Mendobrak Batas Logika Berbahasa Inggris

Membayangkan anak-anak SD belajar tata bahasa dalam bahasa Indonesia itu hampir tidak mungkin, terlebih lagi dalam bahasa Inggris. Kemampuan logika berpikir anak yang dianggap belum mampu berpikir demikian. Memang seperti itulah bahasa. Ia alat komunikasi yang paling umum berguna untuk percakapan sehari-hari.

Mengapa kita tidak mendorong bahasa percakapan sehari-hari itu sebagai bagian pelajaran tata bahasa? Banyak argumentasi yang memberikan jawaban dengan alasan yang logis. Namun, bila ada argumentasi yang logis yang mendukung bahwa tata bahasa itu bisa diajarkan ke anak-anak, kenapa kita harus menolak?

Pada dasarnya manusia menyukai terobosan ke arah hidup yang lebih baik. Karena mengajarkan tata bahasa Inggris kepada anak-anak SD di Rumah Belajar Bersama (RBB) telah terbukti efektif di Bulukumba itu dan itu kemudian ditindaklanjuti di RBB Tanete, kelas bimbingan Miss Fathy Cayadi.

Mr. Agung Pratama Salassa adalah guru handal RBB Bulukumba yang spesifikasi keahliannya adalah mengajar tata bahasa Inggris. Dibantu dengan guru-guru RBB yang lain yang juga mempunyai pemikiran yang sama dengan Mr. Agung, kelas grammar mulai dari anak SD hingga orang dewasa dapat dikelola dengan sangat baik. Kecerdasan per individu dari guru digabungkan menjadi kekuatan team sehingga daya ledaknya lebih dahsyat.

Dari sinergi inilah, para pelajar RBB meraih juara Olimpiade Bahasa Inggris SD, 2026 dan Juara 1 Kompetisi Grammar tingkat mahasiswa jurusan bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar (UNM), 2026. Juara terbarukan lainnya sedang diperjuangkan untuk dicetak lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang.

Mencerdaskan, Bukan Slogan
Kehadiran Mr. Agung di RBB Tanete didikan Miss Fathy berbagi materi dasar seperti tenses di luar kepala—hal yang dianggap bukan materi dasar oleh banyak lembaga pendidikan dan kurikulum pendidikan—rumit dipikiran banyak orang itu menjadi sangat ringan. Pengajaran dibangun berdasarkan berdiri kokoh karena kerja sama team itu diniatkan untuk mencerdaskan, bukan slogan.

Segala hal yang pernah dipelajari sebelumnya dicek ulang dan dikembangkan lebih lanjut. Anak-anak RBB membuktikan kesanggupannya. Namun, patut ingat, untuk mencapai kebanggaan itu, para pelajar pemula harus mengikuti proses pembelajaran yang telah disediakan: teguh dalam berjuang, sabar dan tidak kenal menyerah.

Satu hal poin penting lainnya yang diperoleh pada pembelajaran standar internasional di lembaga yang merakyat ini adalah anak-anak memperoleh pelajaran jujur, teliti, dan disiplin ditanamkan dengan baik sejak usia dini. Jadi, terdapat capaian berbahasa Inggris yang sekaligus menambah nilai kualitas pribadi pelajar yang dapat dijadikan panduan untuk menjalani kehidupan menuju kesuksesan.

Zulkarnain Patwa
Gowa, Minggu, 30 Agustus 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *