Maksimalkan potensi pelajar untuk berkembang dengan mengajaknya menulis dan membaca.
Foto pada Kelas Bahasa Inggris

Maksimalkan potensi pelajar untuk berkembang dengan mengajaknya menulis dan membaca.
Foto pada Kelas Bahasa Inggris


Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa tuntulah ilmu sejak dari buaian ibu hingga ke liang lahat.
Perjalanan panjang dunia belajar tersebut dapat dimaksimalkan dengan memasukkan anak anak kita ke lingkungan belajar yang tepat dimana anak anak dapat menikmati pelajarannya.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya selaku Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba
Tentu kepercayaan dan amanah sebagai Bunda Literasi ini akan menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan pengabdian serta sumbangsih dalam rangka pembangunan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Bulukumba, melalui Gerakan Literasi.
Membangun Gerakan Literasi sama halnya dengan membangun karakter pendidikan manusia.
Alquran sebagai pedoman hidup mengawali segala ajarannya dengan perintah untuk membaca (Iqra= Bacalah)
Dengan membaca kita dapat meningkatkan kemampuan kita tidak hanya secara kognitif namun juga afektif.
Membaca tidak hanya meningkatkan intelektualitas kita, namun juga meningkatkan kualitas emosional kita agar dapat menjadi pribadi yang matang, terutama dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan keterbukaan saat ini.
Meningkatkan minat baca juga menjadi bagian dari meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Lewat bacaan, ilmu dan pengetahuan akan terserap dalam diri kita.
Namun saat ini, kita diperhadapkan pada sebuah masalah, yaitu rendahnya minat baca pada anak-anak dan masyarakat kita pada umumnya.
Dalam masyarakat kita, budaya membaca merupakan budaya yang masih asing dan belum dianggap sebagai suatu kebutuhan.
Padahal melalui bacaan, kita dapat menjelajahi dunia yang tak terbatas, melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang berbeda, karena pengetahuan, pengalaman, dan pendidikan kitalah yang menentukan sudut pandang kita.

Semakin luas pengetahuan kita, semakin luas pulalah sudut pandang kita. Semakin bertambah pengetahuan kita, semakin dewasa dan semakin bijak kita memahami dan menghadapi sebuah persoalan.
Alhamdulillah saat ini kita memiliki Gedung perpustakaan yang baru. Kita berharap keberadaan perpustakaan yang baru ini dapat meningkatkan minat siswa dan masyarakat untuk berkunjung di perpustakaan.
Ke depannya, kita juga akan mendorong lahirnya taman-taman baca di berbagai tempat, misalnya di ruang-ruang publik, seperti Pantai Merpati.
Kehadiran taman baca dan perpustakaan dapat memberikan akses dan ketersediaan bahan bacaan yang murah, lengkap, dan berkualitas kepada anak-anak generasi muda.
Hadirin yang saya hormati
Meningkatkan minat kunjungan ke perpustakaan atau taman baca juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua.
Tentu diperlukan inovasi baru yang disesuaikan dengan kemajuan dan kondisi masyarakat saat ini untuk menjadikan perpustakaan lebih dekat dan menarik bagi pelajar dan masyarakat pada umumnya.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan perpustakaan menjadi lebih menarik adalah dengan selalu menyediakan bahan bacaan yang terkini dan melengkapi keanekaragaman koleksi perpustakaan sehingga kebutuhan masyarakat akan buku bacaan dapat tersalurkan melalui perpustakaan.
Selain itu, sudah saatnya perpustakaan kita berkembang menjadi perpustakaan digital, sehingga bahan bacaan tidak hanya melalui buku kertas tapi juga sudah menyiapkan buku digital.
Saya ingin menegaskan bahwa Gerakan Literasi ini merupakan program jangka panjang yang menjadi tanggungjawab kita bersama dalam mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Bulukumba yang lebih unggul di masa-masa mendatang.

Mungkin upaya kita dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada anak-anak dampaknya belum dirasakan secara langsung pada saat ini.
Namun 20 tahun sampai 30 tahun ke depan, upaya pembinaan ini akan dirasakan dampaknya dengan lahirnya generasi emas Kabupaten Bulukumba yang memiliki SDM yang lebih kompetitif, baik secara intelektual maupun moralitas akhlak yang tinggi.
Olehnya itu, pada momentum ini saya mengajak kita semua untuk berkolaborasi dan meneguhkan komitmen untuk meningkatkan gerakan literasi di Kabupaten Bulukumba.
Hadirin yang saya hormati
Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan, semoga menjadi motivasi bagi kita semua dalam rangka meningkatkan gerakan literasi di Kabupaten Bulukumba
Sekali lagi terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemampuan untuk membawa Kabupaten Bulukumba yang lebih unggul dan berdaya saing melalui peningkatan budaya literasi
Terima Kasih.
Wabillahitaufiq Walhidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sambutan Ir. H. ANDI PARENRENGI, M.P, Kepala Dinas Perputakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada Workshop Peningkatan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat di Perpustaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Rabu, 10 Mei 2023.
Bapak Bupati dan Hadirin yang Saya Muliakan
Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan apresiasi dan salam hormat dari Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bulukumba yang selama ini memiliki perhatian dan kepedulian yang sangat besar terhadap pengembangan literasi dan peningkatan budaya baca masyarakat. Terbukti pada hari ini Pemerintah Kabupaten Bulukumba menginisiasi dilaksanakannya Workshop Peningkatan Indeks Literasi dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat.
Ini sungguh luar biasa, karena dari 24 Kabupaten/Kota di Sul Sel, Kabupaten Bulukumba-lah yang pertama memprakarsai dilaksanakannya kegiatan Workshop Peningkatan Indeks Literasi dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat pada tahun 2023 ini. Oleh karena itu, kami berharap, mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga bisa dilaksanakan oleh kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.
Hal ini sangat penting, mengingat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) mengamanahkan bahwa Indikator Kinerja Kunci adalah indikator kinerja yang menggambarkan keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan.
Indikator Kinerja Kunci urusan Pemerintahan Bidang Perpustakaan ada dua yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat (TGM). Jadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan bidang Perpustakaan di suatu daerah, baik provinsi maupun di kabupaten/kota dapat dilihat dari capaian IPLM dan TGM-nya. dan Capaian IPLM provinsi merupakan akumulasi dari capaian IPLM kabupaten/kota.
Bapak Bupati dan hadirin yang saya hormati,
Kita patut bersyukur, karena berdasarkan hasil Kajian Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2022, nilai IPLM Provinsi Sulawesi Selatan berada pada urutan tertinggi ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Nilai IPLM kita berada pada angka 78,49, sedangkan DKI Jakarta 80,87 dan Yogyakarta 83,63.
Atas capaian tersebut Pemerintah Pusat melalui Perpustakaan Nasional RI telah memberikan Penghargaan Kepada Gubernur Sulawesi Selatan pada rangkaian kegiatan Rakornas Bidang Perpustakaan di Jakarta pada tanggal 6 Maret 2023 lalu.
Sedangkan untuk Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Sulawesi Selatan pada tahun 2022 ini juga masuk kategori tinggi, berada pada urutan ke enam tingkat nasional dengan nilai 67,62.
TGM tertinggi Nasional pertama diraih Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai 72,29 menyusul kedua Jawa Tengah dengan nilai 70, 96, ketiga Jawa barat dengan nilai 70,10, keempat DKI Jakarta dengan nilai 68,71 dan kelima Jawa Timur dengan nilai 68,54. (semua dari Jawa setelah itu baru Sulawesi Selatan)
Capaian TGM dan IPLM Sulsel ini tentu saja tidak lepas dari kontribusi pengembangan gerakan literasi masyarakat di Kabupaten Bulukumba. Apalagi Bulukumba ini di kenal sebagai daerah yang memiliki banyak Komunitas Pegiat Literasi yang sangat aktif melakukan berbagai kegiatan pengembangan literasi dan gerakan pembudayaan kegemaran membaca. Termasuk ada sekitar 30 komunitas pegiat literasi di Bulukumba yang telah diberi bantuan berupa buku, rak buku dan komputer dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 dan 2021 lalu.
Suatu hal yang menggembirakan bagi kita Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan hasil kajian dari Perpustakaan Nasional RI, pada tahun 2022 ini nilai capaian IPLM Kabupaten Bulukumba berhasil menembus angka 78,82. Berarti Nilai capaian IPLM Kabupaten Bulukumba ini masih lebih tinggi dari capaian IPLM Provinsi Sul Sel.

Hadirin yang Saya Cintai dan Banggakan,
Di satu sisi kita patut berbangga dengan capaian dan prestasi tersebut. Namun di sisi lain, kita memiliki kewajiban dan tanggungjawab moral untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian nilai IPLM dan TGM ini di masa-masa yang akan datang.
Oleh karena itu, berbagai upaya untuk mengembangkan gerakan literasi dan pembudayaan kegemaran membaca harus terus kita lakukan, dengan memainkan seluruh instrumen dan melibatkan seluruh komponen yang ada baik di tingkat provinsi, kabupaten sampai ke desa-desa. Sebab gerakan pengembangan literasi ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah, menjadi tugas dinas perpustakaan semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder yang ada termasuk peran dari Bunda Literasi, tokoh masyarakat, para pendidik, penulis, seniman, budayawan dan para pegiat literasi.
Untuk itu kami juga mengapresiasi dilaksanakannya pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba pada hari ini. Semoga kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Bulukumba dapat menginspirasi dan menjadi role model bagi bangkitnya gerakan literasi dan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat khususnya di lingkungan keluarga.
Demikian juga dengan pelaksanaan Workshop Peningkatan Indeks Literasi dan Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat, semoga menjadi momentum bagi kita untuk menguatkan komitmen dan kebersamaan dari seluruh stakeholder yang ada untuk membangun dan mengembangkan gerakan literasi dan peningkatan budaya baca masyarakat di Kabupaten Bulukumba dalam rangka mewujudkan masyarakat yang produktif, berkarakter kearifan lokal menuju Bulukumba Maju dan Sejahtera.
Hadirin yang sama berbahagia,
Akhirnya saya berharap, semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, khususnya dalam upaya meningkatkan nilai IPLM dan TGM kita di Sulawesi Selatan.
Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan, sekian dan terima kasih.
Wassalamu ‘alaikum warrahmatullah wabarakatuh.
Zulkarnain Patwa
* Peserta dari Rumah Belajar Bersama yang turut hadir pada Workshop dan mendengarkan sambutan di atas

