oplus_0
Pembelajaran pagi hari di Kampung Belajar adalah kelanjutan tentang kota-kota besar. Bila pada sehari sebelumnya membahas kota di Eropa, Afrika dan Amerika, kali ini pembahasannya mencakup Asia. Terdapat 17 nama kota yang mewakili tiap negara. Islamabad, Jakarta. Untuk meringkas, Phnom Penh adalah contoh yang dapat disebut di sini. “Will you go to Islamabad?” (Akankah kamu pergi ke Islamabad?) dan “Where is Islamabad?” (Dimana Islamabad?). Kalimat tersebut digunakan untuk menyebut semua kota yang menjadi bahan pelajaran.
Para pelajar meminta waktu sekitar sepuluh menit untuk mampu menguatkan pemahaman guna menjawab soal-soal yang dibuat secara acak oleh teman kelasnya sendiri saat pelajaran tanya jawab dibuat dalam bentuk games.
Ketika game dimulai, permainan terlihat seru karena semuanya berusaha menjawab dengan benar guna memperoleh kesempatan memimpin kelas dan membuat soal lisan. Peserta terlihat saling bergantian memimpin dan bahkan, soal lisan agak terlambat dikeluarkan hanya karena mencari pertanyaan yang sulit untuk dijawab.
Setelah pelajaran tersebut dipahami dengan baik, para pelajar keluar main, istirahat sejenak.
Pada pelajaran berikutnya, mereka masuk pada gerakan literasi, berlatih membaca percakapan dalam bahasa Inggris. Setiap selesai satu lesson, mereka berpasangan praktik bicara. Materi ini tiap hari dilakukan sehingga wajar bila mereka tidak lagi terlihat kaku dalam membaca dan berbicara.
Hal positif lainnya yang memunculkan decak kagum adalah tiga pelajar yang bukan lagi pelajar SD mampu melakukan perubahan kalimat secara acak pada seluruh tenses. Percepatan ini terjadi disebabkan mereka mau berlatih di waktu-waktu senggang. Saat mereka bermain smartphone pada jam istirahat, mereka diminta berlatih kepada sesama rekan yang ingin menguasai tenses.
Guru kelas memang mendampingi tapi ia sengaja tidak terlibat langsung. Buku catatan dijadikan acuan tatkala mereka menghadapi kesulitan. Mereka saling berdiskusi menemukan jawaban yang benar, ada upaya penajaman pemikiran, tidak mengandalkan jawaban guru lagi. Lagi pula, guru yang sudah tahu kualitas muridnya yang telah berkembang pesat dalam tiga minggu biasanya menunjukkan cara menjawab, bukan jawaban.
Ketika kelas belajar telah selesai, Miss Fathy Cayadi yang dalam waktu dekat akan membuka cabang Rumah Belajar Bersama datang bersilaturahmi ke pelajar di Kampung Belajar. Kemampuan speaking (bicara) Miss Fathy yang bagus menarik perhatian, hampir semuanya tidak mau pulang ke rumahnya, memilih berdialog dalam bahasa Inggris. Para pelajar senang mendapat berbagai macam pertanyaan. Lagi pula, bila ada yang tidak dimengerti, Miss Fathy membantu menerjemahkan dan selalu memotivasi semua yang hadir untuk aktif berbicara. Tiada seorangpun terlihat lelah, padahal selain pelajar baru saja belajar selama tiga jam, terhitung jam 09.00 pagi sampai 12.00 siang, cuaca yang panas terik di siang hari, tidak menjadi alasan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing untuk istirahat sejenak sebelum memasuki pelajaran berikutnya pada 13.30.
Faktor pendukung yang nampaknya mempengaruhi pelajar tersebut tidak pulang adalah Jalangkote yang sangat enak dalam jumlah besar dibawa Miss Fathy. Makanan itu dinikmati oleh semua: para pelajar dan guru. Ini sudah seperti pengganti makan siang. Rasa lapar berlalu. Tak heran, mereka semua betah berdiskusi santai dan riang gembira selama lebih dari satu jam dan disiarkan secara live (langsung) di Facebook.
Aktif berbicara dengan Miss Fathy adalah wujud tindak lanjut dari pelajaran yang diperoleh di kelas meliputi reading, conversation dan tenses. Mereka semua merasa bernilai karena apa yang mereka sampaikan dalam bahasa Inggris dapat dimengerti oleh Miss Fathy.
Lalu, bagaimana dengan wawasan kota-kota dan negara-negara di dunia? bahasa Inggris yang mereka pelajari di Kampung Belajar ini akan menjadi pendukung utama ketika suatu saat berkunjung ke tempat tersebut.
Zulkarnain Patwa
Kamis, 2 April 2026
Kisah Mr. Hill yang seorang pilot yang pernah bekerja di Royal Air Force (Angkatan Udara…
Ketika melihat atau mendidik orang dewasa belajar bahasa Inggris yang tidak tahu alasan penempatan verb…
Andi Kalimbara Aulian AF. alias Aul seorang anak kelas 3 di SDN 193 dari Kec.…
Indonesia adalah serpihan surga yang diturunkan ke bumi (qit'atun min al-jannah), ungkap Syekh Mahmud Syaltut…
Dua orang pelajar SD asal Bulukumba yang meraih emas olimpiade bahasa Inggris membuktikan bahwa anak-anak…
Leave a Comment