Penulis: Zulkarnain Patwa

  • Literasi

    Literasi

    Bicara literasi itu harus selalu diikuti dengan tindakan dengan mengajak para generasi penerus kita terbiasa dengan bacaan buku atau bacaan apapun juga yang bermanfaat.

  • Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Ini penghormatan atlet INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) saat meraih Juara Umum 1 Kemenpora (Kejuaraan Kementerian Pemuda dan Olahraga) Republik Indonesia, 16 Nopember 2025 kepada Ketua INKAI Sul Sel, Ir. Abdul Djalil Razak yang selama dalam kepemimpinannya INKAI menjadi perguruan terbaik dalam berbagai kejuaraan besar dengan capaian sebagai perguruan paling sering Juara Umum–Kejuaraan terhitung sejak serangan pandemi covid 19.

    Bagaimana INKAI Sul Sel bisa sehebat itu? Singkatnya, pada masa covid, para atlet INKAI Sul Sel yang menyebar di seluruh daerah tetap aktif melaksanakan latihan–Termasuk Dojo INKAI Kodim Bulukumba–tentunya sesuai standar protokol kesehatan. Ditambah lagi dengan adanya inisiatif beragam kejuaraan internal INKAI seperti INKAI Kostrad Kariango dan Julu Siri di Maros, INKAI Gowa dan seleksi atlet terbaik di Lifiyura, markas utama INKAI Sul Sel. Dan ketika teror covid mereda, berbagai kejuaraan antar perguruan pun mulai dibuka, para atlet INKAI Sul Sel telah punya pengalaman yang matang dan mental kesiapan tanding lebih matang.

    Kita tahu, dalam kejuaraan itu seringkali terdapat masalah yang pelik untuk diselesaikan semisal atlet merasa dirugikan. Untuk itu, Ir. Djalil mempercayakan posisi Manager INKAI Sul Sel kepada Saiful Patwa yang mempunyai rekam jejak sebagai mantan Ketua Himpunan Teknik Perkapalan UNHAS (Universitas Hasanuddin) yang terbiasa mengolah kecerdasannya berargumentasi. Argumentasinya itulah yang sangat dibutuhkan dalam memperjuangkan hak hak atlet INKAI. Selain itu, ia pun dapat bernegosiasi untuk mencari jalan tengah sehingga semua pihak merasa tidak saling dirugikan.

    Dalam urusan coach (pendampingan atlet yang sedang berlaga), semua pelatih yang ditunjuk benar benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka bekerja seolah tanpa lelah mendampingi seluruh atlet mulai awal pertandingan hingga akhir, biasanya pagi hingga sore atau malam. Mereka memberikan arahan agar atletnya mampu meraih kemenangan. Dan yang tidak kalah menariknya adalah orang tua atlet, keluarga dari selalu turun langsung hadir menonton pertandingan untuk memberikan segala dukungan agar anak anaknya mampu meraih juara membuat para atlet benar benar berupaya secara maksimal.

    Kemimpinan Ir. Abdul Djalil Razak yang berhasil menggerakkan keaktifan para atlet dan menempatkan INKAI Sul Sel di posisi yang paling terhormat di tatami (baca: matras tanding karate) sangat layak dicontoh. Ini adalah jalan untuk mampu mencetak atlet nasional yang dapat bertarung di tatami internasional.

    Foto mengangkat Ketua INKAI Sul Sel berkeliling mengitari tatami saat menjuarai Kemenpora RI adalah cermin rasa cinta anak anaknya kepada sang Ketuanya. Ini bukan pertama kali dilakukan tapi telah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ketika INKAI meraih Juara Umum 1.

    Zulkarnain Patwa 
    * Humas INKAI Sul Sel
    * Pelatih INKAI Bulukumba

  • Speaking dan Reading

    Speaking dan Reading

    Banyak orang berpikir bahwa belajar bahasa asing itu urusan komunikasi. Itu benar karena kita akan menggunakannya berbicara dengan orang asing yang tidak menggunakan bahasa kita. Wajar bila kelas speaking (bicara) ramai peminatnya.

