Kanal: News

Pembiasaan adalah Atom

Ini foto seorang dosen Hubungan Internasional UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dan doktor muda dari Bulukumba, Sulawesi Selatan yang mau mendidik para mahasiswa untuk belajar menulis. Namanya Dr. Ahmad Sahide. Masa kuliah S 1 di UMY, rekan-rekannya panen juara pidato dan debat dalam Bahasa Indonesia dan Inggris namun ia satu kali pun tidak pernah minat. Ia hanya mendukung dengan menyediakan kajian pemikiran melalui bedah buku diadakan agar para juara orator dan debator itu pun amunisi yang canggih dalam mengungkapkan gagasannya. Kajian itu diadakan tiap minggu dan terbuka untuk mahasiswa umum.

Baru baru ini kemenakan penulis, Palaguna Patwa–Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, mengirim pesan WA, ‘Saya masuk kelas menulis Ahmad Sahide’, katanya singkat. Penulis langsung mengingat Ahmad yang sering mengayuh sepeda atau meminjam motor dari kosnya di Ontorejo No. 6 Wirobrajan Yogyakarta untuk membawa tulisannya ke Koran Kompas, Jl. Suroto No. 21, Kota Baru, Yogya.

Selama bertahun-tahun tulisan Ahmad tidak pernah diterbitkan Kompas tapi menariknya, ia sekali tidak menyerah. Ia yakin pada waktunya ia pasti bisa tembus koran nasional mengingat dirinya sangat tekun menulis dan paham tata bahasa yang pernah ia pelajari detail selama di Kampung Inggris, Pare, Jawa Timur. Kemampuannya menulis makalah berbahasa Inggris tidak tidak diragukan. Ia adalah segelintir mahasiswa yang lulus kelas internasional dimana pengantar dan tugas-tugas kuliah wajib berbahasa Inggris.

Pengurus Koran Gerakan, koran kampus yang populer pada masanya, berpikir untuk meregenerasi pengurus. Hasil kesepakatan rapat, Pimpinan Redaksi dipercayakan ke Ahmad. Disitulah Ahmad dan teamnya ‘berolahraga’ mengangkat isu kajian berat dan isu remeh temeh sembari sambil belajar dan menganalisa cara penulisan orang handal Indonesia dan orang asing yang ia peroleh dari membaca ribuan buku.

Setelah menyelesaikan S 2, S 3 di UGM (Universitas Gadjah Mada) dan menjadi dosen serta dibalik kapasitas intelektual dan karirnya yang terus menanjak naik, ternyata Ahmad tetap humble (rendah hati). Ia tidak lupa untuk untuk peduli hal hal terkecil semisal mendidik pemuda pemudi belajar menulis. Tapi bukankah perubahan kecil yang memberikan hasil luar biasa? Tulisan Ahmad kini bukan saja biasa dimuat di Kompas tapi media beragam nasional lainnya dan makalahnya tersebar dalam saat ini mengisi seminar di dalam dan luar negeri.

Para juara debator, orator yang merupakan rekan seangkatan Ahmad dan juara lainnya melakukan pembiasaan kegiatan dari hal hal kecil. Ahmad dan James Clear pada buku Atomic Habits yang popular itu memberikan contoh bagaimana dahsyatnya partikel kecil yaitu atom menciptakan ledakan. Para pemuda pemudi yang sedang belajar menulis tersebut diharapkan nantinya melakukan yang sama, sebaiknya sih lebih baik. Toh, kalian itu belajar dari orang-orang hebat.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Senin 20 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

13 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

2 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

3 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

4 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago