Menghentikan Pembelajaran yang Kaku

Pembelajaran bahasa Inggris telah menjadi sangat kaku dengan kurikulum yang membosankan. Pelajar hanya belajar bukan karena melihat pelajaran itu menarik, melainkan karena tuntutan kewajiban. Pelajar patuh mengikuti pelajaran hanya karena ingin mendapatkan nilai rapor yang bagus.

Bahasa Inggris bukan itu. Ia adalah alat komunikasi. Oleh karena itu, kita perlu membuat pertanyaan yang tepat. Apa yang harus dilakukan? Kapan? Praktik bicara sekarang juga. Tidak ada waktu untuk menunda. Pelajar yang mengulur-ngulur waktu akan selalu tertinggal jauh dan selalu terlambat untuk maju.

 

Grammar (tata bahasa) adalah kumpulan rumus yang memusingkan kepala. Rumus-rumus kaku membuat pelajar terdiam, tidak berkutik, dan tidak sanggup berbicara. Itu semua tidak masuk akal, musuh kita semua. Musuh utama kita adalah kegagalan dalam menyederhanakan grammar itu menjadi pelajaran yang menyenangkan.

Di Rumah Belajar Bersama (RBB) Tanete, segalanya sedang berubah. Miss Fathy Cayadi mengajarkan Lesson (pelajaran) 30 dan 31 yang membahas grammar khususnya materi present progressive (kalimat yang menyatakan kejadian yang sedang berlangsung saat ini). Para pelajar tidak dicecoki rumus yang memusingkan kepala, tetapi menjadikan rumus itu dalam bentuk kalimat yang biasa digunakan dalam keseharian. Tidak ada rasa takut karena kalimat yang dipilih adalah bagian dari kehidupan mereka.

Para pelajar diarahkan untuk berani berbicara, membaca dengan suara nyaring, dan membuat kalimat. Semua pelajar praktik secara perorangan untuk memastikan setiap dari mereka bertindak dengan benar. Satu hal penting lainnya, semua ini dikemas dalam suasana yang menyenangkan sehingga pelajar mencapai bahagia belajar.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Minggu, 23 Agustus 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Bahaya Nilai Seratus Sekolah: RBB Membongkar Rasa Aman Palsu

Para pelajar grammar (tata bahasa) terlihat terlalu santai belajar. Santai sih boleh, tetapi mana mungkin…

2 jam ago

Membalik Rapor Merah PISA dari Festival Literasi Bulukumba

Sejak Indonesia bergabung Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2020 hingga 2025, literasi…

1 hari ago

Patung Bernafas Harus Jadi Manusia

Menjadi seorang moderator adalah aktivitas yang paling saya hindari. Trauma ini muncul ketika pertama kali…

2 hari ago

Merawat Rasa Ingin Tahu dan Kemerdekaan Berpikir

Rencana yang sudah matang dari guru yang hendak membuat cerita aktivitas keseharian para pelajarnya tiba-tiba…

3 hari ago

Menyemai Emas di Lingkungan Belajar

Afwa Afiza Arsi, gadis kecil berusia tujuh tahun, kini bersekolah di SD Negeri 128 Turungan…

4 hari ago

Dari Olimpiade hingga Kemandirian Berpikir

Dua orang anak mendapatkan kelas tambahan untuk persiapan lomba. Faika Qhinara Putri Ridwan (Faika) hobinya…

5 hari ago