Kategori: Uncategorized

  • Lulus Ujian Perkalian dan Pembagian

    Lulus Ujian Perkalian dan Pembagian

    Siti Nur Fatihah Azzahrini S. S. adalah pelajar kelas 5 adalah pelajar yang pertama dari SDN 322 Ela Ela Bulukumba yang lulus pada ujian tulis pada Perkalian dan Pembagian.

    Dari delapan puluh soal perkalian, Fatiha hanya punya satu salah pada perkalian yaitu pada 8 x 4.

    Dan dari delapan puluh soal pembagian, Fatiha hanya punya lima salah.

    Untuk menghadapi dan mampu lulus ujian tahap kedua yaitu ujian lisan, Fatiha sangat perlu penguatan latihan pada pembagian tiga, empat, enam dan delapan sebelum masuk pada ujian lisan.

    Hal ini berdasarkan kesalahan kecil yang kita telah cek pada ujian tulisnya dimana hal tersebut ia akui dan ia siap menjadikan kelemahannya tersebut dengan latihan lebih banyak sebelum maju ujian lisan.

    Semoga hal tersebut tercapai karena selain ilmu dasar ini sangat berguna menganalisa pelajaran Matematika sekolahnya lebih lanjut, dasar dasar berpikir logis pun akan tertanam dengan baik pada diri anak yang bermanfaat untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

    #Metode40

  • Sempurna pada Ujian Perkalian dan Pembagian

    Sempurna pada Ujian Perkalian dan Pembagian

    Izzatunnisa pelajar kelas tiga SD ini turut dinyatakan lulus ujian tulis pada Perkalian dan Pembagian dengan nilai sempurna, seratus. Hal ini karena ia melihat seorang pelajar bernama Faizah yang lebih dahulu ujian dan memperoleh nilai seratus juga.

    Nisa anak yang berhasil meningkatkan kwalitas belajarnya dengan sistem kompetisi. Bila ia melihat rekannya pintar, ia juga ingin punya kemampuan yang sama dan bahkan melebihi orang yang ia anggap pintar. Tak heran, ia selalu mengajak rekan kelasnya yang ia anggap pintar untuk berlomba menjawab soal-soal secara lisan. Dan dalam berbagai macam lomba informal tersebut, Nisa lebih sering juara 1.

    Pengembangan cara belajar dengan sistem kompetisi memang menguatkan mental dan memperteguh daya juang. Kelemahan yang biasa muncul, anak akan mudah menganggap remeh orang lain yang berada di bawah kemampuannya. Oleh karena itu, Nisa selalu kita ingatkan untuk membantu rekan kelasnya yang kewalahan memahami pelajaran dengan cara memberitahu cara menjawab soal, bukan langsung pada jawaban sehingga tercipta komunikasi yang akrab yang membuat Nisa peduli pada orang yang ada di lingkungan belajarnya.

    Mengenai pelajaran sekolah, Nisa banyak dididik oleh Suci Rahmayani Masdah, guru utamanya pada kelas Matematika di Rumah Belajar Bersama. Pelajarannya Miss Uci menekankan untuk terlebih dahulu menuntaskan semua materi yang diberikan untuk mendapatkan waktu keluar main. Dan Nisa dengan senang hati mengikuti nasehat gurunya. Nisa telah terbiasa mengerjakan soal soal Matematika yang belum dipejari di sekolahnya. Tak mengherankan bila Nisa selalu berpendapat bahwa pelajaran sekolah itu gampang yang ia buktikan dengam sering mendapatkan nilai seratus. Dan bila ia kebanyakan bermain, ia selalu mengatakan bahwa ia sudah mengerjakan semua soal yang diberikan Miss Uci.

    Sekarang ini, untuk membuat Nisa lebih bersemangat belajar, ia perlu tantangan. Selain menuntaskan Matematika sekolah sesuai tingkat kelasnya, Nisa akan mendapatkan soal yang erat kaitannya dengan aritmatika (tambah, kurang, kali dan bagi) lanjutan yang bentuk soalnya mengasah ketelitian, kecepatan dan ketelitian berpikir.