Terobosan baru karate yang belum pernah terjadi sebelumnya (pengalaman penulis selama mendampingi atlet selama dua tahun terakhir) baru saja berhasil dibuktikan pada 1 – 2 Oktober oleh INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Gowa. Gagasan kreatif yang jitu ini layak di-cloning (dicontoh).
Tink Tank INKAI Cabang Gowa Sensei Achmad Saerodji membagi kejuaraan menjadi dua: Festival dan Open Tournament.
Festival bagi orang orang yang baru bergabung dalam karate dan belum pernah ikut kejuaraan. Para pemula yang sabuk putih sekali pun sangat termotivasi dan raih gelar juara.
Open Tournament untuk yang telah ikut kejuaraan, pernah meraih juara tingkat provinsi dan nasional. Kelas ini untuk para (calon) ahli ini terus diuji untuk mematangkan pengalaman menuju jalan menjadi master karate ka (ka: ahli) sejati.
Kejuaraan-kejuaraan oleh INKAI Sul Sel dan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Sul Sel sebelumnya tidak membagi seperti di atas mengakibatkan banyak atlet-atlet yang masih pemula yang berani turun tatami (matras tanding) banyak yang menjadi korban karena berhadapan dengan atlet-atlet yang telah berpengalaman dan sering meraih juara.
INKAI Gowa sukses merubah alur kejuaraan yang cukup menegangkan menjadi kegembiraaan. atlet-atlet bertanding sesuai dengan kemampuannya masing-masing. capaian juara juga lebih banyak menjadikan orang lebih banyak bergembira dan termotivasi.
Odji sangat yakin bahwa dengan adanya jurus yang jitu maka tingkat popularitas dan minat orang di karate akan jadi lebih semarak. Menurutnya, kejuaraan lebih besar akan dilaksanakan lagi untuk membuktikan kesanggupan atlet mempertinggi prestasi. (Kata kata ini dibuat oleh penulis. Komentar sebenarnya terdapat pada video di bawah ini).
Ledakan dahsyat kemajuan INKAI Sul Sel yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini sangat besar dipengaruhi oleh Ketua INKAI Sul Sel Sensei Ir. Abdul DJalil Razak. Pada kepemimpinannya inilah, INKAI Sul Sel menjadi the greatest (yang terbesar). Ia menjadi satu satunya perguruan yang paling padat mengadakan kejuaraan di Sul Sel dan mengikuti kejuaraan di luar daerah semisal Luwuk Banggai pada 2021 dan Kejuaraan Nasional INKAI yang baru baru ini di Jawa Barat.

Bintang bintang muda berprestasi sebagai generasi karate yang punya daya saing tinggi pun tercipta. Ini sejalan dengan rancangan Ketua Umum INKAI Prof. Dr. Ivan Yulivan yang menargetkan INKAI goes to the world class (INKAI menuju kelas dunia). INKAI Sul Sel juga termasuk di dalamnyan dalam menapaki jalan panjang tersebut.
Semua aset dan terobosan yang berharga ini tentu mengeluarkan biaya yang super banyak yang telah diramu dengan kecerdasan ganda untuk mendorong atlet-atlet INKAI Sul Sel untuk mempunyai daya saing yang kompetitif di tatami nasional dan internasional nantinya.
Zulkarnain Patwa
* Pengurus INKAI Bulukumba
* Direktur Rumah Belajar Bersama
Link Kejuaraan INKAI Gowa oleh Sensei Achmad Saerodji



Mengenai capaian kejuaraan pada tingkat Provinsi Sul-Sel (Sulawesi Selatan), hampir 30 orang atlet INKAI Bulukumba yang terdiri dari pelajar TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa yang pernah meraih juara. Ini adalah energi positif yang mesti dikelola secara berkelanjutan.





Kabar duka itu memang sangat menyesakkan dada bagi keluarga yang tercinta yang ditinggalkan, sahabat dekat dan orang-orang yang berpengaruh dalam kehidupan kita. Hal inilah yang turut kami rasakan setelah mendengar kabar atas kembalinya ke pangkuan ilahi hamba Allah yang bernama Fajriyani Basir. Setelah menjenguk anaknya yang biasa dipanggil kembar dari perkemahan di Loka, Bantaeng, beliau pulang bersama kurir yang juga langganan dan tetangganya. Motor menabrak pohon pisang yang menyebabkan sang kurir meninggal di tempat. Sedangkan Kak Fajri mengalami pendarahan di kepala dan patah kaki. Beberapa saat dirawat di rumah sakit Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng—tempat beliau bekerja—dengan usaha maksimal menghentikan pendarahan. Ibunya menyampaikan, “Saya diberitahu bahwa Ani (panggilan Kak Fajri di rumah) butuh adarah AB. Darah saya AB. Tapi karena faktor usia, saya tidak boleh mendonor.” Selain itu kondisi melewati kritis tidak menemukan tanda-tanda sehingga donor darah tidak terlaksana. Berlakulah ketentuan-Nya. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. (16/07/2022)
Kak Fajri dan Rumah Belajar Bersama
Perkenalan akrab kami di Rumah Belajar Bersama (RBB) dengan Kak Fajri saat anaknya yang cerdas bernama Wilna Liana Azzahra hendak tamat SMP. Kami mengusulkan agar Wilna mendaftar di MAN Insan Cendekian Gorontalo (ICG), sekolah yang didirikan oleh Bapak B. J. Habibie. Gayung bersambut, Wilna diberi gambaran tentang ICG, mendaftar dan lulus. Sebelum ke ICG, Wilna pun sempat mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di RBB sebagai bekal tambahan untuk lebih mudah beradaptasi di lingkungan Insan Cendekia. Setelah 2 minggu, terdapat kompetisi English in Ramadhan, 2015 yang diadakan di Islamic Center Dato Tiro Bulukumba. melalui pendampingan ibunya, Wilna ikut berkomptesisi dan meraih juara 1 (satu).
Sekitar tahun 2018, Kak Fajri mengantar langsung sejumlah buku-buku bacaan remaja ke perpustakaan RBB. Katanya, “Ini sumbangan. Semoga bisa lebih bermanfaat sini.” Kami memang merasa senang tapi sungkan karena kami tahu bahwa itu buku bacaan Wilna. Namun karena keyakinan dan kebaikan hatinya untuk berbagi, kami pun menerimanya. Tak banyak yang kami dapat balas. Kami sampaikan bahwa tiap pembaca kami sarankan membacakan Al Fatihah pada penyumbang buku tersebut.
Sekitar 2020, Kak Fajri mengusulkan untuk membuat RBB di Bantaeng. Setelah mendapat izin dari ibunya agar rumahnya di Jl. Sungai Calendu digunakan dengan maksud selain tempat kegiatan pendidikan, itu juga untuk membantu pendidikan kembar yang masih sekolah utamanya Bahasa Inggris dan Matematika. Bersama Kak Fajri dan Wilna yang sedang liburan kuliah bersama-sama berkeliling sekolah di Bantaeng untuk promosi. Hal itu disambut hangat. Faktor terbesarnya karena Ibu Kak fajri yang sudah pensiun masih dikenal akrab di sekolah, Kak Fajri sendiri dan Wilna yang sering disebut oleh guru-guru sekolah sebagai anak yang pintar. Kemajuan RBB Bantaeng terlihat bagus karena di awal saja telah hampir 30 orang bergabung. Namun sayang, baru sekitar 2 minggu terlaksana, hempasan teror virus Corona yang melarang aktivitas berkumpul membuat RBB harus tutup di Bantaeng.
Perjalanan berlanjut. Kak Fajri menemukan ide yang menarik. Dapur IbuQu. Awalnya, ide ini diminati PNS orang-orang yang lagi tidak memasak di siang hari. Beragam makanan menarik tersajikan dan yang paling terkenal adalah Nasi Kebuli. Dan yang membuatnya cukup sibuk adalah saat menghadapi Jum’at Berkah. Pesanan datang dari mana-mana yang disalurkan ke Pesantren, kantor, Panti Asuhan dan orang-orang yang berkebutuhan di jalan. Termasuk RBB Bulukumba biasa memesan. Bila ada waktu, agak luang, Kak Fajri ditemani adiknya dan ibunya yang mengantarkannya ke RBB Bulukumba. Harga yang diberikan agak murah. Ya, menurutnya itu untuk sedekah atau sumbangan buat orang-orang yang menuntut ilmu. Bahkan, semua guru-guru di RBB selalu diberi makanan special.
Dua minggu yang lalu, kami memesan Jum’at Berkah untuk dibagikan ke orang-orang di Bantaeng. Selain tidak ingin membuat repot, jumlah pesanan pun hanya 400 ribu. Kak Fajri yang waktu itu kami hubungi sedang berada di Makassar. Setelah mengkomunikasikan ke keluarganya di rumah, pesanan diterima. Karena ATM rusak, kami belum membayar namun hal itu sama sekali tidak pernah ditanyakan. Pada 12 Agustus, melalui pesan WA, kami menyapa dan mengingatkan bahwa utang RBB belum terbayar. Karena minggu ini sibuk mengajar dan terlibat mendidik kemenakan yang akan ikut Kejurnas (Kejuaraan Nasional) karate, Insya Allah minggu depan mengantar uangnya. Dijawab ok. Niat hati pada tanggal 17 terdapat perjalanan mengantar kemenakan ke Makassar yang akan menuju Kejurnas di Bandung. Itu bisa dimanfaatkan untuk singgah dan silaturahmi.
Pada tanggal 16 setelah Isya, kami membaca kabar dari Fajrianti Basir, saudara kandung Kak Fajri, menulis,
“Mohon doanya teman-teman atas meninggalnya kakak saya Fajriyani Basir semoga Husnul khatimah dan di ampuni dosa-dosanya.
Nunu EfDua Ilham Asma Rannu Kamal Fajri
*Inalilahi wainalilahi rojiun… *
*Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, sembuhkanlah dia, dan maafkanlah dia, muliakan dia turun, dan luaskanlah jalannya,*
*Ya Allah, janganlah Engkau hilangkan pahala kami, dan janganlah engkau matikan kami setelahnya, dan ampunilah kami dan dia, dan masukkan dia ke dalam surga bersama orang-orang yang bertakwa, demi Muhammad dan keluarganya*
* Al-Fatihah dengan doa.. *
*Ya Allah, semoga berkah dan salam sejahtera kepada Muhammad dan keluarganya*
*Ya Allah, semoga berkah dan salam sejahtera kepada Muhammad dan keluarganya*
*Ya Allah, semoga berkah dan salam sejahtera kepada Muhammad dan keluarganya*
*Bismillahirrahmanirrahim*
* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam *
*Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang*
*Raja Hari Penghakiman ِ*
*Hanya Engkaulah kami menyembah, dan Engkaulah kami memohon pertolongan*
*Kami telah menuntun jalan yang lurus*
*Jalan orang-orang yang Engkau ridhoi, kecuali orang-orang yang murka kepadanya dan bukan orang-orang yang sesat*
Karena latihan karate sedang berjalan dimana sulit meninggalkan anak anak kecil dan remaja yang sedang berlatih, kami menanti hingga latihan selesai. Setelah itu, kami Bulukumba dari langsung berangkat ke rumah duka di Bantaeng. Terbaring sosok yang tenang dengan damai dikelilingi oleh anak anaknya, ibunya, saudara kandung, keluarga terdekat dan sahabat. Setelah beberapa saat memanjatkan berdoa, kami menemui Wilna yang berada di samping ibunya untuk menyelesaikan urusan yang disebut di atas. Setelah itu, kembali berdoa. Setelah itu, kami berbincang-bincang dengan keluarga. Ibu Kak Fajri sangat tabah menghadapi cobaan ini.
Selamat jalan Kak Fajri. Kami di Rumah Belajar Bersama yang bersaksi bahwa dirimu adalah orang baik. Semoga segala kebaikanmu bernilai amal jariyah. Al Fatihah.
Zulkarnain Patwa
* Direktur Rumah Belajar Bersama

“Kita telah belajar bagaimana unggas terbang.
Bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan.
Maka yang perlu kita sekarang adalah ….
Bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”.
Prof. Dr. Ivan Yulivan—Ketua Umum INKAI Pusat, 1998-2022
Tanda-tanda kemajuan karate di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sul-Sel ) semakin terlihat jelas. Pada O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) 2022 ini, seorang pelajar SMPN 1 Bulukumba bernama Andi Khofifah (Ifa) lolos ke panggung bergengsi tingkat Nasional mewakili Sul-Sel setelah berhasil melewati seleksi ketat pada Kata (jurus) tingkat Daerah Bulukumba dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Capaiannya ini bukan tanpa cucuran keringat. Ifa telah membangun kepercayaan dirinya melalui latihan intesif disertai bekal pengalaman bertanding di berbagai turnamen baik di INKAI (Institut Karate Do Indonesia) Sul-Sel ataupun FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sul Sel. Berkat pendampingan orang tuanya dan support sekolah, Ifa pun mengikuti seluruh turnamen karate di Sul-Sel dalam 2 tahun terakhir.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bulukumba Ansar Langnge, S.Pd., M.M., sangat mendukung siswa-siswinya mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Pak Ansar melalui guru olahraga bernama Pak Awal juga memberikan pendampingan ekstra kepada Ifa mulai dari seleksi O2SN tingkat Kecamatan hingga Kabupaten. “Kita ingin siswa-siswi SMPN 1 yang meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat juga punya prestasi tingkat nasional.”
Pak Ansar melanjutkan, “Ini prestasi yang luar biasa bagi SMPN 1 Bulukumba. O2SN adalah kegiatan rutin Kementrian Pendidikan untuk mencari bibit dan bakat siswa. Saya sangat mengharapkan Ifa dapat menyambut kesempatan ini dengan berprestasi tingkat nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Bulukumba.

