Kerinduan yang Terbayarkan

Oleh: Aris Irfan
Bira, Kamis, 21 Mei 202

Saat ponsel istriku berbunyi, terdengar percakapan yang begitu asyik dan bahagia.
Istriku berkata “Iya rinduku”. Nama pun terucap yang memastikan kalau yang menelpon adalah sahabatnya semasa kuliah, bernostalgia dan berencana bertemu.

Keesokan hari, setelah menunggu deringan ponsel sahabatnya tentang kepastian kedatangannya, rasa penasaran itu terjawab setelah tangannya tergerak meraih ponsel dan jari jemarinya pun menekan nomor kontak.
Sontak istri saya gembira dan bahagia mendengar kalau sahabatnya telah berada di Jeneponto.

Saya pun turut merasakan kebahagian istriku akan arti dan nilai persahabatanya.

Lelah dalam perjalanan jauh, akhirnya kerinduan mereka terbayarkan saat tiba dan bertemu di Villa Malomo Bira. Rangkulan hangat dan cipika cipiki tak terhindarkan.

Villa Malomo adalah pilihan yang bijak yang menginap di Bira

Nostalgia berlanjut dengan cerita cerita masa lalu sembari menikmati pisang goreng dan seduhan teh panas sampai larut malam. Setelah puas, terdengar suara menguap dan hingga akhirnya mereka sepakat untuk beristirahat, tidur malam di kamar masing masing.

Kamar Villa Malomo.

Kicauan burung menyambut pagi terdengar di sela-sela pohon saat kami sedang duduk santai di Lounge Villa Malomo Bira menikmati secangkir teh dan kopi.

Bira yang terkenal dengan keindahan pantai dan pasir putihnya membuat kaki ingin bergegas melangkah berkeliling. Rencanapun disusun dan pilihan spot pertama yang dikunjungi adalah Titik Nol. Setelah sampai, japretan demi japretan sulit terhenti dengan gaya khas masing masing.

Setelah menikmati panorama keindahan laut dikelilingi tebing yang lingkungan yang alamnya natural, waktupun harus memisahkan mereka karena kewajiban untuk masuk kantor.

Kata “Iya, rinduku” terjawab sudah.
Ini layaknya orang yang kehausan terlepas dahaganya.

Dan di Villa Malomo Bira menjadi saksi kisah ini kutulis.

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Menanam Bibit Literasi Global di RBB Tanete

Orang yang bisa berbahasa Inggris dianggap pintar. Anggapan umum ini berkembang begitu saja tanpa pernah…

20 jam ago

Pintar Bareng di RBB Tanete

Pendapat umum adalah pelajar Indonesia kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Ah! Itu memang kenyataan yang…

2 hari ago

Jangan Ikut Tolol!

Lomba menjawab verbal tenses di luar kepala untuk lima orang anak berumur sembilan dan sepuluh…

3 hari ago

Futri: Langkah Solutif Persiapan S-3

Seorang alumni S-2 ingin lanjut S-3 di Malaysia mengikuti kelas bahasa Inggris. Pilihannya unik. "Saya…

4 hari ago

Memecahkan Kebuntuan Literasi

Rilis terbaru Programme for International Student Assessment (PISA) tentang literasi Indonesia pada 2025 baru saja…

5 hari ago