Kategori: Program

Program dan mata pelajaran dari Rumah Belajar Bersama

  • Karate Ka Bulukumba Tetap Raih Juara di FORKI Sul-Sel

    Karate Ka Bulukumba Tetap Raih Juara di FORKI Sul-Sel

    Bulukumba, RBB (26/03/2022)–Kejuaraan karate FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan dan Barat (Sul-Sel dan Bar) pada 17 sampai 20 Maret 2022 di Sudiang, Makassar telah berhasil menyedot perhatian karate ka Sul-Sel. Betapa tidak, dari sekitar lebih dari 1.200 peserta, bukan hanya atlet-atlet juara berbagai macam perguruan yang turun gunung tetapi juga atlet nasional dan atlet yang pernah tanding di luar negeri pun turun tatami (Baca: matras tanding) untuk level provinsi ini. Ini yang membuat pertandingan terlihat mengagumkan dan perolehan medali pun semakin ketat.

    Sengitnya perdanginan ini sama sekali tidak membuat atlet karate ka yang berasal dari Bulukumba tidak ciut nyali. Mereka malah menjadikan ajang ini sebagai peluang yang bagus karena pada dasarnya mereka adalah atlet yang sedang berkembang level Sul Sel Bar tapi telah dapat bertemu dan bertanding karate ka terbaik.  Dan beberapa diantaranya mampu memperoleh medali. Mereka adalah:

    PERAK

    1. Siti Nurfatiha Azzahrini Sarif S.

    Atlet INKAI  (Institut Karate Do Indonesia) Kodim Bulukumba yang meraih Juara 2 pada Kata Usia Dini Putri yang merupakan pelajar SDN 322 Ela-Ela, Bulukumba. Fatiha mewakili INKAI Bulukumba.

    Sesaat setelah Siti Nurfatiha Azzahrini Sarif S. yang baru saja meraih juara 2 pada Kata Usia Dini Putri. Sebelumnya, Fatiha juga telah meraih Juara 1 Kumite pada Open Turnamen Intern INKAI di Kostrad Julu Siri, Maros, Januari 2022. Ia juga merupakan anak dari Senpai Sarifuddin (sabuk hitam, DAN 3) yang merupakan pelatih INKAI Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama

    PERUNGGU

    1. Afika Lutfia Shiddiq

    Atlet INKANAS SDN 171 Loka Bulukumba yang merupakan pelajar SDN 223 Garanta, Desa Balong, Bulukumba yang meraih juara 3 pada Kata Pra Pemula Putri. Afika mewakili INKANAS (Institut Karate Do Nasional) Makassar. Sebelumnya, Afika juga telah meraih juara Tingkat Sul Sel Bar.

    Afika Lutfia Shiddiq. Atlet INKANAS Makassar berasal dari Dojo SDN 171 Loka Bulukumba yang meraih juara 2 pada Kata Pra Pemula Putri. ia juga merupakan anak dari Senpai Ammar (Sabuk Hitam, DAN 3), pelatih INKANAS Bulukumba. Sumber Foto: Senpai Ammar.
    1. Arraya Aulia

    Atlet INKAI Kodim Bulukumba yang merupakan pelajar SMA 8 Bulukumba yang meraih Juara 3 pada Kata Junior Putri. Arraya mewakili INKAI Makassar.

    Arraya Aulia. Atlet INKAI Bulukumba yang karena telah meraih banyak prestasi terbaik di Provinsi Sul Sel dan juara 1 pada Kata pada Kejuaraan Terbuka Se Indonesia di Sulawesi Tengah, 2021. Ia dipercaya mewakili INKAI Makassar. Pada Kejuraan ini, ia meraih juara 3 pada Kata Junior Putri. Sumber foto: Rumah Belajar Bersama
    1. Tri Rezki Adiakbar Rauf.
    2. Muh. Raihan Atallah B.
    3. Muh. Ariel Qushai.

    Juara Kata Beregu Putra Junior. Tri adalah mahasiswa Raihan adalah pelajar Pesantren Babul Khaer, Kalumeme, Bulukumba. Ariel adalah pelajar SMA 1 Bulukumba.

    Raihan, Tri dan Ariel sesaat setelah bertanding dan meraih juara 3 pada Kata Beregu Junior Putra. Mereka adalah team kata terbaik INKAI Sul Sel yang selalu meraih juara. pda foto ini, mereka didampingi langsung oleh Senpai Rauf (Sabuk hitam, DAN 3), pelatih INKAI Bulukumba. Sumber Foto: Rumah Belajar Bersama.

    7. Nabila Alamanda

    Atlet INKAI Kodim Bulukumba yang merupakan pelajar SDN 10 Ela-Ela Bulukumba yang meraih Juara 3 pada Kumite Pemula Putri +45 Kg. Nabila mewakili INKAI Makassar.

    Nabila Alamanda meraih juara 3 pada Kumite Pemula Putri. Ia satu-satunya atlet karate asal Bulukumba yang meraih juara di kumite. Pada kejuaraan INKADO FORKI di Bone (Februari 2022), ia juga telah meraih juara 1 Kata Beregu Putri Senior dan juara 2 Kumite Usia Pemula Putri . Dalam 8 bulan, ia telah meraih 7 kali juara.

    Kesuksesan ini bukan hanya karena perjuangan atlet sendiri tetapi juga berkat dukungan berbagai macam pihak. Terima kasih banyak kepada :

    1. Letkol Czi Dendi Rahmat Subekti, S.I.P, sebagai Komandan Kodim Bulukumba yang selalu memberikan fasilitas terbaik di Kodim kepada INKAI Bulukumba. Dengan izin ini berkelanjutan dari generasi ke generasi ini, keluarga TNI dan masyarakat umum dapat dengan mudah bergabung karate.
    2. Muhammad Anshar, S. Pd., MM., Kepala Sekolah SDN 171 Loka Bulukumba yang menyediakan ruang latihan karate di halaman sekolah kepada INKANAS.
    3. Abbas, S.Pd., sebagai Kepala Sekolah SDN 322 Ela-Ela Bulukumba yang mengizinkan Siti Nurfatiha bertanding saat menghadapi ujian sekolah.
    4. Kepala Sekolah SDN 223 Garanta, Desa Balong yang mengizinkan Fika untuk latihan TC (Training Center) di Makassar.
    5. Kepala Sekolah SMA 8 Bulukumba yang memberi keluasan kepada Arraya Aulia untuk selalu dapat mengikuti kejuaraan.
    6. Nurbaeda, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 10 Ela-Ela Bulukumba yang juga selalu mensupport Nabila untuk aktif di berbagai kejuaraan.
    7. Kepala Sekolah Pesantren Babul Khaer yang selalu mendukung Raihan aktif karate.
    8. Kepala Sekolah SMAN 1 Bulukumba yang mengizinkan Ariel untuk hadir di berbagai kejuaraan karate.
    9. Pihak X SMA PGRI yang memberikan fasilitas TC (Training Center) buat karate ka Bulukumba.

