Wasit Juri Karate Indonesia

Karate bukan sekedar urusan membela diri yang berisi kumite dan Kata (Bertarung dan jurus-jurus untuk bertarung) tapi ia juga ruang kejuaraan untuk pengembangan diri dalam bentuk kejuaraan. Indonesia kemudian ikut serta dalam kejuaraan menggunakan aturan WKF (World Karate Federation) ala Eropa, bulan aturan Jepang, tempat asal kelahiran karate.

Alasannya sederhana. WKF lebih menekankan pada olah raga, bukan lagi bela diri. Ini cukup aman bagi para atlet, tidak ada serangan telak dan keras yang boleh dilakukan. Bila itu terjadi, petarung diskualifikasi. Itu tentu bertolak belakang dengan tradisi kejuaraan karate Jepang masih mengedepankan pertarungan yang saling baku hantam dengan keras, karate tradisional. Skin touch (Sentuhan ringan) pada lawan sama sekali tidak dihitung.

14 April 2026, FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan mengadakan pelatihan dan ujian Wasit-Juri dan Pelatih. Semua itu untuk mengisi ruang ruang kejuaraan di Indonesia. Hanya para peserta yang terdiri sabuk hitam yang berhak mengikuti dan bisa menjadikan bagian dari jenjang karir.

Soal soal WKF menyangkut test tulis dan praktek. Karena asalnya berbahasa Inggris, soal itu terlebih dahulu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Transfer penerjemahan Bahasa Inggris ke Indonesia terkadang membuat para peserta terkendala memahami isi soal disebabkan oleh terjemahan yang buruk. Sebagai penyelamatan, mereka harus belajar pada orang yang sebelumnya telah lulus dan benar benar mengerti isi penjelasan saat pelatihan.

Kendala lain, jumlah soal yang sangat banyak. Soal kumite lebih dari 250 lebih dan Kata hampir dua ratus. Namanya juga soal, tipuan soal pasti berlaku. Karena itu, pemahaman disertai logika yang bisa mengatasi tipuan soal tersebut. Beruntung, jumlah soal kumite yang akan diujikan sekitar 70 dan Kata sekitar 50. Tapi kan, soal diacak. Tidak ada pilihan lain selain belajar. Bagi yang cukup waktu belajar, ia dapat mempelajari semua soal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh.

Para wasit juri dan pelatih pendamping atlet yang ber-license ini yang banyak mempengaruhi perkembangan kejuaraan karate Indonesia. Menang atau kalah dari para atlet yang berbakat berada dalam keputusannya. Dari sini, atlet atlet terbaik akan lahir mewakili Indonesia di kejuaraan antar negara dan dunia yang memakai sistem WKF.

Zulkarnain Patwa
Makassar, Minggu 10 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Persoalan Matematika Dasar

Matematika selalu menjadi momok mengerikan bagi pelajar SD. Penyebabnya sederhana. Sejak kelas 1 sampai kelas…

1 hari ago

Kehebohan Berkelanjutan: Garis Panjang Belajar Bahasa Inggris RBB

Heboh mereka. Ungkapan kegembiraan belajar yang digambarkan Miss Fathy. Literasi berbahasa Inggris dikemas dalam bentuk…

2 hari ago

Saat Membaca Kehilangan Makna

Pelajar kelas Reading (Membaca) biasanya membaca tanpa perlu tahu banyak tentang unsur yang membentuk suatu…

3 hari ago

Menembus Kemustahilan Bahasa Inggris

Dua orang anak kembali berhasil menyetor perubahan verbal tenses di luar kepala secara teratur (11/08/2026).…

4 hari ago

Inspirasi Paman di Glasgow bagi Ashimah di RBB

Ashimah Nusaibah Shiddiqah seorang anak berwajah polos dan rasa ingin tahu yang tinggi serta bertekad…

5 hari ago

Menemukan Jalan Pintas Berbahasa Inggris

Tenses adalah pintu gerbang untuk memasuki cabang pembelajaran bahasa Inggris yang luas. Lalu, apa itu…

6 hari ago