Keselarasan Ilmu Sejak Usia Dini

Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Pepatah Arab yang diadopsi Melayu mengingatkan betapa berharganya masa anak-anak, fase di mana otaknya berkembang dan daya ingat masih sangat luar biasa. Mereka menjadi peniru ulung pada lingkungan terdekatnya.

Masyarakat yang mayoritas muslim Indonesia sangat peduli agar anak-anaknya pandai mengaji. Marak di lingkungan kita di mana hari anak-anak mengaji dari siang hingga sore hari. Dan karena Al Qur’an berbahasa Arab, bahasa Arab bukan hal asing meskipun bahasa Indonesia memakai huruf latin.

Ini adalah tradisi, kekayaan yang telah lama tertanam kuat di masyarakat kita. Ketika anak anak diwajibkan belajar dasar-dasar agama dengan mengaji, orang tua cukup mempertahankan cara berpikir ini dalam ilmu pengetahuan umum agar pelajaran sekolahnya tidak tertinggal. Kita tahu Matematika dan Bahasa Inggris itu pelajaran yang sulit bagi pelajar sekolah. Persoalan ini pasti dengan mudah diselesaikan bila saja berpikir bahwa belajar ilmu pengetahuan umum sama pentingnya dengan belajar agama.

Muhammadiyah adalah contoh menyejarah yang mengintegrasikan agama dan ilmu umum yang diklaim berasal dari barat. Awalnya organisasi modern ini dituduh kafir namun waktu membuktikan bahwa ide yang ia usung itu sesuai dengan tuntutan zaman. Kesuksesan merubah cara pandang. Sekarang ini sekolah tinggi dan universitas baik negeri maupun swasta memasukkan ilmu umum di fakultas.

Kita yang telah sadar akan pentingnya keselarasan tersebut di atas perlu membagi waktu tepat buat anak-anak kita agar mereka berkesempatan mempelajari ilmu agama dan ilmu umum. Bila sejak kecil mereka telah akrab dengan beragam ilmu pengetahuan, mereka punya bekal yang lebih banyak untuk menentukan jalan hidup atau cita-cita yang paling tepat buatnya.

Akankah kita melewatkan masa terbaik “mengukir di atas batu”? Semua kembali pada keluarga dari anak-anak tersebut utamanya orang tua.

Zulkarnain Patwa
Kamis, 21 Mei 206

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Menanam Bibit Literasi Global di RBB Tanete

Orang yang bisa berbahasa Inggris dianggap pintar. Anggapan umum ini berkembang begitu saja tanpa pernah…

20 jam ago

Pintar Bareng di RBB Tanete

Pendapat umum adalah pelajar Indonesia kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Ah! Itu memang kenyataan yang…

2 hari ago

Jangan Ikut Tolol!

Lomba menjawab verbal tenses di luar kepala untuk lima orang anak berumur sembilan dan sepuluh…

3 hari ago

Futri: Langkah Solutif Persiapan S-3

Seorang alumni S-2 ingin lanjut S-3 di Malaysia mengikuti kelas bahasa Inggris. Pilihannya unik. "Saya…

4 hari ago

Memecahkan Kebuntuan Literasi

Rilis terbaru Programme for International Student Assessment (PISA) tentang literasi Indonesia pada 2025 baru saja…

5 hari ago