Kebutuhan belajar bagi rakyat di desa segera terpenuhi bila ada kesadaran dari rakyat itu sendiri. Kaum terdidiknya harus turun langsung dan hidup bersama rakyatnya untuk mengetahui masalah dan menyikapinya.
Fajar Hamzah alias Mr. Ancha pemuda Desa Barugae di Kecamatan Tanete, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan memang tidak tinggal di desanya melainkan di Kota Bulukumba. Ia bekerja sebagai tenaga pendidik di Rumah Belajar Bersama (RBB), Senin sampai Jum’at. Pada hari liburnya yaitu Sabtu dan Minggu, ia meluangkan waktu pulang kampung. Ia mengamalkan ilmunya dengan mengajak warga desa yang masih sekolah untuk belajar
Kehadiran Mr. Ancha yang menggunakan kurikulum RBB yang dikombinasikan dengan pengalamannya mengajar memudahkan rakyat di desanya mampu mengakses pengetahuan sebagaimana pelajar di kota.
Malahan, pelajar desa mendapatkan manfaat lebih karena anak-anak yang belajar itu tidak diminta mengeluarkan duit. Gerakan amal tanpa menarik pembayaran ini sengaja dibuat untuk menarik perhatian rakyat agar lebih sadar pada pendidikan, tidak merasa khawatir atau terbebani di tengah keadaan ekonomi yang serba sulit.
Bila pada pertemuan perdana minggu lalu, pelajar desa itu belajar bahasa Inggris, minggu kedua ini, peminat pelajar pun makin berkembang. Beberapa anak tertarik belajar matematika. Oleh karena itu, Modul Perkalian dan Pembagian ala Metode 40–pengulangan latihan tulis dan lisan minimal sebanyak 40 kali agar pelajaran dipahami di luar kepala–dari RBB langsung diserahkan kepada Mr. Ancha untuk dibagikan kepada siapa pun yang berminat.
Bahasa Inggris dan matematika untuk tingkatan dasar sengaja diberikan karena itulah yang menjadi masalah utama anak-anak. Untuk tindak lanjut pada materi yang tingkat menengah dan atas akan diajarkan sesuai perkembangan pelajar. Intinya, bila pelajaran dasar tersebut dituntaskan, dengan sendirinya materi pelajarannya meningkat.
Jadi, persoalan kurikulum pendidikan bukanlah masalah. Justru yang menjadi masalah adalah apakah ada warga terdidik desa yang juga mau turut terlibat agar Mr. Ancha tidak berjuang sendiri? Apakah minat pelajar untuk ingin tahu lebih banyak terus tumbuh? Apakah kita mempunyai gagasan baru untuk turut serta menyukseskannya?
Zulkarnain Patwa
Sabtu, 1 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan