa hambatan khusus, 3 sampai 4 bulan adalah waktu cukup lama untuk bisa lancar. Ternyata, masalah utamanya bukan karena anak-anak tersebut bodoh tapi karena mereka perlu menemukan lingkungan yang tepat untuk belajar.

Pendidikan keluarga di rumah, sekolah dan lembaga pendidikan alternatif adalah pilihan yang hadir untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh anak-anak kita. Mengaji dan calistung adalah pengetahuan yang wajib kita terapkan pada anak usia dini agar terdapat keseimbangan antara pendidikan agama dan pengetahuan umum.

Zulkarnain Patwa
Kamis, 4 Juni 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Rahasia Anak SD Jago Tenses di Luar Kepala

Tiga orang anak SD belajar praktik lisan tenses di luar kepala. Bagi orang luar, itu…

5 jam ago

Ketagihan Belajar Tercipta

Tepat sesuai jadwal, pada jam 19.15 Wita kelas Reading (Membaca ) mulai. Anak-anak mengikuti listen…

1 hari ago

Waktu dan Seni Menang dalam Kehidupan

Dalam kehidupan, manusia menjalani kehidupan seiring dengan perjalanan waktu. Manusia yang memanfaatkan waktu dengan baik…

1 hari ago

Bergembira di Masa Ujian Sekolah

Anak-anak yang ujian akhir semester sekolah tidak menurunkan semangat mereka untuk tetap datang belajar Bahasa…

2 hari ago

Loncatan Belajar di Luar Kebiasaan

Nurailu Sholehah bercita-cita kuliah di jurusan sastra Inggris atau Jepang di Universitas Hasanuddin. Setelah tamat…

2 hari ago

Menerobos Kemustahilan Kurikulum Bahasa Inggris

Ini adalah sekilas kisah anak-anak yang sangat jarang terjadi dalam dunia pendidikan. Kemampuan Faika Qinara…

3 hari ago