Peraih emas Olimpiade Bahasa Inggris di NSMAO (National Science and Mathematics Olympiad) Februari 2026 ini sebenarnya tidak suka grammar (tata bahasa). Ia hebat karena rajin membaca buku Inggris dan menjawab soal-soal cerita Inggris. Kebutuhan grammar-nya sebatas untuk menjawab soal dengan benar. Baginya itu cukup.
Pada awal kali belajar grammar, ia mau gabung beberapa pertemuan saja. Itu pun karena program liburan Kampung Belajar yang ia ikuti di RBB (Rumah Belajar Bersama) mewajibkan ia belajar grammar. Perlahan-lahan, ia menghindar, tidak mau masuk kelas lagi.
Penulis bertanya, “Kenapa tidak masuk kelas grammar, Faika?”
“Saya tidak mau. Pusing kepalaku”, katanya spontan.
“Kenapa bisa pusing?”, penulis berusaha mendeteksi masalah.
“Saya pusing karena saya tidak mengerti pelajarannya. Itu sangat susah”, jawabnya jujur.
“Baiklah. Kalau begitu, mari kita membaca latihan grammar yang kamu telah selesaikan.” bujuk penulis.
“Iya. Tapi tidak jawab soal kan?” katanya penasaran.
“Iya. Yang penting Faika mau membaca buku grammar, itu cukup.
“Oke”, balasnya riang.
Agar Faika senang, penulis memilih materi grammar yang mempunyai dialog. Ia senang dan mengira itu seperti materi conversation (percakapan) saja, sedangkan bagi penulis, itu adalah review grammar. Cara belajar Faika ini terus berlaku hingga Kampung Belajar selesai dalam sebulan.
Mengatasi Kebingungan Belajar Grammar
Faika Qinara Putri Ridwan anak kelas 3 SD yang punya mental juara didapatkan dari karate sejak ia TK dan punya segudang prestasi di karate. Kini ia juara Bahasa Inggris se-Indonesia dan pasti akan banyak melibatkan diri di lomba Bahasa Inggris juga. Bila ia tidak dibekali pengetahuan yang terus bertambah, ia pasti akan tertinggal.
Penulis berdiskusi dengan Mr. Ancha, gurunya Faika di kelas Reading untuk mencari solusi. Kesimpulan yang diambil adalah menghubungi ibunya Nurlaelah agar merubah cara pandang Faika. Beberapa rekan kelasnya telah paham materi tenses di luar kepala dan semestinya ia juga bisa. Dorongan untuk mengubah cara pandang tentang grammar dari lingkungan keluarga pasti mempengaruhi Faika. Dan sang ibu menyanggupi permintaan tersebut.
Perubahan itu berefek nyata. Ibunya pasti telah memberikan saran terbaik buat Faika. Beberapa hari yang lalu, Faika meminta untuk diuji kemampuannya pada tenses.
Faika berkata “Mr., saya sudah mengerti tenses.
“Ah, yang benar Faika. Kamu belum berlatih lagi”, kata penulis.
“Sudah. Saya sudah berlatih ke Mr. Anca”, katanya percaya diri.
“Coba buktikan. Ambil kotak kosong tenses dan jawab semampumu”.
Faika menghadirkan kotak tenses. Kalimat yang ia pakai “I write” untuk merubah ke 16 tenses di mana tiap tenses terdapat empat perubahan kalimat. Setelah istirahat sejenak, ia lanjutkan lagi pada kalimat “You write”. Ia mampu melakukannya secara lisan, lumayan bagus. Link siaran langsung (live) dapat anda tonton di sini:
Tahap 1
https://www.facebook.com/share/v/1Cwr2bhJTh/
Tahap 2
https://www.facebook.com/share/v/14gkHU5zGFN/
“Wah, ini luar biasa”, pikir penulis dalam hati. Sebagai pengajar, ada harapan dan kepercayaan diri yang tumbuh dari dalam diri penulis bahwa Faika mampu bersaing lebih ketat dengan para pelajar terbaik di Indonesia. Ia akan dididik lebih tersistematis hingga pada akhirnya ia mampu menjawab seluruh soal-soal lisan tenses secara acak.
Dukungan lainnya yang menguatkan Faika adalah literasi. Saat ini ia telah sampai pada buku Pre-Intermediate Reading di mana buku pelajarannya biasanya dipelajari oleh pelajar SMP dan SMA. Ia hanya perlu didesain agar ia tertatih tanpa beban alias dengan senang hati membaca buku-buku Inggris yang melampaui pelajaran sekolahnya. Ia pasti akan membuka jendela dunia yang luas, wawasan bertambah dengan bacaan asing.
Mengikutkan pelajar untuk mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris dan menanamkan pemikiran untuk bisa menjadi juara adalah strategi cerdas untuk membuat pelajar mau belajar lebih fokus belajar secara mendalam. Hal yang sulit namun penting seperti grammar yang awalnya tidak disukai oleh Faika bisa dicarikan solusi, bukan ditinggalkan mengingat materi tersebut berguna untuk Olimpiade dan kejuaraan lainnya. Tapi yang patut diingat, Olimpiade adalah jalan saja agar para pelajar kita berpengetahuan.
Apakah Anda juga punya ide yang sedang dijalankan? Mari kita berbagi inspirasi.
Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Rabu 27 Mei 2026
Sehari sebelum hari raya Idul Adha (26/05/2026), banyak pelajar memilih libur di kegiatan belajar informalnya…
Memasuki bulan kedua belajar Bahasa Inggris secara intensif, Lulu telah mengerjakan banyak latihan Reading dan…
Pernahkah kita membayangkan ada anak kelas 4 SD dapat dengan mudah mengerti seluruh struktur perubahan…
Seorang anak pendiam mengikuti kelas Bahasa Inggris. Bisa? Bisalah. Hal yang pertama kami ingatkan adalah…
Orang yang datang tepat waktu itu menggembirakan. A. Zafira Aeesyaputri punya cara cerdas untuk tidak…
Menulis bersama Dr. Horst Liebner membuat saya berpikir berat karena apa yang sebenarnya ia minta…
Leave a Comment