    Bagaimana bila pelajar membutuhkan hal lebih selain kemampuan berbicara? Tawaran yang menarik adalah kelas reading (membaca). Reading bagian dari cara pembaca mampu mengenali pemikiran orang lain lewat buku yang ditulisnya tanpa sang penulis perlu hadir di hadapannya. Kisah kisah tempo doeloe terjelaskan yang dapat dijadikan pelajaran untuk membaca dan mewujudkan cita-cita penulis di masa akan datang.

    Kelas Bahasa Inggris di Kampung Belajar mencoba untuk saling menghubungkan antara speaking dan reading. Untuk itu kelas binaan Mr. Ancha alias Pocha Pocha bertujuan untuk:

    1. Mendidik para pelajar memahami pembicaraan Bahasa Inggris lisan.
    2. Mendidik para pelajar membaca dengan suara nyaring dengan penekanan dan intonasi yang benar.
    3. Melatih para pelajar menjawab dan menggunakan segala model pertanyaan dan membangun fondasi kebiasaan berbicara Inggris.
    4. Melatih berekspresi secara lisan dengan bebas dengan berdiskusi mengenai tema tema yang dibahas pada buku bacaan.
    5. Mempersiapkan para pelajar untuk ujian standar internasional.

    Secara sederhana untuk mewujudkan target di atas, semua bagian bagian pada buku dibaca dan latihannya dikerjakan secara menyeluruh. Dengan demikian speaking dan reading menjadi alat pembelajaran yang sangat efektif membangun komunikasi berbahasa asing.

    Zulkarnain Patwa

  • Membangun Kepercayaan Diri Berbicara 

    Membangun Kepercayaan Diri Berbicara 

    Kelemahan itu dapat dijadikan kekuatan dengan cara membenahi kelemahan. Para pelajar sekolah yang kami temui kebanyakan masih sangat malu untuk mengekspresikan pendapatnya secara resmi di depan kelas Takkala diminta untuk berpendapat, mereka biasanya salin menunjuk orang lain untuk berbicara atau hanya terdiam hingga pertanyaan itu berlalu. Masalah klasik ini sering kita temui dari pelajar SD, SMP dan SMA.

    Di Kampung Belajar, Mr. Ancha (Pocha Pocha) pengajar kelas Reading (Membaca) kewalahan mengajak para pelajarnya untuk berkomunikasi langsung dalam Bahasa Inggris meskipun pelajar tersebut telah membaca buku lumayan banyak. Ia pun mengambil inisiatif dengan meminta agar tiap pelajar mengekspresikan gagasannya dalam bentuk tulisan didahului dengan pengajaran cara cara membuat tulisan sederhana dan berkesan. Suasana pun mejadi semarak. Mereka ternyata masing-masing punya pengalaman berharga yang dituangkan dalam tulisan. Mr. Ancha membantu menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris yang kemudian dibuat dalam bentuk interaksi d dimana dua orang berpasangan saling bercerita. Pada tahap ini, teks tidak dipakai lagi. Tidaklah sulit untuk menghapal teks karena semuanya berdasar.pada pengalamannya.

    Strategi ini cukup sukses. Pada akhir Minggu pertama, empat orang pelajar telah berhasil membuat rekaman obrolan dalam Bahasa Inggris. Dan memasuki minggu kedua ini, tiga orang pun mampu melakukan hal yang sama Setiap pelajar tidak ingin tertinggal. Mereka telah menemukan cara untuk mengekspresikan gagasan dan sekaligus berbahasa Inggris. Suatu tanda bahwa bahasa Inggris itu pelajaran yang dapat dinikmati dan membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

    Capaian ini tentu tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Kita pun telah mendeteksi kelemahan yang paling mendasar yaitu grammar (tata bahasa). Kemampuan membaca teks dan pola komunikasi yang berkelas hingga sesuai standar akademik sangat besar dipengaruhi oleh grammar. Mr. Agung Pratama Salassa masih sedang berjuang membuat para pelajar tersebut mampu menganalisa soal soal latihan. Dari kesanggupan menjawab latihan tersebut, perlahan tapi pasti, kita telah menanamkan kepercayaan bahwa grammar itu tidak sulit.

    Kelemahan pada Basic Grammar tersebut dapat dituntaskan dengan pemahaman tenses luar kepala. 180 jam belajar dengan 120 pertemuan adalah waktu yang cukup luang untuk menuntaskan tenses. Untuk mencapai target tersebut, semua guru di Rumah Belajar Bersama saling bahu membahu melakukan riview materi agar tenses tuntas maksimal tepat program Kampung Belajar ini selesai pada 9 Januari 2025.

    Sebenarnya ada beberapa target lagi yang ingin dijelaskan cuma karena penulis sudah agak mengantuk, lain kali dilanjutkan lagi. Menulis saat mengantuk itu juga tanda kelemahan. Jadi perlu istirahat untuk menghimpun tenaga agar pikiran dan fisik kembali kuat. Semoga nanti berlanjut

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

    Foto pada Senin, 22 Desember 2025.

  • Penguatan Basic Grammar di Kampung Belajar

    Penguatan Basic Grammar di Kampung Belajar

    Grammar (tata bahasa) adalah pembelajaran yang tersistematis dan menguras banyak energi berpikir untuk dapat memahaminya. Grammar bukan hanya ukuran fundamental bagi dunia pendidikan akademik tetapi juga tulisan resmi dan kemampuan berbicara yang tergolong ‘intelek’ itu pastilah punya standar tata bahasa.

    Karena begitu rumitnya memahamkan Basic Grammar, para guru pun bekerja ekstra. Kelas utama grammar ini dipercayakan kepada Mr. Agung Pratama Salassa, seorang pemuda berbakat yang sekitar tujuh tahun tinggal di Kampung Inggris, Jawa Timur, selalu berusaha maksimal membuat seluruh para peserta pemula di Kampung Belajar mengerti materi basic ini. Loncatan berarti terlihat karena dalam seminggu, peserta didik ini telah menyelesaikan latihan soal-soal dalam dua bab dan kini masuk bab ketiga. Isinya mencakup struktur simple present baik nominal.maupun verbal tenses disertai beberapa pola penggunaannya.

    Tapi ini bukan berarti bahwa pelajar telah paham total. Karena itu, kelas lain yang dihandle oleh Mr. Ancha memberikan dukungan pemahaman dengan melatih pelajar menulis dimana terjemahannya dibuat sedemikian rupa berhubungan dengan materi grammar yang sedang dipelajari. Penulis yang juga bertugas mengajar pronunciation (pengucapan) turut me-review materi grammar dengan menghubungkan dengan pronounciation. Para pelajar diajak membaca ulang dengan suara nyaring pada latihan grammar-nya yang berguna untuk mengetahui tingkat kesalahan dan sekaligus pendalaman tata bahasa serta memperbaiki cara pelafalan yang benar dalan tiap kata hingga kalimat.

    Memasuki minggu kedua, materi simple present pada grammar telah lebih utuh dimengerti. Dasar penguatannya terlebih dahulu diletakkan pada teks yang kemudian teks dilepas. Semua materi harus mampu diucapkan secara lisan tanpa melihat lagi buku catatan lagi. Dan karena disiarkan secara live (siaran langsung), semua pelajar berusaha secara maksimal dan yang hadir pagi tadi mampu melakukannya dengan baik, hampir sempurna.

    Pancaran kebahagiaan pun tersebar di dalam kelas. Jelang kelas pagi selesai, tiap orang masing mengeluarkan alasan mengapa Tenses paling dasar seperti simple present itu telat mereka pahami. Inti yang dapat kita sampaikan di sini adalah terdapat sebuah metode yang efektif, jam belajar yang padat dan semua yang terlibat melakukan yang terbaik. Cara pandang para pelajar pun tentang kerumitan pada grammar itu perlahan berubah menjadi lebih sederhana. Ini menjadi motivasi yang kuat untuk berani menghadapi bab bab selanjutnya pada grammar.

    Betapapun Kampung Belajar hanya sekedar pengisi waktu luang bagi orang yang tidak punya kegiatan liburan ke luar kota selama liburan sekolah, kami percaya ini adalah waktu yang terbaik untuk memasukkan materi terpenting dalam bahasa Inggris: Speaking (bicara), Reading (Membaca), Grammar (tata bahasa) dan Pronounciation (pengucapan) dapat dibedah secara mendalam. Itu sangat memungkinkan karena pelajar tidak disibukkan dengan urusan pelajaran sekolah sehingga mereka dapat fokus pada semua materi yang disediakan di Kampung Belajar. Paling sedikit, materi gambaran garis besar basic dapat dimengerti.

    Modal awal tersebut menjadi pembuka jalan lebar untuk menapaki sistematika grammar tingkat menengah dan lanjutan. Para pelajar yang berbicara dengan tata bahasa yang baik pastilah mampu tercipta lagi.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

    Selasa, 23 Desember 2025

  • Sekilas tentang Kampung Belajar

    Sekilas tentang Kampung Belajar

    Sekelompok kecil para pelajar SD, SMP dan SMA yang bergabung di Kampung Belajar selama liburan sekolah ini percaya bahwa Bahasa Inggris dapat membangun cita citanya tinggi. Ada yang mau jadi guru, dokter dan bahkan mau kuliah ke keluar negeri. Mereka datang dengan penuh semangat untuk belajar memahami setiap materi yang penting dan mereka yakini sangat berguna untuk masa depannya.

    Perbedaan umur atau jenjang sekolah bukanlah kendala untuk membuatnya bersatu dalam satu ruangan. Maklum, semuanya masih tergolong pemula dari segala tingkatan. Itu bagus karena tidak ada yang paling menonjol sehingga para pelajar ini saling berlomba untuk paling cepat memahami pelajaran di luar kepala. Yang lebih dahulu mengerti dan punya keberanian angkat tangan, dialah yang mendapatkan rekaman biasa ataupun siaran langsung, sebuah strategi agar mereka mau belajar serius dimana tiap pelajar tidak ingin tampil buruk di depan kamera. Lagi pula, tidak ada proses editing. Dalam dua hari, tidak ada satupun yang gagal membuat conversation (percakapan) tanpa teks. Itu berarti mereka mampu mengingat bahan pembicaraannya.

    Pada kelas Reading (Bacaan), mereka diminta membaca buku cerita dengan suara nyaring, memahami isinya dan menjawab soal-soalnya. Ini berguna untuk kebutuhan akademik dan penguatan budaya literasi. Kita ingin kemampuan berbicara Inggris dan membaca buku buku inggris dijadikan alat untuk mendapatkan pengetahuan dan mengakses informasi tertulis.

    Kelas grammar (tata bahasa) yang merupakan momok bagi para pelajar Indonesia sudah dapat ditebak. Mereka benar-benar pemula juga dan masih belajar menentukan kata benda (noun) yang tunggal dan jamak, adjective (kata sifat) dan adverb (kata keterangan) serta bagaimana kata kerja berlaku pada sebuah subjek. Dan setelah mereka mengerjakan latihan, Basic Grammar tersebut dibaca kembali disertai rekaman video dan dibuat contoh percakapan agar apa yang telah diikat dengan tulisan lebih mahir diucapkan.

    Kelas pronunciation (pengucapan) pun punya daya kesan tersendiri. Mereka disadarkan bahwa salah ucap mengakibatkan salah makna. Bagaimana mengucapkan kosa kata yang mirip dengan benar? Misal set vs sat, feel vs fill dan green vs grin dan masih banyak lagi. Mereka diberitahu arti pada perbedaan kata tersebut yang membuatnya jadi lebih peduli untuk fasih dalam berbicara.

    Conversation, Reading, Grammar dan Pronunciation pada Kampung Belajar ini dibuat saling terhubung erat. Semua kelas jadi penting. Enam kali pertemuan belajar dengan sedikitnya menghabiskan waktu sembilan jam dalam sehari itu benar-benar dimanfaatkan secara maksimal. Terdapat waktu yang cukup bila ada pelajar untuk review bagi yang mengalami kesulitan ataupun ingin pendalaman materi lebih lanjut.

    oppo_2

    Liburan sekolah memang tidak membawa mereka pergi jalan-jalan sebagaimana orang lain yang punya kesempatan. Mereka berlibur di kampung halamannya dengan menikmati dunia belajar yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Kesenangan tentu mengiringi karena materi hanya dapat dilanjutkan bila dimengerti. Di Kampung Belajar ini, selama mereka tekun dan berjuang dengan sungguh-sungguh, tidak ada alasan yang cukup untuk untuk tidak mengerti. Guru-guru kelasnya pun tergolong berpengetahuan luas dan berpengalaman belajar dan mengajar di Kampung Inggris Pare Kediri Jawa Timur dan sarjana di universitas.

    Sebuah kombinasi yang apik untuk mewujudkan cita-cita pada pelajar dan target Rumah Belajar Bersama (RBB) yang memilih mengedepankan kwalitas sumber daya manusia dalam mendidik para pelajar. Di sinilah, kita meramu pelajar SD, SMP dan SMA saling mendukung untuk mewujudkan cita-cita yang tinggi tersebut. Demikian sekilas tentang Kampung Belajar, 2025 di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

  • Sang Peraih Medali Perak SEA GAMES Thailand

    Sang Peraih Medali Perak SEA GAMES Thailand

    Nur Azizah Patwa, sekali lagi menorehkan prestasi yang luar biasa. Waktu kecil, dia tidak pernah memimpikan ini. Menjadi atlit berprestasi dan mempersembahkan medali pada event terbesar Asia Tenggara buat Indonesia. SEA GAMES.

    Perjuangannya untuk menjadi atlit sampai ke titik ini sangatlah besar. Harus rela mengorbankan bobot tubuhnya yang berlebih agar bisa mencapai berat ideal seorang atlit.

    Pelatihnya dulu katanya, sempat menawarkan kepada Pengurus olahraga Makassar untuk memperkuat tim dayungnya saat PORPROV lalu yang berlangsung di Bulukumba Sinjai. Namun ditolak. Dan saat itu yang berminat memanfaatkan tenaganya memperkuat skuad dayungnya hanya Kab. Bantaeng.

    Penolakan itu memicu dan memacu semangatnya semakin berkobar untuk berlatih. Berkobar bagi api yang menyala dan siap membakar lawannya. Hingga pada PORPROV saat itu, dia mampu mengibarkan bendera Kab. Bantaeng di podium juara 1 (satu) sebanyak 2 kali. Ya, dia meraih 2 (dua) medali emas.

    Berlanjut berlomba di tingkat nasional mewakili Sulawesi Selatan, pun berhasil mengangkat nama Sul Sel di podium juara. Dan oleh pelatih nasional melihat potensinya sehingga dipanggil pemusatan latihan di Bandung persiapan menghadapi SEA GAMES.

    Pengorbanan terberat baginya adalah saat menerima panggilan ke tingkat nasional, dia ditinggal mamanya untuk selamanya menghadap panggilan Ilahi, Sang motivator dan inspirator terbaiknya. Almh. Nur Wahidah Bakkas Tumengkol. Padahal dia sudah berjanji ke mamanya untuk mempersembahkan prestasi dan bonus yang didapat untuk mamanya saat menjuarai tingkat nasional. Namun saat penyerahan bonus oleh Pemerintah Provinsi, mamanya sudah tidak bisa menyaksikannya. Oleh Azizah bonus yang didapatnya sebagian disedekahkan dan pahalanya diniatkan untuk mamanya. Semua sepupunya waktu itu dapat bonus juga baik yang masih sekolah maupun yg sudah bekerja. Bukan hanya sepupunya bahkan saudara kedua orangtuanya juga mendapatkan traktiran.

     

    Kehilangan ibu tentu sangat menyakitkan. Apalagi di saat saat kehadirannya sangat diharapkan. Namun begitulah jalan hidupnya. Hidup ini harus terus berjalan. Dia tidak patah semangat bahkan menjadikannya bahan bakar untuk semakin ingin mempersembahkan prestasi terbaik buat ibunya sekalipun telah tiada karena dia yakin bahwa ibunya tetap menyaksikannya walaupun di alam yng berbeda.

    Dibawahan pengasuhan ayahnya, Sulthan Rasyid Patwa, semangatnya kembali berkobar sehingga bertekad membuat bendera Indonesia bisa berkibar di Thailand.

    Kini, dia telah meraih prestasi terbaik di level Asia Tenggara. Medali perak dipastikan menjadi miliknya. Naik podium di Thailand merupakan impian semua atlit yang bertanding di SEA GAMES. Namun tidak semua memiliki kesempatan untuk merasakannya. Hanya yang berhasil merebut posisi terbaik yang diberi apresiasi untuk menginjakkan kaki di atas podium. Dan dia sudah membuktikannya.