Selain itu, Bagi Pak Ansar, bela diri merupakan bagian perjalanan hidupnya. Semasa mahasiswa ia juga pernah aktif di bela diri Jet Kun Do—cabang bela diri yang didirikan Bruce Lee, the great legent of martial art (legenda besar bela diri)—mengerti cara membangkitkan spirit anak didiknya. “Pihak sekolah memberi dukungan penuh kepada siswa yang berprestasi untuk pembinaan sehingga semangatnya semakin bertambah untuk berjuang di tingkat nasional”, jelasnya.
Lebih jauh lagi Pak Ansar menerangkan bahwa anak-anak didiknya yang baru pemula nantinya dapat berprestasi juga di karate sebagaimana dengan Ifa karena INKAI telah membuka dojo (tempat latihan) di SMPN 1 Bulukumba. Latihan karate dapat dilaksanakan di sekolah pada sore hari dan hal itu sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak. “Olaharaga dan pendidikan saling terkait. Dengan olahraga, siswa-siswi kita lebih sehat dan dapat menambah daya fokusnya dalam menerima pelajaran.

Sebagai seorang Kepsek kreatif, Pak Ansar berinisiasi untuk berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Bulukumba dan Bupati Bulukumba agar kesempatan emas pengembangan prestasi Ifa lebih maksimal. Dukungan internal Bulukumba sangat berpengaruh kuat pada mental anak didik yang kini mengemban tugas mengharumkan nama baik Sul Sel di kancah nasional. Tentunya, Bupati Bulukumba akan merespon secara positif karena dalam beberapa forum olahraga, ia menyatakan bahwa dirinya siap mendampingi altet Bulukumba secara langsung yang lolos tingkat nasional.
Beberapa Atlet Karate Bulukumba di Panggung Nasional
Pada 2022, karate ka Bulukumba telah lulus kejuaraan tingkat nasional. Ifa yang berasal dari INKAI Kodim Bulukumba adalah satu-satunya atlet karate di Bulukumba yang akan bertanding pada 4-9 September secara virtual tingkat nasional. Sementara 6 orang lainnya memperoleh tiket Kejurnas (Kejuaraaan Nasional) INKAI yaitu:
Hal ini berdasarkan prestasinya yang terus menanjak pada kejuaraan INKAI Provinsi Sul-Sel dan FORKI Sul-Sel dan akan berlaga di Cibubur Jawa Barat pada 24 Agustus ini.

