Penulis: Zulkarnain Patwa

  • Jum’at Berkah dengan berbagi Donat

    Jum’at Berkah dengan berbagi Donat

    Bulukumba, RBB (14/08)—Menurut beberapa penceramah, hari Jum’at adalah hari raya mingguan ummat Islam. Ramai ummat Islam terutama laki-laki shalat Jum’at berjamaah di seluruh dunia. Dan ada pula yang berpendapat hari Jum’at itu hari yang sangat baik untuk berbagi.

    Rumah Belajar telah membiasakan berbagi makanan pada tiap jum’at kepada para pelajarnya. Selain alasan berkah Jum’at, ini adalah hari dimana semua pelajar Rumah Belajar berkumpul bersama. Donat bisa lebih mengakrabkan suasana saat keluar main.

    Inilah yang terjadi selama dua minggu terakhir ini. dan bagi bagi rekan-rekan yang mau turut menyumbang, Rumah Belajar dengan senang hati menyambutnya.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Bhs. Inggris: Menargetkan Tamat Satu Buku dalam Sebulan

    Bhs. Inggris: Menargetkan Tamat Satu Buku dalam Sebulan

    Bulukumba, RBB (14/08)—Ita Mufrita JBI (Juru Bahasa Isyarat) dan Fitrahwati Nur alumnus SMA 1 Bulukumba memilih waktu luangnya untuk belajar Bahasa Inggris. Ita memilih Rumah Belajar karena terkesan pada saat kunjungan pertama dimana orang-orangnya ‘welcome’ dan penuh keceriaan. Adapun Fitrah karena sebelumnya kakaknya telah bergabung selama bertahun tahun di Rumah Belajar.

    Ita mempelajari buku Questions and Aswers karya L. G. Alexander yang berisi 48 cerita; narasi dan dialog. Menurut kesepatakan dengan gurunya, ia berniat menuntaskan buku tersebut dalam 6 x pertemuan belajar. Dan pada pertemuan ke 3 hari ini, ia telah selesai membaca 24 cerita. Tadi ia sibuk mencari arti kosa kata yang tidak ia mengerti dan berlatih membaca dengan pelafalan yang benar.

    Adapun Fitrah yang karena akan kuliah di Makassar, waktu belajar di Bulukumba hanya sebulan. Gurunya menyarankan agar saat berada di rumah, Fitrah lebih banyak mengerjakan buku merah Basic English Grammar karya Betty Azar sehingga saat berada di Makassar, ia telah mempunyai bekal yang cukup untuk mengikuti kelas pre intermediate. Permintaan tersebut disangggupi.

    Menurut Nain, “Mengutamakan keaktifan belajar di kelas dan di rumah akan mempercepat proses pencerdasan pada kedua anak tersebut.” Ia pun melanjutkan, “Pandemi Corona alasan bukanlah yang untuk bermalas-malasan tapi alasan untuk lebih rajin karena waktu santai itu sebenarnya lebih banyak”, tutupnya.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Bahasa Inggris untuk Pemula

    Bahasa Inggris untuk Pemula

    Bulukumba, RBB (15/8)—Anak anak SD (Sekolah Dasar) di Rumah Belajar sore ini sedang belajar latihan dialog. Mereka terlebih dahulu menuliskan diskusi yang baru saja mereka pelajari bersama. Setelah itu, mereka akan menghapal dan melakukan praktek berbicara secara berpasangan.

    Adapun yang dipelajari adalah tentang penggunaan penggunaan Wh-Question pada “what, who dan where.” Kalimatnya berisi tentang perbedaan antara kalimat yang kata bendanya tunggal dan jamak. Contoh sederhana:

    1. A: What is this/that? (Apa ini/itu?)
    B: This/that is a tree. (Ini adalah sebuah pohon)
    2. A: Who are they? (Siapa mereka?

    B: They are Neyra and Fateh (mereka adalah Neyra dan Fateh.)
    3. A: Where are you? (Dimana Anda?)
    B: I am here.     (Saya di sini.)

    Beberapa kalimat tidak dituliskan di sini namun secara garis besar telah terdapat pada contoh di atas.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Kelas Baca Tulis: Ahdan Sudah Mau Berlatih Membaca di Rumah

    Kelas Baca Tulis: Ahdan Sudah Mau Berlatih Membaca di Rumah

    Bulukumba, RBB (15/8)—Dewi Lestari adalah orang tua pelajar yang selalu setia duduk di Rumah Belajar selama lebih dari satu bulan terakhir ini sambil menanti anaknya bernama Ahdan selesai di kelas Baca Tulis. Ahdan tidak ingin ibunya pulang saat ia sedang belajar.

    Mengapa Ibu Dewi mau menghabiskan waktu seperti ini? Menurutnya, “Ahdan sama sekali tidak mau belajar di rumah. Nanti setelah bergabung di Rumah Belajar, ia sudah mau berlatih dan mengulangi pelajarannya di rumah. Modul Baca Tulis membantunya praktek membaca di rumah”, kata Dewi dengan senang hati.

    Ibu Dewi dan Ahdan setelah kelas belajar.

    Mengenai kemajuan belajar Ahdan, Dewi mengatakan, “Anak saya sudah bisa membaca 2 (dua) suku kata seperti “buku, batu, nasi dan lainnya. Tapi untuk lima huruf “bangku, lampu” itu belum namun itu sudah menjadi kemajuan yang baik bagi Ahdan”, terangnya. Ia terus mengikutkan anaknya di Kelas Baca karena ia yakin bahwa dalam satu atau dua bulan ke depan, Ahdan sudah lancar membaca.

    Hal lain yang menggembirakan bagi Dewi adalah keinginan kuat dari Ahdan untuk datang ke Rumah Belajar meskipun belum memasuki waktu jam belajar. “ia ingin belajar tiap hari padahal waktu belajar belajarnya 3 x seminggu”, terang Dewi.

    Bagaimana setelah Ahdan pandai Baca Tulis. Dewi menjelaskan bahwa Ahdan sendiri yang ingin lanjut di kelas Matematika. Ibu ini pun memberi dukungan penuh pada semangat belajar yang demikian.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Bahasa Inggris untuk Pariwisata di Bira 2018 (1)

    Bahasa Inggris untuk Pariwisata di Bira 2018 (1)

    Bulukumba, RBB (14/8)—Pada 2018, Dinas Pariwisata Bulukumba bekerja sama dengan Rumah Belajar Bersama dengan mendidik rakyat Bira di kawasan wisata berbahasa Inggris. Program ini berjalan selama 6 bulan dengan 3 x pertemuan belajar dalam tiap minggu, terhitung Maret sampai September 2018, bertempat di Baruga Bira.

    Para pelajar dibekali dasar-dasar speaking (berbicara), khususnya bagaimana cara menyapa dan memulai dialog dengan orang asing. Mereka diminta untuk menghapal 40 pertanyaan disertai dengan jawaban. Sebagai contoh, seseorang berpura-pura menjadi turis dan seorang lagi sebaga orang lokal menyapa dan bertanya dalam Bahasa Inggris. Setelah itu, dialog dilakukan secara bergantian.

    Listen a dialog, 2018

    Setelah mereka lancar, pada hari-hari berikutnya praktek speaking di kelas terus dilakukan namun tidak lagi melihat teks tulisan melainkan menghapal semua bahan yang dalam dialog. Pengajarnya melakukan pendampingan dengan memperbaiki turut membetulkan pronounciation (pengucapan) yang sulit diucapkan oleh lidah orang Indonesia.

    Practicing a dialog in front of the class, 2018

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Perkalian dan Penjumlahan Desimal

    Perkalian dan Penjumlahan Desimal

    Bulukumba, RBB (13/8)— 5 (Lima) orang didikan Master Awal Fajri malam ini membahas tentang perkalian dan Penjumlahan Desimal. 2 (Dua) orang mengerjakan modul perkalian Metode 40 dan 3 orang mengerjakan Penjumlahan Desimal yang soalnya dari buku pelajaran sekolah.

