Kategori: Program

Program dan mata pelajaran dari Rumah Belajar Bersama

  • Kelas Baca Tulis: Ahdan Sudah Mau Berlatih Membaca di Rumah

    Kelas Baca Tulis: Ahdan Sudah Mau Berlatih Membaca di Rumah

    Bulukumba, RBB (15/8)—Dewi Lestari adalah orang tua pelajar yang selalu setia duduk di Rumah Belajar selama lebih dari satu bulan terakhir ini sambil menanti anaknya bernama Ahdan selesai di kelas Baca Tulis. Ahdan tidak ingin ibunya pulang saat ia sedang belajar.

    Mengapa Ibu Dewi mau menghabiskan waktu seperti ini? Menurutnya, “Ahdan sama sekali tidak mau belajar di rumah. Nanti setelah bergabung di Rumah Belajar, ia sudah mau berlatih dan mengulangi pelajarannya di rumah. Modul Baca Tulis membantunya praktek membaca di rumah”, kata Dewi dengan senang hati.

    Ibu Dewi dan Ahdan setelah kelas belajar.

    Mengenai kemajuan belajar Ahdan, Dewi mengatakan, “Anak saya sudah bisa membaca 2 (dua) suku kata seperti “buku, batu, nasi dan lainnya. Tapi untuk lima huruf “bangku, lampu” itu belum namun itu sudah menjadi kemajuan yang baik bagi Ahdan”, terangnya. Ia terus mengikutkan anaknya di Kelas Baca karena ia yakin bahwa dalam satu atau dua bulan ke depan, Ahdan sudah lancar membaca.

    Hal lain yang menggembirakan bagi Dewi adalah keinginan kuat dari Ahdan untuk datang ke Rumah Belajar meskipun belum memasuki waktu jam belajar. “ia ingin belajar tiap hari padahal waktu belajar belajarnya 3 x seminggu”, terang Dewi.

    Bagaimana setelah Ahdan pandai Baca Tulis. Dewi menjelaskan bahwa Ahdan sendiri yang ingin lanjut di kelas Matematika. Ibu ini pun memberi dukungan penuh pada semangat belajar yang demikian.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Perkalian dan Penjumlahan Desimal

    Perkalian dan Penjumlahan Desimal

    Bulukumba, RBB (13/8)— 5 (Lima) orang didikan Master Awal Fajri malam ini membahas tentang perkalian dan Penjumlahan Desimal. 2 (Dua) orang mengerjakan modul perkalian Metode 40 dan 3 orang mengerjakan Penjumlahan Desimal yang soalnya dari buku pelajaran sekolah.

    Dengan mengerjakan modul Metode 40,  Fathimah, kelas 3 SD (Sekolah Dasar) mengatakan bahwa dirinya telah lancar perkalian 2 dan 3. Sekarang ia sedang belajar perkalian 4. Hal yang sulit baginya adalah perkalian acak namun ia merasa lancar setelah mengerjakannya. Adapun Aura kelas 2 SD telah lancar 1 sampai 6 tapi penjumlahan susah, utamanya bila ada soal meminjam. Master Awal pun memerbanyak latihan pada penjumlahan

    Sedangkan 3 (Tiga) orang anak-anak kelas 5 SD yang berlatih Penjumlahan Desimal menganggap pelajaran ini sangat mudah. Master  Awal berkata, “Walaupun ada angka puluhan, ratusan dan ribuan, cukup dengan menjelaskan cara mensejajarkan koma pada angka, mereka akan mengerti dan cepat menyelesaikan soal”, terangnya.

    Setelah kelas belajar selesai, Nisrina S.Pd., yang datang menjemput anaknya mengatakan bahwa dirinya dan anak-anaknya senang. Gurunya sangat perhatian. “Anak laki-laki saya sangat semangat belajar dan mengajak adiknya yang perempuan bergabung”, kata Nisrina. Orang tua pelajar ini sepertinya turut bergembira ada selama teror ketakutan terhadap pandemi Corona, ada lembaga seperti Rumah Belajar yang menerima anak-anak untuk belajar secara tatap muka langsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

     

  • Tense sebagai Kunci Kemudahan Berbahasa Inggris

    Tense sebagai Kunci Kemudahan Berbahasa Inggris

    Bulukumba, RBB (13/8)—Siapa yang mengerti materi tense (baca:waktu), maka ia mudah membaca tulisan berbahasa Inggris. Ini karena setiap kalimat dan klausa mengandung tense. Karena pentingnya pelajaran ini, maka tidak heran jika kampus di berbagai universitas di Indonesia masih mengajarkan materi ini pada semester awal.

    Seorang anak kelas 5 SD (Sekolah Dasar) bernama Andi Alodia adalah bagian dari segelintir anak yang telah lancar tense verbal dan tense nominal* yang berhasil ia pahami melalui belajar intensif selama satu bulan. Metode yang dipakai untuk menguasainih bya adalah Medote 40—perulangan latihan soal baik secara lisan dan tulisan (minimal) sebanyak 40 kali. Pada tense verbal, ia memperoleh soal tulisan sebanyak 1.920 dan soal tense nominal sebanyak 960. Jadi ia telah mengerjakan sedikitnya 2.880 soal. Pada latihan lisan, ia memperoleh soal yang jauh lebih banyak.

    Setelah melalui proses belajar panjang tersebut, ia sudah jarang lagi bertanya saat membaca dan mengerjakan buku buku berbahasa Inggris berbahasa Inggris baik dari L. G. Alexander maupun Betty Scrampfer Azar. Hal yang biasa yang ia tanyakan yaitu kosa kasa yang baru ia temui—hal yang wajar dihadapi bagi tiap orang yang belajar bahasa asing dan berbagai kalimat mengandung materi lanjutan seperti gerund, adjective clause dan lainnya.

    Saat ini selain ia terus mendalami speaking (berbicara) dan grammar (tata bahasa), ia juga sedang fokus melatih diri untuk bisa tampil percaya diri di depan kelas. olehnya itu, ia selalu diberi tugas tampil di depan kelas untuk menceriterakan kisah kisah menarik yang terdapat pada buku L. G. Alexander.

    *Tense verbal dan tense nominal sebenarnya tidak dikenal dalam literatur buku berbahasa Inggris namun pembedaan ini akrab di Indonesia karena dianggap mudah untuk menjelaskan tense.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

     

  • Praktek Menjelaskan Buku Berhabasa Inggris

    Praktek Menjelaskan Buku Berhabasa Inggris

    Bulukumba, RBB (12/8)—Setelah melalui latihan sendiri sekitar 1 jam, 2 (dua) orang pelajar tampil di depan kelas mengisahkan satu cerita dari buku Question and Answer karya L. G. Alexander dan satu orang menjelaskan ulang Bab 2 pada Basic English Grammar, karya Betty Scrampfer Azar.

    Latihan menyusun pembahasan pada bab 2 di Buku Basic English Grammar

    Semua pelajar yang  baru saja praktek bercerita dan mengajar di depan kelas merasa cukup senang dan bangga karena bisa meguasai bahan yang mereka sampaikan. Menurut Nain, “Terdapat penguasaan baik terhadap materi tapi namanya juga pemula, mereka masih terbata-bata berekspresi dan sesekali gugup”, Katanya. “Langkah awal ini harus berkelanjutan agar mereka semakin gemar hingga sampai pada tahapan percaya diri untuk berbicara di publik. Selain itu, “Latihan ini membuatnya paham lebih mendalam terhadap bacaan berbahasa Inggris”, lanjut Guru Rumah Belajar ini.

    Hanifah is explaining “In A Departement Store” written by L. G. Alexander.

    Karena itulah, mereka diberi PR (Pekerjaan Rumah) dengan berlatih berbicara di rumahnya masing-masing sehingga tidak perlu lagi menyita waktu untuk latihan di kelas. Ini cara efektif dalam percepatan pencerdasan. Dan ke depan, setelah kepercayaan diri terbangun, mereka akan diwajibkan untuk menjelaskan dalam Bahasa Inggris.

    Zukarnain Patwa
    Rumah Belajar Bersama

  • Bahasa Inggris: Melatih Kepercayaan Diri Berbicara

    Bahasa Inggris: Melatih Kepercayaan Diri Berbicara

    Bulukumba, RBB—kedua pelajar ini telah membaca buku L. G. Alexander berjudul Question and Answer yang berisi kumpulan dialog. Mereka telah praktek bicara dan memahami isinya.

    Pada Rabu malam ini (12/8), mereka sedang berlatih untuk bisa menceriterakan ulang apa yang ia pahami. Sebagai langkah awal, mereka hanya diminta untuk mampu menjelaskan kembali isi cerita dalam Bahasa Indonesia di depan kelas. Tiap dari mereka memilih cerita pendek yang paling disukai dan paling mudah dijelaskan.

    Menurut Nain, Guru Bahasa Inggris, “Saya membaca bahwa pelajar tersebut telah banyak memahami dasar dasar Bahasa Inggris tapi masih kurang percaya diri untuk berdialog dengan orang lain, terutama orang asing. Saya berharap langkah ini bisa membantunya untuk menumbuhkan kepercayan dirinya”, terangnya.

    Menurut pelajar Hanifah bahwa ia memang jarang berbicara. Tugas ini membuatnya tidak harus diam lagi dan mendorong dirinya untuk mampu menjelaskan apa yang saya pikirkan.

    Adapun Alodia menyatakan bahwa isi cerita buku ini mudah namun ia masih tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Jadinya, ia berbicara sendiri seolah olah menjelaskan agar nantinya mampu bercerita saat guru memintanya tampil.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Matematika: Memahamkan Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

    Matematika: Memahamkan Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

    RBB, Bulukumba—Pada Matematika, pelajar Rumah Belajar didikan Siti Satriana bernama Najwa kelas 6 SD (Sekolah Dasar) ini telah mengerti operasi perkalian, pembagian, pengurangan, penjumlahan.

    Saat Najwa memasuki Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat, ini bukan lagi masalah gampang lagi. “Banyaknya operasi yang dipakai dan digabungkan membuatnya kebingungan. Terlebih lagi, ada bilangan bulat positif dan negatif”, kata Siti, Rabu (12/8).

    Bagi Siti, persoalan tersnyebut bukanlah hal yang sulit. Ia malah membuat Najwa lebih tekun. Menurut Siti, “Pada dasarnya Najwa telah bagus pada perkalian. Saya memintanya untuk mengerjakan semua soal di buku paket sekolahnya, tanpa melewatkan satu soal pun. Setelah saya cek, ia benar-benar telah mengerti. Jadi ia hanya butuh latihan soal yang lebih beragam”, ujarnya dengan meyakinkan.

    Menyelesaikan soal latihan sekolah disukai anak-anak karena selain mengerti, semua PR (Pekerjaan Rumah) dari sekolah selalu mendapatkan hasil maksimal.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Pendalaman Agenda Memperingati Hari Pariwisata Sedunia di Bulukumba

    Pendalaman Agenda Memperingati Hari Pariwisata Sedunia di Bulukumba

    RBB (11/8)—Bira terkenal dengan pariwisata pantai kini sedang berupaya merekayasa bawah laut menjadi bagian dari destinasi andalan. Dengan membawa semangat bahari, momentum yang dipakai memperkenalkan dan mengembangkan spot diving ini adalah Peringatan Hari Pariwisata Dunia pada 27 September 2020.

    Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Perikanan dan Kelautan yang hadir pada pertemuan yang bertempat di kantor Dinas Pariwisata kali ini menyatakan bahwa perlu pertimbangan yang aman yaitu bahan material yang diturunkan ke dasar laut yang nantinya sebagai spot diving harus dipastikan tidak merusak lingkungan, tidak mengganggu terumbu karang dan arus laut agar dapat dikategorikan layak.

    Menurut H. Saifuddin, anggota DPRD yang posisinya sebagai peserta selam menyatakan bahwa panitia perlu mengadakan survey mengambil gambar tentang spot dasar laut berpasir agar tidak mengganggu terumbu karang. Dan penting juga berkoordinasi dengan masyarakat lokal apakah daerah tersebut arusnya aman atau tidak karena mereka yang lebih paham tentang laut Bira.

    Semua usulan tersebut ditampung oleh panitia dan segera akan ditindaklanjuti agar segala data yang dibutuhkan lengkap.

    Pak Ubayd Mantsur dan Andi Aryono dari Dinas Pariwisata punya pemahaman bahwa untuk lebih menyemarakkan kegiatan ini, perlu edukasi transplantasi terumbu karang. Seperti kita ketahui bersama bahwa sebagian karang kita telah rusak oleh illegal fishing, bom dan lainnya. Pada puncak perayaan acara tersebut, tiap orang yang tidak bisa menyelam dapat turut bergembira karena berkesempatan mempelajari, merawat karang dan diajak snorkeling sehingga mengetahui lebih dekat tentang keindahan dan manfaat terumbu karang tersebut.

    Zulkarnain Patwa
    Anggota Panitia Hari Pariwisata Sedunia
    Anggota Pinisi Diving Club

  • Matematika: Perkalian dan Desimal

    Matematika: Perkalian dan Desimal

    RBB (11/8)—Matematika didikan Master Awal Fajri pada tiap Selasa, Kamis, Jumat pukul 19.15 – 20.45 periode ini mendidik 1 orang pelajar kelas 3 SD (sekolah Dasar) dan 3 orang pelajar kelas 5 SD. Para pelajar ini dapat merasa sangat bersahabat dengan gurunya karena belajarnya diiringi dengan suasana bermain. Gurunya pun berpikir bahwa yang dididik adalah teman bermainnya.

    Pada pengembangan ilmu, Menurut Master Awal, “Anak kelas 3 SD telah bisa melakukan penjumlahan meskipun agak lama memikirkannya. Agar mantap, saya melatihnya dengan modul Metode 40 yang berisi tentang penjumlahan berulang (Baca; perkalian).” Anak tersebut perlu membiasakan diri dengan permainan angka-angka.

    Master Awal lebih lanjut menjelaskan bahwa semua pelajar kelas 5 belajar tentang Pengurangan Pecahan. Masalah yang dihadapi adalah kesulitan menentukan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) atau menyamakan penyebut. Seperti biasanya, mereka semua masih perlu kembali menguatkan perkalian.

    Persoalan berikutnya adalah membedakan Pecahan Biasa, Pecahan Campuran dan Pecahan Desimal. Solusinya adalah memahamkan bahwa Pecahan Biasa hanya terdiri dari dan pembilang saja. Contoh ½. Adapun Pecahan Campuran memiliki bilangan bulat di depan. Contoh 2 3/5. Angka 2 adalah bilangan bulat. Sedangkan pecahan Desimal, misalnya: 1, 2. Kita pahamkan bahwa ada komanya.

    Setelah memahami hal tersebut, barulah Master Awal memberikan latihan soal untuk pendalaman. Begitulah cara Master ini belajar sambil bermain pada anak didiknya hingga senang pada Matematika

    Zulkarnain Patwa
    Staf Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Perkalian, Pecahan & Bilangan Bulat

    Perkalian, Pecahan & Bilangan Bulat

    RBB (11/9)—Kelas Matematika binaan Rifa’atul Mahmudah pada 15.00 – 16.30 Wita di Rumah Belajar sore ini membahas tentang perkalian, pecahan dan bilangan bulat.

