Terpilihnya Duta Wisata Bulukumba 2020 (1) Bersambung…

Bulukumba, RBB (24/8)—Kepopuleran pariwisata Bulukumba telah sampai pada tingkat dunia. Ini bisa dilihat dari icon Bulukumba yaitu Pinisi telah ditetapkan oleh UNESCO (United Nations Scientific and Cultural Organization) sabagai bagian dari warisan dunia pada 2017. Dinas Pariwisata (Dispar) Bulukumba dari tahun ke tahun terus melakukan eksplorasi lebih jauh agar potensi pariwisata yang lainnya terus tergali dan turut terkenal ke dunia internasional.

Dan untuk pengembangan sumber daya pariwisata pemuda dan pemudi, Dispar Bulukumba mengadakan acara tahunan lomba Duta Wisata. Tahun 2020 ini, Dispar menggandeng Adwindo (Asosiasi Duta Wisata) Bulukumba sebagai panitia dan mengangkat tema “Peran Millenial Bulukumba menuju Era Industri 4.0”.

Terdapat 24 peserta dengan komposisi 12 putra dan 12 putri. Untuk memperoleh kwalitas yang terbaik, ditetapkanlah 3 kategori penilaian yaitu:

  1. Attitude (sikap)
  2. Knowledge (Pengetahuan)
  3. Performance (Penampilan).

Menurut Rezky Hutama Putra, Ketua Adwindo Bulukumba, “Sikap yang kami utamakan dalam penilaian ini. Selama kurang lebih 1 minggu, kami memperhatikan sikap peserta dalam menghadapi beberapa moment. Sedangkan mengenai pengetahuan, tentunya semua sudah tahu kalau menjadi duta membutuhkan pengetahuan yang baik. Dan penampilan, kami menilai postur tubuh yang proporsional serta penampilan yang menarik”, terangnya.

Babak penyisihan hingga Grand Final Duta Wisata ini dilaksanakan di GOR (Gelanggang Olah Raga), berakhir pada 22 Agustus 2020. Pada Grand Final, 5 (lima) orang juri yang telah matang pengalaman yaitu Tomy Satria Yulianto (Wakil Bupati), Rezky Hutama Putra (Ketua Adwindo), Andi Ayu Cahyani (Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Dispar), Andi Minie Patongai (Kepala Bidang Destinasi Dispar), dan Rezky Purnamasari masing-masing memberikan penilaian terbaiknya.

Keputusan team juri yang diumumkan oleh pembawa acara menetapkan bahwa juara 1 putra jatuh pada Muhammad Arsal, Mahasiswa Politeknik Pariwisata Makassar. Adapun Juara Putri jatuh pada Nur Aliyah Patwa, Mahasiswi Universitas Negeri Makassar. Suara musik menggema diirigi tepuk tangan meriah dan ucapan selamat pun menyambut.

Sebagai juara Duta Wisata Bulukumba, mereka diharapkan mampu berpikir, berkreasi dan memanfaatkan Era Industri 4.0 sebagai alat percepatan promosi pariwisata Bulukumba yang ber-tagline Pesona Tanpa Batas.

Zulkarnain Patwa
Staf Rumah Belajar Bersama

 

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

12 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

1 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

2 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

3 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago