Dengan menanamkan kebiasaan membaca sejak masa anak-anak, niscaya kita tidak perlu khawatir lagi tentang kualitas pendidikan kita. Kebiasaan itulah yang akan melekat di dalam dirinya seiring dengan pertumbuhannya. Inilah rekayasa yang sedang kami jalankan melalui pembelajaran Bahasa Inggris.

Sekelompok kecil anak-anak ini baru merasa belajar bila mereka telah membaca. “Saya belum membaca lesson Mr. karena saya terlambat datang”, kata Aliza. “Saya mau membaca seorang diri saja”, lanjutnya. Ada rasa “cemburu” positif pada anak yang sudah memperoleh kesempatan. Cara berpikir ini lazim juga terjadi pada anak-anak lainnya yang belakangan mendapatkan jatah membaca didampingi langsung oleh guru kelasnya.

Melewati Masa Sulit

Bila mengingat awal-awal memperjuangkan literasi, susahnya minta ampun. Anak-anak berpikir bahwa Bahasa Inggris itu sekedar bicara tanpa harus membaca. Bila ada yang ditunjuk untuk membaca di depan kelas, ia akan berlari meninggalkan ruang belajar, bersembunyi seolah-olah tidak bisa ditemukan. Ah, betapa repotnya urusan ini! Untuk membuatnya bisa kembali di kelas, guru memberikan janji games (bermain) kosakata Inggris. Itu diterima. Dan agar tidak melarikan diri lagi, guru menawarkan bacaan yang mudah baginya.

Melalui proses perjalanan waktu yang cukup panjang, suasana berubah. Anak-anak mulai terinspirasi dari rekan-rekannya yang rajin membaca dan lancar bicara Inggris. Anak-anak yang tidak mau rajin membaca akan merasa tertinggal. Hal pendukung lainnya, pelajar yang lancar membaca tersebut selalu dengan senang hati mau membantu untuk membetulkan bacaan yang salah. Mereka tidak berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di mana yang kalah dipersepsikan tidak baik tapi saling bekerjasama melakukan yang terbaik.

Tantangan

RBB (Rumah Belajar Bersama) tidak mau mencetak generasi yang sekedar mampu bicara saja. Okay, mampu berbicara Inggris tanpa tahu tulisan, itu baik saja. Tapi jika kita ingin melangkah lebih jauh, apakah itu berfungsi dalam dunia akademik? Pasti tidak. Kita ingin generasi penerus itu mampu bicara Inggris, membaca buku berbahasa Inggris dan menulis dalam Bahasa Inggris.

Kalau kita punya pengetahuan tersebut, kenapa tidak diajarkan sekalian saja? Ada yang berpikir bahwa itu rumit. Tidak masalah. Mengutip B. J. Habibie, “Kerumitan adalah kesempatan untuk melakukan hal yang lebih baik”. Lagi pula, setelah rumit, pasti mudah.

Kemudahan membaca yang disukai anak-anak adalah membaca bersama-sama. Mereka yang belum terlalu fasih pun tidak keberatan, ikut membaca dengan suara yang diperkecil. Pelajar yang bacaannya bagus dan percaya diri akan menyaringkan suaranya sehingga secara tidak langsung mereka yang kurang lancar itu dapat mengetahui langsung cara membaca yang benar. Dan saat terjadi evaluasi (review), selalu terlihat kemajuan berarti.

Alangkah baiknya bila kebiasaan membaca ini tidak sekedar terjadi di RBB saja tapi juga di rumah masing-masing, sekolah atau lingkungan manapun juga sehingga kita dapat mengatakan setiap tempat adalah membaca.

Adakah rekayasa pengembangan literasi atau kualitas pendidikan yang lebih canggih?

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Jum’at 22 Mei 2028

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Keselarasan Ilmu Sejak Usia Dini

Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Pepatah Arab yang diadopsi Melayu mengingatkan…

3 jam ago

Kerinduan yang Terbayarkan

Oleh: Aris Irfan Bira, Kamis, 21 Mei 202 Saat ponsel istriku berbunyi, terdengar percakapan yang…

1 hari ago

Jadwal Padat, Bukan Hambatan Belajar

Belva dan Gavino dua orang bersaudara yang selalu menyapa dalam Bahasa Inggris baik saat baru…

2 hari ago

Different Approaches

The Ministry of Primary and Secondary Education (Kemendigdasmen) no longer focuses on grammar in school…

3 hari ago

Beda Langkah

Kemendigdasmen (Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah) tidak menekankan lagi pada pendekatan grammar (Tata Bahasa) pada…

3 hari ago

Membangkitkan Literasi Pelajar

Menamatkan buku disertai pemahaman adalah hal istimewa bagi pelajar Indonesia. Betapa tidak, penelitian PISA (Programme…

4 hari ago