Waktu dan Seni Menang dalam Kehidupan

Dalam kehidupan, manusia menjalani kehidupan seiring dengan perjalanan waktu. Manusia yang memanfaatkan waktu dengan baik akan jadi pemenang. Bagiamana cara memanfaatkan? Dengan cara menentukan cita-cita dalam hidup dan menggunakan waktu sebanyak mungkin dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Dilema Durasi dan Fokus Belajar
Mari kita telaah sedikit lebih lanjut dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan alternatif, para guru dan pelajar belajar dalam waktu tertentu. Misal 90 menit dalam satu pertemuan. Kebanyakan orang biasanya bosan bila belajar penuh selama 90 menit tersebut. Itulah mengapa ada yang disebut jam istirahat sekitar 15 menit. Jadi waktu yang efektif belajar selama 75 menit. Sedangkan bagi para pelajar yang dewasa, mereka cenderung memanfaatkan waktu 90 menit tersebut dengan belajar tanpa istirahat.

Pelajar sekolah yang cenderung mendapatkan perhatian yang lebih tinggi agar waktu belajarnya maksimal. Mereka datang belajar dengan membawa smartphone untuk bermain games. Waktu istirahatnya digunakan bermain games dan bila memasuki jam belajar, mereka masih saja bermain sambil pura-pura memperhatikan pelajaran, menaruh smartphone di bawah meja agar tidak dilihat oleh gurunya. Membiarkan kejadian seperti ini, itu sama saja menyia-nyiakan waktu. Mustahil mencetak pelajar yang punya pemahaman yang baik bila perhatian di games lebih banyak daripada pelajaran. Karena itu, tidak boleh ada smartphone selama jam belajar kecuali guru yang menganjurkan untuk penggunaan fasilitas belajar.

Tantangan Gadget di Meja Belajar
Yang perlu menjadi titik perhatian lainnya adalah waktu jam istirahat harus bisa konsisten. Pelajar yang anak-anak itu selalu ingin punya waktu bermain melebihi waktu yang diberikan. Guru perlu membuat beragam trik untuk mengajak mereka mau kembali ke dalam kelas agar jam belajar lebih banyak daripada jam bermain. Hal ini karena anak-anak masih belum terlalu mengerti pentingnya belajar sehingga mereka harus selalu diarahkan dan didampingi secara langsung.

Menyangkut pemahaman terhadap suatu materi juga membutuhkan jangka waktu tertentu. Kendalanya terletak pada tingkat pemahaman pelajar, ada yang cepat dan ada juga yang lambat paham. Wajar saja bila tidak semua pelajar yang bisa tepat waktu. Untuk mengakali pelajar yang lambat memahami pelajaran, motivasi dan pendampingan yang lebih intens sebaiknya diberikan melalui review hingga benar-benar mengerti. Rekan pelajar yang lebih dahulu paham dapat diminta membantu. Semua orang yang berada di lingkungan belajar tersebut saling bahu-membahu memaksimalkan kecerdasannya terbagi kepada pelajar yang membutuhkan bantuan. Dengan demikian, semua bisa selesai sesuai waktu yang ditetapkan.

Pilihan di Tangan Kita
Kehidupan manusia itu singkat, berakhir dengan kematian. Perjalanannya dihiasi oleh warna-warni. Kita harus cerdas memilih warna yang tepat. Kesalahan dalam memilih melahirkan penyesalan. Masa yang telah berlalu tidak mungkin kembali lagi. Selama kita masih punya kesempatan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat, itu adalah kesempatan terbaik memanfaatkan waktu yang tersisa.

Apakah kita akan keluar sebagai pemenang atau pecundang? Biarlah waktu yang menjawabnya.

Zulkarnain Patwa
Rabu, 3 Juni 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Ketagihan Belajar Tercipta

Tepat sesuai jadwal, pada jam 19.15 Wita kelas Reading (Membaca ) mulai. Anak-anak mengikuti listen…

5 jam ago

Bergembira di Masa Ujian Sekolah

Anak-anak yang ujian akhir semester sekolah tidak menurunkan semangat mereka untuk tetap datang belajar Bahasa…

1 hari ago

Loncatan Belajar di Luar Kebiasaan

Nurailu Sholehah bercita-cita kuliah di jurusan sastra Inggris atau Jepang di Universitas Hasanuddin. Setelah tamat…

1 hari ago

Menerobos Kemustahilan Kurikulum Bahasa Inggris

Ini adalah sekilas kisah anak-anak yang sangat jarang terjadi dalam dunia pendidikan. Kemampuan Faika Qinara…

2 hari ago

Menyiksa?

Jadwal anak-anak yang sedang belajar ini sungguh padat. Betapa tidak, seiring dengan matahari terbit, mereka…

2 hari ago

(Tidak) Takut

Saya ingin terus jadi anak-anak saja, tidak mau besar (baca:dewasa)", kata seorang anak. "Kenapa?", tanya…

2 hari ago