Kampung Belajar Dobrak Kebuntuan Bahasa Inggris

Memasuki pertemuan ke-43 sampai ke-49 di Kampung Belajar pada Rabu, 24 Juni 2026, keterasingan para pelajar pada bahasa Inggris tampak jelas terkikis. Saat review bacaan, para pelajar membaca teks dengan lancar, sedikit kesalahan. Keberanian praktik percakapan secara berpasangan pun makin meyakinkan. Hal ini dapat dilihat dari nada suara mereka bertambah nyaring dan berirama.

Ini berkembang karena penerapan prinsip “tiada hari tanpa membaca dan percakapan” benar-benar diterapkan. tiada satu orang pun dibiarkan berpikir tidak bisa, semua bisa. Tiap kesalahan tidak dibiarkan berlalu begitu saja, melainkan dikoreksi dan diperbaiki oleh sesama rekan pelajar dan guru.

Pada materi grammar yang menjadi momok kebanyakan pelajar, penggunaan am, is, dan are pada simple present di nominal sentences hampir tuntas dengan memperhatikan capaian hasil latihan bab pada buku. Dua bab yang membahas materi tersebut hampir terselamatkan khususnya pelajar SMP dan SMA. Segelintir pelajar SD masih bergelut di bab 1 namun mereka terlihat bersemangat terus mengerjakan latihan karena lingkungan di sekelilingnya sibuk memajukan diri—lingkungan belajar mempengaruhi untuk turut giat.

Sejalan dengan kemajuan di bidang tata bahasa tersebut, materi reading (bacaan), pemahaman teks cerita telah sampai pada lesson (pelajaran) 12. Para pelajar diajak membaca, memahami teks cerita dan menjawab soal-soal cerita. Pengetahuan tentang kemampuan berbicara kembali diolah dengan membaca nyaring dan grammar untuk memberikan jawaban yang terstruktur pada soal bacaan. Terdapat perpaduan antara bahasa Inggris untuk pergaulan dan akademis.

Adapun materi mengarang di malam hari kini diubah ke arah percakapan karena mayoritas pelajar kewalahan membuat karangan. Sebagai pengganti, mereka mengisi soal tanya jawab yang berhubungan tentang diri mereka. Sumber utamanya bukan buku tapi kehidupan pribadi tiap pelajar. Langkah pertama adalah membaca secara perorangan ditayangkan secara Iive (siaran langsung) di Facebook. Setelah itu, bahan tersebut digunakan untuk berdialog secara berpasangan.

Kampung Belajar sengaja memberikan jumlah pertemuan yang sangat padat melalui enam kali pertemuan sehari, sembilan jam sehari selama dua puluh hari dalam sebulan dalam rangka meruntuhkan kebuntuan belajar bahasa Inggris. Kita tahu, sekolah hanya menawarkan sekali atau dua kali dalam seminggu—mayoritas sekali tanpa ada pembiasaan praktik bicara Inggris di luar kelas belajar. Dengan adanya program liburan Kampung Belajar diselenggarakan oleh Rumah Belajar Bersama (RBB) ini, para pelajar dan khalayak umum yang bergabung membiasakan berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Zulkarnain Patwa
Rabu, 24 Juni 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *