Irregular Verbs (Kata kerja yang tidak beraturan) adalah kelas kata yang menarik, sesuatu yang tidak hadir dalam bahasa Indonesia. Berlari, berpikir, dan makan tidak mengalami perubahan kata bila dikerjakan masa lampau, sekarang, dan masa akan datang. Bahasa Inggris tidak demikian.
Makan
To eat, eat, eats, ate, eaten, eating.
Berpikir
To think, think, thinks, thought, thought, thinking.
Berlari
To run, run, runs, ran, run, running.
Ini semua wajib dikenalkan Lantas bagaimana cara menyederhanakannya? Mudah. Kita mengajak dengan istilah bermain kosakata. Kata “bermain” itu disukai anak-anak. Satu dua perubahan kosakata semisal eat, ate, eaten dan think, thought, thought cukup mereka kenali sebagai langkah pembuka dengan jalan membaca bersama dengan pelafalan yang benar. Perubahan lainnya seperti to eat, eats, eating dan to think, thinks, thinking nanti diajarkan saat membuat kalimat agar bahan pelajaran tidak bertumpuk dalam satu waktu. Setelah paham dua perubahan kosakata kata, tambahkan dua atau tiga kosakata lagi. Begitu seterusnya hingga puluhan dan bahkan ratusan kata mereka kuasai.
Anak-anak yang cepat memahami pelajaran membantu rekan terdekatnya. Tentu, mereka takkan mengelak karena senang selalu bersama best friend-nya. Pelajar yang tidak punya best friend diajak bergaul. Bila gagal, guru kelas yang turun langsung mengadakan pendampingan kepada anak tersebut. Terkadang juga, beberapa anak yang meskipun bersama best friend-nya belajar bersama, mereka terlambat mengerti. Ini juga bagian dari tugas guru untuk memberikan pengarahan lebih lanjut.
Ketika kelas seperti ini berjalan, dalam beberapa waktu, anak-anak akan selalu mengangkat tangan untuk menyatakan “saya sudah hapal.” Guru menyambut, “Silahkan setor hapalan.” Ia pun menunjukkan kemampuannya. Dengan memberikan pujian yang tulus capaiannya itu membuat anak-anak akan meminta lagi kosakata yang baru. Tiap dari mereka akan berhenti manakala sudah merasa capek.
Pada pertemuan berikutnya, anak-anak tidak akan kaget lagi melihat perubahan kata kerja pada kalimat simple present atau simple past. Mereka akan tahu apa manfaat “permainan” kosakata. Bagi guru yang kreatif, mereka biasanya memanfaatkan untuk mengajarkan tenses–perubahan kalimat berdasarkan waktu dan kejadian atau kondisi–secara keseluruhan. Ini karena kata kerja merupakan inti pada perubahan kalimat.
Ketika inti telah berada dalam genggaman, yang lain dengan serta merta mengikut asalkan disertai dengan penjelasan yang masuk akal sesuai kemampuan daya serap pelajar.
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Rabu, 22 Juli 2026
Kebersihan pantai adalah masalah utama yang dihadapi Bulukumba yang kaya dengan beragam keindahan pantai. Persoalan…
Ini bukan cerita khayalan melainkan kenyataan yang diceritakan. Tenses di luar kepala adalah materi biasa…
Generasi penerus tenses di luar kepala sedang dimassifikasi. Rumah Belajar Bersama (RBB) telah membuktikan para…
Bekerja mengedepankan kualitas daripada kuantitas. Itulah yang saya dapatkan saat bersama Horst Liebner. Beberapa tulisan…
Manusia lahir, muda, tua, dan mati, kata Ferdowsi. Begitulah kisah intelektual Persia yang mempersingkat jalan…
Mengupayakan kualitas belajar yang berbobot yang menyenangkan adalah langkah konkrit oleh Miss Fathy Cayadi pada…
Leave a Comment