Kategori: Olahraga

  • Karate, Bahasa Inggris dan Intelektualitas

    Karate, Bahasa Inggris dan Intelektualitas

    Soal ujian Kumite dan Kata (Pertarungan dan Jurus) standar WKF (World Karate Federation) yang diikuti Indonesia memang bikin pening kepala para peserta yang ikut ujian. Beruntung, di Sulawesi Selatan ada sosok Prof. Muzakkir yang telah malang melintang di dunia internasional dan punya kecerdasan menyederhanakan dengan Bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh peserta pelatihan FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan yang penulis ikuti pada 2023 dan 2026.

    Dari modul pembelajaran yang tersebar versi Bahasa Indonesia, orang orang yang tidak mengerti dasar-dasar Bahasa Inggris pasti sangat kewalahan memahaminya. Misal, kata ‘tongkat kegembiraan’ sebenarnya berasal dari kata ‘joy sticks’, alat elektronik yang dipegang oleh juri untuk menilai poin. Kemungkinan besar proses penerjemahan sekedar menggunakan terjemahan google atau semacamnya tanpa melibatkan manusia mengeditnya.

    Karena terlanjur mengikuti WKF, Bahasa Inggris menjadi alat komunikasi yang penting, minimal dasar-dasarnya. Bila tidak, Wasit Juri kita hanya mampu sampai level nasional saja, sulit bersaing di tingkat internasional. Soal soal ujian tindak lanjut pun tidak pakai bahasa Indonesia lagi, pasti Inggris. Itu saja sudah repot. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya wasit juri Indonesia berkomunikasi dengan sesama juri yang berbeda negara bila terdapat protes yang sulit dipecahkan dalam suatu pertandingan.

    Penulis mengajukan beberapa penjelasan dan pertanyaan pada pembahasan aturan WKF (World Karate Federation) yang disosiasikan melalui FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan. Seminar ini dipandu  langsung oleh Sensei Uceng sebagai MC (Master of Ceremony) dan Prof. Muzakkir sebagai pembicara utama di Universitas Kristen Indonesia Paulus. Makassar, Senin 13 April 2026.

    Kapasitas lain yang dibutuhkan adalah kecerdasan intelektual. Wasit Juri bukanlah atlet yang harus menampilkan keahliannya dalam bela diri. Mereka adalah orang-orang dituntut menganalisa gerakan yang sesuai dengan standar WKF, termasuk kesalahan yang diperbuat. Persoalan yang tidak tercatat dalam aturan pun biasanya muncul. Misal, dalam aturan 10 detik, tiba tiba seorang atlet pingsan. Apa guna menghitung 10 detik bagi orang pingsan? Dan bagaimana bila ia sadar dan siap lagi bertarung sebelum atau setelah tiga menit ditangani dokter? Keputusan mesti dibuat dan itu tidak boleh bertentangan dasar aturan. Itu butuh nalar intelektual.

    Intelektual yang bisa berbahasa Inggris–Bahasa Jepang juga perlu juga agar tahu asal usul kata dari istilah yang dipakai dalam karate–perlu dicetak lebih banyak guna membantu menerjemahkan dan menjelaskan kepada pelajar karate tahap awal. Sosok Prof. Muzakkir yang juga Dosen UNHAS (Universitas Hasanuddin) Makassar berhasil mengkombinasikan pengetahuan berbasis akademik dengan pengetahuan karate patut dicontoh karena punya peranan besar dalam membuat karate itu mudah dimengerti oleh orang orang yang menggeluti dunia karate.

    Zulkarnain Patwa
    * Peserta Ujian Wasit Juri FORKI Sulawesi Selatan.
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan.
    * Direktur dan Pengajar Bahasa Inggris di Rumah Belajar Bersama.

    Makassar, Senin 13 April 2026

  • Teman

    Teman

    Menjalin silaturahmi dengan teman-teman itu wow banget deh. Kita bisa ngobrol apa saja, tidak perlu menentukan tema, tanpa alur sistematika berpikir dan tanpa menang atau kalah kayak debat. Obrolan bebas sebagaimana air yang mengalir. Dan yang paling asyik, canda tawa bikin bahagia.