    Dan tentunya perjuangan para pelatih yang tidak pernah bosan dalam membina atlet. Di INKAI, terdapat Senpai Sarifuddin dan Senpai Rauf dan di INKANAS, terdapat Senpai Ammar Shiddiq. Tidak terbayangkan bahwa tanpa  kehadiran mereka yang meskipun dengan segala keterbatasan, tidaklah mungkin Bulukumba mampu mengukir prestasi di tengah kompetisi yang super ketat ini.

    Sebagai  saran, Pemerintah Daerah (PEMDA) Bulukumba perlu memberikan perhatian terhadap karate karena karate telah terbukti mengharumkan nama baik Bulukumba. Dalam 8 bulan terakhir, Atlet Bulukumba telah 7 kali mengikuti kejuaraan dan selalu meraih medali. Dan hanya pada kejuaraan FORKI Sul Sel kali ini, inilah medali yang paling sedikit dicapai. Sebelumnya, panen medali.

    Kendala klasik fasilitas peralatan karate yang harus segera diselesaikan. Pengorbanan orang tua atlet dalam mendukung karate ka mengikuti padatnya kegiatan turnamen karate tentu juga terbatas. Kehadiran PEMDA Bulukumba tentu akan membuat karate ka kita akan lebih berprestasi. Bulukumba bukan hanya dapat dikenal karena wisata tetapi juga karena prestasi olahraga.

    Dukungan RBB pada Atlet Berprestasi
    Apa gunanya sertifikat juara? Rumah Belajar Bersama (RBB) berpendapat bahwa atlet berprestasi selayaknya dapat mengakses pendidikan ektrakurikuler dengan mudah dan berkwalitas. Untuk itu RBB memberikan pilihan beasisiswa belajar Matematika, Bahasa Inggris, Baca Tulis dan Mengaji kepada tiap pelajar berprestasi minimal tingkat Sul Sel Bar selama 3 bulan. Ini adalah wujud penghargaan dan sekaligus juga sebagai strategi agar atlet berprestasi tersebut dapat tetap mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. RBB percaya bahwa bahwa prestasi dalam bidang olahraga dan pendidikan mampu berjalan salaras sehingga cita cita masa depan dari atlet lebih mudah tercapai.

    Zulkarnain Patwa
    * Direktur Rumah Belajar Bersama

  • Punya Ide Kreatif Wisata Bulukumba? Program Lintas Negara

    Punya Ide Kreatif Wisata Bulukumba? Program Lintas Negara

    Andi Junila Aulia

    “Mempersiapkan Masyarakat Basis Pariwisata di Kawasan Pesisir Kabupaten Bulukumba untuk Mengembalikan Sektor Wisata yang Lebih Regeneratif”

    Perkenalkan saya Junila, Putri Daerah dari Kabupaten Bulukumba. Sejak lahir sampai SMA tinggal dan berproses di kota Butta Panrita Lopi ini. Saya merupakan lulusan Sarjana Pertanian di Universitas Hasanuddin, Makasssar.

    Saya berhasil mendapatkan kesempatan beasiswa untuk belajar ke Amerika Serikat melalui program YSEALI Academic Fellowship Program 2020 dalam bidang Environmental Issues and Natural Resources Management. Program ini merupakan inisiasi dari Barrack Obama untuk pemuda-pemudi se-Asia Tenggara agar memperoleh pengalaman belajar dengan para ahli di Amerika Serikat.

    Pada pertengahan tahun 2020, saya memperoleh kesempatan untuk bekerja di salah satu NGO Jepang yang berlokasi di Ubud, Bali. Earth Company, merupakan NGO yang berfokus pada isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Earth Company memiliki satu inisiatif dalam bidang pariwisata yang berkelanjutan dengan mendirikan sebuah eco-villa bernama Mana Earthly Paradise. Melalui beberapa pengalaman tadi, ini mengantarkan saya untuk menginisiasi sebuah program lingkungan yang fokusannya kepariwisata dan masyarakat desa wisata di kota kelahiran yaitu Kabupaten Bulukumba.

    Sosialisasi dalam bahasa Inggris terhadap orang orang yang berminat pada pengembangan pariwisata di Bulukumba di komunitas English Practice Club pada Rabu, 11 Agustus 2021.
    Sumber foto: Rumah Belajar Bersama

    Re-tour Academy atau Regenerative Tourism Academi adalah sebuah program yang dirancang untuk membantu pemuda pemudi di lokal dalam membangun kembali sektor pariwisata di desa melalui konsep pariwisata yang regeneratif. Program ini dibentuk oleh tim Panrita dari Sulawesi Selatan yang berhasil mendapatkan pendanaan dari YSEALI Small Grant Competition 2021 yang diselenggarakan oleh East West Center Hawai’i bekerja sama dengan The Maureen and Mike Mansfield Center University of Montana, Missoula, Amerika Serikat.

    Ide program
    Ini berangkat dari kepedulian terhadap masalah lingkungan dalam kawasan pariwisata khususnya pesisir Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan pengalaman pribadi, cukup banyak tempat wisata yang rusak akibat ulah warga dan wisatawan yang tidak bertanggungjawab. Selain itu, tidak hanya wilayah pesisir yang banyak tercemar sampah dari para wisatawan dan penduduk setempat, tetapi juga sampah yang terbawa arus.

    Untuk mengkonfirmasi hipotesis tersebut, saya dan tim memutuskan untuk mengadakan diskusi terbuka dengan beberapa komunitas berbasis pariwisata, para pakar dan aktivis di bidang pariwisata, jugadari pemerintahan.

    Setelah melakukan riset, kami akhirnya bisa mengambil kesimpulan dan fakta bahwa apa yang mereka alami sebelumnya juga dirasakan secara luas oleh semua pihak. Selain itu, tim juga menemukan banyak komunitas berbasi pariwisata yang ternyata bergelut dalam menjaga dan mengelola situs untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. Belum lagi, pandemic juga berdampak pada pendapatan masyarakat yang menjadikannya semakin tidak stabil dan tidak tahu bagaimana cara untuk pulih. Melihat isu-isu yang melingkupi komunitas berbasis pariwisata di Bulukumba ini, kami sebagai tim termotivasi untuk mendorong pemuda setempat dalam membuat perubahan di komunitas mereka dengan membuat program Re-Tour Academy.

    Program ini memiliki dua agenda utama. Yang pertama adalah Innovation Challenge Day dimana 5 tim terpilih akan mengikuti proses pelatihan melalui workshop dengan para ahli dalam bidang pariwisata, mengembangkan ide-ide yang mereka usulkan, dan melakukan presentasi di hari terakhir. Hanya 3 tim yang akan didanai dan dipilih untuk lolos ke tahap selanjutnya yaitu Program Akselerator. Dalam program lanjutan ini, 3 tim akan memiliki waktu 3 bulan untuk mengimplementasikan proyek mereka dengan pendampingan dari para mentor. Di akhir program, 3 tim ini akan diberikan kesempatan untukmempresentasikan hasil proyek mereka kepada calon sponsor dan mitra di masa mendatang. Pendaftaran program ini akan dibuka dari tanggal 17 sampai tanggal 24 Agustus 2021 dengan mengambil tema besar, “Mempersiapkan Masyarakat Basis Pariwisata di Kawasan Pesisir Kabupaten Bulukumba untuk Mengembalikan Sektor Wisata yang Lebih Regeneratif”. Berikut beberapa pilihan sub tema dalam program ini:

    • Pendidikan
    • EkonomiKreatif
    • PemberdayaanMasyarakat

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek ke media sosial kami di IG (@retour_academy) dan halaman FB (retouracademy). Program ini diharapkan dapat mengatasi masalah lingkungan dan pariwisatadi Kabupaten Bulukumba dan juga untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin nomor 8 (Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan 13 (Aksi Iklim).

    Semoga inisiatif ini mampu memicu pemuda-pemu di Bulukumba untuk lebih peka terhadap permasalahan sekitar serta lebih berani berinovasi untuk pengembangan daerah. Seperti kata Bung Hatta, “Indonesia tidak akan nyala terang hanya karena obor di ibu kota, justru karena lilin-lilin kecil yang tersebar di seluruh desa”.

  • Re-Tour Academy

    Re-Tour Academy

    Preparing Community-based Tourism in the Coastal Area of Bulukumba to Build Back Tourism in Regenerative Ways

    By Andi Junila Aulia

    Re-tour Academy or Regenerative Tourism Academy is a program that aims to help the youth rebuild their tourism-based community in Bulukumba through a regenerative concept of tourism. This program is established by Team PANRITA from South Sulawesi, Indonesia who successfully secured funds from the YSEALI Small Grant Competition 2021 held by East West Center Hawai’I collaborated with The Maureen and Mike Mansfield Center University of Montana, Missoula, USA.

    The idea of the program itself was first designed out of the team’s own concern for the unsettling tourism in some coastal areas in Bulukumba. Based on their personal experiences, there are quite a number of damaged tourism sites that come as a result of the irresponsible activities of both the locals and the tourists. Also, many coastal areas are polluted with waste, not only from the ones left by the locals and the tourists but also waste brought by the currents. To confirm their hypothesis, the team decided to hold an open discussion with some tourism-based communities as well as expertise and activists in the tourism field.

    At the end of the forum, the team was finally able to draw a conclusion and that was the fact that what they have experienced before is also broadly felt by every parties. In addition, the team also found out that many tourism-based communities turn out to be struggling in maintaining and managing sites to create sustainable tourism. Not to mention, the pandemic has also impacted their irregular income to be even more unstable and they happened to not know how to recover from this situation. Looking at these issues surrounding the tourism-based communities in Bulukumba, the team is motivated to encourage the local youth to make a change among their community by creating Re-Tour Academy program.

    This program has two main agendas. The first one is the Innovation Challenge Day where 5 selected teams will spend 5 days in training and developing their proposed ideas. Only 3 teams will be funded and selected to get to the next phase that is the Accelerator Program. In this specific step, the 3 teams will have 3 months to implement their projects while still receiving intensive training and monthly mentoring. At the end of the program, the 3 teams will be given the opportunity to present the result of their projects to the future potential sponsors and partners. The application will be opened on 17th – 24th August 2021. It will take a big theme, “Preparing Community-based Tourism in the Coastal Area of Bulukumba to Build Back Tourism in Regenerative Ways” with the following sub theme:

    • Creative Economy
    • Educational Programs
    • Social Experiences

    For more information, please kindly check to our social media on IG (@retour_academy) and FB page (retouracademy).

    The program is expected to address the environmental and tourism issues among the tourism sites in Bulukumba and also to support the Sustainable Development Goals (SDGs) particularly SDG point number 8 (Decent Work and Economic Growth), 11 (Sustainable Cities and Communities), 12 (Responsible Consumption and Production), and 13 (Climate Action).

  • My Experience Studying English at Rumah Belajar Bersama

    My Experience Studying English at Rumah Belajar Bersama

    Nama saya Nuraila Islamiyah yang biasa dipanggil Lalla. Saya adalah seorang pelajar kelas 3 SMA (Sekolah Menengah Atas) 1 Bulukumba, Sulawesi-Selatan. Saya akan menceritakan pengalaman belajar di Rumah Belajar Bersama (RBB) yang menurutku sangat luar biasa. Saya sangat senang belajar di sana karena saya mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang belum pernah saya dapatkan ditempat lain sebelumnya.

    Saya bertemu dengan pelajar lain yang usianya jauh di bawah saya yaitu Fadel yang masih SMP (Sekolah Menengah Pertama) kelas 1 dan Alo yang masih kelas 6 SD (Sekolah Dasar). Mereka berdua adalah belajar pertama yang saya temui ketika baru masuk di kelas malam Bahasa Inggris bersama dengan teman saya, Zelika.

    Materi awal pembelajaran kami adalah reading dimana kami diharuskan untuk menamatkan buku Question and Answer karya L. G. Alexander beserta latihan soal-soal di dalamnya. Dari sana, saya akhirnya paham bahwa ternyata pelafalan Bahasa Inggris tidak sama seperti apa yang tertulis. Saya tidak  tidak hanya membaca tetapi juga saya berinisiatif dengan mencoba untuk mencari tahu arti dari kisah-kisah dalam buku tersebut untuk menambah pemahaman kosa kata baru.

    Pelajaran tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah kami menamatkan buku pertama, buku kedua pun menanti yaitu buku Practice and Progress yang masih karya L. G. Alexander. Ini tentunya lebih rumit dari buku yang pertama. berkat materi reading  ini, perlahan-lahan pronounciation (pengucapan) saya mulai terasah dan makin membaik dari hari demi hari. Buku ini pun berhasil saya tamatkan. Saat ini kami telah memasuki buku ketiga yaitu Developing skills, karya L. G. Alexander. Di cover buku itu tertulis “An Integrated Course. For Intermediate Students”. Artinya kurang lebih adalah sebuah rangkaian yang utuh. Untuk para pelajar tingkat menengah. Luar biasa!

    Tentu saja tidak hanya sekedar membaca, saya juga mengerjakan buku Basic English Grammar karya Betty Schrampfer Azar.  Seperti judulnya buku tersebut berisi dasar-dasar tata Bahasa Inggris yang sangat perlu dipahami. Saya pribadi sangat terbantu dengan buku ini. Saya yang dulunya sekedar asal nulis caption Bahasa Inggris di media sosial atau terkadang modal google translate dan tidak paham strukturnya sama sekali kini akhirnya mengerti dengan baik. ya, berkat buku ini. Tidak terasa, saya berhasil menyelesaikannya dan lanjut ke buku kedua yang berjudul Fundamentals of English Grammar karya Bety Scrampfer Azar yang saat ini masih saya sedang kerjakan.

    Tidak lengkap jika membahas grammar (tata bahasa) tanpa menyinggung pemahaman total pada Tenses. Kami telah mempelajari  verbal tense, nominal tense dan yang terbaru adalah passive voice menggunakan Metode 40 yang dulunya hanya saya lihat di spanduk RBB.

    Menurutku, Metode 40 yang digunakan untuk mempelajari kerumitan tenses ini sangat efektif dan memudahkan pelajar yang tidak hanya menghapal tapi juga perlu benar- benar memahami dasar dasar pembentukan tenses.

    Semakin jauh materi yang kami pelajari, semakin bertambah pula jumlah pelajar kelas malam di RBB. Ada Kak Ulfa, Kak ita, Kak Winie dan Kak Eman yang jauh usianya di atasku. Mereka adalah orang-orang yang berbagi kesulitan bersama dalam menyederhanakan Bahasa Inggris.

    Untuk menguji pemahaman kami, tak tanggung -tanggung Mr. Zulkarnain Patwa (Baca; Mr. Nain), pengajar kami, mendatangkan temannya yang merupakan Ex pengajar SMART International Language Collage, dan pendiri Bamboo Academy di Blitar Jawa Timur. Namanya Miss Tina atau Agustina Dewi untuk menguji kami secara oral (lisan) melalui via zoom/google meet. Itu adalah satu dari pengalaman yang menegangkan yang saya alami di RBB. Usaha belajar saya ternyata tidak sia-sia. Meskipun soalnya berisi jebakan nonprogressive dan certain adjective, Saya berhasil meraih angka 100 dengan tanpa membuat kesalahan. Alhamdulillah!

    Nuraila Islamiyah di Rumah Belajar Bersama yang sedang menghadapi ujian oral (lisan) terhadap perubahan struktur tense dari Agustina Dewi di Blitar, Jawa Timur. Soal-soal dari Kak Tina sangat menantang dan mengasah kecerdasan berpikir.

    Selain diuji secara oral, Di RBB kami juga mendapat tes tertulis yang jumlah soalnya sangat banyak dangan waktu mengerjakan yang singkat. Ini benar -benar menguras otak. Oleh karena itu kami sering mengadakan study club untuk memperdalam pemahaman kami sekaligus latihan untuk persiapan test oral maupun ujian tertulis. Tempatnya pun disesuaikan agar kami nyaman dan tidak mudah bosan. Tempat yang sering kami jadikan markas adalah Amany Café milik temannya Kak Ita. Dan Kak Ita selalu mentraktir teman-teman. Terima kasih ya Kak.

    Perjalanan belajar tidak terhenti sampai di situ. yang menjadi pengalaman paling menyenangkan selama saya di belajar di RBB ini adalah inisiatif RBB yang mempertemukan kami dengan orang -orang hebat lainnya. Kami melakukan pertemuan via online melalui zoom/google meet dengan Miss Cita Denni yang pernah menempuh pendidikan di Jerman. Kami berdiskusi tentang pendidikan, wisata dan budaya di Jerman. Ada juga Miss Nurlaeli Hidayanti yang menempuh pendidikan di Indiana University di Amerika Serikat. Kak Leli juga sekarang ini mengajar pelajar asing untuk bisa berbahasa Indonesia . Kami banyak berdiskusi dengannya tentang pendidikan, pengalaman dan tips belajar Bahasa inggris darinya.

    Nuraila Islamiyah bersama teman-teman kelasnya di kelas Bahasa Inggris.

    Kedepannya,  kami akan terus bertemu dengan orang -orang hebat di luar sana yang penuh inspirasi. Dan saya berharap, kami akan menjadi seperti orang -orang hebat tersebut di masa depan. Terima kasih Rumah Belajar Bersama, Mr. Nain  dan teman -teman atas ilmu dan pengalamannya yang sangat berharga.

    Bersambung . . . 