Desain pelatih dalam memajukan kwalitas atlet tentu bukanlah perkara sederhana. Senpai Sarifudin, pelatih INKAI Kodim mengatakan, “Selama hampir dua bulan ini, kita telah menggalakkan latihan tambahan dengan materi yang ekstra; Penguatan fisik, Kata, Kumite, kedisiplinan dan penguatan mental atlet agar tidak kenal menyerah”, terangnya. Ia pun menjelaskan, “Kita punya perhatian serius pada atlet yang akan tampil di nasional dan mengharapkan meraih juara. Target INKAI Pusat pada kepemimpinan Prof. Dr. Ivan Julivan, SE., M.M., CHRMP., M.Tr (Han) saat ini adalah INKAI goes to the world class (INKAI menuju kelas dunia). Untuk itu, segala potensi yang ada kita maksimalkan agar atlet dapat mengikuti senior-senior INKAI yang pernah meraih juara tingkat internasional. Intinya, rajin latihan dan bersungguh-sungguh”, tutupnya.

Sementara itu, untuk keberlanjutan generasi yang sejalan dengan Sumpah Karate INKAI yaitu sanggup mempertinggi prestasi, Senpai Riri yang namanya telah dikenal luas oleh karate ka Bulukumba mengatakan, “Kita juga sangat peduli pada pembentukan altet yang sedang berkembang yaitu pada atlet pemula dan atlet yang masih minim mengikuti kejuaraan. Kita bentuk mereka dari sekarang agar mereka punya kepercayaan diri mengikuti kejuaraan dimana pun. ”, jelasnya. “Sedangkan atlet yang akan bertarung sengit di tingkat nasional sedang kita terus benahi dari segala aspek; speed (kecepatan), power (tenaga), bentuk, kuda-kuda dan lainnya”, lanjutnya. “INKAI dengan sejarahnya yang panjang tentu sudah sangat matang dalam mencetak atlet yang punya daya saing tinggi”, kata Riri dengan nada meyakinkan.

Semua kerja maksimal di atas tak lepas dari peran besar Ketua INKAI Bulukumba, Muhammad Iqbal Zabir SH. Pada masa kememimpinannya ini, Iqbal memberikan keluasan penuh kepada para pelatih untuk melakukan kreasi dalam memajukan atlet. Ia pun mengucapkan selamat atas prestasi Ifa, dukungan pada Dinas Pendidikan Bulukumba pada seleksi O2SN pada tingkat Kecamatan, support Ketua FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) Bulukumba yaitu Juandi Tendean yang turut berperan mengangkat reputasi karate. Last but not the least, Iqbal yakin bahwa pada kepemimpinan Pak Asdar sebagai Kepsek SMPN 1 Bulukumba yang mempunyai latar belakang bela diri tentu tahu dan mampu lebih banyak lagi memunculkan siswa-siswinya berprestasi di bidang olahraga bela diri.

Sekilas Filosofi Karate
Karate sebagai olahraga memang telah banyak menginspirasi yang membuat karate menjadi olahraga populer dunia. Itu tidak salah. Namun ada yang lebih penting lagi. Master karate ka Jepang, Hirokazu Kanazawa mengingatkan, “Anda tidak boleh lupa bahwa tujuan latihan adalah mengusai seni karate. Untuk melakukannya, Anda harus , Anda harus mengembangkan ketekunan dan kesabaran.

Sejalan dengan hal itu, Prof. Ivan Yulivan mengajarkan bahwa karate adalah jalan untuk menuju manusia yang seutuhnya. Pada buku The Way of Karate-Do (Jalan Hidup Master Karate) yang ia tulis mengatakan, “Kita telah belajar bagaimana unggas terbang, bagaimana ikan-ikan berenang dan bagaimana hewan hewan berjalan. Maka yang perlu kita sekarang adalah bagaimana harusnya kita berjalan di muka bumi, sebagaimana layaknya seorang manusia”, tulis Ketua Umum INKAI Pusat Indonesia ini.

Kesibukan Ivan sebagai petinggi TNI AL (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut) tidaklah membuatnya lupa untuk untuk tetap melatih karate di kalangan TNI dan Sipil. Overall, Muzino Kokoru yang artinya mengalir seperti air yang bersyukur pada Tuhan dan hidup bermanfaat bagi orang banyak.

Zulkarnain Patwa
* Pelatih dan Pengurus INKAI Bulukumba
* Direktur Rumah Belajar Bersama