Risma Aulia Udhar bersama kedua anaknya; Ahmad Faqiwh Dzakwan dan Adelia Dwy Rayhanah setelah di Rumah Belajar Bersama. Foto pada Jum'at 15 Agustus 2020
Untuk pendidikan non formal, Risma memilih lembaga yang ia yakini bukan hanya karena lembaga itu sudah terkenal sejak lama tapi juga karena kwalitasnya memang dapat diandalkan. Pilihan pendidikan anak-anaknya jatuh pada Rumah Belajar. Menurut Risma, “Banyak anak anak dari teman temanku berhasil di kelas Baca Tulis dengan baik”, kata ibu 3 (tiga) anak ini.
Meskipun ia begitu semangat mengantar anaknya mengantar untuk mengikutkan pada kegiatan bermanfaat, ia sangat tahu kebutuhan yang utama yang harus didahulukan. Ia menjelaskan, “Sebenarnya anakku dulu (baca: 2019) pernah di Rumah Belajar cuma ia kepadatan jadwal; sekolah, ikut saya ke kantor, mengaji, puisi, dan Rumah Belajar. Anak saya lelah. Saat ada wabah Corona, anak-anak saya sudah tidak terlalu sibuk, tidak ke sekolah. Rumah Belajar buka kelas, ya saya masukkan kembali ke sini. Sekarang, Ahmad Faqiwh Dzakwan berumur 8 tahun ikut kelas Matematika dan Adelia Dwy Rayhanah berumur 5 tahun ikut kelas Baca Tulis.”, terangnya.
Mengenai kemajuan belajar yang dicapai, Risma menjelaskan, “Faqiwh itu dulu hanya bisa penjumlahan. Setelah di Rumah Belajar, saya heran, kok anak ini bisa ya perkalian. Hampir tiap pertemuan ada saja progress (kemajuan). Sekarang ia sudah bisa penjumlahan ribuan dan itu luar biasa”, katanya jujur. “Sedangkan Adelia pada Baca Tulis, ia tidak ada dasar sama sekali . Sekarang ia sudah bisa membaca gabungan suku kata dan masuk pada pelajaran bagaimana membaca huruf mati pada kata”, tambahnya.
Mengenai cara mendidik di rumah, Risma melanjutkan bahwa kemajuan itu karena ia menanamkan kebiasaan belajar yang ia tanamkan sejak anaknya Faqiwh masih TK (Taman Kanak-Kanak). “Anak pertama adalah motivasi awal supaya buat adik-adiknya bisa mengikut ke kakaknya. Saya pun menghadirkan permainan yang bersifat edukatif, menyiapkan bahan bacaan dan membatasi tontonan. Saya selalu mendampingi dan memonitoring PR (Pekerjaan Rumah) yang diberikan dari tempat belajarnya”, katanya meyakinkan.
Sebagai penutup, Risma melanjutkan bahwa dirinya sebagai orang tua harus pro aktif, peduli dan jeli melihat tumbuh kembangnya anak-anak. Jadi bukan hanya proses belajarnya tapi bagaimana mereka bersikap dalam kehidupan sehari-hari.
Zulkarnain Patwa
Staf Rumah Belajar Bersama
Pada 1901, benih ide kemerdekaan Indonesia lahir. Ratu Wilhelmina mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan Politik…
Dwi Tunggal antara Sukarno dan Hatta sungguh dahsyat, Indonesia merdeka--tanpa menaikkan peran toko-tokoh lainnya. Dari…
Matematika selalu menjadi momok mengerikan bagi pelajar SD. Penyebabnya sederhana. Sejak kelas 1 sampai kelas…
Heboh mereka. Ungkapan kegembiraan belajar yang digambarkan Miss Fathy. Literasi berbahasa Inggris dikemas dalam bentuk…
Pelajar kelas Reading (Membaca) biasanya membaca tanpa perlu tahu banyak tentang unsur yang membentuk suatu…
Dua orang anak kembali berhasil menyetor perubahan verbal tenses di luar kepala secara teratur (11/08/2026).…
Leave a Comment