    Selamat Nak, Nur Azizah Patwa atas torehan prestasinya. Tingkatkan lagi dan prepare untuk Asian Games yah. Insya Allah. Proses takkan pernah mengkhianati hasil.

    Fatmawati Patwa

  • Juara Dayung SEA GAMES untuk Indonesia

    Juara Dayung SEA GAMES untuk Indonesia

    Target raih emas, kenyataan raih perak pada ajang SEA GAMES kali ini di Thailand, 2025. Indonesia memang mengalahkan tuan rumah Thailand pada posisi nomor tiga belum mampu melambung Vietnam.

    Itulah yang diraih atlet dayung Indonesia dimana salah seorang dari mereka ada yang kukenal dekat, Nur Azizah Patwa, mungkin karena mirip nama penulis 😀 .Teamnya sudah berjuang yang terbaik untuk Indonesia.

    Penulis tahu anak ini mengalami perubahan pola pikir dan sikap yang sangat berarti sejak di SMA. Sebelumnya Azizah hanya dikenal dengan istilah battala (gemuk) seperti badan pemain Sumo. Penulis menyebutnya gumbang (semacam guci air di taruh di tangga rumah kayu untuk cuci kaki) tapi tidak pernah menyebutkan itu secara langsung padanya dan berharap tidak pernah diketahuinya hingga kapan pun untuk menghargai perasaannya yang tanpa sadar memilih jalan hidup sebagai manusia battala.

    Tapi siapa sangka perjalanan hidup manusia yang panjang ini. Kedua orang tua Azizah, Sultan Rasyid Patwa dan Nur Wahidah Bakkas Tumengkol (almarhumah), dengan penuh kesabaran selalu memberikan pandangan tentang cara meraih masa depan yang cerah. Semua ini dilakukan tanpa paksaan agar pilihan hidup itu dilakukan secara sadar. Entah nasehat apa yang mengendap baik dalam pikirannya. Yang jelas, ia pun berubah dimulai dari perubahan badan battala jadi langsing. Itu sungguh mengangetkan. Entah kedua, pelatih dayungnya ketika ia masih proses pelangsingan badan pun pada masa itu sudah paham bahwa anak ini akan menjadi atlet olahraga yang handal. Dan itu kemudian terbukti dengan merebut dua emas pada PORDA (Pekan Olahraga Daerah) Sulawesi Selatan yang kemudian hari jadi pembuka jalan lebar menuju atlet nasional Indonesia.

    Raihan perak pada SEA GAMES buat Azizah dan teamnya ini bukanlah hasil puncak. Ini langkah awal untuk mengenal dunia yang lebih luas dengan melihat kwalitas atlet dari berbagai macam negara. Para atlet dan pelatih tentu lebih jeli membaca kelebihan dan kelemahan diri sendiri dan lawan. Perak bukanlah medali akhir betapapun kejuarannya telah berakhir. Akhir tersebut satu tangga terakhir menuju emas pada kejuaraan lebih bergengsi dan lebih besar berikutnya.

    Selamat buat Azizah dan team. Kalian adalah aset berharga yang dimiliki Indonesia yang membuat bangsa ini akan semakin dihargai di mata dunia. Tetap berlatih dengan tekun dan disiplin dimana keinginan dan tekad kalian harus lebih kuat dari segala latihan hingga suatu saat mampu membuktikan bahwa you are the best, the greatest. (Kalian yang terbaik, terbesar).

    Zulkarnain Patwa
    * Penulis Bebas

  • Menuntaskan Kebuntuan Bahasa Inggris

    Menuntaskan Kebuntuan Bahasa Inggris

    Pilihan mengikuti kelas Basic English Grammar (Tata Bahasa Inggris Dasar) di Rumah Belajar Bersama (RBB) mendorong para pelajar untuk berpikir ganda karena kita sebagai pengajar memberikan perhatian yang tinggi dan sangat teliti dalam upaya membangun fondasi pengetahuan yang kokoh. Mendengar kata ‘basic’ terkesan sangat mudah dan cenderung tidak menjadi perhatian serius, biasa saja. Dan bila kesalahan berpikir tersebut diikuti dengan menganggap remeh, itu adalah awal mala petaka muncul.

    Layaknya sebuah pohon, basic adalah akar. Bila akar itu kuat, pohon pasti sangat mudah tumbang. Itulah yang sering terjadi di sekitar kita. Para pelajar mahasiswa, pencari kerja dan termasuk yang hendak kuliah ke luar negeri, terburu-buru ikut pelatihan TOEFL (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System) tanpa punya basic yang kokoh. Tumbang. Mereka lupa darimana harus memulai.

    Fenomena ketidakmampuan para pelajar untuk berbahasa asing sebenarnya tidaklah begitu mengherankan. Sejak tahun 70-an, Muchtar Lubis, penulis kritis dan sekaligus wartawan senior Indonesia, telah mengkritik dengan sangat tajam tentang rendahnya kwalitas mahasiswa Indonesia yang mampu berhasa asing. Dan bila kita lihat masa sekarang ini, apa yang menjadi kegelisahan Muchtar Lubis itu masih sangat relevan untuk disampaikan ke lagi ke publik sebagai pengingat bahwa ada masalah besar yang belum tuntas dari generasi ke generasi dalam dunia pendidikan kita.

    Sebuah jawaban pun muncul. Pendidikan alternatif dikenal dengan Kampung Inggris Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur kini menjadi rujukan anak-anak, para pemuda-pemudi dan bahkan orang yang hendak mengambil doktor sekalipun. Sejak dari tahun 2003 hingga 2012, penulis sering mengunjungi kampung tersebut untuk belajar dan sekedar jalan jalan berlibur mengantar adik dan kemenakan guna mengakrabkan pada lingkungan belajar yang lebih luas dan kondusif. Dari puluhan lembaga yang penulis ikuti, ada dua lembaga yang sangat konsentrasi menuntaskan kebutuhan akademik pelajar dan mahasiswa dengan sistem yang ketat. SMART ILC (International Language Center) dan ELFAST. Keduanya mewajibkan pelajar basic untuk tidak sekedar tahu kelas kata (Parts of speech) tapi mengerti tenses secara total–Syarat utama untuk mudah mendalami pembelajaran tingkat menengah dan tinggi.

    SMART hadir dengan konsep pemahaman struktur di luar kepala dan ELFAST dengan langsung melatih kemampuan fungsi kegunaan tenses dimana pelajar membuat karangan dalam bentuk tulisan dimana di dalam cerita tersebut harus melibatkan semua tenses. SMART tidak akan membiarkan para pelajar untuk naik tingkat bila tidak lulus ujian. Pelajar harus bersedia mengulang atau pindah ke lembaga belajar yang lain. sedangkan ELFAST, para pelajar bebas mengikuti tingkatan apapun yang anda minati. Sesuai namanya, ELFAST singkatan English/Bahasa Inggris dan Fast/cepat) punya misi mengajarkan cara bahasa Inggris dipelajari dengan cepat.

    Sebenarnya, ada juga BEC (Basic English Course) yang sangat terkenal didirikan oleh Mr. Kaelani yang menjadi menjadi think tank lahirnya kampung Inggris tapi sayangnya, penulis tidak sempat gabung di sana hanya karena tidak ingin mengenakan pakaian seragam dan berdasi sebagaimana waktu SMA. Saat ini tentu lebih banyak lembaga terus hadir mengembangkan cara belajar yang efektif di Pare yang penulis belum kenali dan itu dapat menjadi bahan tulisan atau penelitian bagi orang yang pernah ke sana.

    Dari penguatan basic tersebut, penulis yang sejak kecil terbiasa berbicara Inggris di rumah sendiri–Ayah penulis Drs. H. Patiroi (Alm.) berbahasa Inggris, Arab dan sedikit Jerman–makin sadar bahwa salah satu kendala terbesar membaca buku-buku berbahasa Inggris yang ditawarkan ayah adalah kurang peduli pada basic grammar. Memang benar bahwa banyak membaca banyak tahu namun itu lebih lengkap bila diikuti dengan grammar yang bagus. Terjemahan yang dibuat jauh lebih tepat, bukan sekedar menebak.

