Kategori: Uncategorized

  • Enjoying Togetherness

    The exhaustion of a long night of karate training didn’t have to make me reluctant to get up early. Aris Irfan  invited me to accompany him to pick a guest up at 8:00 a.m. at the  tourism area in Bira heading to Sultan Hasanuddin Airport in Makassar. I’m always excited to meet new people and see a window of the world through conversations with knowledgeable foreigners without having to set foot in a foreign country.The exhaustion of a long night of karate training didn’t have to make me reluctant to get up early. Aris Irfan invited me to accompany him to pick a guest up at 8:00 a.m. at the  tourism area in Bira heading to Sultan Hasanuddin Airport in Makassar. I’m always excited to meet new people and see a window of the world through conversations with knowledgeable foreigners without having to set foot in a foreign country.

    Wow! that was truly interesting. In Bira, we met a cheerful young girl who is on vacation with her father and mother. We briefly chatted with the family, who seemed happy about their vacation. We saw the way they communicated with each other, exuding positive energy, as we witnessed the girl saying goodbye to her parents.

     

    When we were in the car, Tessa told us that she is a student in a five-month exchange from her university in the Netherlands to Gadjah Mada University in Yogyakarta. She is going to return to her university in the Netherlands next month.

    Tessa’s curiosity about the vast world has driven her to travel the world. Because she has visited so many countries, she lost count. Being in Indonesia, where she has time to study and explore the beauty of islands like Bira, the vast and enchanting expanse, has greatly supported her hope and education, as she is majoring in International Relations.

    Indonesian students, especially those with at least English language skills, are also encouraged to follow iTessa’s footsteps. This opportunity is abundant because student exchange relationship is built on good relations between countries and then followed by a collaboration between universities. Therefore, it is important for students to become proficient in foreign languages by enrolling in alternative educational institutions like Rumah Belajar Bersama or other similar institutions to develop themselves before entering university.

    Being in a foreign country, Tessa has a positive impression of the Islamic world. She believes that Indonesians have a strong social awarness. She has learned this from her experience, witnessing how even people living in poverty still think of others by helping others. This is rare in her country which has highly individualistic lives in Europe.

    The world is full of color and diverse daily activities. Karate, however tiring, strengthens the mind and body. Meeting new international people enriches our perspective and ties the bonds of brotherhood, like those of Mr. Irfan and others like him, making life more meaningful.

    Zulkarnain Patwa
    * Independent Writer

  • Menikmati Kebersamaan

    Menikmati Kebersamaan

    Kelelahan latihan panjang bela diri karate di malam hari tidaklah mesti membuat saya malas bangun pagi. Aris Irfan mengajak saya menemaninya untuk menjemput seorang tamunya jam 08.00 pagi di kawasan wisata Bira yang mau ke Airport Sultan Hasanuddin di Makassar. Saya pun selalu bersemangat bertemu dengan orang orang baru melihat jendela dunia yang luas berdasarkan obrolan dengan orang asing yang punya wawasan tanpa saya harus menginjakkan negeri orang.

    Wah, sungguh menarik. Di Bira kami bertemu dengan seorang gadis muda periang yang ternyata liburan bers0ama ayah dan ibunya. Kami sempat saling bercerita sejenak dengan keluarga yang terlihat berbahagia liburan di Indonesia itu. Hal itu kami lihat dari cara berkomunikasinya sesama keluarga yang memancarkan energi positif dengan menyaksikan bagaimana gadis itu pamit kepada kedua orang tuanya.

    Setelah berada di mobil, Tessa memberitahukan bahwa dirinya mahasiswi yang sedang memperoleh pertukaran pelajar dari kampusnya di Belanda ke Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta selama lima bulan. Satu bulan ke depan ia akan kembali ke universitasnya di Belanda.

    Rasa ingin tahu mengenal dunia yang luas ini membuat Tessa berkeliling dunia. Sebegitu banyaknya negara yang pernah ia kunjungi, ia tidak sempat lagi menghitungnya. Dan berada di Indonesia dimana ada waktu belajar dan berkeliling menikmati keindahan pulau-pulaunya semisal Bira yang terbentang luas dan mempesona sangat mendukung harapan dan pendidikannya yang memilih jurusan Hubungan Internasional.

    Para pelajar Indonesia khususnya yang telah mempunyai kemampuan berbahasa asing minimal Bahasa Inggris penting juga untuk mengikuti jejak Tessa. Kesempatan ini sangat terbuka karena relasi pertukaran pelajar tersebut atas dibangun atas hubungan baik antar negara dan kemudian diikuti oleh kerjasama antar universitas. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi pelajar sekolah untuk mahir berbahasa asing dengan cara bergabung di lembaga pendidikan alternatif semisal RumahBelajar Bersama atau lembaga apapun itu untuk mengembangkan diri sebelum masuk ke jenjang universitas.

    Mi

    Berada di negeri orang, Tessa punya kesan positif terhadap dunia Islam. Ia memandang bahwa orang Indonesia itu punya kepekaan sosial yang tinggi. Hal itu ia baca dari pengalamannya menyaksikan dimana orang bahkan hidupnya miskin sekalipun masih sempat memikirkan orang lain dengan membantu. Kejadian ini jarang terjadi di negaranya karena kehidupan di Eropa yang sangat individualis.

    Dunia penuh dengan warna warni dengan beragam kegiatan harian. Karate yang betapapun melelahkan, itu memperkuat mental dan fisik, berkenalan dengan orang baru memperkaya cara pandang kita dan mempererat ikatan persaudaraan seperti Pak Irfan dan orang sederetannya membuat hidup ini jadi lebih bermakna.

    Zulkarnain Patwa
    * Penulis Bebas

  • Orang Dewasa pada Bahasa Inggris

    Orang Dewasa pada Bahasa Inggris

    Orang dewasa biasanya hadir belajar Bahasa Inggris karena alasan yang sangat penting. Yang paling lazim kita temui adalah alasan lanjut kuliah S 2 di dalam atau luar negeri atau tuntutan kerja di luar negeri.

    Uswatun Khazana A. adalah lulusan Kebidanan S 2 di Universitas Hasanuddin dan D 4 di Megarezki pada jurusan yang sama, Sulawesi Selatan memilih belajar Bahasa Inggris karena ingin bekerja sebagai tenaga kerja kesehatan di Arab Saudi. Alasannya sederhana, gaji yang layak bisa ia peroleh.

    Sejak jam 13.00 hingga jelang malam hari, Uswa duduk di tempat yang sama. Ia hanya bergeser sejenak untuk urusan makan atau shalat. Menurut keterangan ayahnya, semasa kuliah, ia meraih predikat cum laude (mahasiswa lulusan perguruan tinggi yang prestasi akademiknya yang luar biasa). Jadi tidaklah mengherankan bila ia punya ketekunan belajar di atas rata rata.

    Mengapa Uswa begitu gigih belajar Bahasa Inggris? “Saya memang ingin ke luar negeri tapi saya mau tahu ilmunya”, terangnya. Dari penjelasan singkat sini, kita dapat menangkap bahwa selain urusan pragmatis pekerjaan, ia memang termasuk orang yang suka menuntut ilmu. Dan ia punya peluang besar untuk itu karena cara belajarnya selama lebih dari satu bukan sekedar untuk tahu melainkan paham secara detail dari tiap bab yang dipelajari.

    Dua orang guru kelasnya pun punya kwalifikasi yang meyakinkan dengan pengalaman bertahun-tahun pernah belajar hingga materi tingkat tinggi selama bertahun-tahun di Kampung Inggris Pare, Kediri Jawa Timur. Mr. Ancha mengajar Uswa di kelas Reading (membaca teks Inggris disertai kewajiban menjawab soal-soal cerita) dan Mr. Agung pada Grammar (Tata Bahasa). Uswa berpikir bahwa meskipun berbeda materi pada tiap kelas, apa yang semua dipelajari saling terhubung dan itulah yang membuatnya lebih tertantang. ‘Apa yang selama ini yang semasa sekolah dan kuliah, baru saya mengerti sekarang’, jelasnya. Ia percaya inilah jalan yang ia tempuh untuk membuatnya punya keahlian berbahasa asing yang selama ini ia impikan.

    Cara berpikir dari perempuan dewasa seperti Uswa yang memilih berkarir dengan terlebih dahulu mengedepankan menuntut ilmu sangat kita butuhkan untuk meningkatkan kwalitas hidup masyarakat. Pekerjaan yang akan ia dapatkan pun tentulah bukanlah rendahan. Selain mampu menuntaskan persoalan ekonomi, ia juga juga punya keluasan pengetahuan yang dapat ia oleh jauh lebih baik dalam anak-anaknya di rumah yang mana ini adalah pondasi paling utama dalam mendidik dan mencetak generasi yang lebih punya daya saing di masa akan datang.

    Zulkarnain Patwa
    Pengajar Bahasa Inggris

  • Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Rekan rekan perguruan karate INKADO (Institut Karate-Do Indonesia);Luwu Timur (Lutim) ini punya daya saing yang bagus. Perkenalan dengan suasana akrab mulai terjalin baik sejak Desember 2024 saat team INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) langsung dipimpin oleh Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sul Sel dimana penulis bertugas sebagai Manager INKAI Sul Sel bertandang ke kejuaraan yang mereka adakan di Bumi Batara Guru, Sorowako, Lutim, Sulawesi Selatan. Sekedar info saja, perjalanan dari Makassar ke Lutim itu sekitar 24 jam dengan naik bus.

    Waktu itu, kekuatan atlet Lutim terlihat sedang tumbuh disertai semangat bertanding yang tinggi. Dan INKAI Sul Sel tetap tidak menganggap remeh tuan rumah dengan tetap menurunkan sebagian besar atlet terbaiknya yang telah punya segudang pengalaman pada kejuaraan besar untuk menambah pengalaman tanding pada kunjungan daerah terjauh di Sul Sel. Hasilnya, INKAI Sul Sel untuk merebut juara Umum 1. INKADO Lutim berada pada posisi Juara Umum 2.

    Betapa mengejutkan, pada kejuaraan Kemenpora RI pada Nopember 2025 di GOR Sudiang, Sulawesi Selatan, INKADO Lutim tiba tiba berhasil merebut Juara Umum 3. Kali ia memang dua tingkat dari INKAI Sul Sel yang meraih Juara Umum 1 dimana kejuaraan sebelumnya ia berada di bawah satu tingkat saja. Tapi ini lebih berarti karena kejuaraan ini yang jauh lebih bergengsi dimana para atlet berbakat nan handal dari berbagai macam penjuru turun berlaga. Kita tahu bahwa tidakkah mudah bagi sebuah perguruan tiba tiba muncul sebagai juara, capaian kejuaraan terbaik bagi INKADO Lutim pasca teror Covid 19.

    Mari kita cek capaian medali dari rilis resmi pada ranking medals Piala Menpora RI, 2025.

    Juara Umum 1, INKAI Sul Sel
    25 Emas, 26 Perak, 13 Perunggu

    Juara Umum 2, Kodam XIV Hasanuddin
    16 Emas, 11 Perak, 12 Perunggu

    Juara Umum 3, INKADO Lutim
    11 Emas, 5 Perak, 18 Perunggu

    Dari sebaran media sosial, penulis tahu bahwa setelah menjadi tuan rumah kejuaraan pada 2024 itu, INKADO Lutim lebih aktif lagi melaksanakan latihan. Beberapa teknik gerakan sebaran video karatenya pun telah berubah dan lebih baik dari yang sebelumnya. Menyaksikan perkembangannya, hemat penulis ini bukanlah hal tiba tiba tapi hal wajar ia mampu merebut posisi ketiga. Seperti yang lazim disebut orang, usaha itu tidak mengkhianati hasil.

    Dalam kejuaraan, tiap perguruan saling berkompetisi untuk meraih juara tapi hubungan yang baik mestilah harus selalu terjalin sebagaimana yang kita lakukan. Selamat ya buat INKADO Lutim. Anda telah turut berhasil menyita perhatian dan masuk bagian dari perguruan karate yang diperhitungkan karena membuktikan telah meraih Juara Umum di kejuaraan yang bergengsi di Indonesia.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar Bahasa Inggris di RumahBelajar Bersama

  • Kunci Kemajuan Bahasa Inggris

    Kunci Kemajuan Bahasa Inggris

    Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba di Sulawesi Selatan, memberikan Piagam Penghargaan kepada Rumah Belajar Bersama (RBB) atas dedikasi RBB dalam jangka waktu yang panjang konsisten mengembangkan literasi di Bulukumba pada peresmian Bunda Leterasi dan sekaligus peresmian gedung perpustakaan terbaru dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah Bulukumba.

    Ini adalah pertama kali penulis sempat menyapa Pak Bupati yang dikenal bisa berbahasa asing dan sering mengunjungi berbagai macam negara. Hal ini lazim kita ketahui karena pidatonya sering kali menyebut negeri negeri jauh yang ia percaya dapat dijadikan contoh yang baik untuk memajukan perekonomian Bulukumba.

    Karena titik perhatian penulis pada pendidikan untuk memajukan daerah, tentu beberapa gagasan tersampaikan semisal pentingnya kwalitas pendidikan Bahasa Inggris buat pelajar SD (Sekolah Dasar) ditekankan, bukan hanya sebatas slogan bahwa anak SD wajib berbahasa Inggris setiap hari Rabu di sekolah. Yang paling utama adalah kwalitas guru bahasa Inggris yang benar-benar berkompetisi unggul. Bila di SD kacau, hampir dapat dipastikan, Bahasa Inggris di SMP, SMA dan Universitas juga turut berantakan. Tidak ada yang bisa dibangun bila tidak punya fondasi. Ini seperti yang dialami oleh kebanyakan pelajar Indonesia sebelum diterapkannya Bahasa Inggris di SD.

    Perbaikan Bahasa Inggris di SD adalah kunci keberhasilan. Terlebih peluangnya besar karena Bulukumba dengan segala kekayaan wisatanya yang mendunia adalah salah satu pusat perhatian dan kunjungan wisata mancanegara di Sulawesi Selatan dimana para wisatawan tersebut dapat dimanfaatkan untuk praktek lapangan secara langsung. Kita semua tahu bahwa banyak turis bertebaran di daerah kita tapi siapa yang pernah merancang memberdayakan dengan tepat sasaran untuk menambah khazanah intelektual para pelajar sekolah dan pemuda pemudi kita?

    Gagasan ini dengan sepenuh hati kami sampaikan agar dampak pencerdasan tersebut punya jangkauan lebih luas dibandingkan apa yang telah dan terus dikerjakan oleh RBB selama ini mengingat Pemerintah Daerah punya kebijakan dan doi (uang) untuk mempercepat perubahan. Dan satu hal penting lagi, sebagaimana Kampung Inggris di Kediri, Jawa Timur ataupun bangsa bangsa lain yang telah maju, kita harus siap berinvestasi untuk mengedepankan kwalitas pekerjaan yang benar benar berbobot agar hasilnya tidak sekedar aman di atas lembaran kertas laporan tapi juga manusia yang dikelola punya hasil yang mampuni yang siap mengisi dan membuka lapangan pekerjaan nantinya.

    Terakhir, kami tidak pernah berpikir untuk mendapatkan Piagam Penghargaan namun kami sangat menghargai cara kerja yang benar dari Perpustakaan Daerah Bulukumba dalam mendeteksi pegiat Literasi Bulukumba yang punya kerja konsisten dimana ternyata di dalamnya ada juga nama RBB. Karena Anda, pertemuan sejenak dengan Pak Bupati dan beberapa pejabat daerah untuk menyampaikan saran yang berharga pun dapat terlaksana.

    Zulkarnain Patwa
    * Pemerhati Pendidikan

  • Akrab karena Bahasa Inggris

    Akrab karena Bahasa Inggris

    Ayla mendapat kunjungan dari Maurizio dari Italia untuk praktek Bahasa Inggris. Kontan saja, setelah kenalan, Ayla bertanya “How old are you?” Sebuah pernyataan yang dianggap tidak sopan menanyakan umur. Tapi karena melihat Ayla dengan wajah ceria, Mariozio tanpa sungkan menjawab bahwa umurnya 67 tahun. Ayla lalu “maggolla” (memuji), “You look young. I think you are 40 years old.” (Saya pikir 40 tahun). Keduanya tertawa.