    Semua in akan kita tekankan dalam waktu dekat. Ujian lisan pada Perkalian dan Pembagian akan dihadapi Nisa sebagai konsekuensi lulus ujian tulis. Dari sini, kita akan dapat mengukur sejauh mana kemampuannya dan akan memberikan soal soal lanjutan yang sesuai dengan perkembangan otaknya.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

  • Pemenang Ujian Tulis dan Lisan

    Pemenang Ujian Tulis dan Lisan

    Faizah adalah anak SDN 8 Nipa yang pertama yang memperoleh beasiswa lanjutan. Ia yang sebelumnya meraih nilai seratus pada ujian tulis pada perkalian dan pembagian satu sampai sepuluh maju ke tahap ujian lisan. Hasilnya, ia hanya salah satu pada perkalian dan tiga salah pada pembagian.

    Faizah tersenyum puas setelah mengetahui pengumuman ini. Saat ditanya tentang manfaat ikut manfaat, ‘Biasanya saya mendapatkan nilai di bawah tujuh puluh pada pelajaran sekolah’ kata pelajar kelas lima SD ini. ‘Sekarang saya selalu dapat seratus.’

    Pernyataan Faizah ini adalah bukti bahwa yang perlu kita tuntaskan terlebih dahulu adalah materi di atas. Pelajaran sekolah seperti pecahan, persen dan seterusnya akan dengan mudah dipahami pelajar bila punya pemahaman perkalian dan pembagian yang baik. Dan dengan keberaniannya menghadapi ujian tulis dan lisan, ia pun kini berhak mendapatkan pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran sekolahnya termasuk cara cara menyelesaikan soal soal dengan cepat.

    Oh iya. Saat ujian lisan, satu kesalahan Faizah saat ditanya 7 x 8. Ia kehabisan waktu dan benar benar tidak tahu jawabannya. Namun saat soal soal terus berlanjut, sampailah pada soal 8 x 7 dan ia menjawab dengan benar. Ini lucu, pada soal lainnya semisal 6 x 8 atau 8 x 6 dan semua soal yang terbolak balik seperti itu mampu ia jawab dengan benar. Dan saat memasuki pembagian pada 56 : 8 dan 56 : 8, ia jawab benar.

    Pada soal Pembagian, titik kelemahan Faizah ketemu. Ia sedikit lambat menjawab pada pembagian delapan dan di situ pula ia memperolah dua kelas dan satu kesalahan pada pembagian tujuh. Itu berarti, ia perlu sedikit latihan lagi agar akselerasinya cepat menyempurna.

    Faizah yang tidak menyangka bahwa Matematika menjadi pelajaran favoritnya dan bagian dari kebanggaannya dengan biasa memperolah nilai seratus pada sekolah saat ini sepertinya akan kaget lagi dengan model model penyederhanaan penyelesaian dasar dasar Matematika. Terlebih bila pemahaman perkalian dan pembagiannya itu akan ia gunakan untuk menjawab soal-soal olimpiade SD. Betapapun ia tidak sempat lagi ikut olimpiade sekolah karena ia akan naik kelas enam SD, pelajaran tersebut berguna untuk pendalaman pengetahuannya. Dan Mira Asmiranti, guru inspiratif kelas 6 SDN 8 Nipa, tentu akan memperkaya untuk anak anak berbakat seperti ini.

    Last but not the least, anak anak kita memang perlu dibiasakan ujian tulis dan lisan karena dengan itulah kita bisa membuat mereka lebih tekun belajar dan memperoleh kwalitas yang menyakinkan.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

  • Bukan Kapten

    Bukan Kapten

    Kalau kapten itu sibuk berpikir dan bekerja. Kalau bukan kapten seperti saya, sibuk foto disamping kapten saja.

    Foto pada Pinisi Layar Perla Anugerah Ilahi pada 4 September 2024 di laut Losari, Makassar.

    Zulkarnain Patwa

     

  • Peduli

    Peduli

    Sebenarnya saya sangat kelelahan disertai flu berat. Cuma saja karena kedua anak berprestasi di karate ini telah direkrut sebagai atlet berbakat INKAI Provinsi Sul Sel dan diminta buat video latihan disertai pendampingan pelatih, saya yang bukan pelatih utamanya pun harus turun membantu karena para pelatihnya sedang ada kegiatan.

    Eh, setelah latihan bersama, rasa sakit kepala dan flu hilang. Tapi itu sesaat saja. Setelah mereka pulang, sakit kepalaku disertai flu kambuh lagi.

    Semoga lekas sembuh diriku.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba

  • Mae Geri pada Karate

    Mae Geri pada Karate

    Tiap orang punya jurus terbaik yang sesuai dengan dirinya. Kita belajar dari beragam guru untuk mempermudah mengenal potensi diri. Setelah mengetahui gerakan yang sesuai dengan diri, itulah yang diperdalam.

    Foto adalah tendangan Mae Geri (Front kick, tendangan arah ke depan ke ulu hati) pada ujian kenaikan DAN di Kostrad Kariango Maros, Sulawesi Selatan pada 14 Mei 2024.

    Zulkarnain Patwa
    Humas INKAI Sulawesi Selatan

  • Peresmian Dojo INKAI Darfa Cakti Yudha

    Peresmian Dojo INKAI Darfa Cakti Yudha

    Setelah Kejuaraan Piala Panglima Kostrad di Gowa, terdapat peresmian Dojo (tempat latihan karate) Darpa Cakti Yudha untuk latihan karate TNI (Tentara Nasional Indonesia) di Kostrad.

    Pada foto terdiri dari:

    1. Mayjend TNI Bangun Nawoko, Panglima Devisi 3 Kostrad.

    2. Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sulawesi Selatan

    3. Viktor Shondak, SE., Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) INKAI Sulawesi Selatan.

    Foto pada Minggu, 23 Februari 2025 di markas Kostrad di Gowa, Sulawesi Selatan.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan

  • Sekilas pada Perjalananku di Karate

    Sekilas pada Perjalananku di Karate

    Kehidupan masa kecil saya memang banyak diisi dengan latihan karate dan saya pun suka mengajak rekan rekanku untuk bergabung karate. Saya latihan di Kodim 1411/Bulukumba, Sulawesi Selatan dan banyak bergaul dengan anak tentara karena SD saya di dekat Kodim. Di lingkungan tersebut, berkelahi dan perang-perangan dengan senjata rakitan yang bisa menembak ala anak anak adalah permainan kami.

    Setelah beranjak dewasa, saya berusaha mencari dunia baru. Saya memilih menjadi aktivitas mahasiswa karena ingin mengasah kecerdasan intelektual dan mencoba untuk tidak bersentuhan lagi dengan dunia karate. Saya tidak ingin diketahui pernah belajar bela diri. Saya sudah capek berantem. Bagiku, itu menyakiti diri sendiri dan orang lain. Dan alhamdulillah, apa yang kuniatkan tersebut sukses. Sejak saya kuliah hingga lulus dan bahkan sampai sekarang saya tidak pernah lagi berkelahi.

    Kadang kadang sesekali saya memang masih latihan karate dengan rekan kuliah tapi tidak mendekatkan diri dengan perguruan. Itu secara personal saja karena saling kenal sesama karate ka. Ya, semacam silaturahmi lah. Pendeknya, saya tidak pakai dogi (baju karate), terlebih lagi dengan bergabung latihan serius dengan rekan rekan tentara.

    Ada kalanya juga, saya latihan sparring dengan rekan rekanku yang pesilat. Tapi itu pun seadanya saja, tidak untuk kebutuhan latihan serius. Ini untuk mengenang saja bahwa diriku pernah sedikit tahu cara bertarung dan mengenali lebih dekat keunggulan cabang bela diri lainnya.

    Saat kembali ke kampung halaman, saya mencoba lagi untuk olahraga. Beragam olahraga yang pernah kutekuni kuikuti lagi. Basket , lari, renang, bulutangkis, macam macamlah. Dan ternyata yang paling lengket adalah karate. Dan karena perguruanku INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) punya sejarah yang panjang tentang bela diri tentara, saya pun kembali bergaul dengan tentara.

    Baru baru ini, terdapat kejuaraan Piala Panglima Devisi 3 Kostrad. Terdapat kesempatan untuk bertemu dan berbincang bincang dengan Pak Meyjen TNI Bangun Nawoko, Panglima TNI Devisi Infanteri 3 Kostrad karena saya mendampingi Shihan Viktor Shondak, Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam INKAI Sulawesi Selatan).

    Pada intinya, bela diri karate akan lebih dipertajam di kalangan tentara dan tentara akan didorong juga meningkatkan prestasi dalam hal olahraga dengan melibatkan diri dalam kejuaraan karate. Dan langkah awal yang sangat bagus baru saja terlaksana dengan sukses melalui Kejuaraan Piala Panglima khusus bagi para tentara, 21 sampai 23 Februari 2025 di Gowa.

    Pada foto
    * Meyjen TNI Bangun Nawoko, Panglima TNI Devisi Infanteri 3 Kostrad (Tengah)
    * Shihan Viktor Shondak, Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) INKAI Sulawesi Selatan (Kanan)
    * Penulis (Kiri)

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba

    Tulisan ini pertama kali terbit pada 4 Maret 2025

  • Rencana Tulisan untuk Panrita Lopi

    Rencana Tulisan untuk Panrita Lopi

    Saya bukan seorang pelaut ulung tapi saya suka laut. Sejak kecil saya bersama almarhum ayahku sering berenang di pantai Bira. Dan karena ayahku bisa bahasa Arab dan Inggris, saya sering memperhatikan ayahku ngobrol dengan orang asing. Kebanyakan dari orang asing itu bicara Inggris sehingga saya tertarik memperhatikan pembicaraannya dalam Bahasa Inggris. Sedangkan wisatawan Arab tidak pernah kutemui di sana.

    Dari Bira, saya pun berkenalan dengan para pelaut seperti Wahyu Pemandu Snorkling, Birsal di Pinisi Diving Club dan lainnya. Seiring dengan waktu, saya pun akrab dengan Pak Rusli, sang ahli pembuat layar Pinisi yang juga pernah melayarkan Pinisi ke Vancouver, Canada, 1986.

    Pertemuan kali ini tidak lepas dari peran Kak Nurul yang mengajak saya untuk bergabung menulis buku semacam bunga rampai tentang para Panrita Lopi (ahli pembuat perahu). Karena saya juga pemerhati pelestarian Pinisi, saya memutuskan untuk bergabung betapa pun hampir tidak punya waktu yang cukup luang untuk bersama sama berkeliling di daerah Bira, dan Tanah Beru.

    Tugas saya mengumpulkan data dari Panitia Lopi di Desa Ara. Desa itu dekat tanah kelahiranku di Kalumpang, Bonto Tiro. Kami orang Kalumpang biasanya belanja di Ara sehingga kampung Ara tentulah dikenali dengan akrab. Terlebih lagi ada rekan orang Ara yang bisa
    dihubungi yang tidak perlu disebutkan namanya di sini.

    Bila ini berhasil, saya tertarik untuk menulis tentang Pinisi dalam Bahasa Inggris, bukan Bahasa Arab. Soalnya, itu susah 😀

    Zulkarnain Patwa
    * 4 Maret 2025

  • Panglima Kostrad Aktifkan Karate

    Panglima Kostrad Aktifkan Karate

    Pada kejuaraan Piala Panglima Kostrad di Pakkatto, Gowa, Panglima Kostrad berjalan-jalan santai bersama Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) INKAI Sulawesi Selatan dan Penulis sebagai Humas INKAI Sulawesi Selatan menuju ruang pembukaan.

    Dalam pembicaraan tersebut, Panglima mendorong para atlet karate INKAI di Kostrad untuk lebih aktif terlibat dalam kejuaraan karate. Do Jo INKAI di Kostrad telah dibuka dan latihan super intensif akan dijalankan untuk meningkatkan prestasi.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan

    Foto pada Februari 2024 di Markas Kostrad, Gowa.