Mengapa Harus Baca Tulis?

RBB (11/8)—Dalam pendidikan, ada hal yang sederhana dan penting yang luput dari perhatian. Hal ini dialami oleh Indonesia. Kita telah menyaksikan siswa-siswi yang terima masuk SD (Sekolah Dasar) kelas 1 diwajibkan telah harus mengerti Baca Tulis. Di Bulukumba, ramai orang tua ingin memasukkan anaknya di sekolah unggulan. Sebuah pertanda bahwa anak-anak telah pandai Baca Tulis. Pada tahap ini, orang-orang mudah berpendapat bahwa Baca Tulis tuntas.

Kenyataan di lapangan tidak sepenuhnya demikian. Banyaknya anak-anak tetap diterima di SD dan parahnya, mereka tetap dapat naik kelas meskipun tidak lancar membaca. Siti Satriana—pengajar Matematika RBB—memahami masalah ini. Siti berkata, “Siswa-siswa tetap naik kelas meskipun tidak tahu atau tidak lancar membaca.” Di RBB pun pada kelas Matematika, pernah terdapat beberapa siswa yang kelas 3 dan 4 tidak tahu membaca. Sebuah pertanda bahwa terdapat masalah besar pada tingkatan kelas di bawahnya.

Standar kurikulum nasional seperti ini memberatkan siswa-siswi yang menyebabkan RBB menawarkan solusi dengan membuka kelas Baca Tulis. Siti yang terinspirasi dari moteode Iqra (cara mengenal huruf Arab dan Baca Qur’an) berkreasi dengan membuat modul Baca Tulis. Langkah ini membuat anak anak TK (Taman Kanak-Kanak) pun bisa ikut belajar sehingga sehingga dapat terselamatkan semenjak usia dini.

Meskipun peminat tinggi, kelas ini sanat membatasi jumlah siswa, maksimal 8 sampai 10 orang dengan 1 orang guru. Saat ini terdapat 3 guru Baca Tulis dengan pilihan belajar lebih beragam; Senin, Rabu, Jum’at atau Selasa, Kamis, Jum’at dengan durasi 90 menit tiap pertemun.

Zulkarnain Patwa

Staf  Pengajar Rumah Belajar Bersama

 

 

Zulkarnain Patwa

Leave a Comment
Share
Diterbitkan oleh
Zulkarnain Patwa

Recent Posts

Teror Pencerdasan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris ataupun bahasa asing apapun juga pasti terasa asing dilidah bila tidak dibiasakan. Mengulangi…

11 jam ago

Tragedi 8 x 3 di SMK Menampar Wajah Kurikulum Kita

Kejeniusan Mr. Crack, B. J. Habibie, tentulah turut mengharumkan nama baik Indonesia, disegani di dunia…

1 hari ago

Menghapus Sekat Belajar

Salah eja atau ucap seringkali dialami para pelajar bahasa inggris. Fokus kebanyakan orang adalah kemahiran…

2 hari ago

Di RBB, Pelajar yang Paling Pintar Pun Jadi Biasa Saja

Para pelajar yang menguasai perubahan seluruh kalimat tenses dengan segala bentuk perubahannya bukanlah jaminan bahwa…

3 hari ago

Memoar Kak Madi: Pepaya Matang WME Kembali ke Pemilik-Nya

Ahmadi Hatta adalah mahasiswa jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 87. Pada tahun 2000-an,…

5 hari ago

Terbaik: Setiap Tempat Adalah Belajar

Suatu pembelajaran akan terasa sangat mudah dipelajari apabila para pelajar tidak asing dengan lingkungan kehidupan…

5 hari ago