    Nuraila Islamiyah
    Pelajar Rumah Belajar Bersama

  • Anita Noveria: Dialog Berbahasa Inggris dan Latihan Tense ke Passive

    Anita Noveria: Dialog Berbahasa Inggris dan Latihan Tense ke Passive

    Bulukumba, RBB(25/2) — Dalam mendukung kemajuan berbahasa Inggris, Rumah Belajar Bersama membiasakan diri mengajak para pelajarnya untuk belajar berdiskusi dan latihan soal dengan para intelektual muda Indonesia yang mempunyai pengetahuan yang baik dalam bahasa asing dan juga pernah melakukan kegiatan pendidikan di luar negeri. Acara ini dilakukan melaui zoom atau google meet dan disiarkan secara langsung melalui facebook dari Rumah Belajar Bersama. Karena dibuka secara umum, setiap orang yang ingin bergabung diperbolehkan.

    Pada Senin malam (22/02), pembicara yang menginspirasi yang hadir adalah Anita Noveria yang merupakan alumnus UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Sewaktu masih kuliah di UIN Alauddin, ia mewakili kampusnya untuk lomba debat Se-Indonesia di Universitas gadjah Mada Yogyakarta dan setelah menamatkan diri di Unhas, ia adalah salah seorang yang terpilih mengikuti ISERD Konferensi internasional di Korea pada 2018.

    Anita Noveria saat berdiskusi dengan para pelajar dalam bahasa Inggris. (22/02).
    Picture taken from Rumah Belajar Bersama.

    Jenjang dan pengalaman pendidikan tersebut tidaklah membuat Anita enggan untuk berbagi ilmu meskipun pelajarannya masih pada tahapan dasar dasar bahasa asing. Setelah berkenalan dan berbicara beberapa hal dengan bahasa inggris yang fasih, ia berbagi soal quiz berupa 30 soal Tense dan Passive dengan pada tiap orang peserta.

    Seorang pelajar bernama Rafa’atul Mahmudah berhasil mencapai poin 96 dengan 1 (satu) kesalahan. Menurut Ulfa, panggilan akrab Rifa’atul Mahmudah, bahwa kesalahan kecil tersebut ia lakukan karena salah membaca perintah soal. Kalimatnya menyatakan untuk memilih kalimat incorrect (salah) tapi ia membaca correct (benar).

    Setelah itu, Anita kembali berdialog dalam Bahasa Ingris dengan para pelajar dengan memberikan soal-soal oral (lisan) berbahasa Indonesia yang harus dibuat ke dalam bahasa inggris dimana yang menjawab perlu jeli untuk menempatkan strukturnya karena tidak terdapat perintah pada bentuk apa kalimat passive tersebut dibuat. Dan bagi pelajar, mereka mampu menjawab dengan baik karena sebelumnya telah mendapatkan pelatihan demikian. Sayangnya, tidak semua pelajar mendapatkan kesempatan karena diskusi telah berlangsung lebih dari 2 jam dan telah memasuki jam 10 malam dimana seharusnya sudah harus selesai pada jam 9 malam. Tiap pelajar yang sedang berada di Rumah Belajar akan pulang ke rumahnya masing-masing.

    Sebagai penutup, Anita menyampaikan motivasi. Ia menjelaskan bahwa pelajar perlu tahu tujuan bahasa inggris. Lalu, buat pemetaan. Lakukan belajar sesuai hobi, bermain games dan lainnya. Bisa juga mengajar sebagaimana ia lakukan sewaktu masih kuliah di S 1. Jika mau master bahasa inggris, ajarkan pada orang lain. Dan berdiskusi lah dan melatih kepercayaan diri untuk berbicara.

    Sementara itu, sebelum acara ditutup, Andi Ayu Cahyani yang merupakan Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata di Dinas Pariwisata Bulukumba menanyakan perlunya sebuah club untuk melatih speaking (bicara) orang-orang dewasa di Bulukumba. Menurutnya usulan ini telah sampaikan pada Mr. Nain di Rumah Belajar dan ia mengharapkan dapat segera terwujud. Anita menanggapi bahwa club demikian memang sangat perlu dibuat. Ia menambahkan, dirinya juga berasal dari Bulukumba dan akan senang hati untuk turut hadir dalam kegiatan club praktek speaking tersebut bila pulang kampung.

    Sedangkan peserta bernama Nurailah Islamiyah menyampaikan rasa senangnya pertemuan ini dengan mengatakan, “Thank you so much for your questions and lessons. The questions are really difficult but very fun.” Hal ini langsung ditanggapi oleh Anita melalui support dengan mengatakan, “But you can do and anwer my questions.”

    Rencana Pembentukan English Practice Club

    Sehari setelah acara, tepatnya Selasa 23 Februari 2021, Andi Ayu Cahyani dan Andi Aryono dari Dinas Pariwisata Bulukumba dan Zulkarnain Patwa dari Rumah Belajar Bersama menindaklanjuti gagasan di atas. Dari hasil pembicaraan tersebut disepakati sebuah group di WA (WhatsAp) bernama English Practice Club dan mengundang berbagai macam rekan yang ingin mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya. Respon peserta group sangat semarak dimana semuanya langsung berkomentar berbahasa inggris. Ena Surtini mengatakan, “This is an honour that you have invited me in this group. I hope this community is a way to increase our ability to speak English more fluently with English meeting activities direct or discuss by zoom meeting.” Sedangkan Adhy Alfayed mengatakan, “We plan a meeting once a week for pronouniciation practice and conversation.” Moci membalas, “Sounds great!” dan seterusnya. Rencana pertemuan akan diadakan minimal sekali dalam seminggu.

    Study Club untuk Me-review Pelajaran

    Sedangkan beberapa pelajar yang belum meraih nilai maksimal kini telah melakukan 2 kali study club untuk menyelamatkan sesama rekan kelasnya agar mampu lulus ujian dan tidak tereleminasi dari kelas malam di Rumah Belajar Bersama.

    Adalah Rifa’atul Mahmudah (Panggilan; Ulfa) dan Nuraila Ilamiyah (Panggilan; Lalla) yang beriniastif membantu teman temannya dengan mengadakan study club mandiri. Kendala yang ditemukan dalam menghadapi soal yaitu:

    1. Mengartikan kalimat terlebih dahulu padahal cukup memperhatikan strukturnya.
    2. Mereka kaget karena terdapat kalimat passif tanpa objek.
    3. Terdapat kalimat passif tanpa preposisi (kata depan) “by”
    4. Menentukan perubahan kalimat dari aktif ke passif.

    Contoh:
    My father is reading a newspaper in the living room.
    Pilihan:
    A. Newspaper was read by my father.
    B. Newspaper was read by my father in the living room.
    C. Newspaper is being read by my father in the living room.
    D. Newspaper was being read by my father in the living room.

    Menurut Ulfa bahwa teman temannya tahu bahwa itu semua pilihan jawaban kalimat tersebut adalah passive namun mereka kebingunan harus memilih yang mana. Seandainya mereka mengerjakan latihan buku Fundamentals of English Grammar karya Betty Scrampfer Azar, tentu akan mudah menjawabnya karena kalimat aktif present progressive tersebut meminta diubah ke kalimat passive pada present progressive juga. Hal ini akan menguatkan pemahaman karena meskipun terdapat soal modal auxilary yang belum dipelajari, pasti bisa dianalisa.

    Untungnya 2 kali study club yang baru saja mereka laksanakn telah sangat membantu menyelesaikan permasalahan di atas. Pemantapan dilakukan secara terlulis dan oral (lisan) dan ditanya satu persatu oleh Ulfa dan Lalla hingga benar-benar paham struktur secara tuntas dan sanggup menjawab. Munurut Ulfa, rekan-rekanya kini sudah punya kesiapan untuk menghadapi ujian nantinya namun mereka semua masih perlu juga banyak membaca buku berbahasa inggris untuk minimal menambah kosa kata asing sehingga mereka lebih mengerti makna yang membuatnya tidak mudah “terkecoh” dengan soal.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Pertanian Alami (2). Ruang Berbagi Ilmu Pertanian

    Pertanian Alami (2). Ruang Berbagi Ilmu Pertanian

    Untuk masa yang akan datang yang entah sampai kapan, saya berharap bisa berbagi, bercerita tentang Pertanian Alami. Sudah banyak informasi, foto dan lain-lainnya tentang Pertanian Alami. Beberapa orang kawan berkesempatan untuk berkunjung dan bertemu dengan kawan petani alami di Salassae dan di tempat lain dan sebahagian besar hanya berkesempatan bertemu di media sosial.

    Bagi yang belum pernah ke Salassae, bertemu dan berdiskusi bersama dengan Petani Alami, melalui diskusi melalui dinding Facebook ini, kita bisa berbagi terutama tentang tujuan, mimpi dan cita-cita serta sedikit hal teknis penerapan Pertanian Alami.

    Tentu informasi yang akan muncul di posting-an Facebook ini sangat sedikit dibandingkan dengan informasi yang sudah pernah beredar sebelumnya di laman-laman lain, group publik maupun group rahasia.

    Tujuan dari penggunaan dinding ini untuk pembahasan Pertanian Alami antara lain ;
    1. Kawan-kawan yang punya minat untuk menyebarluaskan pertanian alami dapat bertambah semangatnya.
    2). Bagi yang memiliki pengetahuan dan pengalaman berbeda juga dapat menyumbangkan pengetahuan dan pengalamannya di sini.
    3). Bagi yang ingin ke Salassae dan memiliki tambahan hasrat … ..
    4). Yang belum bertani alami dan masih mengandalkan pertanian kimia, bisa terbuka pikirannya bahwa pertanian kimia adalah bentuk penghancuran kehidupan.
    5). Saya berharap kita bisa menyatukan pemahaman, menyatukan langkah untuk membangun komunitas pertanian alami di lingkungan kita masing-masing.

    Saya membicarakan pertanian alami, bukan karena saya ahli pertanian. Secara formal saya keluaran Universitas Tadulako Palu-Sulawesi Tengah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Saya juga pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Keguruan dan Universitas Muhammadiyah Palu, Fakultas Hukum. Kuliah di 3 (tiga) Universitas yang tidak ada kaitannya dengan Pertanian. Tapi pada Universitas tersebut, terutama saat kuliah di Palu, di kampus dan di luar kampus bertemu dan belajar pada guru bernama Anto Sangadji dan Almarhum Haedar Laudjeng tentang pengorganisasian rakyat yang mendidik kami untuk peduli dan menerjemahkan kepedulian dalam bentuk gerakan. Pesan utamanya, “Jangan simpan kepedulian dalam hati!”

    Kembali pada Pertanian Alami, saya mengenal Pertanian Alami di Yayasan Bina Desa, diajar oleh LNB, Ika Krishnayanti, John Erryson, Nanang Hari, Dwi Astuti, Tsanil Anwar Yasfin
    dan Nining Erlina Fitri dan lain-lainnya. Sejak pertama kali mengenalnya, saya meyakini bahwa ini benih perubahan yang apabila dipelihara dan ditumbuhkan dia akan menjadi Pohon Besar yang rindang memberi kesejukan pada kehidupan, alam, lingkungan sosial dan hubungan antar sesama makhluk.

    Sekali lagi saya akan berbagi dan membuka ruang diskusi tentang Pertanian Alami bukan karena memiliki pengetahuan yang memadai melainkan karena harapan padanya. Harapan bahwa kehidupan akan lebih baik apabila lebih banyak orang bergerak pada Pertanian Alami. Saya ingin berbagi dalam keadaan berkekurangan.

    Apa yang akan kita bahas ? Sebenarnya pembahasan kita kurang lebih akan mencakup;
    1). Ragam Cara Pandang Terhadap Dunia Pertanian.
    2). Pengorganisasian Komunitas Petani. Termasuk pengorganisasian Konsumen Produk Pertanian Alami
    3). Teknis Pertanian Alami .
    4). Kerja sama perluasan praktik Pertanian Alami.
    5). Tema Khusus tentang Perubahan Iklim dan Pertanian Alami.
    6). Reform Agraria dan Pertanian Alami .
    7). Pendidikan Publik Pertanian Alami .
    8). Pendidikan Pertanian Alami untuk Anak.
    9). Revolusi Hijau (sambil tunggu gurunya, mudah-mudahan muncul).
    10). SARI BAMBU—Sumber Energi Siang dan Malam.
    11). Petani Alami Salassae.

    Mungkin materi di atas sangat sedikit. Tapi apa boleh buat, isi kepalaku memang sedikit. Sehingga berharap kawan-kawan lain akan membantu berbagi dan memberinya tambahan kualitas. Saya tahu banyak orang memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang pertanian dan strategi penyebaran maupun bisnis produknya. Saya berharap bisa terhubung dan berguru pada mereka.

    Dan satu lagi materi yang akan saya sampaikan nanti adalah tentang Solusi Penjaga Sungai . Proyek ini dirancang untuk menjangkau jutaan orang tentang Pertanian Alami. Insya Allah.

    Armin Salassa
    * Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di media sosial pada 17 Januari 2021.

  • Pertanian Alami (1)

    Pertanian Alami (1)

    Kita harus bersyukur bahwa tanaman “sebagai mahluk” tidak dilengkapi dengan kemampuan marah dan kemampuan berteriak ketika disakiti oleh mahluk lain. Tanaman adalah mahluk yang paling pasrah yang diciptakan Ilahi Rabbi.

    Bayangkan betapa gaduhnya dapur kita apabila kangkung berteriak karena dipotong-potong , dicincang saat hendak ditumis. Atau bisakah kita bayangkan kemarahan rumput saat dia diinjak atau diracuni?

    Tanaman adalah mahluk yang paling pasrah yang diciptakan Tuhan. Pasrahnya 100 %.

    Armin Salassa
    * Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di media sosial pada 16 Januari 2021.

  • Bagaimana Cara Belajar dan Mengajar di Luar Negeri?

    Bagaimana Cara Belajar dan Mengajar di Luar Negeri?

    Bulukumba, RBB (31/1)—Dalam upaya turut mendukung dan memotivasi pelajar Indonesia mengenal lebih jauh manfaat berbahasa Inggris, Rumah Belajar Bersama (RBB) baru baru ini telah 3 x (Tiga kali) mengadakan live (siaran langsung), baik via fb, google meet dan atau zoom. 2 meeting (pertemuan) adalah latihan dan ujian oral (lisan) tense yang mewajibkan pelajar RBB menguasai tense di luar kepala dimana pengujinya adalah Agustina Dewi dari Bamboo Academy, Blitar, Jatim dan 1 meeting tentang Pendidikan di Jerman yang diisi oleh Cita Denni, alumni Europa-Universität Viadrina, Jurusan European Studies di Jerman dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jurusan Hubungan Internasional.

    Nurlaeli Hidayanti saat memberikan pelatihan TOEFL (Test of English As a Foreign Language kepada para pelajar Bulukumba pada 2019.

    Sedangkan pada meeting yang akan dilaksanakan pada Senin, 1 Februari 2021 dari pukul 20.00–21.00 Wita, diskusi berbahasa Inggris akan diisi oleh Nurlaeli Hidayanti. Ia saat ini sabagai Indonesian Intructor di Indiana University, Bloomington. South Asian and ASEAN Studies Program, United Sates. Pendidikan S 1 ia tamatkan di UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin, Makasar dan S 2 di Universitas Hasanuddin, Makassar.

    Nurlaeli Hidayanti yang turut mendukung memajukan pendidikan anak anak daerah dengan mengajarkan Basic English Grammar di Bulukumba pada 2020.

    Leli, panggilan akrab Nurlaeli Hidayanti, akan menginspirasi para pelajar Indonesia yang untuk berpikir bahwa bahasa inggris dapat dimanfaatkan lebih berguna, termasuk bila ingin menjadikan bahasa asing sebagai alat untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Untuk itu, kita mengangkat tema How to Study and Teach in United States (Bagaimana cara Belajar dan Mengajar di Amerika Serikat).  Kata “Mengajar” dimasukkan karena saat ini Leli sedang mendidik para pelajar asing dari berbagai macam negara untuk belajar berbahasa Indonesia dengan menggunakan penjelasan dalam bahasa Inggris.

    Para peserta meeting nantinya diharapkan dapat menyampaikan berbagai macam pertanyaan agar selain sharing (berbagi) pengetahuan dapat lebih mudah berkembang. Leli yang tipikalnya bersahabat tentu degan senang hati akan menjelaskan pengetahuan dan pengalaman berharganya sehingga target dari tema tersebut dapat tercapai.

    Nurlaeli Hidayanti saat menjadi relawan pengajar dalam mendidik masyarakat kawasan wisata pantai Bira untuk aktif berbahasa Inggris. Saat itu terdapat 3 orang tamu dari Spanyol yang praktek berbahasa Inggris depan para pelajar. Kelas tersebut dipandu oleh Leli.
    Sumber Foto: Nurlaeli Hidayanti pada 2019 di Bira.

    Silahkan gabung di zoom: https://iu.zoom.us/j/83071347659 dengan Meeting ID: 830 7134 7659

    Zulkarnain Patwa
    Staff Rumah Belajar Bersama

  • Mengalihkan Perhatian Ayla dari Games ke Belajar dan Olah Raga

    Mengalihkan Perhatian Ayla dari Games ke Belajar dan Olah Raga

    RBB, Bulukumba(26/1)— Seperti halnya kebanyakan kids zaman now, Nabila Alamanda adalah anak yang selalu ceria dengan games anroid. Betapa pun sangat dibatasi, ia selalu ada trik untuk memegang hp dengan menanti orang tuanya lengah atau tidur. Dengan kecerdikannya itu, jadilah ia seorang gamer.

    Pada 2020, Ayla, panggilan akrab Nabila Alamanda, telah naik kelas 5 SD tapi belum menguasai di luar kepala dasar-dasar perkalian 1 sampai 9 di luar kepala. Ibunya, Fatmawati Patwa, langsung turun tangan memperketat penggunaan anroid dan memberikan kelas tambahan Matematika di rumah. Fatma mengatakan, “3 orang kakaknya sewaktu kelas 1 dan 2 sudah paham perkalian. Ayla akan sulit mengikuti jejak kakak-kakaknya untuk bersekolah di pesantren Gontor bila tidak diberikan pelajaran ekstra. Ujian masuk Gontor itu selain bisa Qur’an, doa-doa harian dan Imla’  (menulis dalam bahasa Arab), matematika dasar harus tuntas. Fatma melanjutkan, “Bahasa Inggris juga sangat penting untuk pergaulan internasionalnya di masa akan datang.”

    Nabila Alamanda bersama rekan-rekannya di kelas Bahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama (RBB) pada 2021

    Dengan memanfaatkan situasi Corana dimana sekolah masih tidak buka, Ayla kemudian diintensifkan belajar pagi, sore dan malam di Rumah Belajar Bersama (RBB) untuk mendalami Matematika dan Bahasa Inggris. Dengan pengaturan jadwal yang baik, ia dapat mengikuti  7 sampai 9 kelas belajar dalam seminggu. Sedangkan aktifitas mengajinya, ia tetap melanjutkan pelajarannya di Ustadzah Murni Lehong, guru dimana semua kakak Ayla belajar hingga lulus pesantren ternama tersebut.  Dan untuk lebih  mempermantap, ayah Ayla bernama Ust. Patahuddin, Lc yang merupakan alumnus Al Azhar di Mesir selalu menanyakan di rumah pelajaran yang ia telah pelajari di tempat mengaji dan sekaligus menambahkan ilmu-ilmu agama yang penting ukuran anak-anak.

    Selain seluruh aktifitas di atas, Ayla yang aktif bergerak hobby berolah raga masih menyempatkkan diri mengikuti Karate dengan jadwal latihan 2 x seminggu di Kodim 1411 Bulukumba dan sekitar 3 x seminggu pergi berenang ke laut di daerah pasar Cekkeng atau Bira bersama orang tuanya.

    Latihan Karate Nabila Alamanda di Kodim 1411 Bulukumba, Sul-Sel.

    Kepadatan aktitifas Ayla tersebut cukup efektif mengurangi kegiatannya bermain games di anroid. Sebagai pengalihan perhatian yang lain, pergaulannya bersama anak-anak tetangga ditingkatkan agar dunia bermain semasa ia anak anak tidak hilang.

    Efek dari latihan Karate yang membuat Nabila Alamanda rajin berolah raga di rumahnya.
    Sumber foto: Fatmawati Patwa

    Saat ditanya, “Apakah Ayla enjoy (baca; senang) dengan segala aktivitasnya yang serba padat sekarang ini?”  Ia dengan santai menjawab, “Enjoy lah. Saya suka pergi belajar karena bisa dapat teman baru cuma tidak suka saja kalau soalnya susah-susah. Kalau olah raga, itu kan kesukaanku.  I like go swimming and Karate,” katanya.

    Begitulah desain orang tua Ayla dalam mendidik anak bungsunya agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat semasa kecil yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk bersekolah di sekolah dan kampus yang berkwalitas nantinya. Terus belajar dan olah raga Ayla. Good luck!

    Zulkarnain Patwa
    Staff Rumah Belajar Bersama

  • Bhs. Inggris: Ujian Oral Tense secara Terbuka Sukses

    Bhs. Inggris: Ujian Oral Tense secara Terbuka Sukses

    Bulukumba, RBB (23/01)–Dalam mempelajari memahami perubahan kalimat berbahasa Inggris, yang terpenting dipelajari adalah adalah tense ( Baca: waktu). Kerumitan dari para pelajar Indonesia memahami tense karena dalam bahasa Indonesia tidak terdapat perubahan kata kerja sementara dalam bahasa Inggris terdapat perubahan kata kerja yang disesuaikan dengan waktu kejadian.

    Untuk memudahkan mengerti grammar (tata bahasa) Inggris, Rumah Belajar Bersama (RBB), khususnya pada kelas di malam hari, kini mewajibkan para pelajarnya untuk menguasai 124 perubahan tense yang disertai nonprogressives dan certain adjectives di luar kepala. Sebagai pembuktian kwalitas, RBB mengundang Agustina Dewi—Pendiri Bamboo Academy di Blitar, Jawa Timur dan juga Ex pengajar SMART International Language Colege di Kampung Inggris Pare, Jawa Timur (salah satu lembaga kursus terbaik di kampung Inggris)—guna memberikan ujian oral (lisan) tense secara online dan secara terbuka dapat disaksikan secara live (siaran langsung) di facebook pada Jum’at, 22 Januari 2021.

    Dari 7 pelajar dikategorikan layak ikut ujian, hanya 6 yang hadir karena seorang dari mereka sakit. Saat ujian, tiap pelajar maju satu persatu diuji dan mendapatkan 5 (lima) soal perubahan tense yang tergolong rumit karena terdapat jebakan pada verbal tense dan nominal tense. Beruntung, mereka telah dibekali latihan banyak soal tulisan dan oral sehingga meskipun nervous (gugup), mereka masih mampu menjawab dengan baik.

    Bagi orang yang mengerti bahasa Inggris dan mengikuti siaran langsung tersebut, sebenarnya tidak semua pelajar mampu menjawab dengan sempurna. 2 (dua) orang masuk dalam jebakan perangkap. Namun setelah Tina mengamati dengan teliti, ia memberikan apresiasi dengan menyatakan bahwa mereka sudah memahami struktur tense dan hanya perlu lebih banyak latihan lagi. Pemantapannya dapat dilakukan pada materi passive ke active ataupun active ke passive. Jadi Tina berkesimpulan bahwa semuanya lulus ujian oral tense. Keputusan tersebut disambut meriah sebagai tanda kebahagiaan bersama meraih kesuksesan setelah melalui proses belajar yang panjang.

    Berikutnya, agar tidak tereliminasi dari RBB, satu tahapan ujian lagi yang mereka harus lalui yaitu ujian tulisan. Bila mereka lulus, materi grammar selanjutnya akan jauh lebih mudah dijelaskan dan dipahami.

    Adapun untuk pengembangan reading (bacaan), para pelajar tersebut telah menamatkan 2 buku L. G. Alexander, penulis dari Inggris, berjudul Question and Answer dan Practice and Proggress.  Dan untuk speaking (berbicara), dalam waktu terdekat ini, tepatnya pada Rabu, 27 Januari 2020. Mereka akan berdialog dengan Cita Denni, seorang rekan RBB yang pernah kuliah di  Europa-Universität Viadrina, Jerman. Para alumnus RBB dapat bergabung. Info selanjutnya akan kita sampaikan di media sosial.

    Zulkarnain Patwa
    Staff Rumah Belajar Bersama