    Memang sih, hidup itu butuh serius dalam menempuh cita cita. Tapi apa iya hidup kita ini lebih banyak serius dari pada santai? Dengan memperbanyak kawan, kita bisa lebih santai membicarakan hal hal yang serius. Bahkan, hampir tiada beban bertanya hal hal remeh temeh.

    Rekan di foto ini adalah Senpai Sardi Sar. Saat ujian sabuk hitam DAN 3 karate, penulis satu kamar hotel dengannya. Penulis minta tolong agar berkenan memperagakan beberapa Kata (Jurus) bahan ujian. Sembari baring, penulis nonton dan begitu pun sebaliknya hingga ada keyakinan bahwa Kata tersebut bisa dipraktekkan dengan baik saat ujian.

    Yang satu lagi Senpai Wama Andi Patawari. Senior kami satu ini orangnya periang dan suka terus terang. Apa yang ingin dikatakannya tidak dicicil, kontan saja tanpa ada beban. Humoris? Iya. Kritis? Iya juga. Ia punya kemauan yang kuat dan berjuang sekuat tenaga.

    Hasil ujian tulis Senpai Wama pada Wasit Juri Karate yang kami ikuti di FORKI (Federasi Karate Do Indonesia) Sulawesi Selatan yang baru-baru kami ikuti juga bagus. Itu berkat hasil belajarnya disertai keramahtamahannya, beberapa orang dari daerah berkumpul di rumahnya di Makassar membahas soal-soal ujian. Untuk memimpin Wasit Juri Karate di atas Tatami (matras tanding), dengan memperbanyak praktek, ia pasti akan jadi lebih baik.

    Silaturahmi memperkuat ikatan persaudaraan, menepis prasangka. Kita jadi lebih mengerti mengapa teman kita seperti ini dan itu. Saling menghargai perbedaan pun terbangun. Pada saat yang sama, kita tetap bisa ngobrol santai yang sesekali diselingi candaan tawa tanpa beban melepaskan kepenatan berpikir dan hidup. Tidakkah itu membahagiakan?

    Zulkarnain Patwa
    Makassar, Rabu 15 April 2026.

  • Ujian Karate

    Ujian Karate

    Jantung keberlanjutan organisasi terletak pada kadernisasi. Tidak ada kaderisasi, perlahan tapi pasti organisasi itu mati dengan sendirinya. INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) sebagai bagian dari perguruan karate pertama di Indonesia telah punya langkah sistematis yang diwariskan dari generasi ke generasi sehingga perguruan besar ini masih tetap punya nafas yang panjang. Ujian kenaikan sabuk/penurunan kyu dilaksanakan dua kali dalam setahun.

    Para peserta Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu.

    Sehubungan dengan menjelang masuknya bulan Ramadhan yang jatuh pada 18 Februari 2026, banyak Dojo memanfaatkan Minggu terakhir sebelum Ramadhan tepatnya 15 Februari 2026 termasuk Inkai Kodim Bulukumba. Langkah awal ini diikuti oleh dua puluh dua orang kohai (baca: atlet karate) sebagai pemicu awal untuk ujian lebih semarak yang direncanakan pada Maret, pasca Idul Fitri.

    Senpai Bakhtiar Senapati, Plt. Ketua INKAI Bulukumba pada sambutan Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026.

    Yang menarik adalah INKAI Bulukumba mulai dari pengurus, para pelatih dan para atlet senior (maksudnya kohai yang bersabuk tinggi seperti coklat dan hitam) secara serentak bahu membahu menyemangati para kohai yang ujian dengan hadir di sesi Gashuku dan saat ujian berlangsung. Pak Bakhtiar Senapati, Ketua INKAI Bulukumba, dalam sambutannya mengingatkan agar anak anaknya menjaga ritme latihan yang teratur. ‘Jangan mentang-mentang sabuknya sudah tinggi, malas latihan’, terangnya. Pesan tersebut ia terapkan juga pada dirinya dimana anaknya Raihan Athallah bukan saja berprestasi di berbagai kejuaraan besar karate tapi juga sampai pada sabuk Hitam DAN II, sebuah capaian yang jarang dimiliki oleh atlet Bulukumba.