    Untuk itulah, penulis dan rekan rekan pengajar Bahasa Inggris di RBB yang semuanya pernah belajar serius selama bertahun-tahun di Kampung Inggris Pare, Kediri Jawa Timur bersepakat bahwa pemahaman tenses adalah mutlak, tidak bisa ditawar-tawar agar kita mampu mencetak para pelajar benar-benar punya daya saing. Beberapa hal terpenting dilakukan. Pertama, mereka harus mampu menamatkan buku latihan tebal berstandar internasional. Kedua, membaca ulang dengan suara nyaring pada hasil latihan yang telah dikerjakan sebagai penguatan, bekal latihan speaking (bicara) dan perbaikan pronunciation (pengucapan). Ketiga, mengerti tenses di luar kepala.

    Setelah menuntaskan materi basic tersebut, betapapun urusan materi lainnya akan jauh lebih mudah dianalisa, tahap demi tahap pada pembelajaran harus tetap dilalui secara teratur demi terciptanya pemahaman yang lebih utuh. Hal ini sangat berguna saat para pelajar mengikuti pelatihan TOEFL dan atau IELTS yang biasanya digunakan kepentingan pekerjaan dan lanjut kuliah ke luar negeri. mereka yang tuntas pada basic tidak lagi takut karena punya bekal dan cenderung akan bergembira menghadapi tantangan karena bisa mengikuti alur pembelajaran yang biasanya ditafsirkan rumit. Semua kemudahan jalan tersebut diperoleh karena terdapat perhatian serius, tidak menganggap remeh. Mala petaka kebuntuan pelajar kita belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris pun terselesaikan.

    Note:
    Pada foto adalah Aska, pelajar SMPN 1 Bulukumba yang sedang berjuang memahami tenses secara total tanpa lihat catatan lagi.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

  • KAMPUNG BELAJAR

    KAMPUNG BELAJAR

    International Standard Lesson
    Liburan Berbahasa Inggris selama tiga pekan.

    Batas Daftar
    Minggu, 14 Desember 2025.

    Mulai dan Akhir Belajar
    Senin, 15 Desember 2025 sampai Jum’at, 9 Januari 2026 (Tiga Minggu efektif belajar).

    Jumlah Jam dan Pertemuan
    * 180 Jam.
    * 120 Pertemuan.

    Hari Belajar
    * Tiap Senin sampai Jum’at.
    * Tiap Sabtu dan Ahad libur.

    Jam Belajar
    Pagi:
    09.00 – 10.30 Wita.
    10.30 – 12.00 Wita.

    Siang/Sore:
    13.30 – 15.00 Wita.
    15.00 – 16.30 Wita.

    Malam:
    19.15 – 20.45 Wita.

    Para Pengajar
    Dididik langsung oleh guru guru berpengalaman dan berkwalitas yang sebelumnya telah belajar selama bertahun tahun di Kampung Inggris Pare, Jawa Timur, Indonesia dan sarjana di universitas.

    Materi Pelajaran
    * Speaking (Bicara).
    * Reading (Bacaan).
    * Pronouncing. (Pengucapan/Tajwid)
    * Grammar (Tata Bahasa).

    * Para pelajar yang telah paham _Basic English_ (Dasar Bahasa Inggris) akan mendapatkan materi tingkat Intermediate (Menengah) dan atau Advance (Tinggi).

    Fasilitas
    * Buku Bahasa Inggris.
    * Modul Bahasa Inggris.
    * Kamus Inggris-Inggris.
    * Sertifikat Kelulusan.

    Biaya Belajar
    * Rp. 999.000,- (Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

    Memilih Tinggal di Camp Inggris
    * Rp. 399.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

    Alamat
    Rumah Belajar Bersama, Jl. Teratai No. 16, Kel. Caile. Kec. Ujung Bulu, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan.

    Telp./WhatsApp
    * 0821-9716-3849 (Admin)
    * 0877-5534-6689 (Mr. Nain)

    Catatan Tambahan
    Terdapat praktek bicara dengan wisatawan mancanegara dengan kunjungan wisata ke pembuatan perahu Pinisi di Tanah Beru, Pantai Bira, atau Amma Toa di Kajang bila terjadi kesepakatan bersama.

    Untuk penyebaran menfaat lebih luas, mohon kesediaan anda men-share info ini.That’s all.

    Keep fighting and studying hard.
    Thank you very much for your attention.