Matematika Tidak Menakutkan

Pernahkah anda membayangkan anak kelas 1 atau 2 SD mengerti perkalian 1 sampai 9 di luar kepala? Patta Tiro Daeng Malaja anak yang tergolong pandai berhitung dan diakui oleh teman teman sekolahnya. Sejak TK, Tiro telah ikut pelajaran matematika dimana setelah kelas belajar selesai, Hermayanto Daeng Malaja, ayahnya Tiro, tidak langsung membawanya pulang ke rumah melainkan mengambil papan tulis dan spidol dan melakukan pengulangan penjumlahan, perkalian dan pengurangan.

Kebiasaan berhitung ini tertanam dengan baik dalam diri Tro. Ia telah terbiasa dengan penjumlahan angka puluhan dan perkalian. Penguatannya terletak pada Modul Perkalian dan Pembagian Metode 40. Berbagai macam jurus dilakukan agar ia mau menjawab soal soal sebanyak 40 kali untuk satu tahapan materi. Anak TK ini bukan lagi belajar menulis angka tapi menjawab angka-angka dengan benar menggunakan pikirannya sendiri.

Merasa cukup aman, Tiro pun kemudian ‘menghilang’ dari RBB (Rumah Belajar Bersama) dalam waktu cukup lama. Lalu ia masuk kelas 1 di SDN 2 Terang-Terang Bulukumba, Sulawesi Selatan–Salah satu sekolah terbaik. Setelah kelas 2 SD, ia baru kembali ke RBB. Ayahnya menyampaikan kabar gembira bahwa Tiro terkenal pintar berhitung berbagai pelajaran lainnya kecuali seni. Pendeknya. Ia anak berprestasi di sekolah. Itu kami dapat percaya karena Tiro punya pemahaman dasar-dasar berhitung dan wajah polosnya juga mengiyakan pernyataan ayahnya

Pada pertemuan pertama, kami mencoba mengecek ulang pemahaman Tiro pada perkalian secara lisan. Ia lancar dan cepat menjawab pada soal perkalian acak 1 sampai 5. Pada perkalian 6 sampai 9, ia juga mampu melakukannya dengan baik tanpa sekalipun melihat catatan. Cuma saja, ia masih butuh waktu yang cukup luang untuk bisa menjawab dengan benar. Ia masih membutuhkan beberapa pertemuan untuk paham seluruh perkalian secara acak sebelum masuk materi pembagian secara acak juga. Setelah itu, ia akan mempelajari kuadrat, pecahan, persen dan sebagainya.

Kecerdasan anak seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang luar biasa, biasa saja. Tapi karena realitas di lingkungan sekitar kita, banyak anak anak sekolah yang hingga kelas 4 SD belum mampu menjawab dengan cepat penjumlahan sederhana, terlebih lagi perkalian, Tiro terlihat istimewa di sekolahnya. Masalah ini sebenarnya mudah terselesaikan. Cukup mengikuti cara yang dilakukan Tiro sebagaimana yang dijelaskan di atas atau menjadikan kegiatan berhitung itu sebagai aktivitas anak sehari-hari di rumah masing-masing.

Dengan demikian, bayangan kita kepada anak anak kelas 1 atau 2 SD lancar perkalian ataupun sederetan aritmatika sederhana dapat terwujud sehingga Matematika yang sering dianggap pelajaran menakutkan itu bukan lagi masalah bagi anak-anak kita. Mereka akan senang berhitung sebagaimana Tiro dan anak anak pintar lainnya.

Zulkarnain Patwa

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Wawasan Dunia dan Jalangkote Menyatu

Pembelajaran pagi hari di Kampung Belajar adalah kelanjutan tentang kota-kota besar. Bila pada sehari sebelumnya…

15 jam ago

Menghapus Batas Dunia dari Kampung Belajar

Kisah Mr. Hill yang seorang pilot yang pernah bekerja di Royal Air Force (Angkatan Udara…

2 hari ago

"Apa pelajaran, Mister?" tanya Faika saat baru saja tiba di kelas pagi Kampung Belajar. "Kamu…

3 hari ago

Keajaiban Lidah dan Logika dalam Bahasa Inggris

Ketika melihat atau mendidik orang dewasa belajar bahasa Inggris yang tidak tahu alasan penempatan verb…

4 hari ago

Ruang Kreatif Aul di Kampung Belajar

Andi Kalimbara Aulian AF. alias Aul seorang anak kelas 3 di SDN 193 dari Kec.…

5 hari ago

Serpihan Surga dalam Kepungan Plastik

Indonesia adalah serpihan surga yang diturunkan ke bumi (qit'atun min al-jannah), ungkap Syekh Mahmud Syaltut…

5 hari ago