    Sensei Sarifuddin, Ketua Panitia Ujian dan Sekretaris INKAI Bulukumba pada sambutan Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026
    Sensei Sarifuddin, Ketua Panitia Ujian dan Sekretaris INKAI Bulukumba pada sambutan Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026.

    Hal senada dikuatkan pada sambutan Sensei Sarifuddin Pasele Mattaro Mattaro, Pelatih Dojo INKAI Kodim, menitikberatkan pada kedisiplinan atlet dalam berlatih. Ujian adalah tahap kemajuan atlet namun itu tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Keberlanjutan latihan rutin perlu terus berjalan dan INKAI Bulukumba harus selalu siap menghadapi kejuaraan bergengsi lainnya dalam beberapa bulan ke depan.

    Sensei Achmad Sairodji, pada sambutan dan sekaligus membuka Ujian Kenaikan Sabuk/Penurunan Kyu di Aula Kodim Bulukumba pada Minggu, 15 Februari 2026.

    Sensei Achmad Sairodji sebagai representasi INKAI Sulawesi Selatan yang hadir sebagai team penguji membuka acara memberikan penjelasan lebih lanjut. INKAI Bulukumba sejak dahulu hingga sekarang melahirkan banyak juara karate. Ia menginginkan agar atlet INKAI bisa terjun pada kompetisi tingkat dunia (INKAI Goes to the World Class). Dalam pidato tersebut, ia menyampaikan bahwa dua orang atlet INKAI Sul Sel telah masuk target pembinaan INKAI Pusat dan dan berharap atlet Bulukumba termasuk juga di dalamnya di masa akan datang. Karena itu, beberapa kejuaraan dalam setelah Ramadhan perlu disiapkan dengan lebih matang oleh Bulukumba. Selain itu, sabuk hitam diharapkan untuk membuka Dojo di daerah yang dapat mereka jangkau agar perluasan penyebaran INKAI.

    Foto bersama setelah selesai ujian.

    Organisasi atau lebih tepatnya perguruan INKAI telah berhasil melakukan ujian dengan baik. Suatun tanda bahwa perguruan karate yang menyejarah di Bulukumba ini dapat terus membina generasi anak anak, remaja dan pemuda pemudi Bulukumba untuk berprestasi dan menjaga nama baik INKAI terus hidup dari generasi ke generasi.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar Rumah Belajar Bersama

  • Gashuku

    Gashuku

    Bagi para praktisi karate, Gashuku bukanlah hal yang asing dilaksanakan sebelum ujian kenaikan sabuk. Itu adalah latihan bersama memantapkan semua hal yang akan dihadapi saat ujian baik secara mental, teknik dan fisik yang mendorong para peserta percaya diri menghadapi ujian yang tantangannya berat.

    Gashuku INKAI Kodim Bulukumba kali ini agak istimewa karena dihadiri langsung oleh Penguji Kenaikan Sabuk yang juga yang punya segudang pengalaman menghadapi ujian kenaikan sabuk karena telah mencapai DAN VI pada sabuk hitam.

    Secara struktural, posisinya Wakil Ketua II INKAI Sulawesi Selatan. Namanya adalah Sensei Achmad Sairodji dengan panggilan akrab Sensei Odji. Setelah memperhatikan keadaan Gashuku, Sensei Odji memilih menekankan pemahaman akan pentingnya kuda kuda (stances) mengingat kuda kuda punya konsekuensi gerakan tersendiri. Kuda kuda yang tepat memaksimalkan posisi tubuh baik dalam hal menangkis ataupun menyerang.

    Para peserta Gashuku bersama para pelatih. Sensei Odji, Penguji INKAI Sul Sel dan Sensei Sarif dan Senpai Rauf, pelatih INKAI Kodim Bulukumba.

    Sensei Odji menjelaskan beberapa ilmu terpenting untuk kepentingan kumite (Pertarungan) dan Kata (Jurus) yaitu Kibadachi standardnya 50 : 50. Senkutsu Dachi standarnya 30 di kaki belakang, 70 di kaki depan. Kokutsu Dachi standardnya 60 di kaki depan, 40 di kaki belakang dan masih banyak lagi. Ini memang agak sulit dipahami di atas kertas namun bila anda atau anak anak anda terlibat langsung bergabung karate, hal tersebut akan lebih gampang dipahami karena terdapat keselarasan antara teori dan praktek sebagai atlet yang kebanyakan anak anak dan remaja pada Gashuku ini.

    Pilihan tempat Gashuku kali ini di Pantai Taman Cekkeng Bulukumba (14/02/2026) Pelatih INKAI Kodim Bulukumba Sensei Sarifuddin alias Pasele Mattaro Mattaro , DAN IV dan Senpai Rauf sengaja membawa atletnya ke suasana pantai karena hembusan angin membuat para atletnya merasa tidak terlalu kelelahan dimana angin pantai dengan mudah menyapu keringat, nafas mudah mendapatkan oksigen. Ruang terbuka yang sangat luas membuat pandangan tidak terbatas hingga ke langit. Gashuku yang serius tersebut seolah terbingkai dalam suasana rekriasi sehingga betapapun latihan ketat, lingkungan pantai menjadikannya terlihat lebih rileks.

    Gashuku dengan segala kompleksitas teori dan praktek yang berjalan lancar dan selesai dalam latihan sehari. Semua ini dapat jadi lebih mudah karena latihan secara teratur diterapkan dengan baik di Dojo INKAI Kodim Bulukumba. Saatnya semua atlet melangkah maju dengan percaya diri menghadapi ujian kenaikan sabuk. Semoga sukses.

    Zulkarnain Patwa 
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar RumahBelajar Bersama

  • Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Kemimpinan Juara Umum Karate 

    Ini penghormatan atlet INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) saat meraih Juara Umum 1 Kemenpora (Kejuaraan Kementerian Pemuda dan Olahraga) Republik Indonesia, 16 Nopember 2025 kepada Ketua INKAI Sul Sel, Ir. Abdul Djalil Razak yang selama dalam kepemimpinannya INKAI menjadi perguruan terbaik dalam berbagai kejuaraan besar dengan capaian sebagai perguruan paling sering Juara Umum–Kejuaraan terhitung sejak serangan pandemi covid 19.

    Bagaimana INKAI Sul Sel bisa sehebat itu? Singkatnya, pada masa covid, para atlet INKAI Sul Sel yang menyebar di seluruh daerah tetap aktif melaksanakan latihan–Termasuk Dojo INKAI Kodim Bulukumba–tentunya sesuai standar protokol kesehatan. Ditambah lagi dengan adanya inisiatif beragam kejuaraan internal INKAI seperti INKAI Kostrad Kariango dan Julu Siri di Maros, INKAI Gowa dan seleksi atlet terbaik di Lifiyura, markas utama INKAI Sul Sel. Dan ketika teror covid mereda, berbagai kejuaraan antar perguruan pun mulai dibuka, para atlet INKAI Sul Sel telah punya pengalaman yang matang dan mental kesiapan tanding lebih matang.

    Kita tahu, dalam kejuaraan itu seringkali terdapat masalah yang pelik untuk diselesaikan semisal atlet merasa dirugikan. Untuk itu, Ir. Djalil mempercayakan posisi Manager INKAI Sul Sel kepada Saiful Patwa yang mempunyai rekam jejak sebagai mantan Ketua Himpunan Teknik Perkapalan UNHAS (Universitas Hasanuddin) yang terbiasa mengolah kecerdasannya berargumentasi. Argumentasinya itulah yang sangat dibutuhkan dalam memperjuangkan hak hak atlet INKAI. Selain itu, ia pun dapat bernegosiasi untuk mencari jalan tengah sehingga semua pihak merasa tidak saling dirugikan.

    Dalam urusan coach (pendampingan atlet yang sedang berlaga), semua pelatih yang ditunjuk benar benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka bekerja seolah tanpa lelah mendampingi seluruh atlet mulai awal pertandingan hingga akhir, biasanya pagi hingga sore atau malam. Mereka memberikan arahan agar atletnya mampu meraih kemenangan. Dan yang tidak kalah menariknya adalah orang tua atlet, keluarga dari selalu turun langsung hadir menonton pertandingan untuk memberikan segala dukungan agar anak anaknya mampu meraih juara membuat para atlet benar benar berupaya secara maksimal.

    Kemimpinan Ir. Abdul Djalil Razak yang berhasil menggerakkan keaktifan para atlet dan menempatkan INKAI Sul Sel di posisi yang paling terhormat di tatami (baca: matras tanding karate) sangat layak dicontoh. Ini adalah jalan untuk mampu mencetak atlet nasional yang dapat bertarung di tatami internasional.

    Foto mengangkat Ketua INKAI Sul Sel berkeliling mengitari tatami saat menjuarai Kemenpora RI adalah cermin rasa cinta anak anaknya kepada sang Ketuanya. Ini bukan pertama kali dilakukan tapi telah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ketika INKAI meraih Juara Umum 1.

    Zulkarnain Patwa 
    * Humas INKAI Sul Sel
    * Pelatih INKAI Bulukumba

  • Juara Dayung SEA GAMES untuk Indonesia

    Juara Dayung SEA GAMES untuk Indonesia

    Target raih emas, kenyataan raih perak pada ajang SEA GAMES kali ini di Thailand, 2025. Indonesia memang mengalahkan tuan rumah Thailand pada posisi nomor tiga belum mampu melambung Vietnam.

    Itulah yang diraih atlet dayung Indonesia dimana salah seorang dari mereka ada yang kukenal dekat, Nur Azizah Patwa, mungkin karena mirip nama penulis 😀 .Teamnya sudah berjuang yang terbaik untuk Indonesia.

    Penulis tahu anak ini mengalami perubahan pola pikir dan sikap yang sangat berarti sejak di SMA. Sebelumnya Azizah hanya dikenal dengan istilah battala (gemuk) seperti badan pemain Sumo. Penulis menyebutnya gumbang (semacam guci air di taruh di tangga rumah kayu untuk cuci kaki) tapi tidak pernah menyebutkan itu secara langsung padanya dan berharap tidak pernah diketahuinya hingga kapan pun untuk menghargai perasaannya yang tanpa sadar memilih jalan hidup sebagai manusia battala.

    Tapi siapa sangka perjalanan hidup manusia yang panjang ini. Kedua orang tua Azizah, Sultan Rasyid Patwa dan Nur Wahidah Bakkas Tumengkol (almarhumah), dengan penuh kesabaran selalu memberikan pandangan tentang cara meraih masa depan yang cerah. Semua ini dilakukan tanpa paksaan agar pilihan hidup itu dilakukan secara sadar. Entah nasehat apa yang mengendap baik dalam pikirannya. Yang jelas, ia pun berubah dimulai dari perubahan badan battala jadi langsing. Itu sungguh mengangetkan. Entah kedua, pelatih dayungnya ketika ia masih proses pelangsingan badan pun pada masa itu sudah paham bahwa anak ini akan menjadi atlet olahraga yang handal. Dan itu kemudian terbukti dengan merebut dua emas pada PORDA (Pekan Olahraga Daerah) Sulawesi Selatan yang kemudian hari jadi pembuka jalan lebar menuju atlet nasional Indonesia.

    Raihan perak pada SEA GAMES buat Azizah dan teamnya ini bukanlah hasil puncak. Ini langkah awal untuk mengenal dunia yang lebih luas dengan melihat kwalitas atlet dari berbagai macam negara. Para atlet dan pelatih tentu lebih jeli membaca kelebihan dan kelemahan diri sendiri dan lawan. Perak bukanlah medali akhir betapapun kejuarannya telah berakhir. Akhir tersebut satu tangga terakhir menuju emas pada kejuaraan lebih bergengsi dan lebih besar berikutnya.

    Selamat buat Azizah dan team. Kalian adalah aset berharga yang dimiliki Indonesia yang membuat bangsa ini akan semakin dihargai di mata dunia. Tetap berlatih dengan tekun dan disiplin dimana keinginan dan tekad kalian harus lebih kuat dari segala latihan hingga suatu saat mampu membuktikan bahwa you are the best, the greatest. (Kalian yang terbaik, terbesar).

    Zulkarnain Patwa
    * Penulis Bebas

  • Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Kilasan INKADO Luwu Timur Jadi Perguruan Karate Bergengsi di Sul Sel

    Rekan rekan perguruan karate INKADO (Institut Karate-Do Indonesia);Luwu Timur (Lutim) ini punya daya saing yang bagus. Perkenalan dengan suasana akrab mulai terjalin baik sejak Desember 2024 saat team INKAI (Institut Karate-Do Indonesia) Sulawesi Selatan (Sul Sel) langsung dipimpin oleh Ir. Abdul Djalil Razak, Ketua INKAI Sul Sel dimana penulis bertugas sebagai Manager INKAI Sul Sel bertandang ke kejuaraan yang mereka adakan di Bumi Batara Guru, Sorowako, Lutim, Sulawesi Selatan. Sekedar info saja, perjalanan dari Makassar ke Lutim itu sekitar 24 jam dengan naik bus.

    Waktu itu, kekuatan atlet Lutim terlihat sedang tumbuh disertai semangat bertanding yang tinggi. Dan INKAI Sul Sel tetap tidak menganggap remeh tuan rumah dengan tetap menurunkan sebagian besar atlet terbaiknya yang telah punya segudang pengalaman pada kejuaraan besar untuk menambah pengalaman tanding pada kunjungan daerah terjauh di Sul Sel. Hasilnya, INKAI Sul Sel untuk merebut juara Umum 1. INKADO Lutim berada pada posisi Juara Umum 2.

    Betapa mengejutkan, pada kejuaraan Kemenpora RI pada Nopember 2025 di GOR Sudiang, Sulawesi Selatan, INKADO Lutim tiba tiba berhasil merebut Juara Umum 3. Kali ia memang dua tingkat dari INKAI Sul Sel yang meraih Juara Umum 1 dimana kejuaraan sebelumnya ia berada di bawah satu tingkat saja. Tapi ini lebih berarti karena kejuaraan ini yang jauh lebih bergengsi dimana para atlet berbakat nan handal dari berbagai macam penjuru turun berlaga. Kita tahu bahwa tidakkah mudah bagi sebuah perguruan tiba tiba muncul sebagai juara, capaian kejuaraan terbaik bagi INKADO Lutim pasca teror Covid 19.

    Mari kita cek capaian medali dari rilis resmi pada ranking medals Piala Menpora RI, 2025.

    Juara Umum 1, INKAI Sul Sel
    25 Emas, 26 Perak, 13 Perunggu

    Juara Umum 2, Kodam XIV Hasanuddin
    16 Emas, 11 Perak, 12 Perunggu

    Juara Umum 3, INKADO Lutim
    11 Emas, 5 Perak, 18 Perunggu

    Dari sebaran media sosial, penulis tahu bahwa setelah menjadi tuan rumah kejuaraan pada 2024 itu, INKADO Lutim lebih aktif lagi melaksanakan latihan. Beberapa teknik gerakan sebaran video karatenya pun telah berubah dan lebih baik dari yang sebelumnya. Menyaksikan perkembangannya, hemat penulis ini bukanlah hal tiba tiba tapi hal wajar ia mampu merebut posisi ketiga. Seperti yang lazim disebut orang, usaha itu tidak mengkhianati hasil.

    Dalam kejuaraan, tiap perguruan saling berkompetisi untuk meraih juara tapi hubungan yang baik mestilah harus selalu terjalin sebagaimana yang kita lakukan. Selamat ya buat INKADO Lutim. Anda telah turut berhasil menyita perhatian dan masuk bagian dari perguruan karate yang diperhitungkan karena membuktikan telah meraih Juara Umum di kejuaraan yang bergengsi di Indonesia.

    Zulkarnain Patwa
    * Humas INKAI Sulawesi Selatan
    * Pelatih INKAI Bulukumba
    * Pengajar Bahasa Inggris di RumahBelajar Bersama