    Dengan mengerjakan modul Metode 40,  Fathimah, kelas 3 SD (Sekolah Dasar) mengatakan bahwa dirinya telah lancar perkalian 2 dan 3. Sekarang ia sedang belajar perkalian 4. Hal yang sulit baginya adalah perkalian acak namun ia merasa lancar setelah mengerjakannya. Adapun Aura kelas 2 SD telah lancar 1 sampai 6 tapi penjumlahan susah, utamanya bila ada soal meminjam. Master Awal pun memerbanyak latihan pada penjumlahan

    Sedangkan 3 (Tiga) orang anak-anak kelas 5 SD yang berlatih Penjumlahan Desimal menganggap pelajaran ini sangat mudah. Master  Awal berkata, “Walaupun ada angka puluhan, ratusan dan ribuan, cukup dengan menjelaskan cara mensejajarkan koma pada angka, mereka akan mengerti dan cepat menyelesaikan soal”, terangnya.

    Setelah kelas belajar selesai, Nisrina S.Pd., yang datang menjemput anaknya mengatakan bahwa dirinya dan anak-anaknya senang. Gurunya sangat perhatian. “Anak laki-laki saya sangat semangat belajar dan mengajak adiknya yang perempuan bergabung”, kata Nisrina. Orang tua pelajar ini sepertinya turut bergembira ada selama teror ketakutan terhadap pandemi Corona, ada lembaga seperti Rumah Belajar yang menerima anak-anak untuk belajar secara tatap muka langsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

     

  • Tense sebagai Kunci Kemudahan Berbahasa Inggris

    Tense sebagai Kunci Kemudahan Berbahasa Inggris

    Bulukumba, RBB (13/8)—Siapa yang mengerti materi tense (baca:waktu), maka ia mudah membaca tulisan berbahasa Inggris. Ini karena setiap kalimat dan klausa mengandung tense. Karena pentingnya pelajaran ini, maka tidak heran jika kampus di berbagai universitas di Indonesia masih mengajarkan materi ini pada semester awal.

    Seorang anak kelas 5 SD (Sekolah Dasar) bernama Andi Alodia adalah bagian dari segelintir anak yang telah lancar tense verbal dan tense nominal* yang berhasil ia pahami melalui belajar intensif selama satu bulan. Metode yang dipakai untuk menguasainih bya adalah Medote 40—perulangan latihan soal baik secara lisan dan tulisan (minimal) sebanyak 40 kali. Pada tense verbal, ia memperoleh soal tulisan sebanyak 1.920 dan soal tense nominal sebanyak 960. Jadi ia telah mengerjakan sedikitnya 2.880 soal. Pada latihan lisan, ia memperoleh soal yang jauh lebih banyak.

    Setelah melalui proses belajar panjang tersebut, ia sudah jarang lagi bertanya saat membaca dan mengerjakan buku buku berbahasa Inggris berbahasa Inggris baik dari L. G. Alexander maupun Betty Scrampfer Azar. Hal yang biasa yang ia tanyakan yaitu kosa kasa yang baru ia temui—hal yang wajar dihadapi bagi tiap orang yang belajar bahasa asing dan berbagai kalimat mengandung materi lanjutan seperti gerund, adjective clause dan lainnya.

    Saat ini selain ia terus mendalami speaking (berbicara) dan grammar (tata bahasa), ia juga sedang fokus melatih diri untuk bisa tampil percaya diri di depan kelas. olehnya itu, ia selalu diberi tugas tampil di depan kelas untuk menceriterakan kisah kisah menarik yang terdapat pada buku L. G. Alexander.

    *Tense verbal dan tense nominal sebenarnya tidak dikenal dalam literatur buku berbahasa Inggris namun pembedaan ini akrab di Indonesia karena dianggap mudah untuk menjelaskan tense.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

     

  • Praktek Menjelaskan Buku Berhabasa Inggris

    Praktek Menjelaskan Buku Berhabasa Inggris

    Bulukumba, RBB (12/8)—Setelah melalui latihan sendiri sekitar 1 jam, 2 (dua) orang pelajar tampil di depan kelas mengisahkan satu cerita dari buku Question and Answer karya L. G. Alexander dan satu orang menjelaskan ulang Bab 2 pada Basic English Grammar, karya Betty Scrampfer Azar.

    Latihan menyusun pembahasan pada bab 2 di Buku Basic English Grammar

    Semua pelajar yang  baru saja praktek bercerita dan mengajar di depan kelas merasa cukup senang dan bangga karena bisa meguasai bahan yang mereka sampaikan. Menurut Nain, “Terdapat penguasaan baik terhadap materi tapi namanya juga pemula, mereka masih terbata-bata berekspresi dan sesekali gugup”, Katanya. “Langkah awal ini harus berkelanjutan agar mereka semakin gemar hingga sampai pada tahapan percaya diri untuk berbicara di publik. Selain itu, “Latihan ini membuatnya paham lebih mendalam terhadap bacaan berbahasa Inggris”, lanjut Guru Rumah Belajar ini.

    Hanifah is explaining “In A Departement Store” written by L. G. Alexander.

    Karena itulah, mereka diberi PR (Pekerjaan Rumah) dengan berlatih berbicara di rumahnya masing-masing sehingga tidak perlu lagi menyita waktu untuk latihan di kelas. Ini cara efektif dalam percepatan pencerdasan. Dan ke depan, setelah kepercayaan diri terbangun, mereka akan diwajibkan untuk menjelaskan dalam Bahasa Inggris.

    Zukarnain Patwa
    Rumah Belajar Bersama

  • Bahasa Inggris: Melatih Kepercayaan Diri Berbicara

    Bahasa Inggris: Melatih Kepercayaan Diri Berbicara

    Bulukumba, RBB—kedua pelajar ini telah membaca buku L. G. Alexander berjudul Question and Answer yang berisi kumpulan dialog. Mereka telah praktek bicara dan memahami isinya.

    Pada Rabu malam ini (12/8), mereka sedang berlatih untuk bisa menceriterakan ulang apa yang ia pahami. Sebagai langkah awal, mereka hanya diminta untuk mampu menjelaskan kembali isi cerita dalam Bahasa Indonesia di depan kelas. Tiap dari mereka memilih cerita pendek yang paling disukai dan paling mudah dijelaskan.

    Menurut Nain, Guru Bahasa Inggris, “Saya membaca bahwa pelajar tersebut telah banyak memahami dasar dasar Bahasa Inggris tapi masih kurang percaya diri untuk berdialog dengan orang lain, terutama orang asing. Saya berharap langkah ini bisa membantunya untuk menumbuhkan kepercayan dirinya”, terangnya.

    Menurut pelajar Hanifah bahwa ia memang jarang berbicara. Tugas ini membuatnya tidak harus diam lagi dan mendorong dirinya untuk mampu menjelaskan apa yang saya pikirkan.

    Adapun Alodia menyatakan bahwa isi cerita buku ini mudah namun ia masih tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Jadinya, ia berbicara sendiri seolah olah menjelaskan agar nantinya mampu bercerita saat guru memintanya tampil.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama

  • Baca Tulis pada Usia Dini

    Baca Tulis pada Usia Dini

    Bulukumba, RBB—Kelas Baca Tulis memungkinkan anak usia dini untuk segera lancar membaca dan menulis. Agak tidak terkesan kaku, kita ciptakan saja ruang bermain bagi anak yang berisi kegiatan belajar.

    Firyal Ruby Qadisha F. adalah anak 5 (Lima) tahun yang rajin mengikuti kelas di Rumah Belajar mengalami kemajuan. Menurut Aswa, guru Baca Tulis, “Ada perubahan yang berarti. Firyal yang awalnya tidak tahu huruf “C”, sudah mampu mengeja jadi “Ca” dan menjadi “Cari.” Begitu pun dengan suku kata “Ku” menjadi “Kuning”, ungkapnya, Selasa (11/8)

    Dalam penulisan, Firyal dilatih untuk mampu menuliskan apa yang telah ia baca atau mengikuti aturan menulis yang telah disiapkan untuk umur anak seperti dirinya.

    Zulkarnain Patwa
    Staf Rumah Belajar Bersama