Rahasia Kecerdasan Pelajar RBB Tanete Berbahasa Inggris

Era teknologi memanjakan manusia untuk bisa serba cepat. Sekarang, AI (artificial intelligence) bisa memberikan jawaban atas segala pertanyaan kita yang dijawab dalam waktu sangat cepat, beberapa detik saja. Banyak jawaban yang benar, tidak sedikit juga yang cuma cocoklogi. Orang yang logika berpikirnya pas-pasan menganggap apa yang diberikan AI itu adalah kebenaran. Padahal, persoalannya tidak semudah itu.

Dalam dunia pendidikan, keinginan serba cepat itu juga terjadi. Banyak kursus kilat dengan klaim cepat pintar dalam mempelajari bahasa Inggris, orang juga mau serba cepat. “Yang penting bisa cepat bercakap”, kata sebagian orang. Harapan baik itu tidak perlu dibantah. Namun, bila hendak lebih canggih tanpa mengesampingkan harapan itu, beginilah caranya.

Rumah Belajar Bersama (RBB) menerapkan satu pembelajaran yang memahamkan banyak hal. Kelas Reading (Membaca) berisi kumpulan kosakata disertai gambar percakapan dan cerita yang sangat singkat. Target utama untuk pelajar pemula ini adalah memahami bacaan dan bicara dengan pengucapan yang benar hingga tamat buku Basic Reading (Bacaan Dasar) itu.

Miss Fathy Cayadi, guru RBB Tanete, menambah bobot materi di kelas pengajarannya dengan cara menguatkan materi bacaan dan berbicara melalui penguatan grammar (tata bahasa). Pada Jumat, 28 Agustus 2026 yang baru saja berlalu, pembelajarannya telah sampai pada lesson 32. Tidak main-main, materi ini sudah mulai berat untuk anak SD, tetapi dengan kreativitas khas ala guru RBB yang terbiasa membongkar kemustahilan, ia dan para pelajar sanggup menyelesaikan hingga lesson 39.

Jurusnya adalah Active Grammar Game, RBB’s Competition Strategy, atau Creative Dialogic Method. Anak-anak tidak hanya sekadar doyan membaca dan berdialog tetapi juga saling mengadu kecerdasan. Kemampuan individu dan bekerja sama dalam kelompok terbangun. Ini bisa dilakukan dengan mudah karena guru-guru RBB sudah terbiasa terkondisikan dan terlatih untuk berpikir superkreatif.

Penulis tidak akan menerangkan materi itu di sini karena selain esai ini bukan kelas bahasa Inggris–betapa pun itu bisa disederhanakan, ini juga dimaksudkan untuk menghormati sebagian pembaca yang tidak ingin direpotkan dengan tumpukan pelajaran bahasa Inggris. Yang terpenting adalah capaian pelajar yang bukan hanya mampu menjawab ya atau tidak tetapi menjelaskan apa yang ditanyakan.

Kita memang bisa bertanya kepada kecerdasan mesin tentang apa itu present progressive, rumusnya, dan contoh kalimatnya. Mesin bisa mendiktekan teori dan cocoklogi yang dibuat pujian yang membius pikiran, tetapi ia tidak bisa melatih nalar logika pembelajar untuk membongkar kemustahilan. Otak manusia sungguh berbeda. Kemampuan untuk mengerti disertai praktik sebagaimana dalam kehidupan nyata tidak akan Anda dapatkan di sana. Sentuhan kecerdasan manusia di RBB Tanete menyelesaikan apa yang tidak bisa dilakukan oleh AI.

Zulkarnain Patwa
Gowa, Sabtu, 29 Agustus 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Patung Bernafas Harus Jadi Manusia

Menjadi seorang moderator adalah aktivitas yang paling saya hindari. Trauma ini muncul ketika pertama kali…

18 jam ago

Merawat Rasa Ingin Tahu dan Kemerdekaan Berpikir

Rencana yang sudah matang dari guru yang hendak membuat cerita aktivitas keseharian para pelajarnya tiba-tiba…

2 hari ago

Menyemai Emas di Lingkungan Belajar

Afwa Afiza Arsi, gadis kecil berusia tujuh tahun, kini bersekolah di SD Negeri 128 Turungan…

3 hari ago

Dari Olimpiade hingga Kemandirian Berpikir

Dua orang anak mendapatkan kelas tambahan untuk persiapan lomba. Faika Qhinara Putri Ridwan (Faika) hobinya…

4 hari ago

Sakkar Menaklukkan Badai dan Logika

Sakkar adalah the young sailor man (sang pelaut muda) dari Turungan Beru, Herlang, Kab. Bulukumba.…

5 hari ago

Amuk Marxisme dan Jalan Damai Pendidikan Alternatif

Jika dalam satu kelas terdapat 40 orang pelajar, ada dua atau tiga orang anak yang…

5 hari ago