Bergembira di Masa Ujian Sekolah

Anak-anak yang ujian akhir semester sekolah tidak menurunkan semangat mereka untuk tetap datang belajar Bahasa Inggris. Kami para pengajar mengerti bahwa belajar dalam bentuk bermain mesti lebih dominan agar tidak ada perasaan terbebani.

Ketika kelas baru dimulai, materi yang anak-anak mempelajari adalah Parts of the body (bagian-bagian dari tubuh). Mereka bergembira mengucapkan kosa-kata yang disebut sambil menyentuh anggota tubuhnya. Misal, menyebut mustache, nostril and nose (kumis, lobang hidung dan hidung) diucapkan secara bersamaan saat memegang anggota tubuh yang disebutkan. Metode ini disebut Total Physical Response (Respon Fisik Menyeluruh).

Pelajar yang lebih cepat mengerti menjadi pemimpin. Metode Peer Tutoring (Tutor Sebaya) diterapkan. Sirin dan Nabila yang terpilih menjadi melatih rekan-rekannya dengan cara membentuk dua kelompok. Setelah lima menit, kedua kelompok tersebut secara bergiliran praktik siaran langsung di Facebook.

Pada sesi berikutnya, pelajaran mengarah pada literasi. Terdapat delapan lesson diselesaikan dan dibaca bersama-sama. Yang tidak lancar sekedar memperhatikan bacaan dan yang lancar bersuara nyaring. Tidak ada teguran dari guru pada pelajar yang tidak lancar membaca. Selama mereka memperhatikan bacaan, itu sudah cukup. Perhatian sudah cukup untuk membuatnya mengerti. Dalam hatinya, mereka pasti juga ingin lancar sebagaimana teman-temannya.

Pelajaran akhir diisi dengan bernyanyi Make a Circle (Membuat sebuah Lingkaran) dan If You’re Happy (Jika Kamu Bahagia). Ini dilakukan dengan suara yang semarak dan gerakan tubuh yang energik. Dan setelahnya, mereka meminta bebas bermain sesukanya, lima menit sebelum jam pelajaran berakhir.

Sebelum pulang, anak-anak bercerita bahwa ujian sekolahnya tidak susah. Apa buktinya? Mereka mengatakan bahwa soal-soal ujian gampang. Penulis tidak memberikan pertanyaan lanjutan yang berat dan membiarkan mereka percaya bahwa menghadapi ujian sekolahnya selama seminggu yang sedang berlangsung dari 2 Juni hingga minggu depan dapat mereka hadapi dengan Positive Mindset (Pemikiran Positif).

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Selasa, 2 Juni 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Peluang Emas Pelajar RBB Tanete Menuju Prestasi Nasional

Dalam sebuah diskusi, Fathy Cayadi menginginkan para pelajar Rumah Belajar Bersama (RBB) di Tanete berprestasi…

16 jam ago

Sentuhan Magis Miss Fathy Menghadapi Kebuntuan Berbahasa Inggris

Miss Fathy Cayadi yang mendidik pelajar Rumah Belajar Bersama (RBB) di Tanete mengombinasikan pembelajaran bahasa…

1 hari ago

RBB Meruntuhkan Kemustahilan Tenses Sejak SD

Sebuah kelas yang terdiri dari pelajar kelas 3 sampai 6 SD sedang didesain menguasai struktur…

2 hari ago

Perjalanan Alika Menembus Kotak Kosong Tenses

Mumtazah Al Hakim anak yang telah lama belajar Reading (bacaan) di Rumah Belajar Bersama (RBB)…

3 hari ago

Sampah Plastik Merusak Keindahan Pantai Bulukumba

Kebersihan pantai adalah masalah utama yang dihadapi Bulukumba yang kaya dengan beragam keindahan pantai. Persoalan…

4 hari ago

Siasat Cerdik Belajar Irregular Verbs

Irregular Verbs (Kata kerja yang tidak beraturan) adalah kelas kata yang menarik, sesuatu yang tidak…

4 hari ago