Zoom Inggris untuk Pelajar Indonesia

Diskusi lewat zoom video merupakan gagasan cerdas dalam mempertemukan orang orang yang berbakat dalam pengembangan Bahasa Inggris yang sedang kami gerakkan. Jauh sebelum virus Corona mengamuk, RBB (Rumah Belajar Bersama) dan EPC (English Practice Club) telah menjalankan ini dengan mengundang berbagai alumni pelajar luar negeri Indonesia dengan berdialog dengan pelajar dan khalayak umum yang berminat praktek Bahasa Inggris. Sayangnya, pertemuan zoom ini hanya delapan kali saja.

Pada April 2026, setelah zoom pertemuan pertama dengan Salma Minasaroh–lulusan Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Kampung Inggris Pare, Jawa Timur, penulis mendapatkan usulan dari Mr. Ancha, pengajar RBB, lulusan UIN Alauddin, Muhammadiyah Makassar dan UGM Yogyakarta plus Kampung Inggris Pare agar RBB menjalin komunikasi yang erat dengan pengiat Bahasa Inggris super aktif di Bulukumba. Miss Sindar English dan Miss Fathy Cayadi kami ajak agar para pelajarnya bisa berkenalan dan bertukar gagasan dengan orang-orang baru di Sulawesi Selatan dan Jawa meskipun mereka tidak pernah bertatap muka langsung.

Miss Sindar yang sukses merancang murid-muridnya di SMA 6 Kec. Herlang Bulukumba membuat buku Tenses menyambut gembira gagasan tersebut tentu punya stok pelajar yang siap untuk menindaklanjutinya. Untuk tahap awal, diskusi akan lebih banyak pada mengasah kemampuan berbicara dimana para pelajar yang masih pemula speaking pun diperkenankan bergabung. Grammar dan Pronunciation (tata bahasa dan pengucapan) juga bisa dibahas bila peserta zoom membutuhkan nantinya.

Tahap berikutnya, ketika para peserta zoom ini telah aktif berbahasa Inggris, kita akan kembali mengundang alumni Indonesia yang pernah kuliah di luar negeri dan termasuk bule, para orang asing yang aktif atau pemerhati dunia pendidikan.

Oh iya, sekedar info. Suasana makan siang bersama keluarga Sindar ini ditemani oleh Edi Iswandi Mallihorang, sang suami tercintanya
Edi adalah rekan bermain penulis semasa kecil di Kalumpang dan menganggap penulis anak yang nakal. Setelah dewasa dan bertemu kembali, pemahamannya terhadap penulis berubah dan malahan mendorong anaknya di desa untuk ke kota Bulukumba belajar Inggris untuk masuk sekolah pelayaran, target Kapten. Dia pun sangat mendukung gerakan yang sedang diagendakan ini. Ia pun yakin bahwa banyak pelajar akan termudahkan dalam belajar.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Sabtu, April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Mengembangkan Otak Anak

Mengajar anak anak dengan menargetkan memahami suatu materi tertentu dengan pemahaman yang utuh bukan perkara…

6 jam ago

Melepaskan Ego Kebesaran dalam Belajar

Apakah anda pernah belajar ke kampung Inggris, Pare, Kediri di Jawa Timur? Mungkin anda akan…

6 jam ago

Karate: Bela Diri dan Olahraga

Andrew Bertel seorang ahli bela diri yang menganggap karate itu seperti universitas. Dialah yang mempertahankan…

16 jam ago

Mengenang Ust. Safwan di HMI

Membaca kabar dari Muhammad Irfandi, seorang kawan baik semasa aktivis tentang kembalinya Ust. Andi Muhammad…

2 hari ago

Perseturuan

Sejak kecil kami berdua sudah sering berantem karena perbedaan paham. Tidak ada yang mengalah dan…

4 hari ago

Karate, Bahasa Inggris dan Intelektualitas

Soal ujian Kumite dan Kata (Pertarungan dan Jurus) standar WKF (World Karate Federation) yang diikuti…

4 hari ago