    Sejurus kemudian, Ayla bertanya lagi, “Do you have Instagram (IG)?”. Maurizio kaget lagi dan tersenyum. Setelah saling tukar IG, di sini Ayla tahu bahwa Maurizio seorang ahli desain kapal modern yang sering berkeliling dunia.

    Ayla tidak berhenti menanyakan kehidupan pribadi Bapak ini. “Do you have a wife, children? (Apakah Anda punya istri, anak?) Hal hal pribadi lainya pun ditanya terus. Maurizio tidak merasa terusik dan dengan senang hati dan penuh menjelaskan panjang lebar tentang kehidupan keluarganya.

    Maurizio lalu bertanya, “Do you understand?” (Apakah Anda mengerti?” Alya dengan wajah lugu bilang, “No.” (Tidak)😀. Ayla kemudian meminta Maurizio untuk bicara agak perlahan. Cerita kembali diulang dan barulah Ayla paham.

    Bagi dunia anak, pertanyaan pertanyaan tabu kepada orang asing itu menyenangkan. Orang seperti Ayla sama sekali tidak peduli betapa pun telah diingatkan bahwa sebaiknya tidak menanyakan hal hal seperti di atas saat pertama kali bertemu. Ayla enjoys aja.

    Dan orang asing yang terdidik seperti Maurizio tahu betul bahwa Ayla sedang berusaha menyampaikan pertanyaan apapun yang terbetik di hatinya. Dan karena sama sama mengeluarkan energi positif, mereka jadi akrab.

    Selamat terus belajar Ayla. Bukalah jendela dunia dengan Bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan lainnya.

    Terima kasih banyak Om Aris Irfan di Villa Malomo Bira yang membantu sehingga diskusi dengan nuansa pendidikan ini dapat terlaksana. Sukses selalu buat Villa Malomo.

    Foto pada November 2022

    Zulkarnain Patwa

  • Pelatih Masa Kecil

    Pelatih Masa Kecil

    ‘You should not forget who you are and where you come from’, kata Raja Jepang pada film The Last Samurai. Terjemahan bebasnya bilang, kamu tidak boleh lupa siapa dirimu dan darimana kamu berasal.

    Masa kecil saya berlatih karate di INKAI Kodim Bulukumba dan salah satu pelatihnya adalah Senpai Hj. Rahma yang kini tidak tinggal lagi di Bulukumba melainkan di Gowa. Alhamdulillah, dalam berbagai kejuaraan dia selalu hadir karena dia menjadi bagian dari pengurus inti INKAI Sulawesi Selatan. Seluruh kebutuhan makan dan pengurus dan atlet berada dalam tanggung jawabnya. Dia harus memastikan semua atlet yang biasanya berterbangan kemana mana telah cukup energi sebelum turun berlaga.

    Di sela sela kesibukan Senpai Aji–panggilan akrabnya, saya selalu bergembira menyapa dan bertemu dengannya. Entah apa, saya bahagia saja. Ya, dia adalah guru, pelatih yang telah turut banyak berjasa melatih para karate ka Bulukumba pada masanya. Dan saya adalah bagian yang tentu tidak melupakannya.

    Dan sepertinya, meskipun saya sudah tumbuh dewasa, Senpai Aji masih menganggap saya anak anak. Minimal sebagai anak didiknya. Dan apapun itu, aku bangga dilatih olehnya.

    Foto saat INKAI Sulawesi Selatan Juara Umum 1 pada Kejuaraan Karate Piala Menpora RI pada 16 Nopember 2025 di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan

  • Terbaik dari yang Terbaik

    Terbaik dari yang Terbaik

    Untuk kesekian kalinya, INKAI Sul Sel (Sulawesi Selatan) semakin menguatkan diri sebagai Juara Umum 1 tak terbantahkan. Piala Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) Republik Indonesia pada 16 – 18 Nopember 2025 di GOR Sudiang, Makassar pun diraih dengan mengokohkan diri di posisi puncak.

    Dan sudah menjadi kebiasaan setiap juara diraih, para atlet mengangkat Ketua Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sul Sel, sebagai wujud rasa bangga dan cinta yang selama dalam kepemimpinannya berhasil menjadikan INKAI the best of the best (Terbaik dari yang terbaik) dengan pembuktian meraih beragam Juara Umum 1 dalam berbagai Open Tournament (Kejuaraan Terbuka) yang memungkinkan seluruh perguruan karate se Indonesia hadir bertanding.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pengajar di Rumah BelajarBersama
    * Pelatih INKAI Bulukumba

  • Proving Our Best

    Proving Our Best

    INKAI (Institute Karate Do Indonesia) South Sulawesi has always won in various major Open Tournaments of karate competitions because the management and senpai dan sensei (karate intructors) have successfully built a champion mentality, driven by relentless effort and a strong sense of courage in facing every challenge.

    It’s no surprise that every INKAI South Sulawesi athlete who competes always strives for their best. Even if some of our athletes only win silver or bronze, they always think about how they can win gold in the next competition.

    Even gold medalists don’t just go training karate as they want. They are aware that greater challenges will surely come soon. The best atheletes will be immediately replaced if they are detected not dicipline.

    According to Ir. Abdul Djalil Razak, Chairman of INKAI South Sulawesi, if the first-place winners don’t practice hard, they will be replaced by the second-place winner as a representative and also carry the mandate and responsibility to elevate and bring honor to INKAI South Sulawesi and prove even greater achievements.

    It is natural that karate intructors and athletes from all INKAI do jo (the place to practice karate) in each district in South Sulawesi welcome TC (Training Center) implementations to create the best athletes as a great preparation to go international standard, a great target of INKAI center in Jakarta for its kohai (members of karate ) spreading throughout Indonesia.

    Note:
    In that photo, the author represents INKAI South Sulawesi to receive the first Champion Trophy at the karate championship in Sorowako, East Luwu, South Sulawesi, Indonesia.

    Zulkarnain Patwa
    * Manager of INKAI South Sulawesi at the Open Tournament, Karate Championship in North Luwu, 2024.
    * Public Relations Officer of INKAI South Sulawesi.
    * Karate Intructor of INKAI Bulukumba

  • Pembuktian sebagai Terbaik

    Pembuktian sebagai Terbaik

    INKAI (Institut Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan juara umum satu dalam berbagai kejuaraan besar terbuka di berbagai kompetisi karate karena pengurus dan pelatih berhasil menanamkan mental juara yang diikuti dengan usaha tiada henti dan dengan kepala tegak berani menghadapi setiap kendala yang dihadapi.

    Tidaklah mengherankan, setiap atlet INKAI Sulawesi Selatan yang turun berlaga selalu mengusahakan yang terbaik. Bahkan betapa pun atlet atlet kita ada yang sekedar meraih Perak atau Perunggu, mereka selalu berpikir bagaimana caranya agar pada kejuaraan berikutnya mereka bisa meraih emas.

    Peraih emas pun tidak bersantai. Mereka sadar tantangan yang lebih besar pasti datang. Posisi terbaik akan segera diganti bila terdeteksi malas atau sesuka hati saja datang berlatih.
    Menurut Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sulawesi Selatan, Yang juara satu bila tidak rajin latihan, orangnya akan diganti oleh atlet juara dua sebagai representasi dan sekaligus mengemban amanah dan tanggung jawab mengangkat dan mengharumkan nama INKAI Sulawesi Selatan ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.

    Wajarlah bila pelatih dan atlet seluruh do jo INKAI di tiap kabupaten sambut menyambut melaksanakan TC (Training Center) untuk mencetak atlet atlet terbaik yang akan didorong untuk go internasional, sebuah target INKAI Pusat untuk para kohai-nya yang menyebar di seluruh Indonesia.

    Note:
    Pada foto, penulis mewakili INKAI Sulawesi Selatan untuk menerima Piala Juara Umum 1 di kejuaraan karate di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

    Zulkarnain Patwa
    * Manager INKAI Sulawesi Selatan pada Open Tournament, Kejuaraan Karate di Luwu Utara, 2024.
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan.
    * Pelatih INKAI Bulukumba.