Pelajar yang mempunyai kecerdasan lebih di atas rekan-rekan kelasnya sebaiknya diberi kepercayaan. Guru dapat menunjuknya untuk memimpin beberapa orang agar ia mengajarkan materi yang telah ia pahami. Ia akan tambah paham dan kembali belajar menjelaskan pemahamannya. Mental percaya diri pun terbangun. Sedangkan pelajar yang diajar merasa bisa lebih santai karena diajar oleh temannya sendiri dan pasti ingin selevel dalam hal kecerdasan.

Adam anak yang cepat memahami pelajaran. Ia akan menggambar atau menemani rekan di dekatnya untuk bicara manakala ia telah mengerti materi yang sedang dipelajari. Pengaruhnya ini cepat menyebar di mana kelas suara di kelas akan lebih riuh tapi bukan membahas pelajaran tetapi gossip ala anak anak.

Apakah Adam harus dihukum? Tidak perlu. Kita buat ia sibuk tapi harus tetap diawasi dengan jalan menunjuknya menjadi memimpin. Ia bertanggungjawab mengajarkan hal yang ia pahami. dua sampai tiga orang yang ia didik cukup sebagai langkah awal agar ia tidak kewalahan mengkondisikan kelas. Namun ini harus tetap diawasi karena bisa jadi Adam tidak membahas pelajaran alias kembali bergosip.

Begitupun pada Nabila dan Aliza. Keduanya masing-masing menunjuk beberapa orang yang mereka senangi untuk diajar. Setelah itu, kelas dibuat terpisah namun tidak berjauhan agar nuansa belajarnya saling terlihat. Waktu yang diberikan sekitar sepuluh sampai lima belas menit untuk memahamkan. Ketika jam yang ditentukan berakhir, setiap kelompok tampil menerangkan hal yang dipelajari. Di sini terlihat kelompok mana yang lebih mampu belajar secara team.

Untuk melihat titik kelemahan, bisa jadi yang memimpin kurang tahu cara menjelaskan pemahamannya kepada rekannya atau pelajar yang diajar belum tidak cocok dengan metode ini. Pendekatan personal pun dilakukan oleh guru agar ke depan mereka dapat lebih kompak dalam mencapai target pelajaran.

Penulis membaca bahwa cara belajar ini terlihat lebih rileks. Karena tidak tergantung pada guru utama kelas, mereka cenderung berpikir lebih kreatif dengan menciptakan cara sendiri dalam memahami suatu materi. Dan itu dibuat dari hasil musyawarah yang kemudian disepakati oleh pemimpinnya masing-masing.

Kecerdasan lebih dan kepercayaan yang diberikan kepada pelajar yang cerdas tersebut adalah kekuatan yang dahsyat yang sangat efektif digunakan untuk mempengaruhi rekan-rekan yang lain untuk ikut cerdas dan terpercaya—mereka juga ingin memperoleh kesempatan menjadi pemimpin kecil.

Zulkarnain Patwa
Bulukumba, Jum’at, 15 Mei 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Parents’ Happiness Through Their Children

Attraction and Resistance. Gentleness creates attraction. Harshness creates resistance. A mother, by her natural disposition,…

3 jam ago

Little Leaders

Students who possess greater intelligence than their classmates should be given trust and responsibility. Teachers…

4 jam ago

Kebahagiaan Orang Tua pada Prestasi Anak

Daya tarik dan daya tolak. Kelembutan meciptakan daya tarik. Kekerasan menciptakan daya tolak. Seorang ibu…

21 jam ago

Nur Azizah Patwa, Atlit Peraih Medali Perak Sea Games

Tidak semua perjuangan lahir dari keadaan yang mudah. Ada yang tumbuh dari kehilangan, dari air…

1 hari ago

Karena Perjuangan dan Cinta

"Eh. Jadi tentara anakku", kata Daeng Uttang sambil menatap foto anaknya berseragam tentara. Saya turut…

1 hari ago

Ditte and the Sea

The Real Vacation of a Danish Diving Instructor Caoralia Liveaboard became an introduction to the…

2 hari ago