Buku Tahap Kedua

Afifah anak SD yang telah tamat satu buku Basic Reading (Bacaan Dasar). Dari sini, ia terlihat punya kemampuan untuk mengucapkan kosa kata Inggris dengan intonasi yang berirama, enak didengar. Dan kemampuan itu terus diasah pada tingkatan buku kedua yang sedang ia pelajari. Bedanya, kali ini ia tidak hanya dituntut membaca dengan suara nyaring tapi juga mengerti isi cerita dan menjawab soal soal cerita.

Pekerjaan ini awalnya tidak mudah bagi Afifah mengingat ia sama sekali tidak mengikuti kelas grammar (tata bahasa) dimana jawaban pada soal soal pasti membutuhkan penulisan yang sesuai kaidah grammar. Untuk itu, sebelum menjawab ia terlebih dahulu membaca secara berulang cerita inggris hingga paham dan kemudian mengerti trik trik menjawab dengan benar adalah sebuah keharusan. Namanya juga trik, pola belajar sebagaimana kelas grammar tidak diberlakukan. Yang terpenting cara menjawab sudah benar, itu cukup.

Yang menarik dalam dunia belajar Afifah adalah semangat berlatihnya di atas rata rata. Setiap kali belajar, ia selalu duduk dengan tenang dan menggerakkan penanya hingga semua tugas soal soal ceritanya yang menjadi ia selesaikan. Untuk beberapa hal-hal sulit ia ingin mengerti, ia tanyakan langsung kepada guru kelasnya. Setelah ia, tuntas ia pun segera membaca dengan nyaring cerita singkat tersebut disertai kumpulan jawaban yang ia yakini benar.

Pada pertemuan perdana setelah Ramadhan 2026 ini, Afifah belajar sembilan puluh menit penuh tanpa istirahat. Ia sibuk me-review bacaannya dari lesson satu sampai lesson enam. Cerita dari lesson satu sampai lima sekedar membaca cerita Inggris saja namun pada lesson enam, ia membaca cerita sekaligus menjawab soal-soalnya. Baginya ini bukanlah hal yang begitu sulit karena beragam cara menyelesaikan masalah telah banyak ia pelajari sebelum Ramadhan. Dan review kali ini upaya menyegarkan kembali kebiasaan membacanya setelah beberapa waktu istirahat liburan jelang hingga pasca Idul Fitri 2026.

Pelajar yang tekun tentu tidak berhenti pada satu tahapan buku saja. Afifah tahu bahwa tantangan buku kedua yang ia hadapi bukan perkara yang mudah. Terdapat delapan puluh empat lesson yang harus tuntas dan itu pasti membutuhkan waktu, daya tahan dan kecerdasan untuk menyelesaikannya.Kehadirannya di kelas secara teratur adalah bukti bahwa ia sedang berjuang untuk menamatkan buku keduanya ini. Ia menemukan cara tersendiri membuat dirinya selalu semangat dalam belajar. Dan tentu, kita pun ingin melihat ia berhasil mewujudkan harapan tersebut.

Zulkarnain Patwa 
* Pengajar Rumah Belajar Bersama
* Sabtu, 28 Maret 2026

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

12 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

1 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

2 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

3 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago