Salman Al Farisi pada Perang Khandaq

Sensei Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sulawesi Selatan ziarah ke makam Salman Al Farisi di Irak. Seperti apa sosok Salman hingga menarik perhatian untuk diziarahi?

Salman melakukan perjalanan jauh dari Persia (Iran) ke Arab setelah mendengarkan kabar agama tauhid dari kenabian Muhammad SAW. Ia adalah keluarga yang terpandang dengan kehidupan yang nyaman. Peralihan menjadi pengembara religius membuatnya mengalami derita yang panjang baik dari kesulitan ekonomi hingga pemukulan fisik sampai niatnya terpenuhi, bertemu dengan Baginda Nabi.

Jasa Salman yang paling kesohor adalah perang Khandaq. Gagasannya berupa penggalian parit untuk menghalau pasukan Arab yang ahli berkuda diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan parit, pasukan berkuda itu tidak akan berfungsi efektif. Sangat sulit melewati parit keadaan tidak cedera.

Di lain pihak, Abu Sofyan pimpinan kaum Quraish berhasil mengkonsolidasikan suku suku Arab termasuk Yahudi dengan kekuatan tersebar guna memberikan serangan terakhir untuk menghancur leburkan ummat Islam berikut dengan ajarannya. Dengan jumlah pasukan yang tidak setara, mereka sangat percaya diri akan memperoleh kemenangan besar.

Setelah tiba di Madinah, barulah mereka terhenyak kaget dan jengkel. Wajar karena waktu itu strategi parit ini sebelumnya tidak dikenali di Arab tapi kecerdasan strategi perang ala Persia.

Pengepungan melelahkan pasukan Abu Sofyan terhadap Madinah tidak membuahkan hasil. Mereka tak sanggup menembus parit. Memang ada beberapa orang jagoan Quraish yang sanggup tembus tapi nasibnya sama saja, mati.

Banyak kisah heroik dalam perang Khandaq ini yang dengan sengaja tidak terjelaskan di sini. Tulisan ini sekedar pengantar yang tindak lanjutnya dapat anda telusuri di internet atau buku sejarah. Ujung yang penulis sampaikan pada perang parit ini adalah kemenangan jatuh di tangan ummat Islam.

Ziarah seperti Sensei Ir. Abdul Djalil Razak ke makam Salman memang sangat penting. Sedikitnya, dengan melihat postingan foto ini di grup INKAI Sulawesi Selatan, penulis mencoba menghimpun kembali bacaan dan kajian intelektual semasa bergelut dalam pergerakan mahasiswa dan membaginya kepada pembaca kajian lebih lanjut.

Selamat berziarah di negeri negeri terjauh, Pak Ketua bersama istri tercinta. Semoga perjalanan lancar dan kembali ke Indonesia dengan selamat.

Zulkarnain Patwa
* Humas INKAI Sulawesi Selatan

Jeneponto, 26 September 2024
Perjalanan Makassar-Bulukumba

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Kepentingan Kuliah

Belajar sejak buaian ibu hingga ke liang lahat. Pengingat yang disampaikan Nabi Muhammad SAW ini…

19 jam ago

Permainan Serius

Belajar dengan suasana bermain adalah pilihan yang diberikan pada anak anak setelah pembelajaran serius selesai.…

2 hari ago

Bakat Anak Enam Tahun

Afwa anak TK (Taman Kanak-Kanak) yang suka mengikuti banyak kegiatan belajar. Saat berumur lima tahun,…

2 hari ago

Liburan Belajar Mahasiswa

Kesadaran mengisi liburan dengan belajar itu biasanya dimiliki oleh orang-orang dewasa. Mereka yang sedang berkuliah…

3 hari ago

Menemukan Cara Belajar Efektif

Dunia pendidikan mesti akrab dengan bacaan buku. Tugas para guru bukan sebatas mampu mentransfer pengetahuannya…

3 hari ago

Selangkah Lebih Maju

Datang dan pergi adalah perjalanan hidup manusia. Kita akan berkunjung kembali ke tempat yang telah…

4 hari ago