Kemendigdasmen (Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah) tidak menekankan lagi pada pendekatan grammar (Tata Bahasa) pada pelajaran Bahasa Inggris sekolah. Kementrian ini lebih fokus pada keaktifan berbicara para siswa. Menurutnya, ini efektif bagi anak-anak yang masih SD dan SMP.
Berkebalikan dari hal di atas, lembaga pendidikan alternatif semacam RBB (Rumah Belajar Bersama) malah mendesain anak anak SD menguasai grammar khususnya tenses di luar kepala lengkap dengan segala perubahannya. Ini adalah materi paling mendasar pada tahu perpindahan kalimat.
Apakah pelajar yang terlalu banyak grammar, kemampuan berbicara para pelajar bisa jadi lambat?
Bisa ya bila saja pembelajarannya dominasi grammar dan bisa tidak bila pelajaran reading dan speaking dimaksukkan.
Lantas, bagaimana para pelajar itu menjawab soal-soal dengan benar bila tidak punya fondasi grammar minimal kelas kata dan tenses? Apakah ujian Bahasa Inggris SD dan SMP mengarah ke speaking (bicara)?
Menjawab pertanyaan pertama, ujian tulis selalu menuntut kebenaran tata bahasa kecuali jawaban dalam pilihan ganda, tinggal klik aja yang yang dianggap benar. Dalam pilihan ganda, bila pelajar tidak tahu, tebak-tebakan pasti berlaku. Ada peluang untuk bisa benar, tergantung tebakan tepat atau tidak. Pada soal essai, kemungkinan tebak-tebakan sangat rendah.
Menjawab pertanyaan kedua, ujian speaking pasti belum berlaku mengingat kurikulum yang dipakai sekarang masih kurikulum K 13 dan Merdeka. Bahkan di tingkat universitas, ujian TOEFL tidak menawarkan ujian bicara.
Solusi
Adeeva seorang anak kelas 4 SD malah menguasai materi tenses luar kepala. Apakah ia kaku berbicara karena kebanyakan belajar grammar? Tentu tidak. Sebelum memasuki pelajaran grammar, ia menamatkan dua buku Reading (bacaan) berbahasa Inggris. Satu buku khusus sekedar membaca dengan suara nyaring disertai pemahaman arti bacaan dan satunya lagi, ia menjawab soal-soal cerita. Tahap kedua ini, dasar dasar grammar dimasukkan karena jawaban yang benar dibutuhkan.
Sekarang, ia sedang berada pada buku ketiga, Pre Intermediate Reading di mana jawaban pada soal sudah melebihi materi tenses.
Keuntungan yang Adeeva peroleh adalah kemampuan berbicara yang lebih terstruktur, tidak terbolak-balik. Ia pun lebih percaya diri untuk mengatakan sesuatu karena apa yang ia sampaikan telah ia yakini benar. Ya, itu karena ada keselarasan antara Reading, Speaking dan Grammar.
Selain itu, dengan tidak mengesampingkan grammar, pelajar kita sangat berpeluang untuk menulis essai atau artikel dan lainnya. Bukankah menulis bagian dari tuntutan akademik? Kita tentu bisa mendorong anak anak dan remaja menuliskan gagasan-gagasannya dan bahkan mendorongnya menulis buku.
Anak anak SD sangat berpeluang besar untuk punya kemampuan seperti Adeeva sanggup menguasai tenses luar kepala tanpa kehilangan target kurikulum selama kita mampu melakukan kombinasi pembelajaran yang tepat pada beragam materi dalam Bahasa Inggris yang tersedia.
Pada 2027, Kemendigdasmen akan menerapkan Bahasa Inggris mulai dari kelas 3 SD dengan harapan keaktifan berbicara siswa-siswi dapat berjalan dengan baik. Setelah itu, mereka akan membaca plus minus dari penerapan kurikulum dan dapat merancang pembelajaran yang lebih komprehensif agar target mencetak pelajar yang punya daya saing global yang mereka inginkan dapat terwujud.
Apakah grammar akan mendapatkan perhatian lebih? Let’s wait and see.
Overall, kita bisa beda langkah tapi punya tujuan yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa.
Zulkarnain Patwa
Selasa, 19 Mei 2026
The Ministry of Primary and Secondary Education (Kemendigdasmen) no longer focuses on grammar in school…
Menamatkan buku disertai pemahaman adalah hal istimewa bagi pelajar Indonesia. Betapa tidak, penelitian PISA (Programme…
SI (Syarikat Islam) is a large organization working in religion, social affairs, trade, education, and…
SI (Syarikat Islam) organisasi besar bergerak dalam keagamaan, sosial, perdagangan, pendidikan dan yang sangat penting…
Bridging smart teachers and talented students together has happened many times through a partnership between…
Mempertemukan guru dan pelajar berbakat telah berulang-ulang terlaksana melalui kerjasama antara GAIA di Pati, Jawa…
Leave a Comment