Kanal: News

Dari Hal Biasa ke Luar Biasa

“Memilih lesson (Pelajaran), Mr.”, anak anak mengusulkan ketika kelas baru saja mulai. Usulan diterima. “Okay. Tiap orang boleh memilih satu lesson dan memimpin kelas secara bergantian saat membaca pilihan lesson tersebut”, kata guru kelas. Mereka sepakat.

Secara tiba tiba, Nisa mengangkat tangan paling cepat untuk dapat memimpin paling awal. Yang tercepat selanjutnya diikuti oleh Adeeva, Belva dan Gavino. Pada pilihan cerita, yang memimpin kegiatan listen and repeat (mendengarkan dan mengulangi) namun soal soal pada cerita dibaca secara bersamaan, tanpa menjawab soal karena fokus kali ini pada perbaikan pengucapan (Pronunciation) dan intonasi (Intonation).

Praktek berbicara Inggris sesama rekan.

Nisa memilih lesson 3, He’s not an Artist. Adeeva memilih lesson 48, The Ploughboy. Bacaan ini tergolong sulit sehingga ia agak sulit diikuti oleh rekan kelasnya untuk membaca dengan tepat. Belva memih lesson 2, In the Park dan Gavino memilih A Good Book. Kedua bersaudara ini sangat menikmati karena mereka sudah tahu dengan baik cara melafalkan dengan benar.

Setelah itu, waktu keluar main selama lima belas menit. Dunia bermain mereka semarak dan ribut. Ada juga yang saling mendukung dan menyalahkan tapi kemudian berdamai. Ini terlihat seru karena ada sosialisasi, dunia anak anak mereka tidak dirampas oleh smartphone.

Ketika kelas berjalan kembali, mereka membuat percakapan di mana setiap orang berpasangan sesuai pilihannya. Faika yang berada di kelas lain turut bergabung. Selain itu, ia juga bertugas sebagai pembaca narasi sebelum percakapan dimulai. Pembelajaran bukanlah hal yang sulit dan semuanya mampu berdialog dengan lancar betapapun dialognya masih harus merujuk pada buku.

Pada tahap akhir, anak anak memberanikan diri untuk praktek bicara tanpa teks. Tiga orang mau tampil yaitu Faika, Nisa dan Adeeva. Mereka sepakat berakting sesuai alur cerita pada A Good Book. Setelah beberapa kali latihan memainkan peran sebagai inspektur Robert Jones, Miss Green dan Narrator, mereka pun mengusulkan agar aktivitas percakapannya direkam. Hingga waktu jam belajar telah habis, tidak ada satu pun yang mau pulang dan tetap meminta pergantian peran pada dialog dilakukan secara bergantian hingga semuanya dapat giliran. Dan pada akhirnya, apa yang mereka inginkan tercapai.

Semangat dan ketekunan belajar yang luar biasa, bukan?

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, 1 Mei 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

12 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

1 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

2 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

3 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago