Hemat Waktu

Satu-satunya pelajar yang setelah pulang sekolah langsung belajar lagi adalah Rhenald Karuna Tanzil. Sekolah Rhenald di SMPN 1 Bulukumba, sekitar 100 meter dari RBB (Rumah Belajar Bersama). Jarak yang dekat ini membuatnya menghemat waktu dan tenaga untuk memenuhi kebutuhannya mahir berbahasa Inggris. Ganti pakaian seragam sekolah dengan pakaian harian, itu tidak perlu baginya.
 
Rhenald terkadang terlihat sangat kelelahan dan mengantuk. Mungkin itu efek tugas atau kegiatan sekolah yang padat. Bila itu terjadi, ia akan duduk saja tanpa mengerjakan latihannya. Mr. Ancha, guru utama kelasnya, pun maklum dan membiarkannya hingga rasa capeknya hilang. Ia menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk belajar.
 
Perlahan tapi pasti, pelajar kelas 1 SMP ini ternyata telah tamat buku Basic English Grammar (tata bahasa Inggris dasar) yang tebalnya hampir 600 halaman. Wajar bila ia jarang sekali menanyakan persoalan pelajaran sekolah. Yang ia pikirkan adalah bagaimana cara menamatkan buku grammar tahap kedua yang akan memudahkannya menghadapi pelajaran sekolah tingkat SMA.
 
Untuk urusan reading (bacaan), ia telah mampu mengucapkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris dengan lumayan fasih dan relatif tidak ada kendala yang berarti memahami cerita cerita bacaan Inggris sederhana. Hal ini ia peroleh dari kebiasaannya praktek membaca setelah ia menjawab soal-soal cerita. Latihan seperti ini perlu terus ia lanjutkan agar tercipta keselarasan antara grammar dan reading yang akan sangat berpengaruh pada speaking-nya.
 
Dibalik kemajuan Rhenald ini, bukan berarti ia tidak punya masalah dalam proses belajar. Sikapnya yang pendiam membuatnya jarang bertanya. Ia cukup percaya diri dengan jawaban-jawaban yang ia buat pada latihannya. Konsekuensinya, takkala dicek, ia harus banyak melakukan perbaikan. Beruntung, ia telah mengerti Basic Grammar sehingga dengan segera, ia dapat menyadari kenapa ia salah dan melakukan perbaikan sendiri.
 
Keunggulan cara belajar Rhenald terletak pada ketekunannya yang terus bergerak maju. Sebagian orang enggan melanjutkan latihannya karena salah dalam menjawab atau tidak tahu. Pemikiran tersebut sama sekali tidak berlaku bagi Rhenald. Justru karena ia membuat kesalahan, ada jalan perbaikan Dari kesalahan-kesalahan pada jawabannya, para guru yang membantunya jadi lebih tahu materi apa yang Rhenald belum pahami secara utuh. Itulah yang didiskusikan bersama sampai ia benar-benar mengerti.
 
Seragam sekolah yang terus melekat di tubuhselama di RBB dan cara belajar belajar Rhenald ini menghemat banyak waktu. Ia tampil dengan caranya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya mahir berbahasa Inggris yang menurutnya akan ia gunakan untuk lulus bersekolah di salah satu SMA terbaik pilihannya nanti dan cita-cita yang lebih tinggi lainnya di masa mudanya kelak.

Zulkarnain Patwa
Jum’at, 3 April 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

13 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

2 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

3 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

4 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago