Menembus Kemustahilan Bahasa Inggris

Dua orang anak kembali berhasil menyetor perubahan verbal tenses di luar kepala secara teratur (11/08/2026). Mereka punya daya juang yang tinggi menyicil setoran dari hari demi hari. Saat tuntas, mereka seakan tidak percaya bisa melakukannya.

Faika Nada Salfa yang baru saja selesai setoran tenses dengan kotak kosong tenses di tangannya sebagai alat bantunya.n

Tidak ada piala kemenangan atau pesta gegap gempita. Sesaat setelah menyelesaikan setoran terakhir yaitu past future perfect progressive or continuous, Faika Nada Salfa berkata, “Saya sangat senang bisa lulus.” Lalu, anak kelas 4 SD ini melanjutkan, “Saya mau tenses acak dan latihan tulisnya juga seperti teman-temanku yang lain tapi itu besok saja.” Guru kelas menanggapi, “Iya. Besok saja. Latihanmu malam ini sangat banyak. Selamat ya dan sampai ketemu di pelajaran tenses acak.” Guru tahu bahwa setoran tenses teratur telah menguras banyak tenaga dan pikiran Faika. Ia butuh waktu untuk siap menghadapi materi baru yang ia sudah tahu bahwa itu lebih variatif dari yang ia pelajari sebelumnya.

Sementara itu, A. Althaf Adam Al Arkhan punya langkah cerdas untuk bisa segera tamat. Ia melihat di papan pengumuman di mana Audrey, saingan terdekatnya, sudah hampir tamat, dua kotak setoran tenses yang belum diselesaikan. Saat jam kelas belajar telah selesai, Adam memohon agar diberikan waktu untuk menyetor latihannya sambil menanti jemputan. Guru yang tidak sedang sibuk, tidak keberatan. Dengan sigap, Adam yang juga masih menyisakan dua setoran tenses yang belum selesai menuntaskan semuanya. Total 16 verbal tenses, 958 perubahan kalimat sanggup ia praktikkan tanpa teks catatan.

Ucapan selamat pun juga tertuju pada Adam. “Saya bisa melambungi Audrey,” katanya bangga sambil tersenyum. “Saya tidak menyangka saya bisa menyelesaikan tenses. Padahal, saya itu banyak main. Cuma, sebelum saya main, saya perhatikan kalimat yang mau saya setor. Saya coba hapal sedikit dan kemudian pergi bermain,” katanya dengan suasana hati yang senang.

A. Althaf Adam Al Arkhan sukses juga sukses pada tenses di luar kepala.

Adam memang termasuk anak yang suka telat, telat datang ke kelas dan telat pulang karena jemputannya sering terlambat datang. Beruntung, ia memiliki strategi tersendiri dan rajin bertanya pada hal yang ingin ia ketahui. Karena itu, ia merasa bangga bisa melambungi Audrey. Sedangkan Audrey, pada pertemuan belajar semalam, ia berada di kelas Matematika hingga kelas jam belajar bahasa Inggris selesai, tidak sempat menyetor hapalan. Karena itu, kesempatan terbaik ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Adam.

Faika dan Adam memperhatikan lembaran kertas latihan tenses acak. “Wah, ini susah sekali. Saya tidak tahu cara mengerjakannya,” kata Adam ke gurunya.

“Ya? Itu hasil pekerjaan teman kelasmu: Adeeva, Nabila dan Nisa. Pada awalnya, mereka juga tidak bisa. Lihat jawaban mereka, itu semua selesai dan dijawab dengan benar.”

“Coba saya baca lagi soalnya,” kata Adam. Adam kebingungan membaca perintah perpindahan kalimat. “Saya benar-benar tidak tahu, Mister,” ungkapnya dengan yakin.

“Dulu kamu tidak tahu tenses teratur, tidak tahu bicara dan membaca. Sekarang kamu bisa,” balas guru yang berusaha mendobrak rasa takut Adam. “Sekarang kamu tidak tahu tenses acak. Kalau teman-teman kelasmu bisa, apakah kamu tidak bisa?” tanya guru menyentil emosi dan pikiran Adam.

“Bisa. Besok malam saya latihan,” balas anak kelas 5 SD itu. Sesaat kemudian, ia pun pamit pulang, jemputannya telah datang.

Kekhawatiran Adam dan Faika ini beralasan. Jangankan anak SD, pelajar orang dewasa pun masih banyak tidak sanggup menyelesaikan tenses di luar kepala. Metode dan kreativitas dari guru-guru Rumah Belajar Bersama (RBB) yang telah membongkar hal yang tidak lazim ini, hampir tidak pernah dikerjakan.

Ini terlihat istimewa karena terobosan ini tidak dikerjakan oleh kurikulum pendidikan Indonesia. Bagi RBB dan lembaga yang sealiran dengannya, desain ini hal yang biasa saja. Sederhana. Bila tenses mampu diajarkan kepada anak SD, apakah orang dewasa yang kapasitas berpikirnya lebih matang itu tidak bisa? Cemburu yang baik itu memicu daya juang untuk belajar hingga tuntas, minimal tenses seperti pembahasan kali ini untuk mencapai sukses belajar.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Rabu, 12 Agustus 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Inspirasi Paman di Glasgow bagi Ashimah di RBB

Ashimah Nusaibah Shiddiqah seorang anak berwajah polos dan rasa ingin tahu yang tinggi serta bertekad…

1 hari ago

Menemukan Jalan Pintas Berbahasa Inggris

Tenses adalah pintu gerbang untuk memasuki cabang pembelajaran bahasa Inggris yang luas. Lalu, apa itu…

2 hari ago

Menjinakkan “Hantu” Bahasa Inggris

Kids zaman now (Anak zaman sekarang) meme yang meledak pada 2017. Lidah orang Indonesia mudah…

3 hari ago

Melawan Lupa di Jendela Kelas

Satu kata yang ampuh untuk melahirkan kemahiran. Perulangan namanya. Kata ini mengingatkan apa pun yang…

4 hari ago

Meniti Tiga Kekuatan Bahasa

Kesulitan mengkombinasikan pelajaran grammar and speaking (tata bahasa dan bicara) akhirnya terjawab. Bila pada pertemuan…

5 hari ago

Kertas Sakti

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di mana sebuah kelas belajar di malam hari terkondisikan untuk mau…

6 hari ago