    Menurut Ulfa, untuk perkalian, para pelajar hanya perlu melakukan latihan rutin. Tidak ada masalah yang berarti yang mereka hadapi. semua siswa pada kelas ini nampaknya tidak mempunyai masalah jika membiasakan diri mengerjakan latihan yang diberikan.

    Adapun pada pecahan,  kendala yang mereka hadapi pada kesulitan menentukan penyebut menggunakan KPK (Kelompok Persekutuan Terkecil). Itu bukti bahwa mereka belum tuntas menguasai perkalian. Solusinya adalah pendalaman kembali pada perkalian. Karena masalah di depan mata yang dihadapi, mereka kembali bersemangat untuk ingin memahami perkalian di luar kepala.

    Dan pada bilangan bulat, terutama dalam penjumlahan dan pengurangan, mereka masih susah dan keliru menentukan hasil. Sebagai contoh: -5 + 7 = 2. Mereka masih berpikir bahwa jawabannya 12. Solusinya adalah membayangkan bahwa minus adalah utang dan positif adalah uang. Lebih kongkrit, Utang sebanyak 5 dan membayar uang sebanyak 7. Maka kembaliannya adalah 2. Cara ini membuatnya lebih mudah mengerti.

    Master Awal Fajri & Zulkarnain Patwa
    Staf Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Aritmatika sebagai Pengantar Memahami Matematika

    Aritmatika sebagai Pengantar Memahami Matematika

    RBB (11/9)—Bila kita memperhatikan kurikulum sekolah, tentu para siswa akan mengalami kesulitan memahami pelajaran Matematika. Bayangkan saja, kurikulum saat ini, siswa SD kelas 2 dituntut untuk memahami ukuran berat seperti gram, ons, kilo dan lainnya sementara mayoritas siswa belum paham perkalian dan pembagian dengan baik, termasuk konversi. Wajar bila terus naik kelas, jadilah Matematika sebagai hantu yang menakutkan yang selalu dihindari.

    Untuk itu Rumah Belajar mendesain sebuah solusi. Guru Matematika Awal Fajri berkata, “Kita tidak peduli kelas berapa para siswa itu di sekolah. Meskipun mereka sudah kelas 4 SD, kita lebih dahulu pahamkan Aritmatika (Tambah, Kurang, Bagi dan Kali).” Menurutnya, “Bila mereka paham ini, kita yakin mereka bisa mengikuti pelajaran sekolah. Segalanya akan lebih mudah dimengerti”, lanjut Master Awal.

    Sebagai wujud kesungguh-sungguhan penyelamatan, rekan-rekan pengajar RBB telah membuat beragam modul Matematika, terutama pada Aritmatika. Biasanya dalam satu bulan dipelajari secara terartur para pelajar telah mampu memahami; baik secara tertulis dan lisan. Tentu ada beberapa kendala, semisal tingkat pemahaman tiap pelajar berbeda. Untuk itu, sebagai alternatif, sebaiknya pelajar tersebut lebih aktif lagi melakukan latihan di rumahnya masing-masing. Panduan dari orang tua akan mempercepat penuntasan pelajaran ini.

    Sementara itu, untuk tahapan yang lebih mendalam, Guru Matematika Rifa’atul Mahmudah berkata, “Selain mempelajari buku sekolah, saya juga membuat soal soal latihan, terutama menjelang ujian semester sekolah.” Sebagai tambahan, “Sesekali menurunkan soal latihan Olimpeade Matematika yang saya khususkan pada pelajar yang tertantang pada Matematika,” ujar alumnus Kimia Unhas (Universitas Hasanuddin) ini.

    Sebagai penutup, Rumah Belajar sangat percaya bahwa apabila dasar dasar Matematika itu benar-benar mampu diakrabkan, disenangi dan diselesaikan semasa SD, Pelajaran Matematika SMP (Sekolah Menengah pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas) itu bukan lagi masalah bagi para pelajar.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Pengajar Rumah Belajar Bersama