Tepat sesuai jadwal, pada jam 19.15 Wita kelas Reading (Membaca ) mulai. Anak-anak mengikuti listen and repeat (mendengarkan dan mengulangi) pada cerita “Help!”. Selain cara mendapatkan cara mengatur tinggi rendahnya suara, mereka juga tahu kapan menggunakannya pada kalimat yang tepat. Kemudian, mereka mengulangi praktik bacaan yang sama dengan bantuan guru. Suara mereka terdengar lebih kompak dan semarak.
Sebenarnya, meskipun mereka sangat bersemangat, ternyata bacaan tersebut agak sulit dibaca dengan sempurna. Penulis yang bertindak sebagai pengajar langsung mengalihkan pelajaran pada lesson (pelajaran) yang lebih mudah, lesson 1 sampai 5. Mereka senang dan merasa tidak perlu bantuan sama sekali. Namun beberapa kesalahan kecil tetap penulis perbaiki di sela sela bacaannya. Misalnya, kata “with” mereka sebut “waith” dan “murderer’s” mereka sebut marderers.
Pembiasaan reading ini akan punya pengaruh besar dalam speaking (bicara). Soalnya, salah ucap bisa salah makna, tafsir. Penguatannya mesti dilakukan sedini mungkin melalui pendekatan literasi agar mempunyai efek ganda: mampu mengenal tulisan Inggris dan bicara dengan benar. Itulah yang dibangun dalam dunia akademik.
Karena pelajaran di atas cukup menyita energi yang besar, anak-anak diberikan kesenangan dengan keluar main. Saat masuk kelas lagi, pelajarannya tentang Parts of the Body (Bagian-Bagian dari Tubuh) sekitar 25 kotakata mulai dari neck (leher) sampai two thumbs up (dua jempol). Mereka suka mengunakan tubuhnya sendiri sebagai alat peraga.
Kemudian, waktu keluar main diberikan lagi. “Hore”, sorak anak-anak.
Pada akhir pelajaran, anak-anak mengusulkan games. Karena ingatan tentang Parts of the Body masih segar, soal tebakan dengan siapapun yang angkat tangan paling awal, dialah yang berhak menjawab. Games ini sangat seru sehingga guru sulit menentukan siapa yang paling cepat angkat tangan. Guru sering diprotes oleh anak yang merasa lebih dahulu angkat tangan tapi tidak mendapatkan kesempatan.
Menghindari perdebatan lebih lanjut, guru meminta seorang sukarelawan yang khusus mengamati pelajar yang lebih dahulu angkat tangan sekaligus mengecek kebenaran jawaban. Faika bersedia mengambil peran tersebut dan diterima. Bagi anak-anak, itu lebih baik karena Faika sudah tahu jawaban, saingan berkurang. Games ini terus dimainkan hingga waktu jam belajar selesai, 20.45 Wita.
Kombinasi belajar dengan pendekatan bermain dan literasi buku ini mempunyai daya tarik yang kuat. Anak-anak tidak bosan dan bahkan merasa belajar adalah dunia bermainnya. Wah, betapa indahnya kehidupan anak-anak yang kesehariannya belajar. Itu adalah lifestyle, bukan?
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Rabu, 3 Juni 2026
Dalam kehidupan, manusia menjalani kehidupan seiring dengan perjalanan waktu. Manusia yang memanfaatkan waktu dengan baik…
Anak-anak yang ujian akhir semester sekolah tidak menurunkan semangat mereka untuk tetap datang belajar Bahasa…
Nurailu Sholehah bercita-cita kuliah di jurusan sastra Inggris atau Jepang di Universitas Hasanuddin. Setelah tamat…
Ini adalah sekilas kisah anak-anak yang sangat jarang terjadi dalam dunia pendidikan. Kemampuan Faika Qinara…
Jadwal anak-anak yang sedang belajar ini sungguh padat. Betapa tidak, seiring dengan matahari terbit, mereka…
Saya ingin terus jadi anak-anak saja, tidak mau besar (baca:dewasa)", kata seorang anak. "Kenapa?", tanya…
Leave a Comment