Solusi Efektif pada Pendidikan Alternatif

Seorang anak kelas 3 SD belajar Perkalian dan Pembagian 2 sampai 9 dengan metode 40, latihan berulang sebanyak 40 kali dengan menulis dan kemudian menjawab lisan secara teratur dan acak. Ini pengantar utama untuk percepatan dasar dasar berhitung.

Perkalian dasar cukup dalam satu bulan saja atau tiga bulan untuk waktu yang lama, tidak perlu tiga tahun. Mengapa pelajaran itu jadi lambat? Perhatian yang kurang. Masa Orde Baru dengan CBSA (Cara belajar siswa aktif), guru sekolah akan sangat tegas pada siswanya yang tidak hapal perkalian. Mistar melayang bila tidak sanggup menjawab. Terkesan keras namun cara itu efektif membuat yang malas jadi rajin.

Kita lihat sekarang. Kurikulum terus berganti seiring pergantian rezim. Coba cek di kelas 4 sampai kelas 6 SD. Berapa banyak siswa-siswi paham perkalian? Bila dalam satu kelas terdapat 10 orang mampu menjawab secara acak dengan cepat, itu sudah hal luat biasa. Pada zaman CBSA, itu biasa saja.

Lantas, kepada siapakah kesalahan harus dijatuhkan? Kepada guru, orang tua atau pelajar itu sendiri? Daripada repot saling menyalahkan, mengambil inisiatif dengan bergabung ke pendidikan alternatif semacam kursus adalah solusi. Halik terpengaruh dengan lingkungan belajarnya di mana ia juga ingin lancar perkalian seperti anak anak seumurannya.

Para pemerhati pendidikan yang tidak bersentuhan langsung dengan kebijakan pendidikan formal seringkali merancang model pembelajaran yang tidak dikerjakan oleh pendidikan formal. Wajar saja bila pembelajaran yang tidak dapat dimaksimalkan di sekolah–Apapun nama kurikulumnya–dijadikan daya tarik untuk turut membantu mencerdaskan pelajar Indonesia. Hal hal kecil tapi sangat penting seperti Perkalian dan Pembagian ala Metode 40 seperti yang dilakukan Halik kelas 3 SD di foto ini adalah contoh kecil yang dilakukan oleh LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan), istilah Dinas Pendidikan di Indonesia.

Zulkarnain Patwa
Rabu, 6 Mei 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

10 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

1 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

2 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

3 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago